Wartain.com – Wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur diguncang gempa tektonik dengan kekuatan Magnitudo 5.0 pada Minggu 17/08/2026 siang.
Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa terjadi pukul 14:20:20 WIB. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 7.84 LS, 120.52 BT.
Titik pusat gempa berjarak 86 km arah Timur Laut Ruteng-Manggarai, NTT dengan kedalaman 10 kilometer.
Dengan kedalaman 10 Km, gempa ini termasuk kategori gempa dangkal. Gempa dangkal umumnya memiliki getaran yang lebih terasa di permukaan.
BMKG dalam rilis resminya menyatakan bahwa gempa tersebut TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
“Tidak berpotensi tsunami” disampaikan BMKG berdasarkan hasil analisis parameter gempa dari sisi magnitudo, kedalaman, dan mekanisme sumber.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan maupun korban akibat gempa M5.0 tersebut.
Gempa dengan magnitudo 5.0 umumnya dapat dirasakan di area cukup luas. Warga di sekitar Ruteng dan wilayah Manggarai kemungkinan merasakan guncangan ringan hingga sedang.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa untuk mengantisipasi gempa susulan.
BMKG terus memonitor perkembangan aktivitas gempa di wilayah NTT. Masyarakat diimbau untuk memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.
Wilayah Nusa Tenggara Timur memang termasuk zona rawan gempa karena dilintasi pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Peta yang dirilis BMKG menunjukkan pusat gempa berada di Laut Flores, utara Pulau Flores. Titik merah dengan angka 5.0 menjadi pusat perhatian.
Kedalaman 10 Km membuat energi gempa lebih cepat sampai ke permukaan, sehingga guncangan terasa meskipun episentrum berada di laut.
Pemerintah daerah Manggarai bersama BPBD setempat juga diimbau untuk melakukan pengecekan cepat ke wilayah yang terdekat dengan pusat gempa.
Warga diimbau untuk tetap waspada, menyiapkan tas siaga bencana, dan mengetahui jalur evakuasi jika terjadi gempa susulan.
Untuk informasi resmi dan update terbaru, masyarakat bisa memantau melalui website http://www.bmkg.go.id atau akun media sosial @InfoBMKG milik Direktorat Gempabumi dan Tsunami BMKG.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
