26.7 C
Jakarta
Kamis, Juni 18, 2026
Beranda blog Halaman 1810

Rumah Terbakar Di Jampang Tengah Diduga Akibat Korsleting

0

Wartain.com, Sukabumi || Kebakaran menimpa salah satu runah warga di Kampung Cikores Desa Bantaragung, Kecamatan Jampang Tengah, pada selasa 11/07/2023, tepatnya pukul 00:30 WIB.

Menurut keterangan pemilik rumah, Jumadi, peristiwa tersebut diduga akibat korsleting listrik. Kebakaran tersebut menyebabkan sebagian rumah milik Jumadi beserta perabotan lainnya hangus terbakar.

Satu Unit Rumah Terbakar Diduga Akibat Koresleting

Saat ini api sudah bisa dipadamkan menggunakan alat seadanya dibantu masyarakat sekitar. Peristiwa ini kini di tangani oleh Muspika Kecamatan Jampang Tengah, Babinsa, Babinmas, Penerintah Desa Jampang Tengah, dan Intansi lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun satu KK dan dua jiwa banyak kehilangan harta benda. Sementara itu   kerugian material  masih dihitung dan  di inventarisir. Untuk saat in,  bantuan yang  di butuhkan berupa pakaian, selimut, makanan, beserta kebutuhan lainnya.***

Kontributor : Intan

Editor : Raka Azi

Personel Polres Sukabumi Kota Jalani RIKKESLA

0

Wartain.com, Kota Sukabumi ||  Ratusan Personel Polres Sukabumi Kota, termasuk Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo, jalani Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Rikkesla), yang diselenggarakan Biddokkes Polda Jabar, bekerjasama dengan Duta Medika Mandiri,di Mapolres Sukabumi Kota, Selasa 11/07/2023.

Pemeriksaan Kesehatan, yang diikuti 191 personel Polri dan ASN tersebut, meliputi Sampling Darah dan Urine, Tinggi dan Berat Badan, Visus Mata, Tensi Darah, Pemeriksaan Fisik, Rontgen, Ekg, Odontogram, Kesehatan Jiwa, Quality Control serta Treadmill.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasi Humas, IPTU Astuti Setyaningsih, mengatakan rikkesla bagi personel Polri dan ASN bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik maupun psikis personel Polri dan ASN yang bertugas di lingkungan Polres Sukabumi Kota.

Personil Polres Sukabumi Kota Lakukan Rikkesla

“Alhamdulilah, hari ini para personel Polres Sukabumi Kota, bisa mengikuti dan menjalani rikkesla, yang diselenggarakan Biddokkes Polda Jabar, bekerjasama dengan Duta Medika Mandiri, di Polres Sukabumi Kota,” kata Astuti.

“Tentunya hal ini merupakan hal yang positif, sehingga kami bisa mengetahui kondisi kesehatan fisik maupun psikis, yang nantinya dapat mendukung terhadap pelaksanaan tugas kami di lapangan, dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sambungnya.

“Semoga dengan adanya rikkesla ini, masing-masing personel Polri maupun ASN khususnya yang bertugas di lingkungan Polres Sukabumi Kota, bisa menjaga stamina maupun kondisinya masing-masing, guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif.” pungkasnya.***

(Aab/Raka Azi)

Wabup Sukabumi Sambut Kedatangan Tim Recheking Gerakan PKK Jabar

0

Wartain.com, Sukabumi || Kedatangan Tim Rechecking Gerakan PKK Keluarga Sehat dan Tanggap Bencana (Gagah Bencana) Peduli Stunting Provinsi Jawa Barat, di sambut langsung okeh Wakil Bupati Sukabumi H Iyos Somantri, di Aula Kantor Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak, Selasa, 11/07/2023.

Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, akan melalukan rechecking kepada TP PKK Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, yang menjadi salah satu desa, yang masuk kedalam nominasi tiga besar dalam kategori lomba, yaitu Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana).

