26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 181

Memanen Berkah, Menenun Masa Depan: Membaca Program MBG dalam Nalar Budaya dan Ekonomi Rakyat

0

Oleh: Siti Ratna Maymunah S.Pd (Ketum Rumah Literasi Merah Putih/CEO Wartain.Com) & Dede Heri, S.IP (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih)

Wartain.com || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan teknokratis tentang pembagian piring makanan. Di balik uap nasi dan aroma lauk yang tersaji, terdapat sebuah revolusi sunyi yang menyentuh tiga fondasi utama bangsa: martabat budaya, keadilan filsafat ekonomi, dan kedalaman spiritualitas.

1. Fondasi Spiritual: Memuliakan Tamu Masa Depan

Secara spiritual, memberi makan adalah bentuk tertinggi dari rasa syukur dan penghambaan. Anak-anak adalah “tamu masa depan” yang dikirimkan Tuhan. Memastikan mereka mendapatkan gizi terbaik adalah mandat langit. Program MBG adalah manifestasi dari keyakinan bahwa bangsa yang memuliakan anak-anaknya tidak akan pernah kekurangan berkah. Ini adalah investasi ukhrawi sekaligus duniawi untuk menjemput Indonesia Emas 2045 dengan generasi yang cerdas akal dan sehat raga.

2. Filsafat Ekonomi: Dekonsentrasi Kesejahteraan

Secara ekonomi, MBG adalah langkah revolusioner dalam memutus sirkulasi modal yang selama ini tertahan di pusat. Anggaran yang turun langsung ke dapur-dapur di pelosok desa adalah perwujudan filsafat “ekonomi pancasila” yang sesungguhnya. Modal dialirkan ke bawah, menggerakkan UMKM, koperasi, dan petani lokal.

Ini adalah strategi bottom-up yang nyata. Namun, catatan kritisnya terletak pada rantai pasok. Pemerintah daerah (Pemkab/Pemkot) harus sigap menangkap peluang ini. Jangan sampai bahan baku dapur didatangkan dari korporasi besar atau luar daerah. Kebutuhan dapur MBG wajib melibatkan UKM dan masyarakat setempat agar roda ekonomi berputar di lingkungan tersebut, menciptakan lapangan kerja bagi relawan, dan menghidupkan pasar rakyat.

3. Budaya Gotong Royong dan Pengawasan Kolektif

Budaya kita adalah budaya “makan bareng” yang egaliter. MBG menghidupkan kembali roh gotong royong melalui dapur-dapur komunitas. Namun, semangat budaya ini harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat. Kita tidak boleh membiarkan adanya “pengurangan porsi” atau penurunan kualitas gizi demi keuntungan pribadi. Pengawasan bukan hanya tugas negara, tapi juga masyarakat lokal sebagai benteng moral untuk memastikan setiap butir nasi yang dimakan anak-anak kita adalah kualitas terbaik.

Prihatin Atas Syahwat Politik yang Menghambat

Sangat disayangkan jika program yang murni untuk kepentingan masa depan bangsa ini masih diganjal oleh resistensi politik yang sempit. Menolak MBG hanya karena ketakutan akan kesuksesan Presiden Prabowo Subianto menuju 2029 adalah bentuk tuna-nalar dan pengkhianatan terhadap kepentingan anak cucu kita. Kesuksesan program ini adalah kesuksesan seluruh rakyat Indonesia, bukan sekadar komoditas elektoral.

Kesimpulan

Program MBG adalah jembatan emas menuju kedaulatan bangsa. Kami dari Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) dan Rumah Literasi Merah Putih menyerukan agar semua pihak meletakkan ego politik di bawah kepentingan gizi anak bangsa. Biarkan dapur MBG mengepul sebagai tanda bahwa ekonomi rakyat sedang bangkit, dan masa depan Indonesia sedang kita masak bersama dengan penuh cinta dan tanggung jawab.***(Red)

Editor : Aab Abdul Malik

Siswa SMKN 1 Cibatu Praktekkan Pembuatan Pupuk Kompos Berkeley, Jaga Lingkungan dari Hal Sederhana

0
Oplus_131072

Wartain.com || Siswa-siswa SMKN 1 Cibatu, Kabupaten Purwakarta, baru-baru ini melakukan praktik pembuatan pupuk kompos berkeley yang menarik perhatian banyak pihak. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekolah, proses pembuatan kompos ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan pupuk kompos, tetapi juga memberikan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan pel bảo lingkungan. Dengan demikian, siswa-siswa SMKN 1 Cibatu tidak hanya menjadi pelajar yang berpengetahuan, tetapi juga menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar.

