Wartain.comĀ Allah SWT menurunkan empat kitab suci samawi, yaitu Taurat, Zabur, Injil, dan Alquran, pada bulan Ramadhan? Meskipun pada tahun yang berbeda, fakta ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Ramadhan dalam sejarah agama-agama samawi.
Allah SWT menurunkan empat kitab suci samawi kepada para nabi dan rasul-Nya di bulan Ramadhan, yaitu:
1. Taurat kepada Nabi Musa AS
Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS di Gunung Sinai pada malam 17 Ramadhan. Kitab ini berisi hukum-hukum dan peraturan yang harus dipatuhi oleh Bani Israil. Taurat juga berisi kisah-kisah para nabi dan rasul sebelum Nabi Musa AS.
2. Zabur kepada Nabi Daud AS
Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS pada malam 10 Ramadhan. Kitab ini berisi syair-syair pujian kepada Allah SWT dan kisah-kisah kehidupan Nabi Daud AS. Zabur juga berisi nasihat-nasihat dan petunjuk hidup bagi manusia.
3. Injil kepada Nabi Isa AS
Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS pada malam 15 Ramadhan. Kitab ini berisi ajaran-ajaran tentang kasih sayang, perdamaian, dan pengampunan. Injil juga berisi kisah-kisah kehidupan Nabi Isa AS dan mukjizat-mukjizat yang beliau lakukan.
4. Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, dimulai pada malam 17 Ramadhan. Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan Allah SWT dan merupakan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia.
Penurunan keempat kitab suci samawi tersebut merupakan bukti kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Setiap kitab suci mempunyai keistimewaan dan fungsinya masing-masing. Umat āāIslam diwajibkan untuk percaya kepada semua kitab suci tersebut, meskipun Al-Qur’an adalah kitab suci yang paling sempurna dan terjaga keasliannya.
Meskipun keempat kitab suci ini diturunkan pada bulan Ramadhan, tidak ada ayat dalam Al-Qur’an yang secara eksplisit menyebutkan bahwa keempat kitab suci tersebut diturunkan pada bulan Ramadhan. Penetapan tanggal-tanggal tersebut berdasarkan tradisi dan riwayat para ulama.***
Foto : pngtree
Editor : Aab Abdul Malik
(AAS)
