26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 180

Kemacetan Parah di Exit Tol Parungkuda, Arus Kendaraan Tersendat dari Dua Arah

0

Wartain.com || Kepadatan lalu lintas terjadi di kawasan Exit Tol Parungkuda pada Sabtu sore (4/4/2026) sekitar pukul 15.57 WIB. Arus kendaraan terlihat bergerak lambat dengan antrean panjang yang didominasi kendaraan berplat luar daerah menuju Sukabumi hingga kawasan wisata Pelabuhan Ratu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan mulai terlihat sejak pintu keluar tol dan memanjang ke sejumlah titik persimpangan di wilayah Cibadak. Salah satu ruas yang terdampak cukup signifikan adalah Jalan Surya Kencana yang menjadi jalur utama penghubung. Kondisi serupa juga terjadi dari arah berlawanan.

Arus kendaraan dari Sukabumi menuju Exit Tol Parungkuda mengalami perlambatan, terutama di titik simpul pertemuan arus yang memperparah kepadatan. Seorang pengendara asal Bogor, Tomi, mengaku terjebak kemacetan cukup lama setelah keluar dari tol saat hendak menuju Pelabuhan Ratu untuk berlibur.

“Awalnya lancar, tapi setelah keluar tol langsung padat. Dari GPS terlihat antrean cukup panjang sampai arah simpang Pelabuhan Ratu,” ujarnya.

Ia berharap ke depan tersedia akses jalan tol yang terhubung langsung hingga Sukabumi dan Pelabuhan Ratu guna mengurangi kepadatan, khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.

Dari hasil pengamatan, lonjakan volume kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan arteri menjadi penyebab utama kemacetan. Kondisi ini membuat arus keluar-masuk tol tidak berjalan optimal dan menimbulkan antrean di berbagai titik.

Hingga sore hari, arus lalu lintas di sekitar Exit Tol Parungkuda masih terpantau padat merayap. Pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada serta mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari kemacetan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sinergi BUMDes Jayanti dan Pengelola Batu Bintang: Tata Kios hingga Optimalkan Wisata Industri

0

Wartain.com || Pemerintah Desa Jayanti terus memperkuat kerja sama dengan pihak pengelola wisata Batu Bintang guna meningkatkan kualitas pelayanan dan penataan kawasan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjadikan destinasi wisata tersebut tetap kompetitif, aman, dan tertib bagi para wisatawan. Sabtu, 4 April 2026.

Kepala Desa Jayanti, Nandang, S.Ag., menyatakan bahwa kehadiran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kawasan Batu Bintang merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam memberikan edukasi serta pelayanan kepada pengunjung. Meskipun lahan Batu Bintang merupakan milik pribadi, pihak desa dan keluarga pengelola telah lama menjalin kerja sama dalam hal manajemen operasional.

“BUMDes hadir mewakili Pemerintah Desa Jayanti. Kami wajib hadir untuk memberikan edukasi, pelayanan, dan memantau harga-harga agar tetap terjangkau. Kami tidak segan menegur pedagang yang menjual di luar batas kewajaran,” ujar Nandang saat diwawancarai di kawasan Batu Bintang.

Terkait aspek infrastruktur, Pemdes Jayanti telah menata 10 kios pedagang agar lebih terpusat dan tidak mengganggu area lapangan. Selain warung kebutuhan pokok, para pedagang kini didorong menjual produk industri rumahan warga lokal seperti keripik pisang dan bakso. Bagi warga yang belum memiliki kios, pemerintah desa memberikan solusi dengan menatanya di area gazebo agar lingkungan tetap rapi.

Selain penataan fisik, pengelolaan kebersihan menjadi prioritas melalui kegiatan rutin “Jumat Bersih” yang melibatkan seluruh elemen pengelola, mulai dari petugas gazebo hingga pedagang.

Nandang menegaskan bahwa aspek keamanan di Batu Bintang sangat terkendali berkat kontur pantai yang landai serta kesiapsiagaan tim gabungan dari Polsek, Koramil, Polairud, hingga tim medis desa.

