26.7 C
Jakarta
Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 18

Puluhan Warga Baros Jadi Korban Dugaan Penipuan Umrah Murah, Kerugian Capai Ratusan Juta

0

Wartain.com || Sejumlah warga di wilayah Baros, Kota Sukabumi, diduga menjadi korban penipuan berkedok perjalanan umrah dengan harga murah. Bukannya berangkat ke Tanah Suci, para korban justru harus menanggung kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasus yang melibatkan pria berinisial AM tersebut kini telah bergulir ke tahap berikutnya dalam proses hukum. Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menyampaikan bahwa berkas perkara telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk diteliti lebih lanjut.

“Perkara tersebut ditangani oleh penyidik Polsek Baros dan saat ini berkas perkara atas nama tersangka AM sudah tahap 1, menunggu hasil penelitian jaksa,” ujar Sentot, Selasa (28/4/2026).

Salah satu korban, Sarah (47), mengaku tertarik mengikuti program umrah tersebut karena ditawarkan dengan biaya jauh di bawah harga normal. Penawaran itu ia terima pada akhir 2024 melalui perantara yang merupakan teman dekatnya.

Dengan biaya sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta, korban dijanjikan bisa berangkat pada Februari 2025. Namun, jadwal keberangkatan terus mengalami penundaan tanpa kejelasan.

“Awalnya dijanjikan berangkat Februari 2025, tapi terus diundur ke April, Juli, hingga September. Di situ kami mulai curiga karena janji itu selalu berubah,” ungkap Sarah.

Ia menyebut jumlah korban diperkirakan mencapai 35 hingga 36 orang, yang sebagian besar merupakan orang-orang terdekat pelaku. Total kerugian ditaksir berkisar antara Rp400 juta hingga Rp500 juta.

Menanti Kepastian Pengembalian Dana

Hingga saat ini, para korban belum mendapatkan kepastian baik terkait keberangkatan maupun pengembalian uang.

Beberapa korban memang sempat menerima pengembalian dana, namun itu pun setelah melakukan upaya penagihan secara intensif.

“Kami sudah tidak berharap berangkat lewat dia lagi karena sudah pakai jasa travel lain. Harapannya sekarang uang bisa kembali, meski dicicil pun tidak apa-apa,” katanya.

Atas dugaan perbuatannya, AM dijerat dengan Pasal 492 dan/atau Pasal 486 KUHP Baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Camat Margahayu Hadiri Rakor Bulanan Pemkab Bandung, Bahas Mitigasi Bencana dan Penanganan Sampah

0

Wartain.com || Camat Margahayu, Dr. Nur Hazanah, S.STP., M.Tr.I.P., M.A.B., turut serta dalam rapat koordinasi rutin Pemerintah Kabupaten Bandung yang dilaksanakan pada Selasa (28/04/2026).
Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan arah kebijakan dan membahas sejumlah agenda prioritas pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung menggarisbawahi perlunya kesiapsiagaan yang lebih kuat dalam menghadapi potensi bencana, terutama banjir. Ia menekankan bahwa langkah pencegahan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, maupun media, melalui pendekatan kolaboratif.

Selain itu, persoalan sampah juga menjadi fokus utama pembahasan. Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan keseriusannya dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah dengan pendekatan yang lebih terencana. Upaya yang didorong mencakup peningkatan kualitas pengelolaan, penyempurnaan aturan, serta ajakan kepada masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Rapat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antar perangkat daerah sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran, guna mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang semakin maju dan berdaya saing.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Ojol Sukabumi Ngahiji, Ratusan Driver Perkuat Solidaritas dan Dukung Kamtibmas

0

Wartain.com || Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di Kota Sukabumi berkumpul dalam kegiatan Halalbihalal dan Silaturahmi bertajuk Ojol Sukabumi Ngahiji yang digelar di Gedung Juang 45, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan diawali dengan konvoi akbar dari kantor Satpas Sat Lantas menuju lokasi acara. Rombongan pengemudi mendapat pengawalan dari personel PJR motoris Sat Lantas Polres Sukabumi Kota untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan tertib.

Acara tersebut dihadiri Kasubdit Bin Polmas Dit Binmas Polda Jabar, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, Wakil Wali Kota Sukabumi Boby Maulana, unsur Forkopimda, jajaran Polres Sukabumi Kota, serta perwakilan dari Jasa Raharja, Bank BJB, dan Organda.

