26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 190

Belanja Pegawai Membengkak, Nasib PPPK di Kota Sukabumi Terancam Evaluasi

0

Wartain.com || Kebijakan baru terkait pembatasan belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mulai berdampak pada keberlangsungan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Sukabumi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran, seiring besarnya porsi anggaran yang terserap untuk belanja pegawai.

Ketentuan tersebut mengacu pada Pasal 146 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD), yang membatasi alokasi belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen dari total APBD.

Namun, realisasi di Kota Sukabumi saat ini masih melampaui batas tersebut. Belanja pegawai tercatat mencapai sekitar 41 persen, yang mencakup gaji serta tunjangan ASN, PPPK, kepala daerah, hingga anggota DPRD. Meski pemerintah pusat memberikan waktu penyesuaian hingga 2027, beban fiskal daerah dinilai cukup berat untuk segera ditekan.

Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna menurunkan persentase belanja pegawai tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

“Kami berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memberlakukan moratorium atau pembatasan penerimaan pegawai baru,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Berdasarkan data per Januari 2026, jumlah PPPK di Kota Sukabumi mencapai 843 orang, ditambah 1.825 pegawai paruh waktu. Jumlah tersebut turut memberikan kontribusi signifikan terhadap tingginya beban anggaran daerah.

Taufik menegaskan, keberlanjutan kontrak PPPK akan sangat bergantung pada hasil evaluasi kinerja. Sistem kerja berbasis perjanjian membuat perpanjangan kontrak tidak bersifat otomatis.

“Perpanjangan kontrak ditentukan dari penilaian kinerja. Jika hasilnya baik atau sangat baik, maka bisa dilanjutkan. Namun jika tidak memenuhi standar, kontrak tidak akan diperpanjang,” jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Kota Sukabumi memastikan sektor-sektor vital tetap menjadi prioritas, khususnya pendidikan dan kesehatan. Tenaga PPPK yang bertugas sebagai guru dan tenaga kesehatan disebut akan tetap dipertahankan demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, Andang Tjahjandi, menyampaikan bahwa pemerintah masih mengkaji berbagai opsi kebijakan agar penyesuaian anggaran dapat berjalan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi pegawai maupun layanan publik.

“Dalam waktu dekat akan kami bahas bersama BKPSDM dan TAPD untuk mencari solusi terbaik, agar kebijakan ini tetap sesuai aturan, tidak merugikan PPPK, dan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” singkatnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

RSUD R. Syamsudin Terima Bantuan 15 Kursi Roda dari Kitabisa, Tingkatkan Layanan Pasien

0

Wartain.com || Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi mendapat tambahan fasilitas berupa 15 unit kursi roda dari platform donasi Kitabisa. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kehadiran kursi roda tersebut dinilai sangat membantu, terutama dalam menunjang mobilitas pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Direktur UOB RSUD R. Syamsudin, SH, Yanyan Rusyandi, menyebut fasilitas tambahan ini akan mempercepat proses layanan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga.

“Dengan adanya tambahan kursi roda ini, pelayanan kepada pasien bisa berjalan lebih optimal, baik dari sisi kecepatan maupun kenyamanan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Yanyan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kitabisa.
Menurutnya, bantuan tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, khususnya dalam meningkatkan fasilitas penunjang bagi pasien. Kami berharap ini dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan di RSUD,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara lembaga sosial dan institusi layanan kesehatan menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan merata.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin. Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya dukungan tersebut, pihak RSUD R. Syamsudin, SH optimistis mampu terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan, sehingga dapat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, nyaman, dan responsif bagi seluruh lapisan masyarakat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Cekcok Soal Pembayaran Miras Berujung Maut, Tiga Pelaku Penusukan di Baros Sukabumi Ditangkap

0

Wartain.com ||[Kasus penusukan yang terjadi di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, mulai menemui titik terang. Aparat kepolisian berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam peristiwa berdarah tersebut.

