26.7 C
Jakarta
Selasa, Juni 2, 2026

Latest Posts

DP3A Sukabumi Lewat Program “Cager” Ajak Warga Copot Stigma Gender: Laki-laki Boleh Nangis, Perempuan Boleh Bicara

Soroti Kebebasan Berekspresi, Agus Sanusi: Kesetaraan Dimulai dari Rumah & Sekolah

Wartain.com – Nggak ada lagi “laki-laki harus kuat, perempuan harus diam”. Itu pesan utama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sukabumi lewat program Cerita Tentang Gender atau “Cager” episode kedua.

Setelah episode pertama, Cager kembali hadir dengan fokus isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: kebebasan berekspresi dan menghapus stigma berbasis gender.

Luruskan Pola Pikir yang Membatasi

DP3A ingin masyarakat paham satu hal sederhana: laki-laki dan perempuan punya hak sama. Sama-sama berhak kembangkan potensi, sampaikan pendapat, dan mengekspresikan perasaan tanpa label “maskulin” atau “feminim”.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyoroti masih banyak pandangan keliru yang mengekang anak sejak kecil. Contoh paling umum: anggapan anak laki-laki nggak boleh nangis atau nunjukin lemah.

“Anak-anak perlu diajarkan sejak dini bahwa mereka bebas mengekspresikan diri tanpa dibatasi oleh jenis kelamin. Lingkungan keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman tersebut,” ujar Agus, Selasa (2/6/2026).

Kesetaraan = Kesempatan yang Sama

Bagi Agus, kesetaraan gender bukan cuma soal “bagi-bagi tugas” antara ayah dan ibu. Intinya lebih luas: tiap individu, baik laki-laki maupun perempuan, harus dapat ruang yang sama untuk tumbuh, berpartisipasi, dan dihargai.

Karena itu ia menekankan pendidikan dan pola asuh jadi kunci. Nilai kesetaraan harus ditanam sejak usia dini biar anak tumbuh jadi pribadi yang menghargai perbedaan dan menghormati hak orang lain.

“Terciptanya lingkungan yang bebas dari diskriminasi harus dimulai dari pendidikan dan pola asuh yang menanamkan nilai-nilai kesetaraan sejak usia dini,” tegasnya.

Cager, Langkah Kecil Menuju Sukabumi yang Inklusif

Lewat Cager, DP3A Kabupaten Sukabumi berharap melahirkan generasi baru yang lebih terbuka dan inklusif. Generasi yang nggak lagi menilai orang dari “seharusnya laki-laki” atau “seharusnya perempuan”, tapi dari “ini hak setiap manusia”.

Program edukatif ini jadi salah satu upaya konkret DP3A mewujudkan Sukabumi yang lebih adil, setara, dan ramah untuk semua lapisan masyarakat.***

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.