Wartain.com – Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Jumat pagi (8/5/2026) pukul 07.41 WIT. Letusan disertai kolom abu tebal setinggi 10.000 meter di atas puncak dan suara dentuman yang terdengar hingga permukiman warga.
Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyebut erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik. Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu condong ke utara dan berpotensi berdampak ke wilayah permukiman serta Kota Tobelo lewat hujan abu vulkanik.
Gunung Dukono saat ini berstatus Level II (Waspada). Aktivitas erupsi magmatik eksplosif Dukono memang kembali meningkat sejak 30 Maret 2026. Tercatat 199 kali erupsi dengan tinggi kolom 50–400 meter dari puncak sebelum letusan besar Jumat pagi. PVMBG mencatat rata-rata 95 kejadian erupsi sejak akhir Maret.
Dampak langsung erupsi menimpa pendaki. BNPB melaporkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka dan masih dalam pendataan petugas. Tim gabungan BPBD Halmahera Utara, BPBD Provinsi Maluku Utara, dan Basarnas terus melakukan penyisiran serta evakuasi terhadap pendaki yang berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat.
PVMBG dan Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono, khususnya Kecamatan Galela dan Tobelo, mewaspadai sebaran abu vulkanik. Abu berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, menghambat aktivitas warga, serta mengganggu kebersihan lingkungan. Dampak hujan abu sudah terpantau di Desa Mamunya, Kecamatan Galela.
Hingga kini BPBD masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat maupun pendaki di sekitar kawasan terdampak. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius bahaya dan selalu memakai masker atau pelindung saat hujan abu terjadi.
Data Singkat Erupsi 8 Mei 2026:
– Waktu: 07.41 WIT
– Tinggi kolom abu: 10.000 meter di atas puncak
– Amplitudo: 34 mm | *Durasi*: 967,56 detik
– Status: Level II (Waspada)
– Korban: 5 pendaki luka-luka, dalam pendataan
– Dampak: Hujan abu ke arah utara, Desa Mamunya terdampak.(***)
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