Lingkungan sekolah yang asri dan penuh pepohonan menjadi latar belakang yang ideal untuk kegiatan ini. SMKN 1 Cibatu memang dikenal sebagai salah satu sekolah yang sangat peduli dengan lingkungan, dan kegiatan seperti ini semakin memperkuat komitmen tersebut.

Pupuk kompos berkeley sendiri merupakan salah satu jenis pupuk organik yang kaya akan nutrisi dan baik untuk tanaman. Dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun kering, sampah dapur, dan kotoran hewan, siswa-siswa SMKN 1 Cibatu berhasil menciptakan pupuk yang berkualitas.

Proses pembuatan pupuk kompos ini juga mengajarkan siswa tentang pentingnya kerja sama dan kreativitas. Dengan bekerja sama dalam kelompok, siswa-siswa dapat berbagi ide dan pengalaman, sehingga hasil akhirnya menjadi lebih baik.

Kepala SMKN 1 Cibatu, Oman Kusmana,  menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya lingkungan dan pengelolaan limbah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa depan,” ujarnya, Kamis 02/04/2026.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan siswa-siswa SMKN 1 Cibatu dapat menjadi contoh bagi siswa-siswa lain dan masyarakat sekitar dalam menjaga lingkungan dan mengelola limbah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Tradisi Membaca: Memahami Kita, Memahami Gen-Z

0
Oplus_131072

Oleh : Moeflich H. Hart

Wartain.com || Banyak dari generasi kita, para orang tua atau Baby Boomers, menghakimi Gen-Z sebagai malas membaca dan lemah literasi.

Gen-Z itu bukan malas membaca. Mereka hanya tidak membaca dengan cara kita. Mereka tidak anti membaca, mereka anti cara membaca yang tidak relevan dengan kecepatan zaman mereka. Bagi mereka, membaca bukan lagi duduk lama dengan satu buku, tapi menyerap informasi dari berbagai sumber secara simultan—artikel, video, thread, hingga AI.

Kita tumbuh dengan buku, mereka tumbuh dengan layar. Kita membaca perlahan, mereka menyerap cepat. Kita fokus satu sumber, mereka lompat antar banyak sumber. Kita membaca untuk memahami, mereka membaca untuk mengolah dan merespons cepat.

Generasi kita punya keunggulan dalam ketekunan, konsentrasi panjang, dan kedalaman analisis yang mulai langka hari ini. Kecepatan sering mengorbankan kedalaman. Multitasking sering mengorbankan fokus. Informasi melimpah sering mengaburkan mana yang benar-benar penting.

Namun, kecepatan tanpa kedalaman bisa jadi rapuh. Sebaliknya, kedalaman tanpa adaptasi teknologi informasi bisa jadi usang. Masalahnya bukan di niat belajar, tapi di cara. Jadi bukan soal siapa lebih baik. Tapi siapa mau belajar dari siapa.

Karena pada akhirnya, dunia tetap butuh orang yang bukan hanya cepat mengakses informasi, tapi juga mampu berpikir jernih, mendalam, dan tidak mudah terseret arus.

Cara belajar memang urusan teknis. Tapi kualitas berpikir itu urusan prinsip.

Kita gak bisa mengatur zaman. Kita hanya bisa menjadi jembatan, menggabungkan kedalaman lama dengan kecepatan baru. Kita gak bisa mengatur zaman. Kita hanya bisa menyesuaikan diri tanpa kehilangan kualitas berpikir.

Kalau generasi lama bersikeras mempertahankan cara lama, mereka akan ditinggalkan. Kalau Gen-Z menolak belajar kedalaman, mereka akan kehilangan arah.
Masa depan bukan milik yang paling cepat atau paling lama, tapi milik yang paling adaptif tanpa kehilangan kedalaman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Putin Tegaskan Rusia Siap Turun Tangan Stabilkan Gejolak di Timur Tengah

0

Wartain.com || Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan negaranya untuk berperan aktif dalam menstabilkan situasi keamanan di Timur Tengah yang kian memanas. Komitmen ini disampaikan Putin saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, di Istana Kremlin, Jumat (3/4/2026).

