26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 183

Laksanakan Fungsi Pengawasan, Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Bedah Rencana Anggaran 2027

0
Oplus_131072

Wartain.com || Komisi IV DPRD menggelar Rapat Kerja (Raker) maraton bersama jajaran mitra strategis, bertempat di Aula Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Rabu 01/04/2026.

Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan bedah mendalam terhadap rencana anggaran tahun 2025 guna memastikan efektivitas dan transparansi penggunaan dana publik.

Rapat ini dihadiri oleh jajaran penting, mulai dari Dinas Kesehatan yang dipimpin H. Maskur Alawi, Dinas Sosial di bawah arahan Bangbang Widyantoro, Kabag Kesra H. Andi, hingga perwakilan RSUD Sekarwangi dan 58 kepala Puskesmas se-Kabupaten Sukabumi.

Fokus Utama Pengawasan:Tindak Lanjut LKPJ

Salah seorang anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, dari Fraksi Partai Demokrat, Saepuloh, atau yang akrab disapa Badot, menyatakan bahwa hasil rapat ini akan menjadi catatan krusial Komisi IV untuk dibawa ke forum Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati.

Sinkronisasi Program

Raker tersebut digelar untuk memastikan program di bidang kesehatan, sosial, dan kesejahteraan rakyat selaras dengan kebutuhan masyarakat di tahun mendatang.Efisiensi Anggaran: Meninjau kembali pos-pos anggaran di tingkat RSUD dan Puskesmas agar pelayanan dasar tetap menjadi prioritas utama.

“Hari ini kita duduk bersama mitra kerja untuk menyisir anggaran 2027. Ini adalah bagian dari fungsi pengawasan kami agar setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar berdampak bagi masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk paripurna LKPJ nanti,” ujar Saepuloh.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Isu PHK di Parungkuda, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Antisipasi Terjunkan Tim

0
Oplus_131072

Wartain.com || Adanya isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali menghantui sektor industri manufaktur di Kabupaten Sukabumi. PT Star Comgistic Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Parungkuda dikabarkan tengah menghadapi rencana PHK terhadap karyawannya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menegaskan pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk memvalidasi kondisi perusahaan.

“Kami sudah menerjunkan tim untuk menelusuri terkait PHK tersebut, apakah sudah terjadi atau belum. Sesuai tugas dan fungsi, kami mengedepankan pembinaan secara bipartit,” kata Sigit, Rabu (1/4).

Menurutnya, fokus utama pemerintah adalah menjadi jembatan antara manajemen perusahaan dengan serikat pekerja. Dialog bipartit menjadi opsi wajib sebelum langkah drastis diambil.

“Harapan kami PHK di PT tersebut tidak terjadi. Kita tahu sendiri, dalam kondisi sekarang mencari pekerjaan baru itu sangat sulit,” tambahnya.

Disnakertrans khawatir jika PHK benar-benar terjadi, hal itu akan menimbulkan efek domino yang luas, mulai dari hilangnya mata pencaharian ribuan buruh hingga terganggunya iklim investasi di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Waspada! Jangan Tertipu: Nomor HP Pejabat Distan Kabupaten Sukabumi Dicatut 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi mengeluarkan imbauan agar masyarakat waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah. Nomor kontak yang mencatut nama Kepala Bidang PPBP, Gilar M Akmal, diduga digunakan untuk melakukan komunikasi mencurigakan.

Gilar menegaskan bahwa nomor tersebut bukan miliknya dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. “Jangan mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan pejabat Dinas Pertanian tanpa verifikasi yang jelas,” katanya.

Masyarakat diimbau untuk melakukan konfirmasi melalui saluran resmi pemerintah jika menerima pesan mencurigakan. Pastikan setiap informasi diverifikasi melalui kanal resmi Dinas Pertanian atau dengan datang langsung ke kantor.

Peringatan ini disampaikan menyusul beredarnya nomor kontak yang mencatut nama Kepala Bidang PPBP Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Gilar M Akmal. Nomor tersebut diduga digunakan untuk melakukan komunikasi mencurigakan, baik melalui pesan singkat maupun aplikasi percakapan.