Dalam kesempatan itu, para driver ojol membacakan deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen untuk mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menjadi mitra kepolisian, serta berperan sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas di wilayah Kota Sukabumi.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengapresiasi keterlibatan aktif komunitas ojol dalam menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, para pengemudi memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari.

“Rekan-rekan ojek online memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Selain sebagai penyedia jasa transportasi, juga menjadi mata dan telinga di lapangan dalam membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Sentot.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi antara Polri dan komunitas ojol, terutama dalam hal pelaporan potensi gangguan keamanan serta peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

“Polres Sukabumi Kota akan selalu terbuka untuk menjalin komunikasi dan kerja sama. Kami juga mengingatkan agar bijak dalam menggunakan media sosial, saring sebelum sharing untuk mencegah penyebaran hoaks,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi Boby Maulana menyebut kehadiran ojol kini menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, termasuk dalam sektor ekonomi.

“Kami mengajak seluruh pengemudi ojol untuk menjaga kekompakan dan memperkuat solidaritas. Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga penting dalam mendukung pembangunan serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman,” katanya.

Dalam sesi dialog, para perwakilan ojol turut menyampaikan sejumlah aspirasi. Di antaranya peningkatan edukasi keselamatan berkendara bagi pelajar, penguatan pengamanan terhadap potensi kejahatan jalanan seperti begal, hingga peninjauan kebijakan tarif parkir di sejumlah titik.

Selain itu, mereka juga berharap adanya dukungan fasilitas dari pemerintah daerah, seperti penyediaan shelter untuk tempat beristirahat serta perhatian terhadap layanan kesehatan bagi para driver.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara komunitas ojol, aparat keamanan, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Terapkan Manajemen Talenta dan E-Kinerja, Dorong Reformasi 

0

Wartain.com – Birokrasi Berbasis Merit Pemerintah Kota Sukabumi resmi meluncurkan penerapan manajemen talenta sekaligus menandatangani komitmen e-kinerja harian bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut digelar di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi dan dihadiri langsung Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana, serta jajaran pejabat dari tingkat pusat hingga daerah.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menekankan bahwa penerapan manajemen talenta berbasis sistem merit menjadi langkah penting dalam mendorong reformasi birokrasi yang lebih profesional dan objektif di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

“Melalui pendekatan tersebut, penempatan jabatan tidak lagi bersifat subjektif, melainkan berdasarkan kompetensi, potensi, dan integritas ASN yang dipetakan dalam sembilan kotak talenta, sehingga diharapkan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan tercipta SDM unggul yang mampu mendorong kemajuan daerah,” kata Ayep Zaki.

Ia juga menjelaskan bahwa proses penerapan sistem ini telah melalui tahapan panjang sejak diusulkan pada September 2025, hingga akhirnya dapat diimplementasikan secara resmi pada April 2026.

Sementara itu, Deputi BKN, Dr. Herman, menyampaikan bahwa manajemen talenta merupakan sistem yang dirancang untuk memetakan aparatur sipil negara berdasarkan capaian kinerja serta potensi kompetensi yang terukur.

“Kota Sukabumi dinilai sebagai salah satu daerah yang cepat dalam implementasinya dan berpotensi menjadi model nasional dalam pengisian jabatan berbasis merit,” ucapnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen e-kinerja harian bersama BKN. Langkah ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem kerja ASN yang lebih transparan, akuntabel, serta berorientasi pada hasil kinerja.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Lapas Kelas IIB Sukabumi Salurkan Gerobak UMKM bagi Keluarga Warga Binaan di HBP ke-62

0

Wartain.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kota Sukabumi menggelar tasyakuran Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 pada Senin (27/4/2026). Dalam peringatan tersebut, salah satu program yang disorot adalah penyaluran bantuan gerobak UMKM bagi keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menjelaskan bahwa tema HBP tahun ini adalah “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”. Tema tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kinerja, memperkuat integritas, serta mendorong profesionalisme jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Ia menegaskan bahwa peringatan ini juga menjadi momentum untuk terus menjalankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan arah kebijakan nasional.

“Salah satu program pada Hari Pemasyarakatan adalah pemberian gerobak UMKM terhadap keluarga warga binaan. Ini merupakan program dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya bagi keluarga warga binaan yang tidak mampu,” ungkapnya.

