Wartain.com || Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (4/3/2026). Aksi ini dilakukan untuk mengevaluasi dan mengoreksi satu tahun kinerja pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Asep Jafar dan Andreas.
Ketua DPC GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menyoroti berbagai persoalan krusial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa infrastruktur di Kabupaten Sukabumi masih jauh dari kata layak meskipun menggunakan anggaran dari pajak rakyat.
“Infrastruktur belum ter-ejawantahkan terhadap fasilitas yang baik. Katakanlah jalan yang masih banyak rusak dan bangunan yang mangkrak. Semua ini dilakukan menggunakan uang rakyat, pajak kita, yang seharusnya dikembalikan untuk kepentingan rakyat,” tegas Aris di lokasi aksi.
Selain infrastruktur jalan, sektor pendidikan juga menjadi rapor merah bagi masa aksi. Mereka mengkritik banyaknya sekolah yang kondisinya memprihatinkan hingga roboh, yang hingga kini belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Sektor kesehatan pun tak luput dari evaluasi. Aris menagih janji politik pasangan Asep Jafar dan Andreas mengenai program kesehatan di tingkat desa.
“Kami menyoal janji Bupati dan Wakil Bupati, yaitu ‘Satu Desa Satu Dokter’ atau fasilitas kesehatan yang mumpuni. Mana buktinya? Sampai hari ini hal itu belum tersorot dan terealisasi dengan baik,” tambahnya.
Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian ini ditutup dengan penyampaian draf tuntutan secara tertulis kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Mahasiswa mengancam akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika poin-poin evaluasi tersebut tidak segera ditindaklanjuti dalam kebijakan nyata.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Yosep)
