Wartain.com – Suasana Vila Cantik, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, ramai oleh ratusan warga pada Jumat 3/7/2026. Mereka mengikuti sosialisasi perlindungan pekerja bukan penerima upah yang digagas BPJS bersama Komisi IX DPR RI.
Hadir sebagai narasumber Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin. Turut mendampingi jajaran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan Kota Sukabumi.
Zainul membuka materi dengan menekankan makna BPJS sebagai instrumen negara. Menurutnya, jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan merupakan amanat UUD 1945 agar seluruh warga mendapat perlindungan.
Salah satu sorotan utama adalah Program JKN. Pemerintah kini menanggung iuran PBI bagi 96,2 juta jiwa di Indonesia. Di Sukabumi sendiri tercatat sekitar 420 ribu warga masuk kategori PBI.
“BPJS berjalan dengan prinsip gotong royong. Yang sehat membantu yang sakit lewat iuran,” jelas Zainul di hadapan peserta.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan status kepesertaan nonaktif. Kepesertaan aktif menjadi kunci saat dibutuhkan layanan kesehatan.
Pembahasan juga menyentuh soal data penerima bansos. Pemerintah saat ini menggunakan DTSEN dengan prioritas Desil 1 sampai Desil 4. Jika ada warga miskin yang masuk Desil 6-10, bisa disanggah lewat desa, kelurahan, atau Dinsos.
Kabar baik disampaikan Zainul terkait tunggakan iuran. Pemerintah pusat tengah menyiapkan dispensasi bagi peserta Desil 1 sampai Desil 5 agar bisa kembali aktif tanpa beban berat.
Kepala BPJS Kesehatan Sukabumi, Nora Duita Manurung, menyebut Komisi IX sebagai mitra penting dalam memastikan JKN berjalan di daerah.
Menurut Nora, sosialisasi ini bukan sekadar ceramah. Warga diberi ruang bertanya, termasuk yang mengalami kendala kepesertaan PBI JKN tidak aktif.
Data yang dipaparkan menunjukkan kesenjangan cakupan. Kepesertaan JKN aktif di Kota Sukabumi sudah hampir 100 persen, sedangkan Kabupaten Sukabumi baru 62 persen. BPJS kini gencar turun lewat mobil sosialisasi ke wilayah pelosok.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif. Momen ini juga menjadi pemanasan menjelang HUT ke-58 BPJS Kesehatan pada 15 Juli 2026.***
Editor : Aab Abdul Malik
(SRM)