“Nomor yang beredar itu bukan milik saya. Jangan mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan pejabat Dinas Pertanian tanpa verifikasi yang jelas,” kata Gilar kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, modus penipuan dengan mencatut nama pejabat pemerintah kini semakin beragam dan menyasar berbagai kalangan, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Karena itu, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menekankan pentingnya literasi digital serta kehati-hatian dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan permintaan data pribadi, bantuan, maupun transaksi keuangan.

Gilar juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan konfirmasi melalui saluran resmi pemerintah apabila menerima pesan mencurigakan.

“Pastikan setiap informasi diverifikasi melalui kanal resmi Dinas Pertanian atau dengan datang langsung ke kantor. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat kurangnya kehati-hatian,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Mengetuk Pintu Langit, Memperkuat Bumi Pertiwi: Sholawat sebagai Energi Pertahanan Nasional

0

Wartain.com || Di tengah gemuruh konflik global yang kian tak menentu, Indonesia berdiri di ambang ujian sejarah. Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bukan sekadar mandat politik, melainkan amanah spiritual untuk menjaga keselamatan negeri. Dalam kacamata filsafat, kepemimpinan adalah jembatan antara kehendak rakyat dan takdir Tuhan. Di sinilah Doa dan Sholawat hadir bukan sekadar ritual, melainkan “senjata batin” yang menggerakkan solidaritas nasional.

Spritualitas Sholawat: Pondasi Ketahanan Mental

Sholawat adalah manifestasi cinta yang melampaui logika materialistik. Ia adalah energi pengikat yang menyatukan hati. Saat dunia dihantui ancaman krisis pangan dan energi, kekuatan spiritual menjadi benteng pertama agar bangsa ini tidak terjebak dalam kepanikan (chaos). Dengan ber-sholawat, kita mengaktivasi kesadaran kolektif bahwa kekuatan sejati berasal dari Yang Maha Kuasa, yang kemudian ditransformasikan menjadi gerakan gotong royong di dunia nyata.

Sinergi Tokoh dan Gerakan Rakyat Semesta

Keselamatan negeri menuntut penguatan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Ini bukan hanya tugas militer, melainkan keterlibatan aktif pesantren, masjid, padepokan, lembaga pendidikan, hingga tokoh budaya.

Anto Kusumayuda, Ketua Umum PPJNA 98, menegaskan dukungannya terhadap integrasi kekuatan ini. Menurutnya, kepemimpinan Prabowo-Gibran memerlukan dukungan penuh dari akar rumput untuk mengoptimalkan semua potensi domestik. “Persatuan adalah harga mati. Kita harus merapatkan barisan, mengesampingkan perbedaan demi menghadapi ancaman global yang nyata di depan mata,” ujarnya.

Senada dengan itu, Yudi Suryadikrama, Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, melihat getaran doa sebagai katalis persatuan. “Dzikir dan doa bagi pemimpin adalah tradisi luhur. Ini adalah upaya mengetuk pintu langit agar Presiden dan Wakil Presiden diberi kekuatan, kebijakan, dan perlindungan dalam menahkodai kapal besar Indonesia melewati badai krisis,” ungkap Yudi.

Literasi dan Kepekaan Sosial

Menghadapi tantangan zaman, kecerdasan spiritual harus dibarengi dengan kecerdasan literasi. Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah Putih, menekankan pentingnya kepekaan kebersamaan. “Masyarakat harus cerdas memilah informasi agar tidak terpecah belah. Gotong royong harus dimulai dari literasi yang sehat di tingkat desa hingga kota, mendukung kedaulatan pangan dan energi secara mandiri,” tegasnya.

Kesimpulan

Menghadapi krisis global bukan hanya soal kecanggihan teknologi atau strategi ekonomi, melainkan soal kedalaman tauhid dan solidaritas. Sholawat yang menggema di pesantren, masjid, dan padepokan adalah “bahan bakar” bagi jiwa bangsa. Dengan sinergi antara ulama, tokoh budaya, dan pemerintah, Indonesia tidak hanya akan selamat, tetapi muncul sebagai bangsa yang mandiri, kuat, dan diberkahi.