“Alhamdulillah, tidak pernah ada kecelakaan laut. Kami selalu menyiagakan tim medis dan ambulans, terutama saat libur panjang, untuk antisipasi keadaan darurat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nandang menonjolkan dua keunggulan utama Batu Bintang yang tidak dimiliki tempat lain:

1. Wisata Pesisir: Pantai yang landai dan aman untuk mandi.
2. Wisata Industri: Pengunjung dapat melihat langsung aktivitas bongkar muat batu bara di Jeti PLTU dari bibir pantai.

Pemerintah Desa Jayanti kini tengah berupaya melengkapi perizinan hingga tingkat provinsi setelah sebelumnya dinyatakan lengkap di level kabupaten oleh Dinas Pariwisata dan Polres Sukabumi. Nandang berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi terus memberikan bimbingan agar kawasan ini bisa berkontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Harapan kami ke depan, fasilitas seperti banana boat, jetski, hingga diving bisa segera terealisasi untuk mengeksplorasi potensi laut kita,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Kades Jayanti berpesan kepada wisatawan untuk tetap menjaga kebersihan dan berhati-hati terhadap barang bawaan. Ia juga mengingatkan warga lokal agar tetap menjaga sikap someah (ramah) kepada para tamu demi kenyamanan bersama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Momen Libur Panjang, Sampah di Pantai Batu Bintang Patuguran-Palabuhanratu Menumpuk

0

Wartain.com || Tumpukan sampah membludak di kawasan Pantai Batu Bintang, Patuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, saat libur panjang. Kondisi tersebut menimbulkan aroma tidak sedap, sehingga mengganggu kenyamanan para pengunjung. Sabtu (4/4/2026).

Terpantau, terdapat dua titik tumpukan sampah yang terlihat berserakan. Tumpukan pertama berada di dekat gapura pintu masuk pantai, sementara tumpukan lainnya berada di area tempat pembuangan sampah yang kondisinya juga tidak tertata dengan baik.

Selain itu, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di kawasan tersebut terlihat tidak layak. Beberapa bagian TPS tampak bolong sehingga sampah mudah keluar dan berserakan ke area sekitar.

Salah seorang pengunjung asal Cicurug, Ani (36), mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. “Baunya cukup menyengat, apalagi kalau lewat dekat tumpukan sampah. Harusnya ini bisa lebih diperhatikan dan tertata dengan baik, karena ini kan tempat wisata,” ujarnya.

Diketahui, pengelolaan sampah di Pantai Batu Bintang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Pengangkutan sampah biasanya dilakukan pada hari dan jam operasional kerja. Namun, pada hari libur atau tanggal merah, aktivitas pengangkutan sampah tidak dilakukan. Hal ini menyebabkan sampah menumpuk

Deden (51), petugas parkir di kawasan tersebut, menjelaskan bahwa penumpukan sampah terjadi karena belum adanya pengangkutan selama masa libur. Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung selama dua hari.

“Kalo sampah ini biasa diangkut oleh DLH, tapi karena libur jadi sudah dua hari gak diangkut, jadinya menumpuk,” kata Deden.

Kondisi ini diharapkan segera mendapat penanganan dari pihak terkait, mengingat kawasan Pantai Batu Bintang merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi saat libur panjang. Jika tidak segera diatasi, penumpukan sampah dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak pada kenyamanan serta kebersihan lingkungan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Jeritan Pedagang Eceran: Harga Kantong hingga Cup Plastik Melonjak Drastis di Palabuhanratu

0

Wartain.com || Harga berbagai jenis komoditas plastik di pasar domestik, khususnya di wilayah Palabuhanratu, mengalami lonjakan drastis hingga hampir 100 persen. Pantauan di Toko Sumber Plastik yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Palabuhanratu, pada Sabtu (4/4/2026), menunjukkan kenaikan harga ini merata pada semua jenis produk, mulai dari kantong kresek hingga gelas plastik (cup).

Kenaikan signifikan ini diduga kuat merupakan dampak dari kelangkaan bahan baku plastik di tingkat produsen yang memicu fluktuasi harga dalam waktu singkat. Akibat kondisi yang tidak stabil tersebut, pihak toko memutuskan untuk mengosongkan sebagian besar stok barang baru. Langkah ini diambil karena harga modal yang terlalu tinggi dianggap memberatkan, terutama bagi para pedagang eceran yang menjadi pelanggan utama.