Wabup Sukabumi Sambut Tim Recheking PKK Jabar

Wabup dalam sambutannya menyampaikan, inovasi dari TP PKK Desa Sekarwangi dalam penanganan stunting, yaitu mulai dari program Tumis Ginseng (tuntaskan masalah balita stunting sesuai gizi isi lingkup), hingga di dibentuknya duta stunting.

“Di desa sekarwangi ada tumis ginseng, ini yang dilakukan oleh kades dengan jajaran dalam menurunkan angka stunting“ ungkapnya.

“Selain itu, kita juga melakukan kolaborasi pentahelix. ketika kita mendeteksi, kita intervensi, baik secara sensitif maupun secara spesifik. Kehadiran tim rechecking disini kita ingin memperlihatkan bukti nyata, effort kita di desa sekarwangi dan kitai siap jadi juara,” jelasnya.***

(Raka Azi/Raika)

Coaching Clinic Implementasi Startegis Sanitasi Kabupaten (SSK) Dibuka Bupati 

0

Wartain.com, Sukabumi || Coaching Clinic 2 sebagai rangkaian kegiatan Implementasi Strategis Sanitasi Kabupaten (SSK), dibuka secara resmi oleh Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, bertempat di pendopo, Selasa, 11/07/2023.

Dalam sambutannya, bupati mengatakan, peran pentahelix sangat penting terkait sanitasi. Apalagi, hal itu sangat berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Berkaitan kebiasaan, harus diedukasi secara terus menerus dan berkesinambungan.Nah, di sini perlu peran semua pihak,” ujarnya saat membuka acara.

Coaching Clinic 2 Implementasi Strategis Sanitasi Kabupaten Dibuka Bupati Sukabumi

Maka dari itu, H. Marwan bersyukur adanya kegiatan ini. Sehingga, semuanya bisa berbagi pengalaman. Hal itu ditambah dengan adanya dukungan dari provinsi hingga kementerian.

“Lewat pengalaman bapak/ibu, saya yakin akan ada solusi yang akan kita dorong terkait sanitasi di Kabupaten Sukabumi. Semoga coaching clinic ini bisa menjadi rujukan dasar di lapangan,” ucapnya.

Selain itu, dirinya berterima kasih kepada pokja, yang berusaha untuk mengedukasi masyarakat, diantaranya Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HKLI).

“Mengedukasi terkait perilaku itu susah, tapi kami yakin bisa ketika kita semua bekerja bersama -sama,” ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan peluncuran paket kebijakan Gerakan Sanitasi Total sa Sukabumi (Gesit Sabumi), oleh Bupati Sukabumi, dilanjutkan dengan penandatangan komitmen bersama.***

(Aab/Ruswandi)

Polisi Tindak  Pelanggar Di Hari Pertama OPS Patuh Lodaya Di Kota Sukabumi

0

Wartain.com, Kota Sukabumi || Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota, tindak Ratusan Pelanggar Lalulintas yang terjaring dalam operasi patuh lodaya 2023 yang digelar Polres Sukabumi Kota, Senin 10/08/2023.

Menurut Kapusdalopres Opreasi Patuh Lodaya 2023 Polres Sukabumi Kota, AKP Eryda Kusuma, hingga pukul 15.00 WIB, tercatat sebanyak 125 pengendara sepeda motor dan 11 pengemudi mobil ditindak Polisi menggunakan ETLE Mobile.

“Jadi di hari pertama operasi patuh lodaya 2023 ini, dari data yang ada hingga pukul 15.00 WIB, sebanyak 136 pelanggar Lalulintas, telah kami tindak menggunakan ETLE Mobile, yang terdiri dari 125 pengendara sepeda motor dan 11 pengemudi mobil,” kata Eryda.

“Adapun jenis pelanggaran terbanyak yaitu pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm keselamatan sebanyak 87 pelanggar,” sambungnya.

Selain penindakan melalui ETLE, petugas Operasi Patuh Lodaya Polres Sukabumi Kota juga memberi teguran terhadap 320 pelanggar Lalulintas lainnya.

