Bisnisnews.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungannya terhadap rencana peresmian kawasan wisata religi di Kecamatan Ciambar. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial, melestarikan budaya, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Komitmen dukungan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, S.H., M.M., saat menerima audiensi pengurus Yayasan Cikapawarna Ki Boros Ngora di Pendopo Sukabumi, Kamis (15/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan yayasan menyampaikan rencana sejumlah kegiatan yang akan menjadi bagian dari peresmian kawasan wisata religi. Agenda yang disiapkan meliputi khitanan massal untuk 500 anak, pameran 100 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyaluran wakaf 2.000 mushaf Al-Qur’an, santunan kepada 1.000 anak yatim dan dhuafa, serta kegiatan donor darah.
Berbagai kegiatan itu dirancang sebagai bentuk kontribusi sosial sekaligus upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaannya, panitia juga berencana mengundang Presiden Republik Indonesia, Menteri Kebudayaan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka untuk mendukung kegiatan tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kesiapan penyelenggara dalam memenuhi seluruh ketentuan administrasi dan perizinan sebelum kegiatan dilaksanakan.
Menurutnya, kelengkapan persyaratan menjadi bagian penting agar pelaksanaan acara berjalan tertib, aman, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Pada prinsipnya, pemerintah daerah siap mendukung kegiatan ini. Namun, seluruh persyaratan administrasi dan perizinan harus dipenuhi terlebih dahulu agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ade menambahkan, koordinasi teknis akan melibatkan perangkat daerah terkait dengan menyesuaikan tugas dan kewenangan masing-masing. Hal ini diperlukan mengingat rangkaian kegiatan yang direncanakan mencakup berbagai bidang, mulai dari pelayanan kesehatan dan sosial hingga pemberdayaan pelaku UMKM.
Ia pun mendorong pihak yayasan untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan serta menempuh prosedur perizinan sesuai ketentuan. Dengan persiapan yang terencana, setiap unsur yang terlibat diharapkan dapat menjalankan perannya secara optimal.
“Koordinasi harus dilakukan sejak awal, sehingga setiap perangkat daerah dapat mengetahui kebutuhan dan perannya masing-masing. Dengan begitu, kegiatan dapat terlaksana secara tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara Yayasan Cikapawarna Ki Boros Ngora dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya kawasan wisata religi di Kecamatan Ciambar yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berkontribusi terhadap kegiatan sosial, pengembangan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan perencanaan serta koordinasi yang matang, peresmian kawasan wisata religi tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan potensi wisata berbasis keagamaan di Kabupaten Sukabumi.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Intan)
