Wartain.com, Sukabumi || Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, kunjungi Lapas Kelas IIB Warungkiara pada Rabu, 12/07/2023. Pada kunjungan kali ini, Kepala BNNK lakukan konseling, sekaligus memberi motivasi kepada warga binaan lapas, pasca Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023 yang bersinergi dengan IAI Kota Sukabumi dan Duta Anti Narkoba.
Selain Kepala BNNK, dalam agenda tersebut turut hadir Jajaran Pejabat Struktual BNNK,Staff Lapas Kelas IIB Warungkiara, KonselorRehabilitasi, dan Duta Anti Narkoba Sukabumi.
Warga Binaan Lapas Warungkiara Diberikan Konseling Jauhi Narkoba
Dalam kunjungannya, Kepala BNNK Sukabumi memberikan penguatan bagi WBP Peserta Rehabilitasi, dalam menjalankan Proses hukum, serta pencegahan agar tidak lagi menggunakan Napza dan memotivasiklien agar tetap semangat dalam menjalani kesehariannya di dalam lapas.
Kegiatan dilanjutkan dengan Konseling Kelompok bagi Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Peserta Rehabilitasi oleh Duta Anti Narkoba Sukabumi. Kepala BNNK melanjutkan kunjungannya pada Blok Wanita, dan memberikan Motivasi bagi WBP dan Tahanan Wanita, agar dapat menerapkan pola hidup sehat didalam lapas, agar kondisi kesehatan tetap terjaga
Kegiatan diakhiri dengan membaca Doa Kedamaian bersama WBP Peserta Rehabilitasi dan diakhiri dengan Foto bersama.***
Wartain.com, Sukabumi || Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), menggagas kegiatan donor darah bertempat di Kantor Palang Merah (PMI) Sukabumi, pada Rabu, 12/07/2023. Dalam acara tersebut turut hadir Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri, untuk meninjau dan ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan darahnya pada acara tersebut.
Pada acara tersebut H. Iyos mengatakan, berdonor darah tidaklah menakutkan. Bahkan, dirinya mengaku badan terasa lebih bugar pasca berdonor darah.
“Tidak ada kendala pasca donor darah ini, malahan badan jadi terasa lebih enak dan ringan”, ujarnya.
Maka dari itu, beliau mengajak masyarakat untuk turut serta menyumbangkan darahnya. Sebab, kegiatan berdonor darah itu sangat menyehatkan badan. Selain itu, darah yang didonorkan dapat digunakan untuk menolong orang lain yang membutuhkan.
“Ayo masyarakat untuk berdonor. Selain beramal, juga menyehatkan badan”, ucapnya.
Bahkan, H. Iyos memuji aksi yang dilakukan Perwosi Kabupatem Sukabumi. Hal ini merupakan sikap kemanusiaam untuk menolong sesama.
“Ini niatan baik yang harus dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat”, ungkap Iyos.
Dalam acara yang sama, Ketua Perwosi Kabupaten Sukabumi Tika Rustika Iyos Somantri mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian HUT ke 56 Perwosi. Dirinya menargetkan 100 labu terkumpul dalam aksi sosial tersebut.
“Ini merupakan rangkaian menuju acara puncak HUT Perwosi, yang rencananya akan dilaksnakan pada akhir Juli atau Agustus. Target kami 100 labu dalam kegiatan, tapi bakalan lebih dari target sepertinya”, beber Tika.
Perwosi Gelar Donor Darah Untuk Kalangan Pejabat Daerah Dan Masyarakat Umum
Pantauan dilapangan, peserta donor darah ini sangat membludak. Baik dari kalangan pejabat pemerintah maupun masyarakat umum lainnya.
“Semua terlibat, sehingga pesertanya Alhamdulillah sangat banyak”, tambahnya.
Maka dari itu, dirinya berharap aksi sosial tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.
“Meskipun hanya setetes darah, semoga dapat bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan”, harapnya.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dr. Hondo Suwito, turut memberi keterangan, beliau merasa bersyukur adanya kegiatan donor darah seperti ini. Kegiatan seperti ini akan berkesinambungan dan menjaga stok darah di Kabupaten Sukabumi.
“Kami berterima kasih adanya kegiatan donor darah yang dilaksanakan Perwosi ini. Kegiatan ini membantu kami dalam menjaga stok darah”, terangnya.