Selain program tersebut, Lapas Kelas IIB Sukabumi juga telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial menjelang puncak peringatan. Mulai dari kerja bakti di fasilitas umum, pembuatan sumur bor, penyaluran bantuan sosial, hingga kegiatan internal seperti bersih-bersih lingkungan, inspeksi mendadak (sidak), dan tes urine terhadap 100 warga binaan.

“Sebelum acara puncak ini, ada banyak program dan kegiatan yang dilakukan seperti kerja bakti di fasilitas umum, pembuatan sumur bor, bantuan sosial, bersih – bersih di tempat internal, sidak massal, dan tes urine terhadap 100 warga binaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lapas juga memberikan penghargaan kepada sejumlah instansi, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BNNK, serta Kantor Kementerian Agama, atas kolaborasi dalam pembinaan warga binaan.

Melalui berbagai program ini, Lapas Kelas IIB Sukabumi berupaya menunjukkan komitmen bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi keluarga warga binaan dan masyarakat luas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hadiri Olahraga Bersama, Sekda Sukabumi Soroti Sinergi Jaga Kondusivitas

0

Wartain.com || Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menghadiri kegiatan olahraga bersama yang diselenggarakan Polres Sukabumi di Lapangan Mapolres Sukabumi, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan jalan santai dan senam pagi, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia.

Dalam kesempatan itu, Ade menegaskan bahwa kegiatan olahraga lintas instansi tidak sekadar menjaga kebugaran, tetapi juga mempererat hubungan antar lembaga, khususnya menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

“Olahraga bersama ini bukan hanya aktivitas fisik, tapi juga menjadi wadah komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah, Polri, TNI, dan unsur lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, interaksi yang terjalin dalam suasana santai mampu memperkuat koordinasi dan kebersamaan antar pemangku kepentingan, terutama dalam menghadapi agenda-agenda penting ke depan, termasuk pengamanan peringatan May Day.

“Semua unsur harus bersatu untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kebersamaan ini mencerminkan harmonisasi Forkopimda dalam melayani masyarakat,” kata Ade.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan personel serta soliditas antar lembaga sebagai kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen terkait dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemkab Sukabumi Pacu KLA, Boyke Martadinata Tekankan Penyelesaian Data dalam 48 Jam

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggenjot upaya pencapaian predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui penguatan sinergitas lintas sektor. Saat ini, Kabupaten Sukabumi masih berada pada kategori “Nindya” dan tengah berupaya naik ke predikat tertinggi.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi dan percepatan pemenuhan indikator KLA yang digelar di Pendopo Sukabumi, Selasa (28/4), menjelang batas akhir penginputan data pada 30 April 2026.

Ketua Gugus Tugas KLA Kabupaten Sukabumi, Boyke Martadinata, menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus segera menuntaskan kewajiban administratif, termasuk penyediaan bukti fisik (evidence) sebagai bagian dari penilaian.

“Masalah anak sudah menyangkut semua sektor, mulai dari pemenuhan psikologi, kebutuhan ekonomi, akses pelayanan kesehatan, hingga intervensi pendidikan. Setiap kebijakan baru, mekanisme, dan aplikasi dari setiap unsur pimpinan harus segera dilaksanakan dan dilaporkan. Waktu kita tinggal dua hari lagi,” ujar Boyke.

Ia juga menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas di setiap satuan kerja agar seluruh indikator dapat terpenuhi secara optimal dalam waktu yang tersisa. Menurutnya, keberhasilan meraih predikat Kabupaten Layak Anak tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh sektor, baik pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), capaian evaluasi mandiri KLA Kabupaten Sukabumi hingga 20 April 2026 baru mencapai 578,82 dari total 1.000 poin, masih di bawah capaian tahun sebelumnya sebesar 848 poin.

Di sisi lain, hasil verifikasi sementara dari Provinsi Jawa Barat menunjukkan nilai Kabupaten Sukabumi berada di angka 750,53, yang masih menempatkan daerah ini pada level Nindya.

Menutup rapat, Boyke menginstruksikan seluruh jajaran untuk bergerak cepat dan berkolaborasi secara masif dalam 48 jam ke depan guna merampungkan seluruh proses penginputan data.

