Wartain.com || Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang dengan massa aksi sekitar 30 orang menggelar Aksi Unjuk Rasa bahas berbagai isu permasalahan di Kab. Subang. Aksi tersebut dilakukan dengan mengunjungi Kantor Dinas Pertanian, IRDA, PUPR, DKUPP, DPRD, hingga Kantor Bupati Subang pada Jum’at 17/05/2024.
Ketua Umum HMI Cabang Subang, M. Ali Annaba mengatakan “Kami akan terus menyuarakan, mengoreksi, dan mengevaluasi kinerja Dinas-dinas dan lembaga di Subang”. Kelompok tersebut menyambangi Dinas-dinas dengan membawa Atribut, Bendera HMI, Pengeras Suara, serta spanduk bertuliskan “SUBANG GAGAL DIPERBAIKI, PJ BUPATI SUBANG BISA APA?”.
Aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diawali dengan mengunjungi Dinas Pertanian untuk membahas Persoalan tahapan UPLAND, dimana terdapat banyak kejanggalan program bantuan Petani serta terindikasi Korupsi. Aksi berlanjut ke kantor IRDA Subang dengan menekankan “Kami akan selalu mengawasi kinerja IRDA Subang, Tindak tegas segala bentuk potensi pelanggaran, Jangan hanya seolah datang dan ingin disambut”.
HMI juga mengunjungi Dinas PUPR yang dinilai dikuasai Iwan Ijek selaku Kabag ULP Pemkab Subang, serta terindikasi banyak proyek Kongkalikong Dinasti Jimat-Akur yang merugikan masyarakat. Hal ini juga berkaitan dengan adanya kejanggalan transparansi yang harus di ungkap ke publik terkait program refleksi 5 tahun Jimat-Akur terkhusus kepada nama-nama yang menggagas kegiatan refleksi tersebut.
HMI menilai, rotasi mutasi pejabat di Kab. Subang sangat kuat baunya akan praktek jual beli jabatan. Mereka menuntut DPRD dan IRDA harus pro aktif dalam menjalankan Tupoksinya Hal ini disampaikan ketika menyambangi kantor DPRD yang kala itu pihak pengamanan terlambat mengamankan gedung DPRD Kab. Subang sehingga Lobby gedung sempat di kuasai massa aksi. Ketika pihak pengamanan berupaya mengkondusifkan gedung, sempat terjadi kesalahpahaman antara massa aksi dengan kelompok pengamanan ketika salah satu anggota wanita HMI terkena kontak fisik. Peristiwa tersebut berhasil di redusir dan massa aksi melanjutkan pergerakan ke Kantor Bupati Subang.
Aksi berakhir di Kantor Bupati Subang yang kala itu dilakukan di depan Gerbang Gedung. HMI menilai pelaksanaan aksi ini bermuara terkait komitmen dan pertanggungjawaban PJ bupati Subang untuk memajukan daerah dan menyejahterakan masyarakat. Namun kenyataannya, masih tinggi ketimpangan sosial di masyarakat, terlebih lagi para pejabat yang tidak peduli dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi.
Dengan banyaknya permasalahan yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan, HMI Cabang Subang mendesak dan menuntut agar PJ Bupati mundur dari jabatan, serta para Aparat Penegak Hukum menindak secara tegas sesuai dengan isu permasalahan yang disampaikan.***
Foto : Istimewa
Editor : Aab Abdul Malik
(Rozali/Biro Subang)
