Wartain.com – Kebakaran menghanguskan satu unit mobil Colt L300 dengan Nopol F 7818 UA di area parkir depan Pasar Parungkuda, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Rabu (4/11/2026) pagi. Peristiwa tersebut turut berdampak pada sejumlah gerobak pedagang.
Komandan Posko IV Damkar Parungkuda pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Acep Fatah, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 08.00 WIB. Informasi awal disampaikan seseorang yang datang menggunakan sepeda motor ke pos pemadam.
“Dia bilang ada kebakaran satu unit mobil di parkiran Pasar Parungkuda. Saat kami datang ke sana, api sudah besar dan kami langsung melakukan penyiraman,” kata Acep.
Dalam menangani kebakaran tersebut, Damkar mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam dari Posko IV Parungkuda, Posko III Cicurug, dan Posko V Cibadak.
Menurut Acep, proses pemadaman sempat mengalami kesulitan karena terdapat indikasi cairan yang diduga BBM di sekitar kendaraan. Petugas kemudian menggunakan deterjen sebagai alternatif bahan pemadam.
“Karena terindikasi adanya cairan BBM, kami tadi kesulitan. Namun, alhamdulillah setelah datang bantuan dua unit dari Cibadak dan Cicurug, kami menggunakan deterjen untuk membantu menutup udara yang ada di cairan BBM tersebut,” ujarnya.
Setelah sekitar 30 menit penanganan, api berhasil dikendalikan. Petugas kemudian melakukan pendinginan dengan memeriksa dan membongkar bagian mesin kendaraan.
Meski tidak merembet ke kios pasar, kebakaran tersebut merusak sejumlah gerobak dagangan yang berada di dekat mobil. Sedikitnya empat hingga lima gerobak berada di sekitar titik kebakaran, di antaranya gerobak pecel lele dan martabak.
“Alhamdulillah untuk kios aman, hanya gerobak-gerobak saja yang terdampak,” ungkapnya.
Arus lalu lintas dari arah Bogor menuju Sukabumi maupun sebaliknya sempat dihentikan sementara oleh kepolisian bersama Dinas Perhubungan untuk memberikan ruang bagi petugas melakukan pemadaman.
Sementara itu, mobil tersebut merupakan kendaraan angkutan trayek Parungkuda-Kabandungan. Berdasarkan informasi di lapangan, sopir bernama Ade diduga mengalami luka bakar dan telah dibawa ke klinik oleh rekannya. Saat petugas tiba, sopir sudah tidak berada di lokasi.
Mengenai dugaan mobil membawa BBM, Acep menegaskan pihaknya belum dapat memastikan jenis maupun jumlah muatan. Petugas hanya menemukan sejumlah jeriken yang tampak sudah kosong dan cairannya menempel pada bagian bodi mobil.
“Kami tidak bisa menyimpulkan memang di situ ada BBM atau apa. Memang terlihat ada jeriken yang sudah habis dan ada cairan yang menempel di bodi mobil,” jelasnya.
Begitu pula dengan penyebab kebakaran, pihaknya belum dapat memastikan apakah berasal dari korsleting listrik atau faktor lainnya.
“Untuk yang mengangkut BBM, kami imbau agar berhati-hati. Jangan sampai membawa BBM sambil merokok atau melakukan hal-hal yang bisa memicu kebakaran. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
