26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Bahaya Gas Whip-Pink Disalahgunakan, Mengandung N2O yang Berisiko Fatal

Wartain.com || Penyalahgunaan gas whip-pink yang mengandung nitrous oxide (N2O) kian marak terjadi di kalangan masyarakat, terutama remaja, tanpa memahami risiko kesehatan yang ditimbulkan. Gas yang sejatinya digunakan untuk kebutuhan industri makanan, medis, hingga otomotif itu kini disalahgunakan dengan cara dihirup untuk mendapatkan efek euforia sesaat. Kamis, 12 februari 2026.

Whip-pink merupakan sebutan untuk tabung kecil berisi nitrous oxide (N2O). Dalam industri kuliner, gas ini digunakan sebagai propelan untuk membuat krim kocok (whipped cream). Di bidang medis, N2O dimanfaatkan sebagai anestesi ringan atau obat bius, khususnya dalam tindakan kedokteran gigi karena memiliki efek analgesik dan sedatif.

Selain itu, di kalangan otomotif, nitrous oxide juga digunakan untuk meningkatkan performa mesin kendaraan. Gas ini berfungsi menambah suplai oksigen ke ruang bakar sehingga pembakaran bahan bakar menjadi lebih maksimal dan tenaga mesin meningkat. Namun, penggunaan tersebut dilakukan dengan sistem dan pengawasan teknis yang ketat.

Belakangan, sejumlah oknum menyalahgunakan gas tersebut dengan cara menghirupnya secara langsung atau melalui balon untuk merasakan sensasi melayang, rileks, dan tertawa tanpa sebab. Efek tersebut hanya berlangsung singkat, namun berisiko besar terhadap kesehatan jika digunakan berulang atau dalam jumlah berlebihan.

Kepala Pusat Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol Dr. Supiyanto, menegaskan bahaya serius dari penyalahgunaan N2O.

“Bahayanya banyak, bisa hipoksia, hipoksia itu adalah kondisi fatal dimana tubuh kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan kematian, kemudian juga bisa defisiensi vitamin B12 yang menyebabkan kerusakan saraf,” ujarnya.

Secara medis, hipoksia terjadi ketika tubuh kekurangan suplai oksigen akibat gas N2O menggantikan oksigen yang seharusnya dihirup. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, gangguan pernapasan, hingga kematian. Sementara defisiensi vitamin B12 akibat paparan berlebihan dapat memicu gangguan saraf, ditandai dengan mati rasa, kesemutan pada tangan dan kaki, gangguan keseimbangan, bahkan kelumpuhan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, untuk meningkatkan pengawasan serta memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan gas whip-pink. Langkah pencegahan dinilai penting guna menghindari dampak kesehatan yang lebih luas di tengah maraknya peredaran produk tersebut di pasaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.