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Putin menekankan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah merupakan kepentingan bersama bagi Rusia dan Mesir. Rusia berkomitmen untuk menggunakan jalur diplomasi guna meredakan ketegangan yang tengah terjadi.

Putin mengungkapkan harapannya agar konflik yang melanda kawasan tersebut dapat segera diakhiri melalui kesepakatan yang damai. Menurutnya, Rusia tidak akan tinggal diam melihat dinamika keamanan yang tidak menentu.

“Kita semua berharap konflik yang sedang berlangsung ini akan segera terselesaikan,” ujar Putin dikutip dari keterangan tertulis Kremlin.

Lebih lanjut, Putin menegaskan posisi Rusia sebagai mediator potensial. “Izinkan saya menegaskan kembali bahwa kami siap melakukan segala upaya untuk membantu menstabilkan situasi dan, seperti yang dikatakan dalam kasus-kasus seperti ini, mengembalikannya ke kondisi normal,” tegasnya.

Selain membahas langkah domestik dan bilateral dengan Mesir, Putin juga menyinggung perhatian global terhadap isu ini, termasuk sikap dari Washington. Ia mencatat bahwa dinamika Timur Tengah juga menjadi fokus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Seperti yang Anda ketahui, Presiden Trump juga membahas masalah ini kemarin,” lanjut Putin, menunjukkan bahwa situasi di kawasan tersebut telah menjadi perhatian utama para pemimpin dunia.

Kunjungan Menlu Mesir Badr Abdelatty ke Moskwa ini merupakan bagian dari upaya intensif kedua negara untuk memperkuat koordinasi strategis di tengah krisis regional. Mesir, sebagai salah satu aktor kunci di Timur Tengah, menyambut baik keinginan Rusia untuk terlibat lebih dalam dalam upaya de-eskalasi.

Hingga saat ini, Rusia terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang bertikai di kawasan tersebut guna mencari solusi permanen bagi perdamaian regional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Jumat Berkah bagi Dewa United: Menang Tipis Atas PSIM Lewat Drama Titik Putih

0

Wartain.com || Dewa United berhasil mengamankan kemenangan krusial dalam lanjutan kompetisi BRI Super League setelah menumbangkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0. Pertandingan yang berlangsung sengit ini digelar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Jumat (3/4/2026) malam WIB. Gol semata wayang dalam laga ini lahir melalui kaki penyerang andalan mereka, Alex Martins.

Kemenangan tuan rumah dipastikan pada menit ke-62 lewat titik putih. Alex Martins yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengecoh penjaga gawang lawan dan mengubah skor menjadi 1-0. Meski terus ditekan setelah gol tersebut, lini pertahanan Dewa United tampil solid untuk menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit.

Secara statistik, PSIM Yogyakarta sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang 90 menit. Laskar Mataram unggul dalam penguasaan bola sebesar 54% dan menciptakan lebih banyak peluang dengan total 14 tembakan serta 6 chances created. Sebaliknya, Dewa United bermain lebih menunggu namun sangat efektif dalam meredam agresivitas tim tamu melalui pertahanan berlapis.

Solidnya pertahanan Dewa United terbukti dari tingginya angka statistik defensif mereka, di mana tim asuhan Jan Olde Riekerink ini mencatatkan 14 tekel, 36 intersep, dan 18 sapuan bola. Tingginya intensitas serangan PSIM yang melepaskan 52 umpan ke area sepertiga akhir lapangan gagal dikonversi menjadi gol akibat rapatnya barisan belakang “Tangsel Warriors”.

Hasil ini membuat Dewa United sukses mengamankan tiga poin penting di hadapan pendukungnya sendiri, sekaligus memutus tren positif PSIM Yogyakarta. Bagi PSIM, kekalahan ini menjadi evaluasi besar mengingat dominasi serangan mereka tidak dibarengi dengan penyelesaian akhir yang klinis. Kedua tim kini bersiap menatap laga selanjutnya dalam jadwal padat kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Libur Panjang, Harga Emas Antam Justru Anjlok hingga Rp65 Ribu per Gram

0

Wartain.com ||  Di tengah momentum libur panjang, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) justru menunjukkan tren penurunan tajam pada perdagangan Jumat (3/4/2026). Setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya, harga emas kini terkoreksi cukup dalam.

