Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi berupaya menuntaskan persoalan pembebasan lahan yang masih menghambat pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ruas tol sepanjang 13,7 kilometer itu dapat difungsikan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyebut penyelesaian pembebasan lahan kini telah mendekati tahap akhir. Pemkab bahkan telah menjadwalkan musyawarah bersama sejumlah pemilik tanah untuk menyelesaikan persoalan yang tersisa.
“Ada beberapa titik yang masih tanahnya masih belum clear. Tapi tadi saya sudah dipanggil beberapa orang yang punya tanah termasuk hari Senin juga akan dimusyawarahkan,” ungkap Asjap.
Menurutnya, proses pembebasan lahan membutuhkan tahapan dan perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penyelesaian sejumlah bidang tanah membutuhkan waktu lebih panjang.
“Cuman kan ada kajian, ada persyaratan yang harus diikuti sesuai dengan aturan, kan tidak semena-mena langsung silakan bayar! Nah, ada hitungannya. Jadi hari Senin akan di-proses. Insyaallah dalam waktu dekat selesai,” jelasnya.
Persoalan pembebasan lahan tersebut menjadi perhatian dalam peninjauan pembangunan Tol Bocimi Seksi 3 yang dilakukan Pemkab Sukabumi bersama PT Trans Jabar Tol (TJT).
Dalam peninjauan itu, diketahui masih terdapat empat bidang tanah yang belum tuntas dibebaskan. Tiga bidang berada di Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, sedangkan satu bidang lainnya terletak di Kecamatan Caringin.
Direktur Utama PT Trans Jabar Tol, Abdul Hakim Supriyadi, mengatakan penyelesaian persoalan lahan tengah diupayakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Bupati Sukabumi.
“Ada sih beberapa yang saya dengar beberapa titik ya kaitannya masalah lahan yang belum beres. Nah, sebagai pimpinan Kabupaten Pak Bupati kan mungkin punya konsen ke warganya supaya untuk meyakinkan bahwa itu kita bisa jalankan lanjutkan konstruksinya gitu,” ujar Abdul.
Meski menghadapi kendala pembebasan lahan, pembangunan konstruksi Tol Bocimi Seksi 3 tetap berjalan. Progres pengerjaan saat ini telah mencapai 88 hingga 90 persen, dengan pekerjaan difokuskan pada badan jalan dan fasilitas pendukung di area yang sudah siap dibangun.
“Progres sudah 88 persen menuju 90 persen sekarang di tahap konstruksi. Sisanya bagian dari konstruksi-konstruksi itu nanti termasuk lahan yang belum beres. Kalau lahannya belum beres kan belum bisa dikerjakan,” ucapnya.
Abdul menambahkan, aspek keamanan konstruksi juga menjadi perhatian dalam pembangunan ruas tol tersebut. Kajian teknis dilakukan bersama instansi terkait, termasuk Direktorat Jenderal Bina Marga, untuk memastikan desain pembangunan menyesuaikan dengan kondisi kontur tanah dan potensi bencana.
“Ya sudah diantisipasilah. Itu itu bukan dari kita aja itu, itu antarinstansi juga. Waktu desain awalnya sama Bina Marga juga, ada Direktorat khusus yang membahas teknis konstruksinya, desainnya kayak-kayak gitu kan. Itu ya kita ngikut-ngikut itu rekomendasi teknisnya aja,” sebutnya.
PT TJT menargetkan Tol Bocimi Seksi 3 dapat digunakan secara fungsional pada libur Nataru mendatang. Setelah itu, pengerjaan akan kembali dilanjutkan untuk mengejar pemanfaatan fungsional pada libur Idulfitri 2027.
Sementara itu, penyelesaian konstruksi secara keseluruhan ditargetkan mencapai 100 persen pada pertengahan 2027.
“Mudah-mudahan, pertengahan tahun depan sudah selesai 100 persen,” jelasnya.
Pemkab Sukabumi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan kendaraan saat ruas tol mulai difungsikan. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian telah dilakukan, terutama untuk pengaturan lalu lintas di kawasan Cibolang yang menjadi akses keluar tol.
“Untuk kesiapan Exit Tol ya yang memang dari Dinas Perhubungan dan Kepolisian sudah dimusyawarahkan untuk supaya nanti hari H itu sudah clear,” pungkasnya.
Pengoperasian Tol Bocimi Seksi 3 diharapkan menjadi momentum peningkatan konektivitas Sukabumi dengan wilayah Jabodetabek. Selain mempermudah mobilitas masyarakat, keberadaan tol ini juga diproyeksikan memperluas akses menuju destinasi wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.***(RAF)
Editor: Aab Abdul Malik
