26.7 C
Jakarta
Minggu, Mei 24, 2026

Latest Posts

Sempat Kritis, Bocah 6 Tahun Korban Senapan Angin di Sukabumi Meninggal Dunia

Wartain.com || Kabar duka menyelimuti Kabupaten Sukabumi. Seorang bocah perempuan berinisial SH (6) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari dua hari di Rumah Sakit Betha Medika, Kecamatan Cisaat.

Kepala Desa Gedepangrango, Asep Badrutamam, membenarkan kabar tersebut. Ia menyebutkan, SH mengembuskan napas terakhir pada Minggu malam, 8 Februari 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

“Benar, korban meninggal dunia tadi malam sekitar jam sepuluh,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).

Korban sebelumnya berada dalam kondisi kritis akibat luka tembak senapan angin yang mengenai bagian atas pelipis dan menembus kepala. Usai dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga langsung membawa jenazah ke Desa Cipamingkis, Kecamatan Sukalarang, untuk dimakamkan di kampung halaman ayah kandungnya.

“Jenazah dibawa ke Cipamingkis.
Kemungkinan sudah dimakamkan, keluarga masih berada di Sukalarang,” katanya.

Asep juga menyampaikan bahwa almarhumah memiliki seorang adik dari ayah sambungnya.

Sementara itu, Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menjelaskan bahwa kondisi korban memang sempat kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

“Korban sebelumnya dalam keadaan kritis. Keterangan meninggal dunia berdasarkan surat resmi dari rumah sakit,” ujar Ade.

Meski hingga kini pihak keluarga belum membuat laporan polisi, Ade menegaskan bahwa kepolisian tetap melakukan langkah penyelidikan berdasarkan laporan informasi yang telah dihimpun.

“Walaupun tidak ada laporan resmi dari keluarga, kami tetap melakukan penyelidikan. Dasarnya laporan informasi yang kami buat,” jelasnya.

Terkait senapan angin jenis PCP kaliber 4,5 milimeter yang menjadi penyebab insiden, pihak kepolisian masih mendalami status kepemilikannya. Berdasarkan keterangan awal, senapan tersebut diduga bukan milik ayah sambung korban.

“Kepemilikan senapan masih kami dalami. Dari keterangan sementara, bukan milik yang bersangkutan,” kata Ade.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa tragis ini terjadi di kediaman korban di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat, 6 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ayah sambung korban berinisial S (35) tengah membersihkan dan membongkar senapan angin. Tanpa disadari, senapan tersebut masih berisi peluru dan tiba-tiba meletus, mengenai pelipis korban.

Insiden tersebut diduga terjadi akibat kelalaian dan bukan unsur kesengajaan, karena terduga tidak mengetahui senapan masih dalam kondisi siap tembak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.