Mari kita jadikan setiap tarikan napas gotong royong sebagai bentuk ibadah nyata mewujudkan kemandirian dan untuk menjaga kedaulatan NKRI.***

Penulis : Abdul Salam Nur Ahmad (Sekjen PPJNA 98)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkab Sukabumi Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, DKUKM: 28 Unit Sudah Rampung

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggenjot pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat berbasis desa. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung agenda strategis nasional di sektor ekonomi kerakyatan.

Memasuki akhir Maret 2026, realisasi pembangunan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Dari total unit yang direncanakan, sebanyak 28 koperasi telah selesai dibangun sepenuhnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan.

“Per 30 Maret 2026, sebanyak 28 bangunan KDKMP sudah selesai 100 persen,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa percepatan pembangunan harus tetap memperhatikan kualitas, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kita harus cepat dalam pembangunan, tapi jangan sampai menimbulkan masalah di akhir. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama agar selesai tepat waktu dan hasilnya baik,” tegasnya.

Sri Hastuty menambahkan, kesiapan lahan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pembangunan di lapangan. Pemerintah daerah akan langsung mengeksekusi pembangunan apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi.

“Pada prinsipnya, kalau lahannya sudah siap, kami langsung lakukan pembangunan,” katanya.

Dengan progres yang terus meningkat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis target pembangunan Koperasi Merah Putih dapat segera tercapai. Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Dua Pelajar SMAN 3 Kota Sukabumi Wakili Indonesia di Forum Internasional Rusia, Pemkot Beri Apresiasi

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi memberikan penghargaan atas prestasi dua pelajar SMA Negeri 3 Kota Sukabumi, Shusfika dan Ruby, yang terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang International Youth Conference di Rusia.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan kedua pelajar itu menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Sukabumi memiliki daya saing di tingkat global.

“Atas nama Pemerintah Kota Sukabumi, saya merasa bangga atas pencapaian Shusfika dan Ruby dari SMA Negeri 3 Kota Sukabumi. Terpilihnya dua siswa ini sebagai delegasi resmi Indonesia di ajang International Youth Conference di Rusia membuktikan bahwa Kota Sukabumi mampu mencetak talenta berkelas dunia,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Audiensi bersama kedua pelajar tersebut difasilitasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda yang berprestasi di kancah internasional.

Kepala Disporapar Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menilai capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Ia menyebut, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi generasi muda Sukabumi mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

“Alhamdulillah, ini adalah kebahagiaan bagi Kota Sukabumi. Meskipun kota ini relatif kecil, namun mampu memberikan kontribusi nyata bagi tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

International Youth Conference merupakan forum internasional yang berada di bawah naungan pemerintah Rusia melalui program Movement of the First serta inisiatif IYAKO.

Kegiatan ini mempertemukan delegasi muda dari berbagai negara untuk membahas isu-isu strategis, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan anak di tingkat global.

Dalam forum tersebut, peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga dituntut menghasilkan gagasan yang dapat diimplementasikan. Shusfika mengungkapkan bahwa dirinya bersama Ruby akan terlibat aktif dalam pembahasan berbagai isu anak dari perspektif lintas negara.

“Kami akan membahas isu-isu anak dan pertukaran sudut pandang antarnegara. Target akhirnya adalah menyusun buku panduan untuk membantu peserta di masa mendatang,” jelasnya.

Wali Kota Sukabumi turut mengapresiasi rencana penyusunan buku panduan tersebut. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan pola pikir yang visioner serta komitmen generasi muda dalam menciptakan dampak berkelanjutan.

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disporapar juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung putra-putri daerah yang memiliki potensi dan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Masyarakat pun diajak untuk memberikan doa dan dukungan agar Shusfika dan Ruby dapat menjalankan perannya dengan baik selama mengikuti kegiatan di Rusia.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Kota Sukabumi untuk terus mengembangkan diri dan berani tampil di panggung dunia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemkot Sukabumi Tekankan Pentingnya Manasik, 18 Jemaah Siap Berangkat Haji 2026

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan pentingnya bimbingan manasik haji sebagai bekal utama bagi calon jemaah sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh agar jemaah dapat melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat.

Hal tersebut disampaikan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sukabumi, Fajar Rajasa, saat membuka manasik haji tingkat kota di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2026).

