26.7 C
Jakarta
Kamis, Juni 11, 2026

Latest Posts

Driver Ojol Sukabumi Keluhkan Kenaikan Pertamax: Penghasilan Potong Rp30 Ribu Per Hari

Ujang Oman (52) Tahun Pilih Pertamax Sejak 2018, Minta Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan Harga BBM

Wartain.com  – Kenaikan harga Pertamax per tanggal 10 Juni 2026, kembali dikeluhkan oleh pengemudi ojek online (Ojol). Ujang Oman (52), driver online yang beroperasi di Kabupaten dan Kota Sukabumi sejak 2018, merasakan langsung dampaknya terhadap pendapatan harian.

Ujang Oman mengaku tetap mengisi BBM jenis Pertamax meskipun harganya naik. Baginya, kualitas bahan bakar non-subsidi itu lebih terjamin untuk kendaraan yang dipakai kerja belasan jam setiap hari.

“Berpengaruh ke penghasilan. Dengan kenaikan harga Pertamax saya kehilangan penghasilan sekitar Rp20-30 ribuan per hari,” ujar Ujang saat ditemui di pangkalan Ojol Sukabumi, Kamis 11/6/2026.

Ia menjelaskan, sebagai ojol yang full time di jalan, konsumsi BBM sangat besar. Selisih harga Pertamax yang naik membuat margin pendapatannya makin tipis, padahal tarif layanan tidak ikut naik.

Selama menjadi pengemudi online, Ujang tidak pernah menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Ada dua alasan utama yang membuatnya setia ke Pertamax sejak 2018.

Alasan pertama, Pertamax lebih awet terhadap mesin motor. “Mesin lebih bersih, tidak gampang ngelitik. Kalau motor rusak, pendapatan bisa berhenti total,” katanya.

Driver Ojol Sukabumi Keluhkan Kenaikan Pertamax: Penghasilan Potong Rp30 Ribu Per Hari (Foto :Aab)

Alasan kedua, Pertamax dinilai lebih irit untuk jarak tempuh jauh. Menurut Ujang Oman, satu liter Pertamax bisa membawa order lebih banyak dibanding Pertalite, sehingga efisiensi waktu dan tenaga lebih baik.

Keluhan Ujang Oman mewakili keresahan ribuan driver ojol lain di Sukabumi. Mereka terjepit di antara kenaikan harga BBM dan biaya perawatan kendaraan, sementara tarif platform masih stagnan.

Kenaikan harga BBM non-subsidi memang mengikuti mekanisme pasar dan harga minyak dunia. Namun bagi pekerja lapangan seperti ojol, perubahan harga sedikit saja langsung terasa di dompet.

Ujang Oma berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan kenaikan harga Pertamax. Ia meminta ada pertimbangan khusus bagi pekerja transportasi online yang 100% bergantung pada kendaraan dan BBM.

“Saya tidak pernah pakai Pertalite bersubsidi. Tapi kalau Pertamax terus naik, kami yang kerja di jalan paling kena imbasnya,” harap Ujang Oman. Ia meminta pemerintah mencari solusi agar daya beli driver tidak anjlok.

Hingga kini belum ada insentif khusus bagi driver ojol terkait kenaikan BBM. Padahal mereka termasuk garda depan mobilitas dan ekonomi digital yang ikut menggerakkan roda usaha mikro di Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.