Ketiga terduga pelaku masing-masing berinisial BH (40), BK (40), dan R (29). Mereka ditangkap oleh Unit 1 Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi Kota pada Kamis dini hari, 26 Maret 2026 sekitar pukul 02.30 WIB. Para pelaku diketahui merupakan warga Kecamatan Citamiang dan Warudoyong.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sujana Awin Umar, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan intensif sejak kejadian terjadi.

“Ketiga orang yang diduga terlibat sudah kami amankan bersama barang bukti. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Sujana, Minggu (29/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam, 23 Maret 2026 sekitar pukul 22.00 WIB, di Kampung Sudajaya Hilir, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros. Dua orang menjadi korban dalam insiden itu, yakni RR (29) dan S (36).

Dari hasil penyelidikan, kejadian bermula saat kedua korban mendatangi kios jamu milik salah satu pelaku untuk membeli minuman jenis Intisari. Namun, terjadi perselisihan terkait pembayaran yang dinilai tidak sesuai, sehingga memicu adu mulut antara kedua belah pihak.

Cekcok yang tak terkendali kemudian berujung pada aksi kekerasan. Dalam peristiwa tersebut, pelaku menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan RR mengalami luka tusuk serius hingga meninggal dunia. Sementara korban S mengalami luka akibat pukulan menggunakan botol, bambu, serta tangan kosong.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau sepanjang kurang lebih 30 sentimeter, batang bambu, pecahan botol, serta satu dus minuman Intisari.

“Motif sementara karena tersinggung. Para pelaku merasa kesal karena korban kerap membeli minuman namun tidak membayar sesuai harga,” jelasnya.

Saat ini, ketiga terduga pelaku ditahan di Mapolres Sukabumi Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, insiden ini sempat menghebohkan warga. Korban RR diketahui meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian perut. Ia sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Keluarga Korban Kecelakaan di Samsat Cibadak Minta Video Viral Dihentikan Penyebarannya

0

Wartain.com || Permintaan menyentuh datang dari keluarga korban kecelakaan yang terjadi di depan Samsat Cibadak. Mereka memohon kepada masyarakat agar menghentikan penyebaran video insiden yang kini beredar luas di media sosial.

Permohonan tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di grup Facebook “Sukabumi Facebook” menjadi viral. Dalam unggahan itu, seorang perempuan bernama Oktavianti Aniisa Oktavianti yang mengaku sebagai anggota keluarga korban, menyampaikan keberatannya atas beredarnya video kecelakaan tanpa sensor.

Ia mengungkapkan bahwa keluarga yang tengah berduka merasa semakin terpukul ketika melihat rekaman kejadian tersebut tersebar bebas di berbagai platform digital. Menurutnya, penyebaran konten tersebut tidak hanya menyakitkan, tetapi juga dinilai mengabaikan sisi kemanusiaan dan privasi korban.

“Kami sangat berharap video tersebut tidak lagi disebarluaskan. Kondisi ini sangat berat bagi keluarga,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Hingga saat ini, video kecelakaan tersebut masih beredar dan memancing beragam respons dari warganet. Sebagian besar pengguna media sosial menyatakan dukungan terhadap permintaan keluarga, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga empati dalam menyikapi musibah.

Dari sisi etika dan hukum, penyebaran video kecelakaan—terutama yang menampilkan korban secara jelas tanpa penyamaran—dapat melanggar hak privasi. Selain itu, tindakan tersebut juga berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak menjadikan tragedi sebagai konsumsi publik, serta menghormati perasaan keluarga korban dengan tidak lagi menyebarkan konten serupa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Sering Dikonsumsi Usai Lebaran, Ini Dampak Kesehatan Mie Ayam dan Bakso Jika Berlebihan

0

Wartain.com || Tradisi berburu mie ayam dan bakso setelah Lebaran kerap menjadi pemandangan umum di berbagai daerah. Namun di balik kelezatannya, konsumsi yang terlalu sering dan berlebihan ternyata dapat menimbulkan sejumlah risiko bagi kesehatan.