Ia mengimbau para calon jemaah untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. “Agar pada saat pelaksanaan nanti bisa menjalankan ibadah dengan baik dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sukabumi, Apipudin, mengungkapkan bahwa kuota haji tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut, Kota Sukabumi hanya mendapatkan alokasi sebanyak 35 jemaah.

“Bimbingan manasik haji dilakukan empat kali di tingkat kecamatan, dan sudah dilaksanakan sebelum Bulan Ramadan, dan hari ini bimbingan manasik untuk tingkat kota,” jelasnya.

Namun dari total kuota tersebut, hanya 21 calon jemaah yang telah melunasi biaya perjalanan. Selain itu, adanya mutasi jemaah ke daerah lain membuat jumlah jemaah yang diberangkatkan tahun ini berkurang menjadi 18 orang.

“Ada 4 orang petugas haji juga (yaitu) 1 orang ketua kloter, 1 orang pembimbing ibadah, dan 2 orang petugas kesehatan,” ucapnya.

Para jemaah haji asal Kota Sukabumi dijadwalkan akan berangkat pada 7 Mei 2026. Mereka akan tergabung dalam kloter 13 JKS bersama calon jemaah dari Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Aksi Saling Dorong dan Bakar Ban Warnai Unjuk Rasa IMM Sukabumi, Protes Penolakan Solat Id

0

Wartain.com || Aksi unjuk rasa yang digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi Raya kembali mengguncang pusat Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2026). Puluhan massa turun ke jalan dan memadati kawasan Balai Kota, menyuarakan protes atas ditolaknya penggunaan Lapang Merdeka sebagai lokasi pelaksanaan Salat Id.

Di bawah guyuran hujan, demonstrasi berlangsung memanas. Sejumlah peserta aksi membakar ban di tengah jalan hingga menimbulkan kepulan asap hitam. Ketegangan pun meningkat ketika massa berupaya mendekati area Balai Kota dan terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan yang berjaga.

Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Diki Agustina, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan yang telah berlangsung sejak lama. Ia menyebut, Muhammadiyah sebelumnya telah menempuh prosedur resmi dengan mengajukan permohonan penggunaan Lapang Merdeka pada 20 Maret 2026,
namun berakhir dengan penolakan.

“Proses sudah kami jalani sesuai aturan, tapi hasilnya tetap ditolak. Ini yang memicu kekecewaan kami,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi proses komunikasi antara pihak Muhammadiyah dan Pemerintah Kota Sukabumi yang dinilai tidak menghasilkan titik terang. Menurutnya, dialog yang dilakukan terkesan hanya formalitas tanpa solusi konkret.

“Pembahasan yang terjadi tidak substansial, cenderung normatif, dan tidak memberikan kepastian. Bahkan janji revisi Perwal pun belum ada realisasinya,” kata Diki.

Lebih jauh, ia menyoroti ketidakkonsistenan kebijakan pemerintah dalam pemanfaatan ruang publik. Diki mempertanyakan alasan pelarangan kegiatan ibadah di Lapang Merdeka, sementara kegiatan lain seperti hiburan masih diperbolehkan berlangsung.

“Ini yang kami anggap tidak adil. Seharusnya ada standar yang jelas dan tidak diskriminatif,” tegasnya.

Selain itu, massa juga menyayangkan tidak hadirnya Wali Kota Sukabumi dalam aksi tersebut. Mereka berharap dapat berdialog langsung, namun hingga aksi berakhir, harapan itu tidak terwujud.

“Kami ingin penjelasan langsung dari wali kota dan sekda, tapi keduanya tidak hadir. Ini sangat kami sesalkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Sukabumi sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Muhammadiyah saat menghadiri pelaksanaan Salat Id di Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Namun bagi IMM, permintaan maaf tersebut belum cukup tanpa adanya langkah nyata.

“Permintaan maaf saja tidak cukup. Kami menuntut kejelasan dan tanggung jawab,” kata Diki.

