Wartain.com – Pelaku UMKM pada bidang industri rumahan camilan tradisional di Kabupaten Sukabumi kian menunjukkan taringnya. Salah satunya adalah Aiko Snack, usaha mikro kecil dan menengah milik Ibu Hamidah yang sukses memperluas jangkauan pasarnya hingga ke luar daerah. Berpusat di Kampung Pasir Bendera (sebelum Perum Pasir Bendera), Kecamatan Cikakak, bisnis ini konsisten memproduksi aneka jeputan camilan gurih, manis dan pedas yang digandrungi masyarakat. Minggu (7/6/2026).
Hamidah memulai usaha ini untuk memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap jajanan khas Jawa Barat. Aiko Snack memproduksi berbagai varian camilan populer seperti basreng (bakso goreng), cimol kering, kuping gajah, mi lidi, hingga seblak cukur. Kualitas rasa yang konsisten dan harga yang terjangkau membuat produk rumahan ini mampu bersaing ketat dengan merek-merek pabrikan.
Sistem pemasaran yang agresif menjadi kunci utama keberhasilan Aiko Snack. Hamidah tidak hanya menunggu pembeli datang ke toko standarnya di Cikakak, melainkan aktif mendistribusikan produknya secara luas. Pasokan camilan ini rutin disalurkan langsung ke warung-warung klontong, pasar tradisional, hingga agen-agen grosir besar setiap minggunya.
Berkat strategi distribusi yang tepat, jangkauan konsumen Aiko Snack kini telah menembus wilayah Cibadak, Sukabumi Kota, bahkan hingga ke Kabupaten dan Kota Bogor. Permintaan dari luar daerah terus melonjak tajam seiring tingginya minat masyarakat terhadap camilan pedas dan renyah produksi Ibu Hamidah.
“Awalnya saya hanya mencoba memasarkan di sekitar Cikakak saja. Namun alhamdulillah, berkat konsistensi rasa dan kepercayaan dari para agen grosir, sekarang produk Aiko Snack setiap harinya bisa dikirim sampai ke Cibadak dan Bogor,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya, Hamidah kini terus menggenjot kapasitas produksi guna memastikan pasokan ke luar kota tetap aman dan tidak terlambat. Pengelolaan manajemen yang sederhana namun disiplin dalam menjaga cita rasa lokal menjadi resep utama bagaimana Aiko Snack mampu bertahan dan terus berkembang pesat hingga saat ini.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