“Kami juga memberikan teguran terhadap 320 pengendara dan pengemudi yang kedapatan melanggar Lalulintas di luar sasaran pelanggaran Operasi Patuh Lodaya 2023, seperti ; kendaraan yang tidak dilengkapi dengan kaca spion, tidak membawa SIM saat berkendara dan pelanggaran ringan lainnya,” beber Eryda.

“Dengan adanya hasil ini, tentunya kami dari pihak Kepolsian, mengajak seluruh masyarakat untuk tertib dan disiplin berlalulintas sehingga bisa membantu mewujudkan kamselticarlantas di Kota Sukabumi sekitarnya, mengurangi angka pelanggaran Lalulintas, mengurangi angka kecelakaan dan fatalitas kecelakaan Lalulintas.” pungkasnya.***

(Raka Azi)

Pemkab Sukabumi Intervensi Penurunan Stunting

0

Wartain.com, Sukabumi || Ketua Tim Rechecking, Gerakan PKK Keluarga Sehat Tanggap Bencana (Gagah Bencana) Peduli Stunting Provinsi Jabar, Ety Yuliaty, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, banyak program hebat yang dimiliki Kabupaten Sukabumi, dalam penanganan stunting.

“Banyak inovasi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi. Mulai dari beras stunting, telur, perikanan, dan lain-lain. Ini membuat Sukabumi penurunan stuntingnya sudah lebih baik,” ujarnya saat hadir di Pendopo Sukabumi untuk rechecking Gagah Bencana peduli stunting, Selasa, 11/07/2023.

Tak hanya itu saja, kehadiran dan keterlibatan perangkat daerahnya pun luar biasa. Hal itu termasuk program yang telah dilaporkan PKK Kabupaten Sukabumi sudah sangat luar biasa.

“Top sekali, beberapa perangkat daerah terkait terlibat. Laporan PKK pun luar biasa, terkait lokus yang berada di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Hari ini, akan kita lihat secara langsung dari apa yang dilaporkan PKK,” ucapnya.

Berkaitan rechecking sendiri, dirinya hadir bersama sejumlah perangkat lain. Mereka akan melihat dan menilai secara langsung, fakta di lapangan terkait Gagah Bencana peduli stunting.

“Kami ada lima orang, yang akan melihat semua kelengkapan di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami mengatakan, berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menurunkan stunting. Bahkan dari upaya itu, terwujud sejumlah program yang sudah berjalan.

“Di Dinas Peternakan misalnya, ada pemberian telur yang dibantu CSR peternakan ayam petelur. Terus ada beras nutrizinc. Beras ini sangat bagus untuk menambah nutrisi, bagi orang terindikasi stunting. Makanya, kita sebut beras stunting. Di Dinas Perikanan, memanfaatkan hasil ikan untuk peningkatan gizi anak,” bebernya.

Bupati Sukabumi Terima Tim Recheking Provinsi Jawa Barat Untuk Peduli Stunting

Tak hanya dari sisi konsumsi saja, pembinaan terhadap ibu – ibu pun turut dilakukan. Hal itu salah satunya lewat program Perempuan Hebat untuk Keluarga Berkualitas (Perahu Kertas).

“Lewat Perahu Kertas, kami mendorong perempuan, untuk memberdayakan diri. Sehingga, mereka bisa menunjang ekonomi dan berbagai hal di dalam keluarga,” terangnya.

Semua program yang dimilikinya, tidak terlepas juga dari peran PKK. Apalagi, dengan kader PKK yang melimpah hingga ke tingkat bawah.

“Kader PKK terus membantu kami dengan mengedukasi masyarakat, termasuk permasalahan stunting ini,” jelasnya.

Terakhir, H. Marwan sangat bersyukur hadirnya tim rechecking ke tempatnya. Sebab, kehadirannya dapat memberikan masukan untuk kebaikan Kabupaten Sukabumi.