Aksi yang berlangsung hingga menjelang malam itu akhirnya dibubarkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski massa meninggalkan lokasi, IMM menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian dari pemerintah daerah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Timnas Indonesia Tertahan di Peringkat 122 FIFA Usai Gelaran FIFA Series 2026

0

Wartain.com || Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi merilis pembaruan peringkat dunia pada (1/4/2026), yang menempatkan Timnas Indonesia di posisi ke-122. Skuad Garuda harus puas tertahan di peringkat tersebut setelah menyelesaikan rangkaian pertandingan dalam turnamen persahabatan FIFA Series yang berlangsung di akhir Maret lalu. Kamis 2 April 2026.

Pencapaian ini terjadi setelah anak asuh pelatih John Herdman mencatatkan hasil variatif dalam dua laga uji coba internasional. Indonesia sebelumnya sukses meraih kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, namun harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 pada laga final FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan.

Secara poin, kekalahan dari Bulgaria yang memiliki peringkat lebih tinggi (posisi 86) membuat Indonesia kehilangan sekitar 3,81 poin. Saat ini, Indonesia mengoleksi total 1.144,88 poin, yang menyebabkan posisi Garuda disalip oleh Togo dan turun satu peringkat dibandingkan periode sebelumnya di posisi 121.

Di level Asia Tenggara (ASEAN), posisi Indonesia masih tetap kompetitif dengan menempati urutan ketiga terbaik. Indonesia berada di bawah Thailand yang menduduki peringkat ke-93 dunia dan Vietnam di posisi ke-99 dunia, sementara rival serumpun Malaysia masih terpuruk di peringkat ke-135.

PSSI menyatakan bahwa hasil FIFA Series ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim kepelatihan. Fokus utama kini dialihkan untuk mempersiapkan fisik dan strategi pemain menjelang agenda krusial di bulan-bulan mendatang demi mendongkrak kembali posisi Indonesia di tabel peringkat dunia.

Jadwal Mendatang Timnas Indonesia (2026)

Setelah melewati FIFA Series, Timnas Indonesia akan menghadapi jadwal padat, terutama dalam upaya memperebutkan tiket prestisius di kancah internasional. Berikut adalah gambaran agenda yang akan dihadapi:

1. Persiapan Pra-Kualifikasi : Uji coba internasional untuk memantapkan formasi baru.

2. September 2026 : FIFA Matchday Laga persahabatan resmi untuk mendulang poin ranking.

3. November 2026 : ASEAN Championship (Piala AFF) Turnamen bergengsi tingkat Asia Tenggara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Diduga Terkait Suap Ijon Proyek, KPK Geledah dan Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono

0

Wartain.com || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai bernilai ratusan juta rupiah saat melakukan penggeledahan di rumah anggota DPRD Jawa Barat, Ono Surono (ONS). Penggeledahan tersebut dilakukan di kediaman Ono yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK, Budi menyampaikan, bahwa dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan dan menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang ditemukan di ruangan milik ONS.

“Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan dan menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang ditemukan di ruangan saudara ONS,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/4/2026).

Budi menyatakan, penggeledahan terhadap kediaman Ono berlanjut hari ini, yakni yang berada di kawasan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Hari ini, Kamis (2/4), penyidik melanjutkan kegiatan penggeledahan di rumah saudara ONS yang berlokasi di Indramayu,” ujarnya.

Diketahui, penggeledahan kediaman Ono di Kota Bandung dilakukan pada Rabu (1/4/2026). Tindakan tersebut berkaitan dengan kasus dugaan suap ijon proyek yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.

Dalam perkara tersebut, KPK sebelumnya telah memeriksa Ono Surono sebagai saksi pada 15 Januari 2026. Penyidik menelusuri aliran dana dalam kasus suap ijon proyek di Pemerintah Kabupaten Bekasi yang diduga mengalir kepada Ketua DPD PDIP Jawa Barat tersebut. Pasalnya, KPK mencurigai Ono menerima dana dari pihak pemberi suap kepada Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, yakni Sarjan.

“Diduga ikut menerima aliran uang dari saudara SRJ (Sarjan),” ungkap Budi di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

“Untuk jumlah nanti kami akan update lagi karena memang ini masih akan terus didalami apakah penerimaannya ini saja atau juga ada penerimaan-penerimaan lainnya,” tutupnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)