Toko Sumber Plastik, Iwan, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya menjual sisa stok yang tersedia di gudang. Ia mengaku berat hati menjual dengan harga baru yang melonjak tajam karena memikirkan nasib para pelanggannya. Situasi ini memaksa penjual dan pembeli berada dalam posisi yang sulit di tengah kebutuhan kemasan yang tetap tinggi.

Dalam praktiknya, Iwan seringkali menyarankan pelanggan untuk mengecek harga di toko lain terlebih dahulu sebelum bertransaksi. Hal ini dilakukannya untuk transparansi agar pelanggan tidak merasa terbebani dengan harga di tokonya. Namun, pada akhirnya banyak pelanggan yang kembali karena menyadari bahwa kenaikan harga ini terjadi secara merata di semua tempat dan mereka terpaksa membeli demi kelangsungan usaha.

“Harga sekarang tiap waktu berubah dan melonjak hampir satu kali lipat. Saya sebenarnya kasihan sama langganan, terutama penjual eceran, makanya stok sekarang dikosongkan dulu karena terlalu mahal. Saya sering tawarkan mereka cek dulu ke toko lain supaya tidak merasa kemahalan di sini, tapi akhirnya balik lagi karena memang harganya sama di mana-mana. Mau tidak mau mereka tetap beli karena itu kebutuhan pokok untuk usaha mereka,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Libur Panjang, Pantai Batu Bintang Cipatuguran Diserbu Wisatawan

0

Wartain.com || Objek wisata Pantai Batu Bintang Cipatuguran, Jayanti, Palabuhanratu, dipadati ratusan pengunjung memanfaatkan momen libur panjang, wisatawan tampak antusias menjajal berbagai wahana air yang tersedia di pantai dengan karakteristik ombak landai dan aman untuk berenang ini. Sabtu, 4 April 2026.

Pengelola mencatat lonjakan kunjungan signifikan hari ini, dengan total 100 mobil dan 140 motor yang masuk ke kawasan wisata. Seluruh aktivitas ini dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Dengan biaya masuk yang terjangkau Rp15.000 untuk mobil dan Rp5.000 untuk motor (tidak dibatasi waktu) wisatawan sudah bisa menikmati fasilitas gazebo, kamar mandi, hingga area kuliner.

Salah satu pengelola wahana banana boat, Aji, mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan kunjungan setelah sempat sepi di hari sekolah.

“Alhamdulillah hari ini ramai. Untuk banana boat kami kenakan Rp40.000 per orang untuk tiga putaran dengan dua kali atraksi jatuh. Soal keamanan, kami pastikan sangat safety karena wisatawan wajib pakai pelampung dan didampingi petugas,” jelas Aji. Selain wahana air, pengelola juga menyediakan jasa dokumentasi foto/video seharga Rp20.000 dan drone seharga Rp150.000.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana laut lebih tenang, tersedia pula perahu wisata nelayan dengan tarif Rp20.000 per orang. Asrul, salah satu nelayan yang mengelola perahu wisata, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi alternatif mata pencaharian di tengah minimnya hasil tangkapan ikan dalam setahun terakhir.

“Alhamdulillah ramai. Saat Sabtu dan Minggu kami fokus melayani wisatawan untuk berkeliling tengah laut menikmati pemandangan, nanti hari biasa baru kami kembali mencari ikan,” ujar Asrul.

Antusiasme pengunjung pun terlihat jelas, salah satunya Dini (17), remaja asal Sukabumi yang memanfaatkan libur terakhirnya untuk berkunjung ke pantai ini.

“Sudah sering ke sini, tapi kali ini ingin naik banana boat-nya karena seru banget apalagi pas dijatuhin. Rasanya aman karena peralatannya sudah lengkap,” ungkap Dini.