“Kehadiran ibu ke sini, kami pun meminta masukan untuk progres kebaikan dan kebijakan, dalam penanganan stunting yang lebi baik,” pungkasnya.***

(Aab/Rd. Haraqi Siliwangi)

Apel Pasukan Polres Sukabumi Kota Untuk Gelar Operasi Patuh Lodaya

0

Wartain.com, Kota Sukabumi || Polres Sukabumi Kota, akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2023 selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 10 Juli hingga 23 Juli 2023. Hal itu diketahui usai apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2023, bertempat di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Senin, 10/07/2023.

Operasi Kepolisian, dengan sandi Operasi Patuh Lodaya 2023 tersebut, dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat, terhadap peraturan lalulintas, serta menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas pada korban kecelakaan lalulintas. Hal itu disampaikan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo saat memimpin apel gelar pasukan.

Polres Sukabumi Kota Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2023

“Operasi Patuh Lodaya 2023 ini bertujuan, untuk menurunkan angka pelanggaran lalulintas, angka kecelakaan lalulintas, dan angka fatalitas terhadap korban kecelakaan lalulintas,serta meningkatkan disiplin masyarakat terhadap peraturan lalulintas,” ujar Kapolres dalam sambutannya.

AKBP Ari juga mengatakan, Operasi Patuh Lodaya 2023 ini, akan mengedepankan upaya preemtif Kepolisian, dalam menciptakan Kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman.

“Operasi Patuh Lodaya ini merupakan jenis operasi Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) bidang Lantas, yang mengedepankan kegiatan edukatif dan humanis, serta didukung penindakan hukum secara elektronik mobile atau ETLE,” kata Ari.

Operasi Patuh Lodaya 2023 yang diselenggarakan Polres Sukabumi Kota, didukung oleh 55 personel Polri yang terbagi dalam beberapa Satgas, mulai dari Satgas Preemtif, Preventif, Penegakan Hukum, dan Bantuan Operasi.

Adapun, sasaran utama Operasi Patuh Lodaya 2023 terhadap pelanggaran Lalulintas antara lain ; melawan arus, tidak menggunakan helm, mengemudi dibawa umur, melanggar rambu Lalulintas, mengemudi diluar batas kecepatan, menggunakan handphone saat berkendara dan tidak menggunakan safety belt.***

(Aab/Godam)

Erick Thohir Disebut Wapres Oleh Benny Rhamdani Dihadapan Ratusan PMI

0

Foto: kabari co.id

Wartain.com, Jakarta || Ada hal yang luar biasa, ketika Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, tiba-tiba  mengatakan Erick Thohir Wapres di hadapan ratusan Pekerja Migran Indonesia.

Hal itu diucapkan Benny Rhamdani, saat menyampaikan sambutannys, dalam acara pelepasan 120 PMI Korea Selatan (Korsel) dan 600 prelim dalam program kerjasama G To G di sektor finishing dan manufaktur di hotel Paninsula, Jakarta, Senin, 10/07/2023.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, menyebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai wakil presiden. Momen itu terjadi saat Benny menyampaikan pidato ditengah-tengah sambutannya, di hadapan ratusan PMI.

“Saya tadi minta petugas untuk menempatkan podium kita di pinggir, karena di tengah untuk podiumnya Pak Wakil Presiden, Pak Erick Thohir,” ujar Benny, dalam sambutannya.

Selanjutnya, Benny menjelaskan, perubahan dan berbagai inovasi yang dilakukan BP2MI dalam melayani para PMI, didukung penuh oleh Erick Thohir. Banyak sekali jasa menteri BUMN dalam mengurus para Pekerja Migran Indonesia ini.

“Perubahan dan inovasi-inovasi, lounge, fast track, ambulance untuk antar jemput orang sakit dibantu, di-support total  oleh Kementerian BUMN di bawah Bapak Erick Thohir,” ungkapnya.