Berkaitan stok darah sendiri, menurutnya cukup melimpah untuk saat ini. Apalagi, dengan kesadaran masyarakat dalam berdonor darah yang relatif meningkat.
“Stok darah memang relatif. Namun untuk saat ini cukup banyak. Bahkan lebih dari 500 labu,” pungkasnya.***
Wartain.com, Sukabumi || Upacara pembukaan TNIManunggalMembangunDesa, tahun anggaran 2023, dilaksanakan di Lapangan Desa Mekarjaya, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu,12/07/2023. Dalam upacara tersebut Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, program TMMD merupakan program operasi bakti TNI, yang terpadu dan berkelanjutan, guna membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah, dalam upaya menyejahterakan masyarakat ke arah yang lebih baik dan mandiri.
“TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara, yang bergerak dari desa atau daerah pinggiran, sehingga sangat membantu aksesibilitas masyarakat yang akan bekerja, bersekolah, beribadah, berkegiatan sosial, dan aktivitas lainnya”, jelas Marwan.
Bupati menyebutkan, program TMMD ini bukan hanya meminimalisir persoalan kemiskinan melalui pembangunan sarana fisik maupun non fisik. Tetapi, juga eksis membangunkan semangat dan menjaga kekompakan terhadap masyarakat dalam mengelola potensi daerah yang dimiliki.
“TMMD ini harus menjadi momentum untuk mempererat jalinan tali silaturahmi, dan juga meningkatkan sinergi antara pemerintahan daerah dengan jajaran TNI, dalam seluruh aspek pembangunan di Kabupaten Sukabumi”, ujarnya.
Dirinya menilai program terpadu antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat, selama ini telah membangun banyak infrasturktur fisik maupun non fisik yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Beliau berharap dengan adanya program TMMD di Desa Mekarjaya, taraf kehidupan masyarakat semakin berkualitas,mandiri, memiliki, spiritualitas tinggi, kreatif dan inovatif serta berkarakter kebangsaan yang kuat.
Bupati Sukabumi Membuka TMMD Tahun Anggaran 2023
Ditempat yang sama, Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Anan Nurakhman menjelaskan, sasaran program TMMD ke-117 di Desa Mekarjaya yakni berupa fisik maupun non fisik. Pembangunan fisik meliputi pengerasan jalan sepanjang 5,8 Kilometer, 20 plat beton saluran air serta saluran irigasi jalan .
Sementara pembangunan non fisik diantaranya, penyuluhan pemerintah desa, wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, bahaya narkoba, program KB, kesehatan umum, pembuatan administratif, UMKM, dan penekanan stunting.
“Ada delapan titik pengaspalan di Desa Mekarjaya diantaranya; ruas jalan di Curug Hilir, Warujajar I, Warujajar II, Cisuru, Ciledeg, Pasir Suuk, Cikaret, dan Ciranji II”, paparnya.
Brigjen TNI Anan berharap, pelaksanaan TMMD di Kabupaten Sukabumi, mobilitas masyarakat bisa lebih mudah dalam peningkatan dan membuka akses perekonomian.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menandatangani naskah program pembangunan TMMD KE 117 serta penyerahan program kepada Dandim 0622.***
Wartain.com, Bandung || Diskusi dengan tema “Gerakan Nasional Bumikan Trisakti, Energi Spiritual Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”, di laksanakan di Roemah Bersama Alumni, Jalan Imam Bonjol no. 16 Kota Bandung, Kamis, 12/07/2023.
Diskusi yang diprakarsai oleh Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI) dan Barikade 98, bertajuk “Laksanakan Semua Amanah Bung Karno, Selamatkan Universitas Trisakti Aset Negara Menjadi PTN BH Dan Mumule (merawat-red) Semua Peninggalan Presiden Soekarno Simbol Spirit Perjuangan Bangsa Indonesia”.
Dalam kegiatan tersebut melibatkan beberapa tokoh aktivis dari lintas generasi , yang meliputi berbagai bidang, seperti pendidikan, pemerintahan, agama, dan budaya.
Budi Hermansyah dari Barikade 98 di dapuk sebagai moderator dalam diskusi tersebut.
