Wartain.com || Kabupaten Sukabumi dikenal sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa dengan luas wilayah mencapai sekitar 4.176 kilometer persegi. Wilayah ini juga memiliki garis pantai sepanjang 117 kilometer serta terdiri dari 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan, menjadikannya daerah dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar.
Hal tersebut disampaikan H Andreas wakil bupati Sukabumi dalam mendampingi kegiatan kunjungan yang dihadiri perwakilan Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Desa (Kemendes), dan Kementerian Pertanian di Desa Pulau Sari, Kabupaten Sukabumi, Minggu (01/02/20206).
Selain luas wilayah, Kabupaten Sukabumi juga mencatatkan prestasi di sektor pangan. Daerah ini menerima penghargaan dari Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan dan menempati peringkat kedua di Provinsi Jawa Barat.
“Ini menunjukkan bahwa potensi Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa, khususnya di sektor pertanian,” ungkapnya.
Letak geografis Sukabumi yang berdekatan dengan Jakarta turut menjadi keunggulan strategis. Meskipun Ibu Kota Negara akan berpindah ke IKN, Jakarta tetap menjadi pusat perputaran ekonomi nasional yang berdampak besar bagi daerah penyangga, termasuk Sukabumi.
Hasil pertanian dari Kabupaten Sukabumi, khususnya dari Desa Pulau Sari, sebagian besar dipasok ke Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Sayur-mayur dan komoditas pertanian lainnya dikirim secara rutin untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Diperkirakan, sekitar 200 ton hasil pertanian per hari dikirim dari Kabupaten Sukabumi ke pasar-pasar induk, termasuk Pasar Induk Kramat Jati. Angka tersebut menunjukkan peran penting masyarakat Sukabumi dalam menopang ketahanan pangan bagi masyarakat luas, terutama di kawasan Jabodetabek.
“Banyak masyarakat Sukabumi yang berjasa bagi kebutuhan pangan nasional,” tambah Andreas.
Diharapkan, kehadiran pemerintah pusat melalui KSP, Kemendes, dan Kementerian Pertanian dapat membawa dampak positif, meningkatkan perhatian, serta memperkuat dukungan bagi petani dan masyarakat Kabupaten Sukabumi agar potensi besar tersebut terus berkembang dan berkelanjutan.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
