26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Bayi Kobra Jawa Gegerkan Warga Kebonpedes, Damkar Sukabumi Lakukan Evakuasi

Wartain.com || Keberadaan seekor bayi ular kobra Jawa menghebohkan warga Kampung Lemburhuma, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Reptil berbisa tersebut ditemukan bersembunyi di balik kursi lipat yang berada di salah satu ruangan rumah, tepat di area yang terhubung ke dapur.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/1/2026) sore. Seorang warga bernama Zahra yang pertama kali mengetahui keberadaan ular tersebut segera melaporkannya kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Sukabumi.

Komandan Posko VII Sukaraja Damkar Kabupaten Sukabumi, Ade Feri, menjelaskan bahwa petugas langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan warga. “Ular kobra Jawa itu bersembunyi di balik kursi lipat di dalam rumah warga,” ujar Ade Feri, Sabtu (17/1/2026).

Proses evakuasi berlangsung kurang lebih 20 menit. Meski masih berukuran kecil, Ade menegaskan bahwa bayi kobra memiliki tingkat bahaya yang tinggi. Menurutnya, ular jenis ini cenderung lebih agresif dan tetap memiliki bisa yang mematikan.

“Walaupun masih anakan, justru baby kobra dikenal sangat agresif. Bisanya juga berbahaya, jadi tidak boleh dianggap remeh,” katanya.

Karena itu, petugas melakukan penanganan dengan sangat hati-hati. Ade menegaskan tidak ada evakuasi yang dilakukan dengan tangan kosong. Seluruh proses menggunakan peralatan khusus demi keselamatan petugas.

“Saya tekankan kepada anggota, jangan melakukan free handle. Penanganan harus menggunakan alat seperti snake stick agar lebih aman,” jelasnya.

Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materi. Dua petugas yang melakukan evakuasi, yakni Mulyadin dan Supriatna, dipastikan dalam kondisi aman.

Ade Feri juga menyampaikan bahwa meningkatnya kemunculan ular di permukiman warga belakangan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Anomali cuaca sangat memengaruhi perilaku reptil. Biasanya pada periode Januari hingga Maret, ular memasuki masa bertelur, menetas, lalu menyebar ke berbagai wilayah,” ungkapnya.

Selain faktor cuaca, keberadaan tikus di sekitar rumah juga menjadi daya tarik utama ular untuk masuk ke permukiman warga. Menurut Ade, ular memiliki kemampuan sensorik yang sangat tajam untuk mendeteksi mangsanya.

“Kami mengimbau warga agar menjaga kebersihan dan kerapian rumah. Barang-barang yang sudah tidak terpakai sebaiknya tidak menumpuk karena bisa menjadi tempat persembunyian ular,” ujarnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani ular secara mandiri tanpa keahlian. Jika menemukan reptil berbahaya, warga diminta segera menghubungi petugas berwenang.

“Jangan nekat menangani ular sendiri. Jika tidak memiliki keterampilan, segera hubungi Damkar agar penanganan dilakukan secara aman,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.