Turut hadir dan memberikan keterangan pada awak media, Dewan Pertimbangan Gerakan Bhineka Nasionalis, Dr Andi Talman Nitidisastro mengatakan, bahwa Universitas Trisaksi dulunya diberi nama oleh Soekarno, kemudian diambil oleh pihak swasta, dan dalam diskusi kali ini membuat gerakan bertujuan agar Universitas Trisakti di ambil alih kembali oleh negara.
“Jadi Universitas Trisakti di berikan namanya oleh Soekarna, dulu punya nilai sejarah dan diambil oleh swasta, kita ingin mengembalikan menjadi perguruan tinggi milik negara”, ucapnya kepada awak media.
FDSI dan Barikade 98 Gelar Diskusi Bumikan Trisakti Menuju Indonesia Emas 2045
Dr Andi menambahkan, bahwa nama Trisakti merupakan amanah yang di berikan oleh Bung Karno dan Trisakti sebagai landasan strategis menuju Indonesia sejahtera, adil, makmur.
“Nama Trisakti sebagai amanah dari Presiden Soekarno, Trisakti sebagai landasan dan konsepstrategis untuk menuju Indonesia, sejahtera, adil, makmur berdasarkan ideologi Pancasila”, tambahnya.
Beliau berharap, dari hasil diskusi tersebut, menjadi sebuah gerakan dan rekomendasi yang di usulkan kepada Presiden Joko Widodo, di akhir pemerintahannya.
“Kebetulan momentum ini merupakan waktu yang baik bagi Presiden, untuk menerima semua usulan di akhir pemerintahannya, usulan baik yang fundamental, minimal bisa di sampaikan”, pungkasnya.
Senada dengan keterangan dari Dr Andi, sekretaris Forum Diskusi Sinergi Indonesia (FDSI) Aab Abdul Malik menuturkan ada 3 hal hasil dari diskusi hari ini. Tiga hal tersebut yaitu,
1. Menyerukan pada seluruh rakyat Indonesia, untuk melakukan gerakan nasional secara massif, dalam satu Gerakan Nasional Bumikan Trisakti untuk menghadapi dinamika dan perubahan global,
2. Selamatkan Universitas Trisakti (Simbol Trisakti), merupakan Aset Negara Menjadi PTNBH, jangan dikuasai pihak swasta atau kelompok tertentu. Dan Selamatkan Seluruh Perguruan Tinggi Peninggalan Bung Karno,
3. Muliakan dan kelola dengan baik semua tempat, situs bersejarah peninggalan Bung Karno.***
Wartain.com, Sukabumi || PasanggiriIbingPencak Silat AntarPaguron se-Kabpaten Sukabumi, di laksanakan hari ini, Rabu 12/07/2023, di GOR Pemuda, Cisaat Kabupaten Sukabumi. Wakil Bupati Sukabumi H. Iyos Somantri, membuka rangkaian acara tersebut, ditandai dengan pemukulan gong.
Acara ini, diikuti sekitar 255 peserta yang berasal dari 46 paguron yang ada di Kabupaten Sukabumi. Terdapat sejumlah kategori yang diperlombakan untuk putra/putri. Terutama untuk usia 9 tahun ke bawah, 9-12 tahun, 13-18 tahun, dan 19-35 tahun.
H. Iyos mengatakan, pencak silat sudah diakui Unesco, sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia. Oleh karena itu, pencak silat ini harus terus digelorakan dan disemarakan, terutama di Sukabumi.
“Pencak silat sudah diakui dunia, kita harus melestarikannya. Makanya, kami atas nama pemerintah sangat berterima kasih adanya kegiatan ini,” ujarnya.
Berkaitan hal itu pula, H. Iyos berkeinginan untuk seluruh lapisan masyarakat dapat mengenal dan memahami pencak silat tersebut.
“Dari anak kecil sampai orang dewasa kami inginkan bisa memahami serta mau mengikuti jejak leluhur yang telah melahirkan pencak silat,” ucapnya.
Maka dari itu, Pemda sedang menyusun draft rancangan pengembangan pencak silat di Kabupaten Sukabumi. Hal ini dilakukan agar kegiatan pencak silat di tingkat sekolah, memiliki payung hukum yang pasti.
“Pembudayaan pencak silat di Kabupaten Sukabumi, sudah dilalukan lewat ekstrakurikuler di setiap sekolah. Namun untuk lebih menguatkan, kita sedang menyusun draft untuk payung hukumnya,” ungkapnya.
