26.7 C
Jakarta
Selasa, September 29, 2026

Latest Posts

Armada Damkar Menua, Pemkot Sukabumi Akui Pengadaan Kendaraan Terkendala Anggaran

Wartain.com – Kondisi armada pemadam kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi menjadi perhatian di tengah penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul yang berlangsung berhari-hari.

Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi mengakui, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam melakukan peremajaan kendaraan Damkar.

Saat ini, Damkar Kota Sukabumi memiliki enam unit kendaraan pemadam. Namun, sebagian besar armada tersebut sudah tidak berada dalam kondisi optimal.

Dari enam kendaraan yang tersedia, hanya satu unit yang dinilai masih dalam kondisi prima. Sementara kendaraan lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, meski beberapa di antaranya masih dapat dioperasikan.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan pengadaan kendaraan baru. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan kemampuan anggaran.

“2025 ini tadinya kita sudah mau mencoba untuk membeli unit. Hanya memang balik lagi, wacana ini kan ditunda dua kali ya. Terkait apalagi kalau bukan anggaran,” ujar Bobby, Selasa (29/9/2026).

Meski belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan armada, Pemkot Sukabumi berencana mengalokasikan anggaran untuk membeli satu unit kendaraan pemadam kebakaran melalui APBD.

“Ke depan insya Allah kita akan upayakan membeli satu mobil Damkar dari APBD,” kata Bobby.

Bobby mengatakan, spesifikasi kendaraan yang akan dibeli belum ditentukan. Pemkot masih akan menghitung kebutuhan, mulai dari ukuran kendaraan hingga kapasitas tangki air, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Untuk mobil Damkar, ukurannya berapa nanti, kapasitas air segala macam, nanti kita diskusikan. Yang penting ada anggarannya berapa, kita upayakan,” ujarnya.

Menurut Bobby, pengadaan armada Damkar harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Di sisi lain, Pemkot Sukabumi juga harus mengalokasikan anggaran untuk berbagai program dan kebutuhan pelayanan masyarakat lainnya.

Pemerintah daerah berharap kondisi keuangan daerah dapat semakin membaik melalui peningkatan transfer ke daerah, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), serta kembali berjalannya dukungan bantuan keuangan.

“Makanya mudah-mudahan dari transfer ke daerahnya ada peningkatan lagi, efisiensinya tetap bisa memberikan TPKD, kemudian dari Bankeu-nya bisa berjalan lagi, pendapatan aslinya meningkat,” katanya.

Ia berharap kebutuhan yang masuk kategori prioritas dapat dipenuhi secara bertahap, termasuk pembaruan armada pemadam kebakaran.

“Saya pikir semua kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya skala prioritas insya Allah bisa terpenuhi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi Ujang Rustiandi mengungkapkan, usia armada menjadi salah satu persoalan dalam operasional pemadaman.

Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap kemampuan kendaraan dalam menyemprotkan air. Sejumlah armada tidak lagi memiliki tekanan air sekuat kendaraan yang lebih baru sehingga petugas harus mendekati sumber api agar proses penyiraman tetap efektif.

“Betapa pentingnya perlengkapan alat kebakaran. Dengan kondisi kendaraan yang kita miliki sekarang, ibaratnya sudah lemah syahwat gitu kan,” ujar Ujang.

Ujang menjelaskan, kendaraan lama pada dasarnya masih dapat digunakan. Namun, kemampuan tekanan airnya sudah menurun. Kondisi tersebut membuat jangkauan semprotan menjadi terbatas.

Ia membandingkannya dengan armada bantuan dari Damkar Kabupaten Sukabumi yang memiliki tekanan air lebih tinggi.

“Masih bisa digunakan, tapi masalahnya tekanannya kan kurang kuat. Berbeda dengan kendaraan (Damkar) Kabupaten mereka bisa sampai 24 bar kalau tidak salah. Kalau kendaraan kita harus dekat, jadi nggak bisa nyemprot air dari jauh. Jadi dengan kendaraan (KR) Damkar kita yang sudah tua jadinya kita sedikit kewalahan,” katanya.

Menurut Ujang, jumlah enam kendaraan sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan Kota Sukabumi apabila seluruhnya berada dalam kondisi baik dan dapat bekerja secara optimal.

“Sebenarnya kalau untuk di Kota Sukabumi 6 KR Damkar sudah cukup tapi yang baru semua jadi optimal kerjanya. Kalau yang sekarang kan yang paling muda itu mobil tahun 2012,” ungkapnya.

Dari enam unit armada yang tersedia, satu kendaraan dalam kondisi rusak berat, sementara sejumlah lainnya mengalami gangguan tetapi masih dapat digunakan untuk membantu proses pemadaman.

“Enam. Satu rusak, satu mati, dua rusak juga tapi masih bisa dipakai sih sebetulnya tapi tidak bisa menyemprot jadi cuman tiga mobil dari enam itu, tiga juga yang betul-betul prima itu cuma satu mobil saja,” jelas Ujang.

Kondisi armada tersebut menjadi salah satu tantangan bagi petugas Damkar Kota Sukabumi dalam menangani kebakaran, termasuk ketika harus melakukan pemadaman di area TPA Cikundul yang membutuhkan proses penanganan berulang dan waktu cukup panjang.***(RAF)

Editor: Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.