Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat penataan kawasan Jalan Ahmad Yani sebagai salah satu wajah utama pusat kota. Berbagai upaya dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari sosialisasi, edukasi kepada pelaku usaha, hingga penertiban di lapangan guna menciptakan kawasan yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan saat Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yudi Sutriana, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Een Rukmini, serta Kepala Dinas Perhubungan Iskandar melakukan penyisiran dan penertiban terpadu di sepanjang Jalan Ahmad Yani pada Minggu (2/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penataan kawasan yang telah dijalankan sejak akhir 2025. Saat itu, Bobby Maulana bersama Dinas Lingkungan Hidup menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kepada para pelaku usaha, termasuk mengimbau setiap pemilik toko menyediakan tempat sampah di depan tempat usahanya sebagai langkah awal menjaga kebersihan lingkungan.
Seiring berjalannya program, pemerintah mulai melihat perubahan positif dari para pedagang. Menurut Bobby, sebagian besar pelaku usaha kini telah menerapkan standar operasional yang sebelumnya disosialisasikan.
“Saya bersama Kadis DLH Pak Yudi, Kadishub Pak Iskandar, dan Kadis Kumindag Bu Een. Setelah dilakukan penyisiran, para pedagang ini rata-rata sudah mengikuti SOP. Mereka sudah menyediakan tempat sampah dan melakukan pemilahan sampah,” ujar Bobby.
Ia menilai penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Karena itu, pendekatan yang dilakukan pemerintah lebih mengedepankan edukasi dan komunikasi agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari pelaku usaha sendiri.
“Karena itu, pendekatan yang ditempuh lebih mengedepankan komunikasi dan edukasi agar pelaku usaha memiliki kesadaran mengelola sampah sejak dari sumber,” ucapnya.
Bobby menjelaskan, para pedagang didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi selanjutnya dapat disalurkan melalui bank sampah maupun program ekonomi sirkular yang telah berkembang di Kota Sukabumi.
“Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Selain menjaga kawasan perdagangan tetap bersih dan nyaman, pemilahan sampah sejak awal mampu mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, sampah anorganik tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup yang dinilai konsisten menjaga kebersihan kota melalui respons cepat terhadap berbagai persoalan persampahan.
“Saya juga mengapresiasi Tim Saber DLH yang selalu sigap dalam merespons masalah persampahan di Kota Sukabumi ini,” katanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Pemerintah Kota Sukabumi berharap penataan Jalan Ahmad Yani dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Kawasan tersebut diharapkan menjadi etalase kota yang bersih, tertib, nyaman, serta mampu mencerminkan budaya baru bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