Berdasarkan data terbaru, harga emas Antam turun sebesar Rp65.000 per gram dan kini berada di level Rp2.857.000 per gram. Penurunan ini juga diikuti oleh harga buyback atau harga jual kembali yang ikut melemah Rp60.000 menjadi Rp2.577.000 per gram. Harga tersebut berlaku untuk transaksi di BELM Gedung Antam, Jakarta.

Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat periode libur panjang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berinvestasi atau membeli emas. Namun, kali ini pergerakan harga justru berbalik arah.

Untuk pecahan kecil, emas 0,5 gram dibanderol Rp1.478.500, sementara ukuran 1 gram berada di harga Rp2.857.000. Adapun pecahan lain seperti 5 gram dijual Rp14.100.000 dan 10 gram sebesar Rp28.120.000.

Sementara itu, untuk ukuran besar, emas 500 gram ditawarkan Rp1.399.400.000 dan 1.000 gram mencapai Rp2.797.600.000.
Meski demikian, ketersediaan produk di laman resmi Antam terpantau terbatas untuk beberapa jenis ukuran. Hal ini diduga dipengaruhi tingginya minat masyarakat selama periode libur.

Dari sisi regulasi, pembelian emas saat ini tidak dikenakan PPN sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2022. Namun, tetap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen sesuai ketentuan dalam PMK Nomor 48 Tahun 2023, yang akan dipotong langsung oleh pihak penjual.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
0,5 gram: Rp1.478.500
1 gram: Rp2.857.000
2 gram: Rp5.664.000
3 gram: Rp8.478.000
5 gram: Rp14.100.000
10 gram: Rp28.120.000
25 gram: Rp70.135.000
50 gram: Rp140.105.000
100 gram: Rp280.060.000
250 gram: Rp699.840.000
500 gram: Rp1.399.400.000
1.000 gram: Rp2.797.600.000

Penurunan harga emas di tengah libur panjang ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin membeli di harga relatif lebih rendah, meski tetap perlu mempertimbangkan kondisi pasar ke depan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Aksi Curanmor Digagalkan Warga Sukaraja Sukabumi, Polisi Kejar Satu Pelaku yang Kabur

0

Wartain.com || Upaya pencurian kendaraan bermotor di wilayah Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, berhasil digagalkan berkat kesigapan warga. Seorang terduga pelaku berinisial AA (30) diamankan setelah sempat menjadi sasaran amukan massa saat aksinya terendus di Kampung Cigadog, Desa Langensari, Jumat (4/4/2026) pagi.

Peristiwa tersebut bermula ketika warga mencurigai gerak-gerik dua pria yang diduga hendak membawa kabur sepeda motor milik salah satu warga. Kecurigaan itu berujung pengejaran, hingga akhirnya AA berhasil ditangkap. Sementara rekannya yang diketahui berinisial S berhasil melarikan diri.

Petugas dari Polsek Sukaraja yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari tangan warga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam penanganan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor serta kunci letter T yang diduga digunakan untuk merusak kunci kontak kendaraan.

Kapolsek Sukaraja, Kompol Aguk Khusaini, mengatakan bahwa keterlibatan warga dalam menggagalkan aksi tersebut patut diapresiasi. Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar masyarakat tidak main hakim sendiri.

“Kami mengapresiasi peran aktif warga yang berhasil menggagalkan aksi curanmor ini. Namun kami juga mengimbau agar masyarakat tetap menyerahkan penanganan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Saat ini, AA telah diamankan di Mapolsek Sukaraja untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih memburu satu pelaku lainnya yang kabur saat kejadian.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri. Kami minta yang bersangkutan segera menyerahkan diri,” tambahnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, khususnya curanmor, yang masih kerap terjadi di lingkungan permukiman.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jalan Rusak di Ciaul Pasir Makan Korban, Pemkot Sukabumi Akui Terkendala Anggaran

0

Wartain.com || Kondisi infrastruktur jalan di Kota Sukabumi kembali menuai perhatian. Kerusakan yang cukup parah di kawasan Ciaul Pasir kini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mulai menimbulkan korban kecelakaan.