Masyarakat biasanya beralih ke dua menu tersebut setelah beberapa hari mengonsumsi hidangan khas Lebaran yang bersantan dan berlemak. Meski dianggap lebih ringan, para ahli mengingatkan bahwa mie ayam dan bakso tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Salah satu perhatian utama adalah tingginya kandungan garam atau natrium, terutama pada kuah bakso.

Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi yang berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, kandungan lemak pada bakso dan minyak pada mie ayam juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Jika tidak diimbangi dengan pola makan sehat, hal ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang. Tak hanya itu, kedua makanan ini umumnya rendah serat karena minim sayuran. Konsumsi berlebihan tanpa tambahan asupan serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Di sisi lain, penggunaan bahan tambahan seperti penyedap rasa dalam jumlah tinggi juga menjadi perhatian. Jika dikonsumsi terus-menerus, hal ini dikhawatirkan berdampak kurang baik bagi tubuh.

Para ahli menyarankan agar masyarakat tetap menikmati mie ayam dan bakso secara wajar, misalnya dengan membatasi frekuensi konsumsi, menambahkan sayuran, serta mengurangi kuah dan minyak berlebih.

Dengan pola konsumsi yang seimbang, masyarakat tetap dapat menikmati kuliner favorit tersebut tanpa harus mengorbankan kesehatan, khususnya di momen pasca-Lebaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Arus Balik Lebaran di Cikidang Sukabumi Padat, Kendaraan Mengular ke Simpang Jalan Nasional

0

Wartain.ccom || Arus balik Lebaran di wilayah Kabupaten Sukabumi tepatnya di kawasan Simpang Cikidang, pada Minggu (29/03/2026), terpantau mengalami kepadatan yang cukup signifikan.

Lalu lintas dari dua arah utama, yakni Palabuhanratu dan Sukabumi menuju Bogor, terlihat ramai dengan pergerakan kendaraan yang cenderung melambat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus dari arah Cikidang didominasi oleh kendaraan bak terbuka yang mengangkut penumpang wisata, sementara dari arah Kota Sukabumi lebih banyak diisi oleh kendaraan pribadi.

Kondisi ini membuat laju kendaraan tersendat, terutama di titik pertemuan arus di simpang jalan. Selain itu, kepadatan juga terjadi di sejumlah titik lain, termasuk kawasan simpang di Cibadak yang menjadi jalur penghubung utama. Tingginya mobilitas masyarakat pada masa arus balik turut menjadi faktor utama meningkatnya volume kendaraan di jalur tersebut.

Seorang pengendara, Asep, mengungkapkan bahwa kemacetan sudah mulai terasa sejak siang hari hingga menjelang sore. Ia menyebut, kendaraan dari arah Palabuhanratu sudah padat bahkan sebelum memasuki kawasan simpang Cikidang.

“Dari arah Palabuhanratu memang sudah ramai. Begitu masuk ke Cikidang, kendaraan jadi berjalan sangat pelan,” ujarnya.

Asep juga menambahkan bahwa kondisi jalan di kawasan tersebut yang menanjak dan dipenuhi tikungan tajam membuat pengendara harus ekstra waspada. Menurutnya, faktor geografis ini turut memperlambat laju kendaraan.

“Jalannya naik turun dan banyak tikungan, jadi pengemudi harus lebih hati-hati dan tidak bisa melaju cepat,” tambahnya.

Pengguna jalan diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur dengan kondisi jalan yang menantang di kawasan Cikidang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembunuhan WN Singapura, Jasad Dicor dan Dibuang ke Sungai

0

Wartain.com || Kasus pembunuhan terhadap seorang warga negara asing asal Singapura, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi dicor di Sungai Citanduy, Cilacap, akhirnya berhasil diungkap. Polisi pun telah menangkap dua orang pelaku yang diketahui berasal dari Pangandaran, Jawa Barat.

Dikutip dari CNN, Kapolresta Cilacap Kombes Budi Adhy Buono menyampaikan bahwa terungkapnya kasus tersebut berawal dari ditemukannya jasad seorang korban berinisial S (80) di Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, pada 20 Februari 2026.