“Ini adalah kerja bersama. Kita harus memastikan seluruh dokumen kebijakan, inovasi, dan kerja sama sudah terinput dengan baik. Target kita jelas, meningkatkan capaian dan mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang benar-benar layak anak,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Polres Sukabumi dan Forkopimda Gelar Olahraga Bersama  

0

Wartain.com || Dalam momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia, Polres Sukabumi dan Forkopimda Kabupaten Sukabumi menggelar olahraga bersama sebagai upaya memperkuat soliditas sekaligus memastikan kesiapan menghadapi dinamika kamtibmas.

Kegiatan yang dipusatkan di Mapolres Sukabumi, Selasa (28/4/2026), itu dilepas langsung oleh Kapolres Sukabumi AKBP Samian bersama Sekretaris Daerah H Ade Suryaman. Ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah tampak antusias mengikuti olahraga tersebut.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian menegaskan, K3 bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi utama dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kita harus memastikan diri kita sehat dan selamat. Karena dari situlah kita bisa menjamin keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kab. Sukabumi,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting, terutama dalam menghadapi potensi kerawanan saat May Day. Ia menyebut, olahraga bersama ini menjadi simbol penguatan sinergi lintas sektor.

Menghadapi peringatan May Day yang jatuh pada Jumat mendatang, Polres Sukabumi telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga kondusivitas wilayah. Salah satunya dengan memfasilitasi keberangkatan sekitar 3.000 pekerja ke DKI Jakarta.

“Lebih baik aspirasi mereka disampaikan langsung di Jakarta. Ini langkah untuk menjaga situasi kamtibmas di Sukabumi tetap aman dan terkendali,” kata Kapolres.

AKBP Samian menekankan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh pekerja yang diberangkatkan harus dipastikan dalam kondisi aman, baik saat perjalanan maupun selama mengikuti aksi.

“Berangkat 3.000, pulang harus 3.000. Jangan sampai ada masalah di jalan. Kita pastikan mereka selamat sampai tujuan dan kembali dengan aman,”tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengapresiasi kondisi hubungan industrial di Kab. Sukabumi yang dinilai kondusif. Selama lebih dari 20 bulan terakhir, aksi buruh berjalan damai dan cenderung komunikatif.

Ia juga menyinggung peningkatan Upah Minimum Regional (UMR) yang kini mencapai sekitar Rp3,8 juta sebagai indikator meningkatnya kesejahteraan pekerja di Sukabumi.

“Kesejahteraan buruh di Sukabumi sudah cukup baik. Ini hasil kerja sama semua pihak, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur lainnya,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, AKBP Samian berharap buruh di Kabupaten Sukabumi dapat terus menjadi kekuatan positif dalam menjaga stabilitas daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H Ade Suryaman, mengapresiasi langkah Polres Sukabumi yang tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dinamika di lapangan.

Menurutnya, apa yang disampaikan Kapolres, sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh unsur, baik aparat maupun masyarakat, berada dalam kondisi prima saat menjalankan aktivitas, terlebih menjelang peringatan May Day.

“Ini menjadi pesan penting bahwa menjaga kamtibmas tidak bisa dilepaskan dari kesiapan fisik dan keselamatan,” ujarnya.

Sekda menambahkan, sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah yang terbangun melalui kegiatan olahraga bersama ini menjadi modal kuat dalam menjaga stabilitas daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

May Day 2026: Syukur, Daulat, dan Perisai Merah Putih di Bawah Panji Persatuan

0

Oleh : Aam Abdul Salam, Sekjen PPJNA 98, Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi,  Mantan Korwil SBSI Jabar 98-99, Penggiat Dewan Tani Indonesian (DTI) Jabar, Presidium KAHMI Sukabumi 2025 – 2030

Wartain.com || Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 bukan sekadar seremoni jalanan. Ia adalah titik balik sejarah di mana keringat buruh, pekerja dan kebijakan penguasa melebur menjadi satu kekuatan pertahanan nasional. Di tengah kepungan ketidakpastian geopolitik global yang mengancam stabilitas industri, May Day tahun ini menjadi momentum sakral bagi buruh dan Presiden Prabowo Subianto untuk berdiri tegak menyelamatkan buruh dari ancaman PHK akibat krisis global dan selamatkan masa depan ekonomi Indonesia.