Berkaitan pertandingan pasanggiriibing pencak silat ini, H. Iyos menekankan sportivitas.
“Menang dan kalah dalam perlombaan merupakan hal yang biasa , namun junjung tinggi sportivitas,” pintanya.
Di waktu yang sama, perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Jawa Barat Yoyo Yahya mengatakan, kegiatan ini merupakan seleksi untuk mengikuti lomba yang sama di tingkat Jabar. Sehingga, pemenang dari lomba saat ini akan mewakili Kabupaten Sukabumi.
“Pemenang dari seleksi ini akan ikut lomba dan mewakili Kabupaten Sukabumi ke tingkat Jawa Barat,” terangnya.
Meskipun kegiatan ini untuk seleksi, namun proses pembinaan pencak silat, jangan sampai kendor. Bahkan, pembinaan harus terus ditingkatkan.
“Terus lakukan pembinaan sampai Kabupaten Sukabumi semakin memiliki nama di tingkat nasional. Apalagi, dukungan pemerintah terhadap pencak silat di Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa,” pungkasnya.***
Wartain.com, Kota Sukabumi || Jajaran Polres Sukabumi Kota, melalui Satuan Tugas (Satgas) Preemtif Operasi Patuh Lodaya 2023, memasang spanduk dan membagikan brosur imbauan Kamselticarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalulintas), kepada sejumlah sopir Angkutan Kota (Angkot), dan masyarakat yang beraktifitas di beberapa ruas jalan protokol Kota Sukabumi, Rabu, 12/07/2023.
Upaya tersebut merupakan, kegiatan preemtif Kepolisian, di tengah Operasi Patuh Lodaya 2023, untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas, dan mengurangi angka pelanggaran Lalulintas, angka kecelakaan maupun fatalitas kecelakaan Lalulintas.
Personel Polres Sukabumi Kota Bagikan Stiker dan Brosur Kesadaran Berlalulintas
Kapusdalopsres Operasi Patuh Lodaya 2023 Polres Sukabumi Kota, AKP Eryda Kusuma mengatakan, Operasi Patuh Lodaya 2023, yang diselenggarakan Polres Sukabumi Kota, mengedepankan upaya preemtif Kepolsian untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat terhadap peraturan Lalulintas.
“Sesuai dengan petunjuk pimpinan, bahwa upaya preemtif harus dikedepankan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2023 ini, memberikan edukasi maupun imbauan Kamselticarlantas untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat terhadap peraturan Lalulintas sehingga mendukung terhadap terciptanya Kamselticarlantas yang nyaman dan kondusif,” kata Eryda.
“Harapan kami dari pihak Kepolisian, tentunya Operasi Patuh Lodaya ini, bisa membuat angka pelanggaran Lalulintas berkurang, angka kecelakaan maupun fatalitas kecelakaan Lalulintas berkurang, dan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas.” pungkasnya.
Perlu diketahui, Polres Sukabumi Kota menyelenggarakan Operasi Patuh Lodaya 2023 selama dua pekan, mulai tanggal 10 hingga 24 Juli 2023.***
Wartain.com, Kota Sukabumi || Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), milik anggota Polsek Sukaraja, Aipda Yusuf, diresmikan langsung oleh Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan, pada Selasa, 11/07/2023. Rumah tersebut berlokasi di Kampung Tugu, RT 003/005, Desa Pasirhalang, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Sejumlah pejabat utama, para Kapolsek dan pengurus Bhayangkari Cabang Sukabumi Kota serta warga sekitar turut hadir dalam acara tersebut.
Kepada wartawan, Kapolres mengatakan, peresmian rutilahu yang dilakukannya merupakan implementasi dari kebijakan Pimpinan Polri, untuk mendorong semangat personel Polri yang memiliki rumah kurang layak huni.
“Hari ini kita meresmikan rutilahu milik salah satu anggota Polres Sukabumi Kota, sebagai bentuk pejabaran terhadap kebijakan pimpinan tertinggi kita, yaitu pak Kapolri dan dijabarkan juga oleh pak Kapolda Jawa Barat. Kita dari Polres Sukabumi Kota, secara bersama-sama melaksanakan kegiatan ini, membedah rumah milik salah satu angota Polres Sukabumi Kota yang kurang layak. Insya Allah ke depan, kita akan melaksanakan kegiatan ini kembali, apabila menemukan tempat tinggal anggota Polres Sukabumi yang kurang layak,” kata Ari kepada awak media.