Pengelolaan Pantai Batu Bintang yang semakin tertata baik, didukung dengan fasilitas yang memadai dan harga yang ramah di kantong, menjadikan destinasi ini pilihan utama bagi warga lokal maupun luar daerah untuk menikmati akhir pekan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pendaftaran Calon Ketua dan Pengurus RW 09 Desa Sayati Resmi Dibuka

0
Oplus_131072

Wartai.com || Warga Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, kini memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kepemimpinan lingkungan. Panitia Pemilihan Ketua RW 09 resmi membuka pendaftaran calon Ketua dan Pengurus RW untuk masa bakti 2026–2031.

Pendaftaran dibuka selama empat hari, mulai tanggal 4 hingga 7 April 2026. Warga yang berminat diharapkan segera mendaftarkan diri kepada panitia pemilihan RW 09 sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dalam pengumuman tersebut, panitia juga menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon peserta. Di antaranya adalah sehat jasmani dan rohani, bersedia tunduk dan patuh pada Pancasila, UUD 1945, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Calon juga harus siap mengikuti seluruh tahapan pemilihan dan menerima hasil akhir dengan lapang dada.

Selain itu, peserta diwajibkan memperoleh persetujuan dari pasangan atau keluarga, serta memiliki komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat apabila terpilih. Kesiapan menjalankan tugas sebagai pengurus RW sesuai fungsi dan tanggung jawabnya juga menjadi syarat penting.

Panitia turut menegaskan bahwa calon harus bersedia mengundurkan diri dari jabatan lain di tingkat RT maupun RW apabila terdapat hal yang bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Dengan dibukanya pendaftaran ini, diharapkan muncul calon-calon pemimpin yang amanah dan mampu membawa kemajuan bagi lingkungan RW 09 Desa Sayati.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Panitia Pemilihan Ketua RW 09 melalui nomor 082119674427 atau 081221457534.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Relawan SPPG Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 Rutin Gelar Kurvei, Perkuat Kebersihan dan Kekompakan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 yang berlokasi di Jalur Lingkar Selatan, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, rutin menggelar kegiatan “Kurvei” setiap Sabtu.

Program Kurvei yang dilaksanakan pada Sabtu (4/4/2026) tersebut merupakan kegiatan bersih-bersih lingkungan dapur yang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh relawan. Kegiatan ini bertujuan menjaga kebersihan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman.

Selain membersihkan area dapur, para relawan juga merapikan peralatan serta memastikan seluruh fasilitas penunjang dalam kondisi higienis. Kurvei menjadi agenda rutin mingguan yang melibatkan semua relawan tanpa terkecuali.

Salah satu relawan, Prasetyo, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antar relawan.

“Kegiatan Kurvei ini bukan hanya soal bersih-bersih, tapi juga menjadi momen untuk mempererat kekompakan dan kebersamaan antar relawan. Dengan lingkungan yang bersih, kami juga bisa bekerja lebih maksimal,” ujar Prasetyo.

Di hari yang sama, relawan SPPG juga tetap menjalankan program pengiriman Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah pesantren. Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga pelayanan sekaligus memastikan standar kebersihan tetap terjaga.

Melalui kegiatan rutin ini, SPPG Yayasan Tanah Pelangi Nusantara-01 terus berupaya menghadirkan pelayanan pemenuhan gizi yang higienis, sekaligus membangun solidaritas di antara para relawan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Sekolah di Sukabumi Tetap Tatap Muka, Wacana WFH ASN Belum Berdampak ke Pendidikan

0

Wartaon.com || Wacana penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) setiap hari Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digulirkan pemerintah pusat belum berpengaruh terhadap aktivitas pendidikan di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah dipastikan tetap berlangsung secara tatap muka seperti biasa. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih terbatas pada sektor pemerintahan dan belum menyasar dunia pendidikan.

Hingga saat ini, belum ada arahan resmi maupun petunjuk teknis yang mengatur perubahan sistem pembelajaran di sekolah.

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa proses belajar di sekolah tetap berjalan normal sambil menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.

“Sekolah tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pusat,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia menilai kondisi geografis Sukabumi yang didominasi wilayah perkampungan membuat dampak kebijakan mobilitas seperti WFH tidak terlalu signifikan terhadap aktivitas sekolah. Menurutnya, sekolah-sekolah di Sukabumi masih mengandalkan pembelajaran langsung di ruang kelas sebagai metode utama.