Insiden terbaru terjadi pada Kamis sore (2/4/2026), ketika seorang pengendara sepeda motor terjatuh di Jalan Ciaul Pasir, Kecamatan Cikole. Kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh lubang di badan jalan. Dari video yang beredar, korban terlihat mengalami luka serius, terutama di bagian kepala.

Menanggapi kejadian tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Andang Tjanjandi, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan pengecekan di lokasi.

“Kami sudah menerima laporan dan langsung meneruskannya ke Dinas PUPR agar segera meninjau kondisi di lapangan. Memang saat ini kerusakan jalan terjadi di banyak titik di Kota Sukabumi,” ujar Andang, Jumat (3/4/2026).

Meski perbaikan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, pelaksanaannya masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Saat ini, Pemkot Sukabumi tengah melakukan efisiensi anggaran yang nilainya mencapai sekitar Rp159 miliar.

Di sisi lain, upaya perbaikan jalan juga sangat bergantung pada dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dinas PUPR sendiri telah mengusulkan kebutuhan anggaran sekitar Rp58 miliar untuk menangani sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Kita sudah siapkan rencana perbaikan, namun realisasinya menunggu ketersediaan anggaran. Harapannya, ketika dana TKD turun, perbaikan jalan bisa segera dilakukan sesuai arahan Pak Wali Kota,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemkot Sukabumi juga mempertimbangkan perubahan metode perbaikan jalan. Jika sebelumnya menggunakan aspal, ke depan akan diarahkan menggunakan beton agar lebih tahan lama dan tidak mudah rusak.

“Rencananya akan dilakukan pengecoran agar kualitas jalan lebih baik dan tidak cepat rusak kembali,” tambah Andang.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Ciaul Pasir maupun titik-titik lain yang mengalami kerusakan. Pasalnya, perbaikan secara menyeluruh baru dapat dilakukan setelah anggaran dari pemerintah pusat terealisasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kebut Huntap-Huntara, Satgas PRR Komitmen Berikan Hidup Layak Bagi Penyintas

0

Wartain.com || Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Data Satgas PRR pada 3 April mencatat peningkatan jumlah huntap dan huntara yang selesai dibangun di tiga daerah terdampak. Adapun rinciannya, sebanyak 230 huntap rampung dibangun dari total 35.368 unit rencana pembangunan dan 1.240 huntap diantaranya sedang dalam progres pembangunan. Aceh mencatatkan 104 unit huntap rampung dibangun dari total 26.418 unit huntap yang direncanakan dan sebanyak 395 unit huntap diantaranya dalam proses pembangunan.

Sementara di Sumut, sebanyak 120 unit huntap selesai dibangun dari rencana 5.690 unit huntap yang akan dibangun dan sebanyak 404 huntap diantaranya sedang dalam proses pembangunan. Adapun di Sumbar, sebanyak 6 huntap rampung dibangun dari total 3.260 huntap yang direncanakan dan ada sebanyak 441 unit huntap sedang dalam pembangunan.

Capaian percepatan pembangunan huntap ini dilakukan paralel dengan pembangunan huntara bagi pengungsi agar tidak tinggal di tenda darurat. Data Satgas PRR per 3 April mencatat jumlah huntara yang sudah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 17.084 unit atau 89 persen dari target 19.135 unit huntara yang akan dibangun.

Aceh menjadi wilayah dengan pembangunan huntara terbanyak, terdiri dari 15.259 unit huntara sudah rampung dibangun, dari total 17.281 unit huntara yang akan dibangun atau mencapai progres 88 persen. Di Sumut sebanyak 995 unit sudah rampung dibangun, dari total 1.024 yang akan dibangun atau mencapai progres 97 persen. Adapun di Sumbar, pembangunan huntara telah rampung seluruhnya mencapai 830 unit.

Selain mempercepat pembangunan huntap dan huntara untuk penyintas bencana, Satgas PRR juga menggelontorkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang tidak memilih tinggal di huntara. Besaran DTH yang dikucurkan adalah Rp600.000 per bulan untuk 3 bulan atau setiap kepala keluarga menerima total dana sebesar Rp1,8 juta.

Hingga 3 April 2026, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 14.021 penerima di tiga provinsi. Adapun rincianmya di Aceh terdiri dari 8.099 penerima, kemudian di Sumut 4.162 penerima dan di Sumbar 1.760 penerima.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan strategi percepatan pembangunan huntap dan huntara merupakan langkah untuk memberikan hunian layak kepada penyintas bencana.

