Wartain.com – Kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Sukabumi. Sinergi tersebut tidak hanya untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengawal berbagai program pembangunan daerah.
Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Sandikami Diskominfo Kabupaten Sukabumi, Ujang Zulkipli, saat sambutan di kegiatan Rumah Literasi Merah Putih, Selasa 1/9/2026 di Cafe The Bumee, Jalur Lingkar Selatan.
Pers Unsur Penting dalam Pentahelix Pembangunan
Ujang menegaskan bahwa pers merupakan salah satu elemen penting yang harus dilibatkan dalam membangun Kabupaten Sukabumi.
“Teman-teman sekalian, kita punya visi Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati, yaitu ingin mewujudkan Sukabumi yang maju, kemudian berbudaya dan berakhlak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, visi tersebut lahir dari upaya mengoptimalkan berbagai potensi Kabupaten Sukabumi. Mulai dari sektor pariwisata, sumber daya mineral, hingga potensi alam lainnya yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Sebagai warga asli Kabupaten Sukabumi yang telah tinggal lebih dari 55 tahun, Ujang mengaku memiliki keyakinan besar terhadap potensi daerahnya.
“Saya orang Sukabumi asli, sudah 55 tahun lebih. Kita punya potensi tambang yang bagus, banyak yang besar-besar. Kita juga punya potensi pariwisata dan sumber daya yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik,” katanya.
“Saya pernah keliling Indonesia. Sukabumi paling enak untuk ditinggali, dijadikan tempat istirahat, tempat berwisata,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk media dan organisasi kewartawanan.
“Di Diskominfo kami membangun kolaborasi dengan potensi yang ada, salah satunya adalah teman-teman wartawan dan jurnalis,” tuturnya.
Ujang juga mengingatkan besarnya pengaruh pemberitaan terhadap citra daerah.
“Ketika terjadi persoalan yang kemudian menjadi pemberitaan luas, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak yang terlibat, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap citra Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan. Yang jelek itu akan memperbanyak muncul kejelekan mengenai Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh organisasi kewartawanan di Kabupaten Sukabumi dapat terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah.
PWI: Media Harus Aktif di Konsep Pentahelix
Senada dengan itu, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Samsyi atau Abah Anom, menilai keberadaan media tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan daerah.
Ia menegaskan, media harus ditempatkan sebagai salah satu unsur penting dalam konsep pentahelix, bersama pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat.
“Jangan harap pembangunan di Kabupaten Sukabumi itu akan maju kalau satu dari unsur pentahelixnya, yaitu media, tidak terlibat aktif,” tegas Nuruddin.
Menurutnya, keterlibatan aktif insan pers sangat dibutuhkan untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
“Peran aktif para jurnalis ini memegang peran yang penting. Kemudian akademisinya, masyarakatnya juga bersatu,” ujarnya.
Nuruddin menambahkan, PWI Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui kerja sama dan kolaborasi.
“Kami merasa terpanggil dan pasti konsisten akan mendukung Kabupaten Sukabumi menuju mubarokah,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, kepengurusan PWI Kabupaten Sukabumi mengusung visi MASAGI: Maju, Sejahtera dan Bersinergi, baik internal maupun eksternal. Dengan misi memperkuat organisasi yang kolaboratif, unggul, amanah dan transformatif.
“PWI Kabupaten Sukabumi kepengurusan saya membuat visi MASAGI, maju, sejahtera dan bersinergi. Kemudian kita punya misi kuat, kolaboratif, unggul, amanah dan transformatif,” pungkasnya.
Sinergi antara pemerintah dan pers diharapkan tidak berhenti pada komunikasi semata, tetapi mampu melahirkan kolaborasi nyata dalam mengawal pembangunan, mempromosikan potensi daerah serta meningkatkan kualitas informasi publik.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
