Wartain.com – Sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kewaspadaan terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, aktivitas belajar mengajar di Kota Sukabumi kini kembali dilakukan secara tatap muka.
Dinas Pendidikan Kota Sukabumi memutuskan pembelajaran tatap muka (PTM) kembali diberlakukan bagi siswa PAUD, SD, SMP, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), setelah hasil pemantauan menunjukkan wilayah Kota Sukabumi berada jauh dari sebaran abu vulkanik.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan hasil pemantauan lembaga berwenang, termasuk BMKG.
“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan yang dilakukan lembaga berwenang, dalam hal ini BMKG, Kota Sukabumi termasuk daerah yang saat ini jauh dari sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Novian.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Sukabumi menerapkan kebijakan PJJ sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak sebaran abu vulkanik terhadap kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
Setelah kondisi dinilai lebih aman, kegiatan pembelajaran kembali dilakukan secara langsung di sekolah. Meski demikian, Dinas Pendidikan belum sepenuhnya menghapus langkah kewaspadaan.
Siswa, guru, dan tenaga kependidikan tetap diminta menggunakan masker serta menerapkan protokol kesehatan selama berada di lingkungan sekolah.
Selain itu, sekolah diminta menghindari kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas lainnya di luar ruangan selama sepekan.
Menurut Novian, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini mengarah ke barat daya dan barat laut, mencakup wilayah Banten, Lampung, hingga Samudera Hindia.
“Pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan dengan memperhatikan penggunaan masker, penerapan protokol kesehatan, serta menghindari proses belajar mengajar dan aktivitas lainnya di luar ruangan dalam seminggu ini,” ujarnya.
Kebijakan tersebut telah disampaikan kepada seluruh satuan pendidikan melalui surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi Nomor 400.3.37/2936/DISDIKBUD/2026 tertanggal 7 September 2026.
Dinas Pendidikan Kota Sukabumi juga masih memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan pergerakan sebaran abu vulkanik sebagai bahan evaluasi kebijakan pembelajaran berikutnya.
Novian berharap tidak terjadi peningkatan aktivitas erupsi yang kembali berdampak terhadap wilayah Sukabumi sehingga kegiatan pendidikan dapat berlangsung normal.
“Kami berharap tidak terjadi erupsi kembali, sehingga kita dapat beraktivitas seperti biasa. Mari berdoa semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari setiap peristiwa alam yang terjadi,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
