Wartain.com – Aksi tawuran antarpelajar kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi. Bentrokan berlangsung di kawasan Loji, Kecamatan Simpenan, Selasa (16/6/2026) sore. Peristiwa itu mengakibatkan satu pelajar mengalami luka bacok senjata tajam, dan satu pelajar lainnya cedera akibat jatuh dari sepeda motor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran diduga berawal dari ajakan yang beredar melalui aplikasi WhatsApp. Sejumlah pelajar dari berbagai sekolah kemudian berkumpul dan menuju lokasi yang telah disepakati untuk bertemu dengan kelompok lawan.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan, awalnya para pelajar hanya terlihat berkumpul seperti biasa. Namun situasi berubah tegang ketika dua kelompok yang diduga telah berjanji untuk tawuran saling berhadapan.
“Awalnya mereka datang naik motor dan berkumpul di lokasi. Tidak lama kemudian terjadi keributan. Saya lihat ada yang membawa celurit dan senjata tajam lainnya. Sebagian langsung berlarian menyelamatkan diri,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut keterangan warga, salah satu kelompok diduga kalah jumlah sehingga berusaha meninggalkan lokasi. Saat situasi ricuh tersebut, keributan tidak dapat dihindari dan mengakibatkan korban.
Seorang pelajar menjadi korban pembacokan. Ia mengalami luka terbuka pada bagian punggung kanan atas akibat sabetan senjata tajam yang diduga berupa celurit. Korban langsung mendapat pertolongan dari warga sekitar.
Sementara itu, pelajar lainnya tidak mengalami luka bacok. Namun ia mengalami cedera pada bagian pinggul setelah terjatuh dari sepeda motor ketika berusaha menghindari kejaran kelompok lawan saat tawuran berlangsung.
Warga yang mengetahui adanya korban segera memberikan pertolongan pertama. Kedua korban kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban terkait proses penanganan kasus tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan perawatan dan pendampingan yang diperlukan.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan intensif. Polisi berupaya mengidentifikasi dan memburu pelaku pembacokan yang menyebabkan seorang pelajar mengalami luka serius pada bagian punggung.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan pelajar dan penggunaan senjata tajam. Warga berharap ada langkah tegas dari seluruh pihak, termasuk sekolah dan orang tua, untuk mencegah aksi tawuran yang berpotensi mengancam keselamatan generasi muda.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