“Sejak awal penemuan mayat tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya karena ada laporan orang hilang di Jakarta,” ujarnya saat konferensi pers, Jumat (27/3/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengidentifikasi dua pelaku berinisial H dan K. Keduanya ditangkap pada Rabu malam, 25 Maret 2026, di wilayah Patimuan, Cilacap.

“Kami telah memeriksa lima orang saksi. Dari hasil pemeriksaan dan barang bukti, kami berhasil mengamankan dua tersangka,” kata Budi.

Korban diketahui merupakan warga negara Singapura yang berdomisili di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebelum ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pihak keluarga terlebih dahulu melaporkan hilangnya korban ke Polda Metro Jaya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, pihak kepolisian turut membeberkan peran masing-masing pelaku. H diketahui bertindak sebagai eksekutor yang mengakhiri nyawa korban dengan cara memukul menggunakan bambu.

“Pelaku H memukul korban sebanyak dua kali di bagian leher menggunakan bambu,” ungkap Budi.

Sementara itu, pelaku K berperan membantu dengan membekap mulut korban agar tidak berteriak, serta turut mengikat dan membungkus tubuh korban.

“Pelaku K menyekap mulut korban, lalu bersama-sama membungkus tubuh korban menggunakan sprei dan plastik,” jelasnya.

Untuk menghilangkan jejak, kedua pelaku mencor jasad korban sebelum membuangnya ke aliran Sungai Citanduy di wilayah Cilacap.

Diketahui, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada 16 Februari 2026 di Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi. Setelah korban tewas, pelaku sempat mengangkut jasadnya berkeliling sebelum akhirnya membuangnya.

“Setelah dieksekusi, korban sempat dibawa berputar sekitar 30 menit, lalu dibuang ke bendung di Cilacap,” ujarnya.

Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penanganan perkara ini berikutnya akan diserahkan ke wilayah hukum Sukabumi, karena lokasi utama peristiwa berada di kawasan tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Satpolairud Polres Sukabumi dan Warga Bersihkan Sampah di Pantai Karanghawu Pasca Libur Idulfitri

0
Oplus_131072

Wartain.com || Berakhirnya masa libur Lebaran 2026 menyisakan tantangan lingkungan di kawasan pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

Menanggapi tumpukan sampah yang ditinggalkan pengunjung, jajaran Kepolisian perairan bertindak cepat dengan menggelar aksi bersih-bersih massal di sepanjang garis Pantai Karanghawu, Jumat (27/3/2026).

Langkah ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kelestarian ekosistem laut serta kenyamanan destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Aksi lingkungan ini melibatkan sinergi kuat antara personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Sukabumi, dukungan personel Satpolairud Polda Jabar, tim penjaga pantai Balawista, serta partisipasi aktif warga setempat.

Petugas menyisir area pasir hingga bibir pantai untuk mengumpulkan sampah plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga lainnya yang berserakan pasca-puncak kunjungan wisatawan.

Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menjaga kebersihan fasilitas umum. Menurutnya, volume sampah meningkat drastis seiring dengan tingginya mobilitas masyarakat selama pekan mudik dan liburan.

Dalam penyisiran yang dilakukan sejak pagi hari tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan sedikitnya 50 kantong besar sampah organik maupun non-organik dari area terdampak.

“Sejak setelah Lebaran, sampah yang tertinggal cukup banyak. Karena itu kami bersama Balawista, personel dari Polda Jabar, dan masyarakat turun langsung membersihkan pantai demi menjaga keindahan alam kita,” ujar Kasat Polairud Polres Sukabumi

Selain melakukan pembersihan fisik, petugas di lapangan juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi langsung kepada wisatawan yang masih berada di lokasi.

Polisi mengajak masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap limbah pribadi mereka dan tidak membuang sampah sembarangan ke laut. Upaya ini dilakukan agar ekosistem bawah laut tetap terjaga dan daya tarik wisata pesisir Sukabumi tidak pudar akibat pencemaran.