“Semoga dengan kegiatan ini, akan memberikan semangat kepada anggota dalam pelaksanaan tugas, memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, sehingga keberadaan anggota Polisi tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.” Pungkasnya.
Rutilahu Milik Aipda Yusuf Diresmikan Kapolres Sukabumi Kota
Aipda Yusuf yang merupakan anggota Bhabinkamtibmas Desa Selawangi Polsek Sukaraja mengungkapkan, apresiasinya terhadap Polri yang telah membantu proses perbaikan rutilahu miliknya.
“Syukur Alhamdulilah, saya selaku anggota, atas kebijakan pimpinan Polri, terutama Bapak Kapolres yang sudah menjalankan dari tingkat atas. Kami selaku anggota, sangat berterimakasih banyak, sangat dirasakan manfaatnya,” ujar Yusuf.
Diketahui sebelumnya, bangunan rutilahu seluas 84 meter, yang dihuni Aipda Yusuf beserta istri dan Tiga anak tersebut, mengalami kerusakan cukup parah akibat beberapa penyangga rumah telah lapuk dimakan usia.
Hari jadi Bhayangkara ke-77 menjadi berkah tersendiri bagi Aipda Yusuf dan keluarga, usai mendapatkan bantuan perbaikan rutilahu dari Polres Sukabumi Kota.***
Wartain.com, Bandung || Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, SH, MM, menghadiri Rapat Koordinasi Program Tematik Sektor Pertanahan Tahun 2023, Wilayah Jawa Barat, bertempat di The Papandayan Hotel, Jl. Gatot Subroto No.83, Kota Bandung, Selasa 11/08/2023, yang Diselenggarakan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Sekda menyampaikan, Rakor ini digelar Dalam rangka koordinasi Pengamanan Aset Barang Milik Daerah (BMD), milik Pemerintah Daerah di Wilayah Jawa Barat.
“Hal ini adalah pembahasan percepatan sertifikasi aset pemerintah daerah, dalam
rangka pengamanan aset. dimana KPK akan memantau pelaksanaan sertifikasi, yang dilaksanakan kantor pertanahan, berdasarkan usulan dari pemerintah Kabupaten/Kota. Sehingga aset – aset yg dimiliki akan terjamin keamanannya,” ungkap Ade.
Sekda Ade Menghadiri Rakor Tematik Pertanahan Tahun 2023
Adapun kegiatan ini dilaksanakan, berdasarkan ketentuan yang diatur, dalam Pasal 6 Huruf a, b dan c, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019, tentang Perubahan kedua, atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang, melaksanakan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik, dan dalam rangka Pengamanan Hukum Barang Milik Daerah, Pemerintah Daerah di Wilayah Jawa Barat.
Rapat ini dihadiri perwakilan Kementerian ATR/BPN, Kanwil Pertanahan Jabar, Kantor pertanahan, Serta Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.***
Wartain.com, Jakarta || Rapat Paripurna DPR RI, masa sidang 2022-2023, resmi sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Kesehatan, menjadi Undang-Undang, Selasa, 11/07/2023.
Pada proses pembahasan RUU tersebut, enam Fraksi mendukung atas pengesahan yaitu ; PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, PAN dan PPP. Sementara itu Fraksi Partai NasDem mendukung dengan catatan, serta hanya dua partai yang menolak, yaitu ; Demokrat dan PKS.
“Kami akan menanyakan, kepada fraksi-fraksi, apakah RUUKesehatan dapat disetujui jadi undang–undang?” tanya Puan sebelum ketuk palu.
“Setuju,” riuh anggota DPR yang hadir, menyambut pertanyaan ketua DPR tersebut.
Walaupun RUUKesehatan tersebut sudah disahkan menjadi undang–undang, bukan berarti tidak ada reaksi baik dari anggota DPR yang menolak maupun dari Tenaga Kesehatan (Nakes), tenaga medis, maupun masyarakat lainnya.
Penolakan tersebut, karena disinyalir ada beberapa pasal, yang merugikan Nakes dan tenaga medis, sehingga mereka mempersoalkan pasal – pasal yang tidak berpihak tersebut. Penolakan mereka para Nakes dan tenaga medis, dibuktikan dengan aksi mereka di depan gedung DPR yang melakukan aksi demontrasi.