Sebagai langkah lanjutan, Satgas PRR secara bertahap terus mempercepat pembangunan huntap. Namun percepatan pembangunan huntap sangat bergantung pada kecepatan dan kelengkapan pendataan yang dilakukan pemerintah daerah. Sebab, terdapat dua model huntap yang perlu divalidasi kepada penerima huntap, yaitu pembangunan dengan skema in situ (dibangun di lokasi semula) atau relokasi ke kawasan komunal.

“Kunci utama huntap adalah data, saya mohon dengan segala hormat rekan bupati/ wali kota, buatlah tim kecil untuk data yang rumahnya rusak berat dan hilang, itu ditanya satu-satu, mau in-situ bangun sendiri dengan stimulan Rp60 juta diberikan 2 tahap atau in-situ yang dikerjakan BNPB. Kemudian pilihan kedua dibangun di kompleks komunal,” kata Tito dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PHK Mendadak via WhatsApp, Puluhan Buruh di Sukabumi Mengadu ke Pendopo

0
Oplus_131072

Wartain.com || Suasana pasca-Idulfitri 1447 H/2026 M yang seharusnya diwarnai kebahagiaan justru berubah menjadi duka bagi puluhan buruh PT Star Comgistic Indonesia di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Mereka yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) harus menghadapi kenyataan pahit setelah menerima pemutusan hubungan kerja (PHK) secara mendadak.

Pada Kamis (2/4/2026), para buruh mendatangi Gedung Negara Pendopo Sukabumi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Dengan penuh harap, mereka ingin menyampaikan langsung keluhan kepada pimpinan daerah atas kebijakan perusahaan yang dinilai tidak adil.

Permasalahan ini tidak hanya soal jumlah pekerja yang diberhentikan, tetapi juga menyangkut proses dan mekanisme yang dianggap janggal. Para buruh menilai kebijakan efisiensi dilakukan secara tidak proporsional, bahkan terkesan tebang pilih.

Ketua DPC GSBI Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin, mengungkapkan bahwa proses PHK dilakukan tanpa prosedur yang layak. Ia menyebut sejumlah pekerja menerima pemberitahuan pemberhentian kerja hanya melalui pesan WhatsApp saat masih menjalani cuti Lebaran.

“Banyak pekerja dipanggil lewat WhatsApp, lalu langsung diberi tahu bahwa mereka di-PHK. Padahal mereka sedang cuti. Ini jelas tidak transparan dan sangat berdampak pada kondisi psikologis mereka,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Data sementara mencatat sekitar 80 karyawan telah kehilangan pekerjaan. Para buruh pun khawatir jumlah tersebut akan terus bertambah seiring belum adanya kepastian dari pihak perusahaan.

Selain itu, GSBI juga menyoroti kebijakan perusahaan yang dinilai tidak konsisten. Di tengah alasan efisiensi akibat minimnya pesanan, perusahaan justru disebut masih mempertahankan pekerja kontrak dan outsourcing, bahkan dikabarkan tengah melakukan ekspansi usaha.

“Kalau memang alasan efisiensi karena kekurangan order, kenapa justru ada perluasan usaha? Kenapa yang diberhentikan malah pekerja tetap?” kata Dadeng.

Situasi di lingkungan kerja kini dipenuhi kecemasan. Karyawan yang masih bertahan merasa tidak tenang, karena sewaktu-waktu bisa saja menerima kabar serupa.

Upaya penyelesaian sebenarnya telah dilakukan melalui mediasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi hingga pengawasan tingkat provinsi. Namun, belum ada hasil konkret. Anjuran untuk tetap bekerja selama proses berjalan dinilai belum memberikan jaminan perlindungan bagi para buruh.

Kedatangan mereka ke Pendopo menjadi bentuk harapan terakhir agar pemerintah daerah turun tangan. Para buruh mendesak adanya audiensi dengan pihak perusahaan serta penghentian sementara proses PHK sampai ditemukan solusi yang adil dan sesuai aturan ketenagakerjaan.

Mereka berharap pemerintah tidak tinggal diam terhadap persoalan ini, mengingat dampaknya yang besar terhadap kehidupan para pekerja dan keluarganya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik