26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 182

Liga 1 Bergulir Usai Lebaran, Arema FC vs Malut United Berakhir Imbang

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kompetisi Liga 1 Indonesia kembali bergulir setelah libur Lebaran dengan mempertemukan Arema FC melawan Malut United. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Jumat (3/4/2026) tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1 setelah kedua tim saling mencetak gol di babak pertama.

Arema FC yang tampil sebagai tuan rumah berhasil membuka keunggulan pada menit ke-27. Gol tercipta melalui skema bola mati setelah Gustavo Franca mengeksekusi tendangan pojok yang kemudian dimanfaatkan oleh Hansamu Yama melalui sundulan di depan gawang Malut United. Gol tersebut membuat Arema FC unggul sementara 1-0.

Namun keunggulan Arema FC tidak bertahan lama. Malut United berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-41 melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh David da Silva. Penyerang yang juga menjadi top skor sementara liga tersebut sukses menaklukkan penjaga gawang Arema FC dan mengubah skor menjadi 1-1.

Berdasarkan statistik pertandingan, Malut United unggul dalam penguasaan bola dengan 64 persen, sementara Arema FC mencatatkan 36 persen. Arema FC melepaskan 13 tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran, sedangkan Malut United menghasilkan 12 tembakan dengan enam mengarah ke gawang.

Meski kedua tim berusaha mencetak gol tambahan di babak kedua, hingga peluit panjang dibunyikan tidak ada gol tambahan yang tercipta. Hasil imbang ini membuat Arema FC dan Malut United harus puas berbagi satu poin dalam laga yang menandai kembalinya kompetisi Liga 1 setelah jeda Lebaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pesona Estetik Curug Larangan, Magnet Wisatawan di Momen Wafat Isa Al-Masih

0

Wartain.com || Objek wisata Curug Larangan yang terletak di Kampung Cisaar, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi primadona kunjungan wisatawan pada libur peringatan wafat Isa Al-Masih, Jumat (3/4/2026). Air terjun yang tersohor dengan keindahan alamnya ini terpantau dipadati pengunjung, baik dari masyarakat lokal Sukabumi maupun pelancong dari luar daerah yang ingin memanfaatkan hari libur nasional.

Keindahan aliran air yang jatuh di antara tebing batu eksotis menjadi daya tarik utama mengapa destinasi ini selalu ramai. Tak hanya menawarkan udara yang sejuk, Curug Larangan juga menyediakan berbagai spot foto estetik yang menjadi incaran para pencinta fotografi dan pengguna media sosial. Keasrian alam di Desa Girimukti ini dinilai mampu memberikan ketenangan bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari rutinitas perkotaan.

Peningkatan volume kunjungan ini dikonfirmasi oleh warga setempat yang menyaksikan antusiasme wisatawan sejak matahari terbit. Wandi, salah seorang warga sekitar, menuturkan bahwa kepadatan arus lalu lintas menuju area curug sudah mulai terlihat sejak pagi hari.

“Hari ini dari pagi sudah banyak kendaraan yang keluar masuk, ramai sekali yang mau berwisata ke curug,” ujar Wandi saat ditemui di sekitar lokasi Kampung Cisaar.

Menurut Wandi, fenomena membeludaknya pengunjung ini sebenarnya bukan hal baru bagi warga Desa Girimukti. Curug Larangan memang telah menjadi tujuan favorit yang konsisten menarik minat massa setiap kali kalender menunjukkan tanggal merah.

“Tidak hanya hari ini saja, biasanya di setiap akhir pekan juga kondisinya sama, selalu ramai didatangi orang dari mana-mana,” tambahnya.

Hingga sore hari, arus kendaraan roda dua maupun roda empat masih terpantau memadati area parkiran. Pihak pengelola lokal pun terus bersiaga untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para wisatawan. Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Curug Larangan kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan dalam peta pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Unggul Tipis dari Kompetitornya, Tripudi Resmi Pimpin Desa Sumberjaya pada Pilkades PAW Tahun 2026

0

Wartain.com || Proses Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, resmi berakhir pada Kamis ( 2/4/2026). Puncak tahapan Pilkades PAW tersebut ditandai dengan digelarnya Musyawarah Desa (Musdes) pemilihan yang berlangsung di SDN Sumberjaya, Desa Sumberjaya dan berjalan tertib serta lancar.

Musdes dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut forkopimcam Tegalbuleud, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ketua BPD Desa Sumberjaya, Pjs Kepala Desa Sumberjaya, jajaran kepala desa se-Kecamatan Tegalbuleud, panitia Pilkades PAW, serta unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perwakilan pemilih.

Kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari unsur Muspika Kecamatan Tegalbuleud. Setelah dibuka secara resmi, forum Musdes menyepakati mekanisme pemilihan dilakukan melalui pemungutan suara langsung dengan sistem suara terbanyak.

Dalam Pilkades PAW Desa Sumberjaya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) tercatat sebanyak 155 orang. Para pemilih merupakan perwakilan dari sembilan unsur masyarakat, antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, kelompok tani, unsur perempuan, pemerhati perlindungan anak, perwakilan masyarakat miskin, serta unsur masyarakat lainnya yang telah ditetapkan sesuai ketentuan.

Tiga kandidat maju dalam pemilihan Kepala Desa PAW, yakni Tripudi Indriyanto dengan nomor urut 1, Uneng nomor urut 2, dan Sumarna nomor urut 3.

Pencoblosan mulai dilaksanakan sekitar pukul 10.35 WIB. Dari hasil penghitungan suara Tripudi Indriyanto keluar sebagai peraih suara terbanyak dengan 65 suara. Disusul Uneng yang memperoleh 55 suara dan Sumarna dengan 35 suara. Berdasarkan hasil tersebut, Tripudi Indriyanto resmi ditetapkan sebagai Kepala Desa Pengganti Antar Waktu Desa Sumberjaya

Perwakilan DPMD Kabupaten Sukabumi Sonny , menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musdes yang dinilai telah berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Ia berharap kepala desa terpilih dapat segera beradaptasi dan memahami regulasi penyelenggaraan pemerintahan desa agar roda pemerintahan berjalan optimal.

Sementara itu, Camat Tegalbuleud, Encep Iskandar mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh rangkaian Pilkades PAW. Menurutnya, proses pemilihan telah mencerminkan keterlibatan unsur masyarakat yang representatif dan menghasilkan keputusan berdasarkan suara terbanyak.

Ia juga berharap kepemimpinan baru di Desa Sumberjaya mampu membawa perubahan positif, memperkuat koordinasi dengan seluruh elemen, serta mampu menampung dan merealisasikan aspirasi warga secara berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan oleh unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas. Hingga acara berakhir, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, menandai suksesnya pelaksanaan Musdes Pemilihan Kepala Desa PAW Desa Sumberjaya Tahun 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dinas Pertanian Sukabumi Turun Tangan Jaga Pesisir, Dorong Lingkungan Bersih Pasca Lebaran

0

Wartain.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan, terutama di wilayah pesisir yang mengalami peningkatan volume sampah saat libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan aktif dalam kegiatan bersih-bersih di sepanjang jalur wisata Palabuhanratu hingga Cisolok yang dilaksanakan secara serentak pada Kamis (2/4/2026).

Aksi ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan.

“Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas lahan serta produktivitas pertanian. Ekosistem yang terjaga akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan sektor pangan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kualitas lingkungan yang baik akan berpengaruh langsung terhadap kesuburan lahan serta hasil produksi pertanian. Ekosistem yang terjaga diyakini mampu mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Selain sebagai destinasi wisata, kawasan pesisir Sukabumi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor pertanian dan usaha lokal. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus meningkat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dibiarkan Berlarut, Banjir di Sayati Jadi Bukti Lemahnya Penanganan Pemerintah

0

Wartain.com || Banjir yang terus melanda RW 09 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, hingga kini belum juga terselesaikan. Permasalahan yang berlangsung bertahun-tahun ini dinilai sebagai bukti lemahnya penanganan pemerintah terhadap krisis lingkungan yang dihadapi warga.

Setiap hujan turun, kawasan tersebut kembali terendam. Air menggenangi jalan hingga masuk ke dalam rumah warga, menyebabkan aktivitas terganggu dan kerugian материil yang terus berulang.
Satu-satunya narasumber dalam laporan ini, M. Nabil Luthfi, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi bukan lagi persoalan baru, melainkan masalah lama yang tak kunjung mendapatkan solusi nyata.

“Banjir ini sudah terjadi bertahun-tahun dan selalu berulang setiap hujan turun. Sampai sekarang belum ada penanganan yang benar-benar tuntas,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan adanya sikap apatis dari pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, berbagai keluhan yang disampaikan warga selama ini belum mendapatkan respons yang serius.

“Kami sudah sering menyampaikan keluhan, tapi belum ada tindakan nyata. Seolah-olah masalah ini dibiarkan begitu saja tanpa solusi yang jelas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nabil juga menyoroti dampak banjir yang tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat secara luas.

“Genangan air yang terus terjadi bisa menjadi sumber penyakit. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita semua, apalagi kalau dibiarkan terus-menerus,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dan menyeluruh untuk menyelesaikan persoalan ini, mulai dari perbaikan sistem drainase hingga penataan lingkungan yang lebih baik.

Jika tidak segera ditangani, banjir yang terus berulang ini dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mempertegas lemahnya kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warganya.***

Editor : Aab Abdul Malik

Karbala: Cermin Abadi Manusia

0
Oplus_131072

Oleh : Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Wartain.com || Karbala bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Ia bukan tragedi yang tiba-tiba muncul di padang tandus sejarah.
Ia adalah puncak dari sebuah pola panjang-pola yang telah dimulai sejak manusia pertama mengenal konflik antara kebenaran dan ego.

Ketika Qabil dan Habil berdiri di hadapan Tuhan, yang satu membawa keikhlasan,
yang lain membawa kedengkian—
di situlah darah pertama tertumpah.
Bukan sekadar darah manusia. Tapi darah kebenaran yang ditolak oleh ego.

Sejak saat itu, sejarah tidak pernah benar-benar berubah. Para nabi datang membawa cahaya, namun hampir selalu disambut dengan penolakan. Mereka tidak hanya dilawan, tetapi juga dihinakan, diusir, bahkan dibunuh.

Dan yang lebih halus—ajaran mereka dipelintir, maknanya diubah, hingga kebenaran itu sendiri kehilangan wajah aslinya. Apa yang terjadi pada Isa adalah salah satu contoh paling tragis dalam sejarah spiritual manusia.

Bukan hanya sosoknya yang menjadi sasaran, tetapi juga makna dirinya.
Kebenaran yang dibawanya tidak dihancurkan secara langsung, melainkan diubah secara perlahan— hingga manusia menyembah sesuatu yang bukan lagi ajaran aslinya. Di titik ini, kita mulai memahami bahwa musuh kebenaran tidak selalu menghancurkan.

Terkadang… ia justru melestarikan—
namun dalam bentuk yang telah kehilangan ruhnya. Dan ketika kita sampai pada peristiwa Karbala, pola itu mencapai bentuk yang paling menyakitkan.

Karena kali ini… yang melawan kebenaran bukan orang luar. Melainkan mereka yang mengaku sebagai bagian dari umat itu sendiri.

Husain ibn Ali tidak berdiri di hadapan kaum yang tidak mengenal Tuhan.
Ia berdiri di hadapan umat yang: membaca kitab yang sama,  mengucap syahadat yang sama,  mengaku mencintai kakeknya, Muhammad.

Namun dalam kenyataan— mereka telah kehilangan ruh dari ajaran itu sendiri. Inilah ironi terbesar dalam sejarah manusia. Bahwa kebenaran tidak selalu dihancurkan oleh musuhnya.

Kadang… ia dihancurkan oleh mereka yang mengaku membelanya. Dan di situlah Karbala menjadi bukan sekadar peristiwa.
Ia menjadi cermin. Cermin yang memantulkan satu pertanyaan yang tidak pernah usang: Apakah kita benar-benar berada di jalan kebenaran… atau hanya merasa berada di dalamnya?(***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Lonjakan Kendaraan Picu Antrean Panjang di Exit Tol Parungkuda Saat Libur Panjang

0

Wartain.com || Arus lalu lintas di Exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mengalami kepadatan signifikan pada Jumat (3/4/2026) seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir pekan.

Kendaraan dari arah Jakarta menuju Sukabumi tampak mengular panjang saat hendak keluar dari ruas tol menuju jalur arteri.

Pantauan di lapangan menunjukkan dominasi kendaraan pribadi yang memadati jalur tersebut. Banyak pengendara memanfaatkan momen long weekend untuk berwisata ke sejumlah destinasi di wilayah Sukabumi, sehingga volume kendaraan melonjak sejak pagi hari.

Petugas Patroli Bocimi, Maulana Farjal, mengungkapkan bahwa peningkatan arus kendaraan mulai terlihat sejak pukul 07.00 WIB. Bahkan, antrean sempat memanjang hingga Kilometer 72 di dalam ruas Tol Bocimi.

“Peningkatan volume kendaraan itu kurang lebih dimulai dari pukul 07.00 sampai 07.30 pagi. Berhubung sekarang weekend juga, Jumat-Sabtu-Minggu, maka volume kendaraan cukup tinggi. Antrean dari arah Jakarta menuju Sukabumi lumayan padat,” ujar Maulana.

Untuk mengatasi kepadatan, petugas telah melakukan rekayasa dan pengaturan lalu lintas di beberapa titik, termasuk di persimpangan lampu merah Parungkuda. Langkah ini dilakukan agar arus kendaraan tetap bergerak meskipun terjadi perlambatan. Sejumlah pengguna jalan mengaku harus menghabiskan waktu cukup lama untuk keluar dari tol.

Beberapa di antaranya bahkan terjebak antrean hingga lebih dari satu jam. Kondisi ini dinilai kerap terjadi setiap kali libur panjang, terutama di jalur penghubung Jakarta–Sukabumi.

Hingga siang hari, aparat kepolisian bersama petugas tol masih berjaga dan melakukan pengaturan guna mengurai kemacetan. Pengendara diimbau untuk tetap bersabar, menjaga kondisi tubuh, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

PLN UP3 Sukabumi Hadirkan Listrik Desa, Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Pedesaan

0

Wartain.com ||  PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Program ini menjadi salah satu upaya strategis PLN dalam menghadirkan energi listrik hingga ke pelosok serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.

Melalui program Lisdes, PLN menghadirkan listrik bagi desa-desa yang sebelumnya belum terjangkau jaringan listrik secara optimal. Kehadiran listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Kepala Desa Darmareja, Cecep, menyampaikan apresiasi atas upaya PLN dalam menghadirkan listrik di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran listrik membawa perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat desa.

“Dengan adanya listrik, aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah dan produktif. Usaha kecil mulai berkembang, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman di malam hari, dan roda perekonomian desa semakin bergerak,” ujarnya, Kamis 02/04/2026.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati, menegaskan bahwa program Lisdes merupakan salah satu langkah nyata PLN dalam mendukung pembangunan nasional, terutama dalam upaya pemerataan energi listrik hingga ke daerah pelosok.

“PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan listrik yang andal dan merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat. Program Lisdes menjadi wujud nyata kehadiran PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan,” ungkap Eka.

Ia menambahkan bahwa PLN tidak hanya fokus pada penyambungan listrik, tetapi juga memastikan keandalan pasokan serta keselamatan penggunaan listrik di masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa program Lisdes memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.
“Listrik merupakan fondasi utama dalam pembangunan. Dengan adanya akses listrik, berbagai sektor seperti UMKM, pendidikan, dan layanan publik dapat berkembang lebih optimal. PLN akan terus memperluas jangkauan listrik guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Sugeng.

PLN berharap melalui Program Listrik Desa, semakin banyak wilayah yang dapat menikmati manfaat listrik, sehingga tercipta pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Misteri Kenaikan Harga Kantong Plastik di Pasar Palabuhanratu: Beban Baru bagi Pedagang Kecil

0

Wartain.com || Para pedagang di Pasar Semi Modern Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mulai mengeluhkan kenaikan harga kantong plastik yang terjadi secara signifikan pada Jumat, 3 April 2026. Hingga saat ini, para pedagang mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab di balik meroketnya harga kebutuhan pengemasan tersebut di pasaran.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh Yudi, pemilik kios daging ayam PD Yuhay. Menurutnya, harga satu pak kantong plastik merah ukuran besar yang biasanya dibanderol Rp18.000, kini melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp23.000. Selisih harga yang mencapai Rp5.000 per pak tersebut dinilai sangat memberatkan beban operasional harian para pedagang.

Yudi menjelaskan bahwa melonjaknya biaya pengemasan ini menjadi faktor utama yang memaksa dirinya dan rekan sejawat untuk menyesuaikan harga jual komoditas kepada konsumen. Kondisi ini membuat para pedagang serba salah, karena kenaikan harga jual berisiko menurunkan daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

Keluhan senada datang dari Maidin, pemilik Rumah Makan Aira yang sehari-hari bergantung pada kantong plastik untuk layanan pesan antar. Ia mengaku sangat menyayangkan kenaikan harga yang mendadak ini. Bagi pengusaha kuliner seperti dirinya, penggunaan plastik adalah komponen wajib yang sulit digantikan, sehingga kenaikan harga plastik secara otomatis menggerus margin keuntungan usahanya.

Kini, para pedagang di Pasar Semi Modern Palabuhanratu berharap pihak terkait atau pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengecek ketersediaan stok dan stabilitas harga di tingkat distributor. Mereka mengkhawatirkan jika tren kenaikan ini terus berlanjut tanpa penyebab yang jelas, akan memicu efek domino terhadap harga bahan pokok lainnya di wilayah Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Aksi Bersih-Bersih Pasca Lebaran: Dinas Perikanan Sukabumi Turun Tangan

0

Wartain.com || Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi turut serta dalam kegiatan korve atau aksi bersih-bersih massal di sepanjang jalur wisata utama Palabuhanratu hingga Cisolok, Kamis (2/4/2026).

Diketahui, kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata penanganan sampah pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

‎Aksi lingkungan tersebut dilaksanakan menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta instruksi Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sukabumi terkait pengendalian sampah hari raya.

Mengingat tingginya aktivitas wisatawan selama libur Lebaran, volume sampah di ruas jalan pesisir mengalami peningkatan signifikan.

‎Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Cisolok. Dalam apel tersebut, dilakukan pembagian titik lokasi pembersihan bagi seluruh instansi yang terlibat agar aksi berjalan efektif dan merata.

‎Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmennya dengan menerjunkan sedikitnya 30 orang pegawai yang mengenakan pakaian olahraga dan membawa perlengkapan kebersihan mandiri.

Tim Dinas Perikanan mendapatkan tugas untuk menyisir dan membersihkan area mulai dari titik Baim Sport hingga kawasan Pasar Karangpapak.

‎“Partisipasi kami ini adalah bentuk dukungan terhadap program pemerintah daerah dalam menjaga estetika dan kelestarian lingkungan pesisir. Kami ingin memastikan kawasan wisata tetap nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang masih berkunjung,” ujar perwakilan Dinas Perikanan di lokasi.

‎Dalam aksi ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memfasilitasi armada pengangkutan sampah untuk mengangkut seluruh hasil pembersihan dari berbagai titik lokasi.

‎Melalui gerakan ini, diharapkan kesadaran akan kebersihan lingkungan di kawasan wisata pesisir terus meningkat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)