Wartain.com || Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Garut mengapresiasi sikap dan langkah yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Garut pasca kejadian viral salah satu oknum sukwan Satpol PP Garut.
Sebelumnya sebanyak 13 oknum sukwan satpol PP Kabupaten Garut Jawa Barat mendapatkan sangksi skorsing tanpa tunjangan akibat melanggar aturan kementrian dimana tidak boleh terlibat politik praktis, tidak boleh berkampanye.
Ketua SAPMA PP Kabupaten Garut, Heqi Irfani, menyangkan hal tersebut. Menurutnya hal tersebut merusak momen dimasa akhir jabatan Bupati dan Wakil Bupati Garut.
“Sangat di sayangkan sekali di saat saat menjelang berakhirnya masa bakti jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Garut mencuat video viral yang dimana salah satu Oknum SATPOL PP telah melanggar aturan yang telah di tentukan yaitu tidak boleh terlibat politik praktis atau ikut berkampanye,” katanya.
“Hal tersebut menjadi kado kurang baik untuk bupati dan wakil bupati kab.garut dimasa akhir tugasnya,” ungkap Heqi.
Heqi menambahkan permasalah tersebut akan menjadi tugas tambahan ataupun menjadi tugas prioritas untuk Bupati dan Wakil Bupati selanjutnya.
Dirinya berpendapatd, sikap kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Garut dikatakan masih rendah yang akhirnya masih di temukan pelanggaran pelanggaran yang di lakukan oleh ASN atau honorer.
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan bahwasanya sering sekali di lakukan pembinaan terhadap ASN,honorer atau sukwan dalam upaya meningkatkan kesadaran berdisiplin selain dari pembinaan Rudy Gunawanpun selalu mengingatkan secara langsung di berbagai kesempatan akan tetapi masih banyak yang melanggar.
Heqi sangat menyangkan sekali, dimana insiden kali ini harus terjadi kepada perangkat daerah yang dibentuk untuk menegakan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah dimana perangkat atau aparatur tersebut nilai sangat memahami aturan aturan atau larangan larangan yang telah di tetapkan di pemerintahan kabupaten Garut tersebut.
Sebagai pemimpin Rudy Gunawan selaku Bupati di kabupaten Garut langsung mengambil tindakan dan langkah dalam menindak oknum oknum yang melanggar atau nakal sekaligus menegur serta memanggil yang harus ikut bertanggung jawab yaitu Kasatol PP Garut.
Hal inipun menjadi pembuktian nyata kepada masyarakat Garut dari Rudy Gunawan sebagai Bupati Garut bahwasanya meskipun yang di kampanyekan oleh oknum SATPOL PP itu adalah anak dari Presiden Indonesia yang dimana saat ini sedang mencalonkan Wakil Presiden di salah satu pasangan.
Akan tetapi Bupati Garut Rudy Gunawan tidak pandang buluh siapa yang telah melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan dia harus mendapatkan sanki. Sikap tersebut yang di lakukan oleh Rudy Gunawan menunjukan perilaku pemimpin yang sebenarnya.
Adapun sikap atau langkah yang sangat luar biasa yang bisa menjadi contoh untuk masyarakat Garut khususnya untuk Bupati dan Wakil Bupati selanjutnya dimana sikap dan langkah rudy & helmi selaku Bupati dan Wakil Bupati saat ini sangat menunjukkan kategori Pemimpin yang baik.
Heqi menuturkan, seharusnya oknum SATPOL PP atau Komandan SATPOL PP yang lebih berperan dalam mengklarifikasi atau meminta maaf kepada publik bukan bupati dan wakil bupati yang lebih berperan,selain itu juga Rudy Gunawan pun siap di berikan sanksi atas perilaku anak buahnya , sikap dan perilaku yang di lakukan oleh Rudy Gunawan sangat menunjukkan sekali pemimpin yang baik.
“Atas insiden kali ini SAPMA PP Kabuten Garut berharap pemerintah kabupaten Garut bisa lebih memprioritaskan tentang pentingnya kesadaran ber attitude disiplin agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini,” pungkas Heqi.
Foto: Istimewa
Pewarta: Salman Rizkatillah
Editor: Raka A. Firmansyah