Namun demikian, pihaknya tetap siap beradaptasi apabila sewaktu-waktu kebijakan pembelajaran daring kembali diterapkan.

Pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi modal penting bagi sekolah dalam menghadapi kemungkinan tersebut. Sistem pembelajaran jarak jauh yang pernah dijalankan dinilai sudah cukup familiar, sehingga dapat kembali diterapkan jika dibutuhkan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Wakil Bupati Sukabumi Tekankan Percepatan dan Ketepatan Pembangunan KDKMP

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari program strategis nasional yang harus didukung oleh seluruh pihak.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP di Kabupaten Sukabumi yang digelar di Pendopo Sukabumi, Kamis, 2 April 2026.

Menurutnya, keberadaan KDKMP memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga diperlukan kerja sama dan sinergi dari seluruh instansi terkait.

“Intinya kita memiliki tugas yang sama untuk menyukseskan program strategis nasional ini. Setiap instansi memiliki peran masing-masing sesuai dengan tugas dan fungsinya,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menekankan bahwa dalam pelaksanaannya, pembangunan harus dilakukan dengan cepat namun tetap memperhatikan ketepatan dan kecermatan agar tidak menimbulkan kendala di kemudian hari.

“Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap cermat dan tepat. Jangan sampai di akhir justru muncul permasalahan. Ini adalah tanggung jawab bersama, sehingga seluruh pihak harus bergerak bersama agar target bisa tercapai tepat waktu,” tegasnya.

Dengan target penyelesaian yang relatif singkat, Wakil Bupati berharap seluruh jajaran dapat meningkatkan koordinasi dan komitmen dalam mendukung percepatan pembangunan KDKMP di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemkab Sukabumi Gelar Aksi Korve, Kepala DLH: Kuatkan Gotongroyong Tingkatkan Kualitas Lingkungan 

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar aksi Korve atau Aksi Bersih-Bersih di sepanjang Jalur Wisata Palabuhanratu-Cisolok pasca libur panjang Idul Fitri 1447 H/2026 M, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari sejumlah regulasi strategis, yakni Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 600.11/889/SJ tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 28/LH.01.04.02/DLH tentang pelaksanaan gerakan serupa di tingkat provinsi, serta Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Nomor 03 Tahun 2026 terkait pengendalian sampah selama Hari Raya Idul Fitri.

Di Kabupaten Sukabumi, peserta aksi disebar ke delapan titik sepanjang jalur protokol wisata, mulai dari Jalan Pelita hingga Jalan Raya Cisolok, yang menjadi akses utama menuju destinasi populer seperti Pantai Buffalo, Citepus, Karanghawu, hingga Pemandian Air Panas Cisolok. Peserta aksi diikuti sekitar 400 orang terlibat dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengungkapkan meningkatnya timbunan sampah selama libur Lebaran menjadi salah satu alasan utama pelaksanaan aksi tersebut.

“Selama libur Idul Fitri, volume sampah per hari mencapai rata-rata 200 hingga 250 ton. Ini tentu membutuhkan respons cepat agar kawasan wisata tetap bersih dan nyaman,” ujarnya.

Untuk mendukung aksi ini, DLH menurunkan 63 personel serta dua unit dump truck sampah yang disiagakan untuk menyisir titik-titik penumpukan, mulai dari Bagbagan hingga Karanghawu serta Jalan Pelita.

“Fokus utama pembersihan berada di jalur nasional dari Gapura Geopark Bagbagan hingga kawasan Karanghawu yang menjadi pusat keramaian wisatawan,” terangnya.

Kadis Nunung menambahkan bahwa pembagian delapan titik pembersihan dilakukan untuk memastikan seluruh area prioritas tertangani dengan optimal. Selain aksi lintas instansi, ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan destinasi wisata.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus peduli dan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” katanya.

Kadis berharap kegiatan Korve ini dapat menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong serta meningkatkan kualitas lingkungan, khususnya di kawasan wisata unggulan Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)