Benteng Spiritual: Doa dan Kerja sebagai Ibadah

Secara spiritual, perjuangan buruh adalah bentuk kemuliaan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, hubungan antara negara dan pekerja tidak lagi dilihat sebagai atasan dan bawahan, melainkan mitra dalam pengabdian kepada Alkah, Tuhan dan Tanah Air. Doa tulus dari jutaan keluarga buruh di seluruh pelosok negeri menjadi “benteng langit” yang menjaga Indonesia dari kehancuran. Keyakinan bahwa kerja keras adalah ibadah menjadi fondasi moral untuk menghadapi masa sulit ini dengan kesabaran dan ketangguhan.

Ketahanan Ekonomi: Menangkal Badai PHK

Dunia sedang berguncang. Konflik global memicu rantai pasokan yang tersendat dan mengancam industri manufaktur nasional. Namun, langkah strategis Presiden Prabowo dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian ekonomi menjadi napas buatan bagi industri kita. Persatuan buruh dan pemerintah adalah kunci untuk:
* Mencegah gelombang PHK massal melalui efisiensi yang berkeadilan.
* Menjaga daya beli masyarakat di tengah inflasi global.
* Memastikan roda pabrik tetap berputar demi martabat ekonomi bangsa.

Akar Budaya: Gotong Royong Melawan Provokasi

Budaya “Gotong Royong” adalah identitas asli kita yang kini sedang diuji. Di tengah kerja keras pemerintah, muncul riak-riak dari kelompok elit yang sakit hati, oligarki hitam, dan intervensi LSM/NGO asing. Mereka mencoba menunggangi aksi May Day sebagai “pemicu” untuk menciptakan instabilitas dan menggulingkan pemerintahan yang sah. Namun, buruh Indonesia yang cerdas tidak akan terjebak dalam skenario asing. Budaya musyawarah dan kekeluargaan lebih kuat daripada narasi perpecahan yang diimpor dari luar.

Nasionalisme: Merah Putih di Atas Segalanya

Nasionalisme adalah perekat terakhir. Buruh adalah baris terdepan kedaulatan nasional. Ketika kepentingan asing dan kekuatan gelap domestik mencoba menggoyang kursi kepemimpinan melalui momentum Hari Buruh, persatuan antara buruh dan Prabowo menjadi jawaban telak. Merah Putih harus tetap berkibar tinggi. Kita tidak boleh membiarkan rumah besar bernama Indonesia hancur hanya karena ambisi segelintir kelompok yang ingin memancing di air keruh.

Kesimpulan

May Day 2026 adalah ujian kesetiaan pada bangsa. Persatuan buruh bersama Presiden Prabowo, dibalut dengan doa rakyat yang tak putus, akan menjadi senjata paling ampuh. Indonesia akan selamat dari badai ekonomi global, bukan karena bantuan asing, tapi karena kita bersatu menjaga kedaulatan di bawah panji Merah Putih.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Ciletuh-Palabuhanratu Kembali Raih Status UNESCO Global Geopark

0

Wartain.com || Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi di tingkat dunia. Ciletuh-Palabuhanratu resmi kembali mendapatkan kartu hijau atau green card dari UNESCO untuk melanjutkan status sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark selama empat tahun ke depan.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung UNESCO dari Paris, Prancis, dan disaksikan secara virtual oleh Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dari Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026).

Dengan capaian ini, status Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) dipastikan tetap disandang hingga periode berikutnya. Kawasan geopark kebanggaan Sukabumi tersebut diketahui telah menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark sejak 2018.

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengaku bersyukur dan bangga atas raihan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi kado indah bagi Kabupaten Sukabumi di tahun 2026.

“Semoga kita bisa terus menjaga dan memenuhi poin-poin yang harus kita laksanakan sehingga CPUGGp bisa dijaga kelestariannya dan dinikmati masyarakat seluruh dunia,” ujarnya.

Menurut Andreas, keberhasilan mempertahankan green card ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus menjaga kelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu.

Pasca pengumuman ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Pengelola CPUGGp akan langsung bergerak menyiapkan langkah strategis agar status tersebut tetap bertahan pada proses revalidasi berikutnya.

“Sedari sekarang, kita siapkan lagi untuk memaksimalkan di revalidasi berikutnya. Semoga kita terus mendapatkan green card kembali,” pungkasnya.

Raihan green card UNESCO ini semakin menegaskan Ciletuh-Palabuhanratu sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus laboratorium pembangunan berkelanjutan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)