Wartain.com – Suasana haru menyelimuti Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi saat jemaah haji Kloter 13 Debarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) tiba dan kembali berkumpul dengan keluarga mereka, Rabu (17/6/2026) dini hari.
Tangis bahagia, pelukan hangat, dan ucapan syukur mewarnai momen kepulangan para jemaah setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Namun di balik kebahagiaan tersebut, terselip kabar duka. Dari total 62 jemaah asal Kabupaten Sukabumi yang berangkat bersama Kloter 13 JKS, satu orang dipastikan tidak kembali ke tanah air karena wafat di Kota Suci Makkah usai menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji.
Jemaah yang meninggal dunia adalah Haji Atjeng bin Mamat (84), warga Ciutara, Kecamatan Cicurug. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani rangkaian Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sukabumi, Abdul Manan, mengatakan kondisi kesehatan almarhum menurun setelah kembali dari Mina. Berdasarkan laporan tim kesehatan, Haji Atjeng meninggal dunia saat beristirahat di kamar hotel.
“Yang wafat itu Pak Haji Atjeng. Beliau wafat setelah melaksanakan puncak haji Armuzna. Setelah kembali dari Mina kondisi kesehatannya menurun. Saat diperiksa oleh tim dokter, beliau dinyatakan meninggal dunia ketika sedang beristirahat di kamar hotel,” ujar Abdul Manan.
Menurutnya, faktor usia yang telah lanjut serta kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji diduga menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan almarhum.
Meski demikian, Abdul Manan menegaskan bahwa Haji Atjeng telah menyelesaikan seluruh rukun haji, termasuk melaksanakan wukuf di Arafah yang menjadi inti dari ibadah haji.
“Beliau wafat setelah melaksanakan wukuf dan seluruh rangkaian utama ibadah haji. Artinya ibadah hajinya telah sempurna dilaksanakan dan tidak perlu dibadalkan,” katanya.
Almarhum kemudian dimakamkan di Kota Suci Makkah. Sementara seluruh barang bawaan miliknya, mulai dari koper, air zam-zam, hingga tas tentengan, telah dipulangkan dan diserahkan kepada pihak keluarga di Sukabumi.
Selain kabar duka tersebut, kepulangan Kloter 13 JKS juga diwarnai dengan kondisi kesehatan dua jemaah lansia yang menurun setibanya di Indonesia. Keduanya yakni Haji Nanang asal Kecamatan Ciambar dan Ibu Haji Kakar asal Kecamatan Lengkong.
“Hari ini juga ada dua jemaah yang langsung dijemput petugas kesehatan di bandara karena kondisi kesehatannya menurun. Mereka langsung dipulangkan ke Sukabumi menggunakan ambulans dan didampingi petugas kesehatan,” jelas Manan.
Secara keseluruhan, proses kepulangan jemaah berlangsung lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pesawat yang membawa Kloter 13 JKS mendarat di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 20.20 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi dan tiba di Pusbangdai Cikembang sekitar pukul 03.00 WIB.
“Alhamdulillah seluruh jemaah tiba sesuai jadwal dan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya. Namun kami juga turut berduka atas wafatnya Bapak Haji Atjeng bin Mamat di Tanah Suci,” tutur Abdul Manan.
Meski kepulangan jemaah tahun ini diwarnai kehilangan, suasana khidmat tetap terasa. Di tengah kebahagiaan keluarga yang menyambut kedatangan sanak saudaranya, doa-doa turut dipanjatkan untuk almarhum Haji Atjeng bin Mamat yang wafat setelah menunaikan ibadah haji dan dimakamkan di Tanah Suci Makkah.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