Bahkan, ia menuturkan, dukungan Erick Thohir kepada BP2MI tentu akan lebih besar, jika Menteri BUMN itu naik jabatan. Tentunya harus lebih tinggi dari sekarang

“Kalau selevel menteri BUMN saja, bantuan dan perhatiannya udah sebesar itu,  apalagi kalau jabatannya naik. Insya Allah doa kita semua untuk beliau (Erick Thohir-red),” ucapnya.

“Karena negara ini, rakyat, tidak membutuhkan orang yang hanya pintar. Tidak membutuhkan orang memiliki gelar akademik panjang,” tegasnya.

“Tapi membutuhkan pemimpin yang selain memiliki hati nurani, tapi keberanian untuk mengeksekusi dan itu ada pada sosok Erick Thohir sebagai menteri BUMN. Itu yang kita butuhkan,” sambung Benny.

“Kalau saya tanya, apakah kalian butuh dan ingin Bapak Erick Thohir. Kalian jawab, kami butuh dan ingin Bapak Erick Thohir,” pinta Benny kepada ratusan PMI.

“Apakah kalian butuh Bapak Erick Thohir?” tanya Benny. Pertanyaan Benny tersebut kemudian dijawab ratusan PMI secara serentak sehingga ruangan bergemuruh.“Kami butuh dan ingin Bapak Erick Thohir,” ucap ratusan PMI, sambil menyambut riuh tepuk tangan.

Disela-sela sambutannya, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani juga mengatakan, lembaganya tak punya uang untuk memberikan pelayanan kepada para PMI.

Meski demikian, Benny mengatakan, BP2MI bisa terus melayani para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan bantuan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Bahkan, Benny menyebut, BP2MI berpotensi menjadi lembaga mati jika tak dibantu oleh Erick Thohir.

“Kalau saja bukan Pak Erick yang jadi menteri BUMN, sudahlah, mungkin BP2MI sudah menjadi lembaga mati segan hidup enggak,” ucap Benny.

Tidak lupa, kepala BP2MI tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir, yang telah banyak memberikan dedikasi dan perhatian khusus kepada para Pekerja Migran Indonesia.

“Karena tanpa Pak Erick, kita tidak bisa berbuat banyak, melindungi dan melayani anak bangsa, yang menjadi pekerja migran dan sebagai pahlawan devisa,” pungkasnya.

Sumber : kabari.co.id
Editor : Aab Abdul Malik

Pendapat Akhir Atas Dua Raperda Disampaikan  Bupati Sukabumi Kepada  DPRD

0

Wartain.com, Sukabumi || Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, sampaikan Pendapat Akhir Bupati atas dua Raperda antara lain Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2022 dan Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan serta Penyampaian Nota Pengantar Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bertempat di gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin, 10/07/2023.

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami dalam sambutannya menyampaikan, dalam setiap pengelolaan keuangan daerah, mesti menganut prinsip akuntabilitas yang dapat di pertanggungjawabkan, guna tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, serta transparan untuk memungkinkan masyarakat, dalam memberikan akses informasi tentang keuangan daerah.

“Telah diauditnya laporan keuangan, oleh Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) RI, maka siklus selanjutnya dalam pengelolaan keuangan daerah adalah, menyusun dan membahas pertanggungjawaban APBD menjadi peraturan daerah”, kata Bupati.

Pemerintah Daerah terus berkomitmen, melakukan upaya perbaikan dalam pengelolaan keuangan daerah, dengan meningkatkan pengelolaan keuangan daerah secara transparan dan akuntabel. Hal tersebut sebagai pilar utama kredibilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Pendapat, kritik dan saran dari fraksi dan Komisi DPRD, harus dimaknai sebagai upaya wakil rakyat dalam menjalankan fungsinya, bagi kemajuan pembangunan daerah. Mudah-mudahan hasil evaluasi oleh Gubernur Jawa Barat, dapat kita sempurnakan sesuai arahan dan hasil evaluasi, sehingga dapat ditetapkan menjadi Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD”, tambahnya.

