Wartain.com – Keterbatasan anggaran dan persoalan jaminan kesehatan yang dinonaktifkan tidak boleh membuat pelayanan kesehatan warga Sukabumi terhenti.
Pesan itulah yang disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, saat menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi Hati Bersemi – Sehat Tanggung Jawab Kita Bersama untuk Sukabumi yang digagas Kepala Dinas Kesehatan, Masykur Alawi.
Budi menilai, inovasi ini hadir di saat yang tepat. Di tengah tantangan global dan ruang fiskal daerah yang terbatas, pemerintah daerah dituntut tetap kreatif memastikan hak kesehatan setiap warga tetap terpenuhi.
“Kondisi global, keterbatasan ruang fiskal, dan penonaktifan kepesertaan jaminan kesehatan saat ini menjadi tantangan tersendiri. Tapi hak kesehatan warga harus tetap optimal,” ujar Budi, Jumat 06/11/2026.
Menurut Budi, kunci dari Hati Bersemi adalah pada filosofi namanya sendiri: kesehatan bukan hanya urusan Dinas Kesehatan atau pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama.
Jika semua sektor – mulai dari pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, hingga warga – bergerak bersama, maka keterbatasan yang ada bisa diatasi.
“Kesadaran kolektif atas tanggung jawab kesehatan harus dibangun melalui pelibatan multisektor. Optimalisasi kerja sama multisektor adalah solusi inovatif dalam kondisi saat ini,” jelasnya.
Dengan dukungan legislatif, Budi berharap proyek perubahan dari Dinkes ini tidak hanya menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke pelosok desa.
“Saya Budi Azhar Mutawali, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, mendukung penuh inovasi Dr. H Masykur Alawi. Mudah-mudahan ini menjadi hal yang baik untuk mewujudkan Sukabumi yang Mubarakah,” tutupnya.***
Editor: Aab Abdul Malik
(Dul)
