26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 21, 2026

Latest Posts

Sakral dan Meriah, Ritual Larung Sesaji Warnai Hari Nelayan Nasional ke-66 Palabuhanratu

Wartain.com – Tradisi ritual Larung Sesaji di tengah laut Palabuhanratu kembali menjadi rangkaian sakral dalam peringatan Hari Nelayan Nasional ke-66 Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis 21/05/2026.

Tradisi tahunan tersebut berlangsung khidmat dan dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan prosesi budaya para nelayan pesisir selatan.

Sebelum memasuki prosesi Larung Sesaji, kegiatan diawali dengan arak-arakan dari Pendopo Kabupaten Sukabumi menuju Alun-alun Gadobangkong.

Dalam perjalanan tersebut, digelar pula upacara adat serta sejumlah sambutan dari tokoh masyarakat dan pihak terkait yang turut memeriahkan perayaan Hari Nelayan Nasional.

Prosesi Larung Sesaji dilakukan dengan membawa sesaji ke tengah laut menggunakan perahu yang dinaiki para nelayan dan Puteri Nelayan. Iring-iringan kapal dan perahu nelayan yang mengikuti ritual tersebut menambah suasana meriah sekaligus sakral di tengah laut Palabuhanratu.

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan atas hasil laut yang telah diperoleh, sekaligus doa bersama untuk keselamatan para nelayan saat melaut.

Perahu yang digunakan Puteri Nelayan tampak dihias meriah dengan berbagai ornamen dan wewangian yang memperkuat nuansa adat dalam ritual tersebut.

Salah satu masyarakat, Pepy (24) yang mengikuti ritual Larung Sesaji mengaku merasa bangga dapat melihat langsung dalam tradisi sakral tersebut. Ia menilai suasana kebersamaan sangat terasa saat iring-iringan perahu nelayan bergerak di tengah laut. Menurutnya, tradisi Larung Sesaji harus terus dilestarikan.

“Saya merasa bangga bisa melihat langsung dalam ritual Larung Sesaji ini. Suasananya sangat sakral dan penuh kebersamaan, apalagi saat berada di tengah laut bersama iring-iringan perahu nelayan. Tradisi ini harus terus dijaga karena menjadi bagian dari budaya masyarakat Palabuhanratu,” ujar Pepy, pada Kamis (21/5/2026).

Bagi masyarakat Palabuhanratu, tradisi Larung Sesaji bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan representasi kuat dari identitas budaya dan sejarah panjang masyarakat nelayan pesisir selatan. Tradisi tersebut juga menjadi bentuk doa kepada Sang Pencipta agar hasil laut tetap melimpah dan para nelayan diberikan keselamatan.

Salah satu nelayan, Dedih (55) mengatakan, semoga dengan momen peringatan Hari Nelayan tahun ini, para nelayan diberikan hasil melimpah dan tentunya dijaga keselamatan para nelayan.

“Saya selaku nelayan di Palabuhanratu, berharap semoga kedepannya ikan semakin banyak dan paling penting keselamatan para nelayan saat ditengah laut mencari ikan. Semoga do’a-do’a pada momentum hari nelayan yang ke-66 ini dapat terkabul,” harap Dedih dengan penuh rasa bangga.

Sorak sorai masyarakat yang menyaksikan iring-iringan perahu di tengah laut turut menambah kesan mendalam dalam pelaksanaan ritual tersebut. Antusiasme warga dan wisatawan yang hadir memperlihatkan bahwa Larung Sesaji tetap menjadi salah satu tradisi budaya yang dinantikan setiap tahunnya di Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.