Sumber foto by Antara
Ada enam pasal yang dipersoalkan oleh para Nakes terkait undang – undangkesehatan tersebut, yaitu :
1. Pasal yang terkait mandatory spending,
Dimana pemerintah beranggapan, alokasi anggaran diatur bukan berdasarkan besarnya alokasi, akan tetapi berdasarkan komitmen belanja pemerintah. Sehingga pemerintah dan DPR sepakat, menghapus alokasi anggaran kesehatan minimal 10 %, dari sebelumnya 5 %.
2. Pasal kemudahan dokter asing membuka praktik,
Persyaratan bagi para dokter untuk membuka praktik, yaitu memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sementara, Surat Izin Praktik (SIP) dan Syarat Minimal Praktik (pasal 233 UU Kesehatan). Akan tetapi, apabila dokter diaspora atau dokter asing, sudah lulus pendidikan spesialis, maka mereka bisa dikecualikan dari persyaratan tersebut.
3. Syarat Surat Keterangan Sehat dan Rekomendasi,
Dalam pasal 235 ayat 1, UUKesehatan disebutkan, “Untuk mendapatkan Surat Izin Praktik (SIP), sebagaimana dimaksud dalam pasal 234 ayat 2, tenaga kesehatan harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), alamat praktik dan bukti pemenuhan kompetensi.”
Hal ini yang jadi polemik, karena IDI beranggapan, aturan itu sama saja mencabut peran organisasi profesi terkait persyaratan praktik tenaga kesehatan.
4. Pembatasan jumlah organisasi profesi
Yang dipersoalkan oleh IDI, apakah nantinya organisasi profesi tunggal itu, diterapkan untuk seluruh jenis tenaga kesehatan, atau satu organisasi profesi menanungi tenaga kesehatan yang spesifik? (Merujuk pasal 314 ayat 2 UU Kesehatan).
5. Konsil kedokteran dibawah menteri
Lagi-lagi IDI mempersoalkan, karena sebelumnya konsil kedokteran bersifat independen dan bertanggungjawab terhadap Presiden. Sementara dalam pasal 239 ayat 2 UUKesehatan, disebutkan, konsil kedokteran dan konsil tenaga kesehatan Indonesia, berkedudukan dibawah dan bertanggungjawab terhadap menteri.
6. Kekhawatiran terjadi kriminalisasi Nakes
Pasal 462 ayat 1 dan 2 UU Kesehatan, mengatur, kelalaian dari dokter dan Nakes, yang mengakibatkan pasien luka berat dan meninggal, akan diancam dengan pidana penjara. IDI menilai ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia kedokteran dan kesehatan, karena tidak ada rincian terkait makna kelalaian.
Menyikapi banyaknya aksi protes dari Nakes dan sebagajn Guru Besar, juru bicara Kementrian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, RUUKesehatan, justru akan membuat masyarakat lebih mudah mengakses dokter dan mendapatkan pengobatan serta layanan kesehatan yang murah.
“Kami menyesalkan para guru besar tersebut, tidak membaca dan tidak Tabayyun, mencari fakta sebenarnya terkait RUUKesehatan,” katanya.***
Wartain.com, Sukabumi || Seorang pria di temukan tewas, usai melompat dari Jembatan Merah Cinumpang, Kabupaten Sukabumi. Pria tersebut diketahui bernama Abdul Mazid (43), warga asal Duren Sawit, Jakarta Timur.
Berdasarkan informasi yang di himpun, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Baru, Jalur Lingkar Utara, Kampung Pasir Tugu, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa, 11/07/2023 siang.
Menurut keterangan saksi, Ela (44) dan Lena (38). Ketika mereka tengah berjualan di area sekitar jembatan, saksi melihat seorang pria mondar- mandir di jembatan, bahkan pria tersebut sempat menggoyang- goyangkan mobil yang terparkir di pinggir jalan.
Saksi menambahkan, setelah menggoyang- goyangkan mobil yang tengah terparkir di ujung jembatan, pria tersebut kemudian berjalan ke bagian tengah jembatan di sebelah utara. Kemudian pria tersebut meloncar dari jembatan setinggi 20 meter yang menyebabkan dirinya tewas.***