26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 29, 2026

Latest Posts

Pemkot Sukabumi Tambah Anggaran Insentif Penggerak Warga, Posyandu Jadi Prioritas 2026

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi meningkatkan alokasi anggaran program insentif bagi para penggerak masyarakat pada tahun 2026. Kenaikan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial di tingkat lingkungan.

Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran Program Unggulan Insentif naik dari Rp19,5 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp22 miliar pada tahun 2026. Tambahan anggaran lebih dari Rp2,5 miliar itu diarahkan untuk mendukung berbagai sektor pelayanan masyarakat.

Peningkatan paling besar terjadi pada anggaran operasional Posyandu yang naik dari Rp2,884 miliar menjadi Rp4,355 miliar. Pemerintah menilai penguatan Posyandu penting untuk mendukung percepatan penurunan stunting serta peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Selain Posyandu, insentif Ketua RT dan RW juga mengalami kenaikan dari Rp11,416 miliar menjadi Rp12,454 miliar. Penyesuaian tersebut dilakukan karena pada Januari hingga Februari 2025 insentif masih menggunakan nominal lama.

Sementara itu, anggaran insentif bagi marbot dan guru ngaji tetap dipertahankan sebesar Rp2,685 miliar. Begitu pula dengan insentif anggota Linmas yang masih berada di angka Rp2,53 miliar.

Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi mengatakan program tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap peran para penggerak masyarakat yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan warga.

“Program ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para Ketua RT/RW, kader Posyandu, Linmas, marbot, dan guru ngaji yang selama ini berkontribusi menjaga kenyamanan dan pelayanan masyarakat di lingkungan,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Andang, peningkatan operasional dan insentif diharapkan dapat mendorong kualitas pelayanan masyarakat yang semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Ia memastikan penyaluran anggaran dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain program insentif, Pemkot Sukabumi juga terus menjalankan sejumlah program unggulan lainnya seperti Home Care, Ambulans Gratis, Puskesmas Gratis, Menata Kebaikan Tech, dan Ngopy.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sukabumi tetap mempertahankan sejumlah program yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW).

Pada tahun 2025, program tersebut tetap berjalan dengan dukungan anggaran sebesar Rp8,9 miliar. Namun untuk sementara, pelaksanaan P2RW pada tahun 2026 ditunda akibat pemangkasan anggaran daerah yang mencapai Rp158,5 miliar.

Pemkot Sukabumi berencana mengaktifkan kembali program tersebut pada perubahan anggaran tahun 2026 sambil menunggu tambahan transfer anggaran dari pemerintah pusat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.