Wartain.com – Laga pembuka babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Minggu 28/6/2026 ditutup drama menit akhir. Kanada menang 1-0 atas Afrika Selatan di Los Angeles Stadium, SoFi Stadium Inglewood, CA.
Pertandingan berjalan ketat 90 menit. Babak pertama 0-0, kedua tim saling jaga. Afrika Selatan kuasai bola 58% tapi kesulitan ciptakan peluang berbahaya. Kanada lebih tajam dengan 12 tembakan.
Gol kemenangan lahir di masa injury time menit 90+2. Stephen Eustaquio menerima bola di luar kotak penalti, menahan dengan dada lalu melepas tembakan keras ke pojok gawang Ronwen Williams.
Gol itu bikin Kanada lolos ke 16 Besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah Piala Dunia. Pelatih Jesse Marsch langsung memeluk pemain: “Mereka sekarang pahlawan Kanada”.
Afrika Selatan harus mengakui keunggulan lawan. Pelatih Hugo Broos jujur menyebut timnya kalah karena minim tenaga dan kecepatan. “Modern football lebih dari teknik. Kalau tidak punya power dan speed, sulit lawan tim seperti Kanada”.
Bagi Bafana Bafana, lolos 32 besar tetap jadi sejarah. Ini pertama kalinya mereka lolos fase grup Piala Dunia sejak 1998, 2002, dan jadi tuan rumah 2010. Perjalanan mereka berakhir di tangan tuan rumah Kanada.
Statistik laga: Penguasaan bola 58% – 42% untuk Afrika Selatan. Tembakan tepat sasaran 7-1 untuk Kanada. Kiper Ronwen Williams bikin 5 penyelamatan, Maxime Crepeau cuma 1 kali.
Man of the Match jatuh ke Stephen Eustaquio. Gol menit 90+2-nya dinilai “too-cool settle and finish” oleh NBC Sports. Ia juga disebut layak dapat kewarganegaraan Kanada oleh rekan setim.
Alphonso Davies baru masuk menit 75 dan main pertama kali di turnamen ini. Kehadirannya buka ruang serangan Kanada di 15 menit akhir.
Dengan hasil ini, Kanada melaju ke babak 16 Besar. Lawan selanjutnya pemenang Belanda vs Maroko, laga digelar 4 Juli 2026 di Houston.
Afrika Selatan pulang dengan kepala tegak. Lolos fase grup untuk pertama kali sudah jadi pencapaian besar bagi skuad asuhan Hugo Broos. Broos sendiri konfirmasi ini Piala Dunia terakhirnya.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
