Wartain.com – Objek wisata alam Situ Gunung Suspension Bridge di Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan dua wisatawan mengalami kendala saat menaiki wahana Keranjang Langit.
Dalam video yang viral di media sosial tersebut, keranjang yang ditumpangi dua wisatawan terlihat berhenti sebelum mencapai titik akhir lintasan. Saat berada di tengah jalur, keranjang itu bahkan sempat tersenggol oleh keranjang lain yang berada di belakangnya.
Viralnya video tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet, terutama terkait aspek keselamatan wahana wisata yang berada di kawasan Situ Gunung tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Manager Operasional Situ Gunung Suspension Bridge, Usep Suherlan, menyampaikan bahwa keranjang yang terhenti di tengah lintasan diduga akibat alat pengatur kecepatan atau potensio dimainkan oleh wisatawan.
Menurut Usep, saat kejadian dirinya berada di lokasi dan ikut memantau aktivitas pengunjung. Dari hasil pengamatannya terhadap video yang beredar, terlihat adanya interaksi terhadap alat tersebut.
“Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan ya potensio. Kita tidak menginformasikan si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan. Itu hanya kami yang tahu,” ujar Usep, Kamis (18/6/2026).
Ia menjelaskan, insiden terjadi ketika keranjang berada sekitar 50 meter dari titik akhir perjalanan. Keranjang yang sempat berhenti itu akhirnya kembali bergerak setelah terdorong oleh keranjang lain yang digunakan pengunjung berikutnya.
“Kemarin itu bukan dengan petugas, tapi pengunjung yang menggunakan keranjang berikutnya. Itu kejadiannya 50 meter sebelum finis di sana,” ucapnya.
Usep menuturkan, Keranjang Langit merupakan wahana ekstrem dengan panjang lintasan mencapai 523 meter. Sementara ketinggian lintasan bervariasi, dengan titik terdalam berada sekitar 160 meter di atas aliran sungai.
“Kalau panjangnya ini di 523 meter, ketinggian variatif. Hanya terdalam saja di atas sungai itu kurang lebih di 160 meter,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa potensio berfungsi sebagai pengatur kecepatan keranjang yang digerakkan oleh tenaga baterai dan dinamo. Karena itu, perangkat tersebut tidak diperuntukkan untuk dioperasikan oleh wisatawan selama perjalanan berlangsung.
Pihak pengelola menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan kepada pengunjung. Salah satu yang akan dikaji adalah penambahan informasi maupun imbauan terkait penggunaan wahana.
“Di awal kita sampaikan, tapi di akhir karena sering banyak yang penasaran memutar dan putar kiri kanannya sehingga kurang begitu baik ketika diinformasikan. Pas operasional ke sini-sininya memang kami tidak menginformasikan. Dan kami juga mungkin akan kaji apa perlu dikasih informasi lagi untuk operasionalnya atau seperti apa. Nanti kita kaji baiknya seperti apa,” sebut Usep.
Ia menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi di area wisata akan menjadi bahan pembelajaran untuk perbaikan ke depan.
“Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apa pun, hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk menuju lebih baik lagi,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
