26.7 C
Jakarta
Sabtu, Juli 25, 2026

Latest Posts

Atasi Banjir di Sukabumi, Dedi Mulyadi Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai

Wartain.com || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berencana mengambil langkah tegas dalam menangani banjir yang kerap melanda Sukabumi. Salah satu kebijakan utamanya adalah membongkar rumah-rumah yang berada di sepanjang bantaran sungai serta mendesain ulang kawasan pemukiman agar lebih aman dari bencana.

Menurut Dedi, beberapa faktor utama memperparah banjir di Sukabumi. Salah satunya adalah pendangkalan sungai, meskipun pengerukan telah dilakukan pada Desember lalu. Selain itu, struktur jembatan yang lurus dianggap menghambat aliran air, sehingga akan diubah menjadi melengkung untuk memperlancar arus sungai.

“Nanti jembatan yang menghambat akan dibongkar dan dibuat melengkung. Saya akan bangun ulang jembatannya,” ujar Dedi saat meninjau lokasi banjir di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (8/3/2025).

Selain masalah infrastruktur, kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai juga menjadi penyebab utama banjir. Untuk mengatasi hal ini, Dedi bersama Bupati Sukabumi, Dandim, Kapolres, serta unsur lainnya turun langsung ke sungai untuk membersihkan tumpukan sampah.

Dalam aksi bersih sungai tersebut, ditemukan berbagai material rumah tangga seperti kasur, bantal, pakaian dalam, hingga kayu-kayu bekas yang menyumbat aliran air. Perusakan hutan di daerah hulu juga memperparah kondisi, karena mengurangi daya serap tanah terhadap air hujan.

“Warganya masih buang sampah ke sungai. Hutannya rusak, pohonnya ditebang habis, ini semua harus diperbaiki,” tegas Dedi.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah akan merelokasi rumah-rumah yang berada di jalur sungai guna mencegah banjir berulang.

“Hari ini saya mau lakukan perubahan besar. Semua rumah di jalur sungai akan dipindahkan atau didesain ulang menjadi rumah panggung,” kata Dedi.

Konsep rumah panggung ini sudah diterapkan di beberapa daerah seperti Karawang, Kota Bekasi, dan Bogor. Pemerintah juga menegaskan bahwa hanya pemukiman yang mengikuti desain rumah panggung yang akan mendapatkan bantuan pemerintah.

“Saya hanya akan memberikan bantuan untuk rumah di dekat sungai jika desainnya panggung. Kalau tidak sesuai, tidak akan saya bantu,” tandasnya.

Untuk memastikan kelancaran proses relokasi dan penertiban kawasan bantaran sungai, pemerintah akan melibatkan Brimob dalam mendampingi tim dari PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air) dan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai).

“Kawasan bantaran sungai saat ini sudah terlalu padat dengan bangunan. Kita akan tertibkan dan rapikan agar tidak terjadi bencana seperti ini lagi ke depannya,” ujar Dedi.

Pemerintah berharap langkah-langkah ini dapat mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih tertata. Ke depan, kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi faktor kunci dalam mencegah bencana yang terus berulang setiap tahunnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.