Wartaun.com || Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menekankan pentingnya keberanian dan kesiapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sukabumi untuk bersaing di pasar kerja internasional. Melalui program SMK Go Global, para siswa SMK diarahkan memiliki kompetensi yang selaras dengan standar kebutuhan industri global.
Hal tersebut disampaikan Zainul saat menghadiri acara pelepasan siswa praktik kerja industri (Prakerin) SMK Ma’arif NU Al Fathonah sekaligus peluncuran program SMK Go Global, yang digelar di Edhotel Grahadi, Kecamatan Gunungguruh, Senin (5/1/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Kepala SMK Ma’arif NU Al Fathonah KH Ridwan Subagja, serta unsur dinas terkait dan pemangku kepentingan pendidikan.
Menurut Zainul, terbatasnya lapangan pekerjaan di dalam negeri menjadi tantangan serius bagi lulusan SMK. Di sisi lain, peluang kerja di luar negeri justru terbuka lebar, namun belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih rendahnya kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan standar internasional.
“Pasar kerja luar negeri membutuhkan banyak tenaga terampil. Tantangannya ada pada kesiapan SDM kita. Program SMK Go Global hadir untuk menjawab kebutuhan itu dengan menyiapkan lulusan sejak di bangku sekolah,” ujar Zainul.
Ia menjelaskan, SMK Go Global merupakan program nasional yang diinisiasi Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Program ini mendorong pembentukan kelas-kelas khusus di SMK yang berorientasi pada penempatan kerja ke luar negeri setelah kelulusan. Beberapa negara tujuan yang telah masuk dalam skema kerja sama antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Turki, dan Slovakia.
Zainul menilai negara-negara tersebut menawarkan peluang kerja yang besar dengan sistem perlindungan tenaga kerja yang relatif baik serta tingkat upah yang kompetitif. Kondisi ini dinilai sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan lulusan SMK sekaligus memperkaya pengalaman kerja mereka.
Di tingkat daerah, Zainul juga menyoroti besarnya potensi SMK di Kabupaten Sukabumi yang jumlahnya mencapai lebih dari 170 sekolah dengan sekitar 12 ribu lulusan setiap tahun. Ia mendorong kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak sekolah agar potensi tersebut dapat dikelola secara maksimal.
“Dengan sinergi yang baik, peluang ini bisa dimanfaatkan secara nyata. Bahkan dari puluhan SMK yang sudah terlibat, jika masing-masing mampu menyalurkan puluhan lulusan per tahun, dampaknya akan sangat signifikan,” katanya.
Zainul berharap program SMK Go Global dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata, baik dalam menekan angka pengangguran maupun mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kontribusi pekerja migran.
Sementara itu, Kepala SMK Ma’arif NU Al Fathonah, KH Ridwan Subagja, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, SMK Go Global memberikan perspektif baru bagi siswa dan orang tua bahwa lulusan SMK memiliki peluang luas untuk berkarier di tingkat internasional.
“Program ini menjadi motivasi besar bagi siswa untuk meningkatkan kompetensi, disiplin, dan etos kerja. Kami siap menyesuaikan kurikulum serta meningkatkan kualitas pembelajaran agar lulusan mampu bersaing secara global,” ujar Ridwan.
Ia berharap adanya pendampingan dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah sehingga SMK di daerah dapat terus berkembang dan mengambil peran dalam menyiapkan tenaga kerja berdaya saing internasional.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Intan)