Bupati Sukabumi Sampaikan Pendapat Akhir Dua Raperda

Adapun tujuan terselenggaranya Raperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan lanjut Bupati Sukabumi, terciptanya keterpaduan melalui koordinasi lintas sektoral pusat dan daerah, sehingga mampu menciptakan lingkungan ketenagakerjaan yang optimal dan manusiaw tanpa diskriminasi.
Maka dari itu, keputusan yang dibuat dan ditetapkan pada hari ini merupakan proses dari kebijakan publik yang dinantikan bersama.

“Terbitnya keputusan dimaksud, harus memberikan manfaat, dan berdampak pula pada peningkatan perkembangan ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Sukabumi, sekaligus bisa menjadi payung hukum dan pedoman bagi pemerintah daerah, dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi”, ungkap Marwan.

Mengenai Nota Pengantar Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, bupati menambahkan,  Pemkab Sukabumi berkomitmen untuk terus berupaya, dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), melalui pajak daerah dan retribusi daerah. selain itu, perbaikan pelayanan juga akan selalu dilakukan demi memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

“Mengingat rancangan peraturan daerah, tentang pajak daerah dan retribusi daerah yang kami sampaikan hari ini masih belum optimal, oleh karena itu, kami mohon kesediaan anggota DPRD untuk dapat memberikan sumbang saran, pandangan dan koreksi guna penyempurnaannya”, pungkas Bupati.

Diakhir kegiatan, dilakukan Penandatanganan kesepakatan bersama antara Bupati Sukabumi dan Anggota DPRD, terkait semua yang sudah disampaikan diatas.***

(Aab/Godam)

Sindikat Pengedar Uang Palsu Di Sukabumi Terbongkar Dua Pelaku Di Amankan

0

Foto : iNews.id/Ilham Nugraha

Wartain.com, Sukabumi || Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi, bongkar praktik peredaran uang palsu di Kabupaten Sukabumi. Polisi mengamankan puluhan gepok mata uang dolar Amerika dan dutch Belanda palsu beserta 2 pelaku.

Bila di konversi ke mata uang rupiah, puluhan gepok uang palsu tersebut bernilai mencapai 33 triliun rupiah, kini uang tersebut telah di amankan sebagai barang bukti.

Kapolres Sukabumi AKBP Maruli Pardede dalam konferensi pers mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat terkait adanya praktik peredaran uang palsu di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

“Tanggal 6 Juli 2023 tepatnya kemarin sekitar pukul 17.30 WIB, Kasat mendapatkan informasi adanya dugaan transaksi jual beli uang palsu. Berkembang, Tim Opsnal kemudian tepatnya di Kecamatan Nagrak berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial S (50)”, ucap Kapolres di dampingi Kasi Humas Iptu Aah Saepul Rohman, minggu 09/07/2023.

Beliau menambahkan, dari penangkapan tersangka S, terdapat barang bukti dua jenis pecahan mata uang luar negeri. Setelah kasus ini di kembangkan, didapati tersangka kedua berinisal AT (58) di wilayah Bogor.

“Barangbukti yang diamankan tersangka S, 12 gepok uang dolar. Satu lembar ini pecahan 1 juta USD, bila di rupiahkan 12 gepok atau 1.200 lembar USD ini senilai 18 triliun. Ada juga 1 gepok uang gulden Belanda, dimana 1 lembarnya senilai 1.000 dolar, bila di kurs ke rupiah senilai 800 juta”, tambahnya.

“Kemudian dilakukan pengejaran terhadap tersangka kedua yaitu AT (58) di Bogor. Di situ diamankan barang bukti 10 gepok USD dengan pecahan per lembar 1 juta dolar. Bila di rupiahkan 1.000 dolar USD ini senilai Rp 15 Triliun”, ujarnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku di jerat pasal 244 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Kasus ini kami kembangkan juga dengan penerapan Pasal 378 KUHP, yang mana bersangkutan mengiming-imingi calon pembeli, di ancam dengan pidana penjara maksimal 4 (empat) tahun”, ucapnya.

Sumber : iNews.Jabar.id

Editor : Raka Azi