Kasat Polairud Polres Sukabumi menegaskan bahwa menjaga kebersihan pantai adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan pemerintah, aparat, dan masyarakat luas.

“Pantai ini milik bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” pungkasnya.

Dengan aksi nyata ini, diharapkan kawasan wisata Pantai Karanghawu kembali bersih dan siap menyambut pengunjung dengan suasana yang lebih asri dan nyaman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Richie Duta Richardo Segel Gelar Juara Vietnam International Challenge 2026

0

Wartain.com || Tunggal putra masa depan Indonesia, Richie Duta Richardo, sukses mengamankan gelar juara dalam ajang Vietnam International Challenge 2026. Kepastian gelar ini didapat setelah Richie tampil dominan di partai puncak yang digelar pada Minggu (29/3/2026). Di hadapan publik Vietnam, Richie berhasil menundukkan wakil Chinese Taipei, Ju-Sheng Cheng, melalui permainan dua gim langsung dengan skor akhir 21-13 dan 21-14.

Kemenangan di Vietnam ini memiliki arti yang sangat penting bagi perjalanan karier Richie tahun ini. Gelar tersebut tercatat sebagai trofi perdana bagi Richie di musim kompetisi 2026, sekaligus membuktikan konsistensi performanya setelah menjalani rangkaian jadwal turnamen yang padat. Keberhasilan ini juga menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor tunggal putra Indonesia di kancah internasional.

Perjalanan Richie menuju podium tertinggi terbilang sangat impresif karena ia tidak kehilangan satu gim pun sejak babak awal. Mengawali langkah dari babak 64 besar, ia melewati hadangan wakil India dan Chinese Taipei sebelum akhirnya menembus babak 16 besar untuk mengalahkan Yoo Tae Bin dari Korea dengan skor 21-13 dan 21-19. Performa klinis Richie terus berlanjut hingga partai semifinal, di mana ia kembali memulangkan wakil Korea lainnya, Hae Deun Kim.

Salah satu momen paling menonjol dalam perjalanannya adalah saat babak perempat final melawan Riku Hatano asal Jepang. Richie menunjukkan kelasnya dengan memberikan tekanan hebat yang membuat lawan tak berkutik, menutup laga dengan skor telak 21-12 dan 21-5. Ketajaman serangan dan pertahanan yang rapat menjadi kunci utama Richie dalam mendikte setiap lawan yang ia hadapi sepanjang turnamen tersebut.

Dengan hasil gemilang ini, Richie Duta Richardo diharapkan mampu menjaga momentum positifnya untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya yang lebih bergengsi. Prestasi ini tidak hanya menambah koleksi trofi pribadinya, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam pengembangan talenta bulu tangkis di level International Challenge.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Masuk Unggulan ke-12, Janice Tjan Lolos Babak ke-Dua Charleston Open 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, menjadi unggulan ke-12 dalam turnamen WTA 500 Charleston Open 2026 yang berlangsung di Family Circle Tennis Center, 30 Maret-5 April nanti.

Janice Tjen bakal kembali beraksi setelah tampil dalam Indian Wells Open 2026. Kali ini Janice akan beraksi di Charleston Open 2026.

Kepastian Janice Tjen bermain di Charleston Open diketahui dalam unggahan WTA. Saat itu nama Janice berada dalam urutan ke-14 di bawah Wang Xinyu dan Magdalena Frech.

Dalam turnamen tersebut, Janice Tjen akan bersaing dengan nama-nama beken seperti Elise Mertens, juara Australia Open 2025, Madison Keys, hingga Belinda Bencic.

Janice yang kini di peringkat ke-40 dalam ranking WTA akan jadi unggulan ke-12 di Charleston Open 2026.

Dengan jadi unggulan ke-12, Janice Tjen mendapatkan bye. Petenis 23 tahun itu akan lolos langsung ke babak kedua menunggu pemenang Magda Linette vs McCartney Kessler.

Jika menang pada babak kedua, Janice Tjen berpeluang menghadapi unggulan enam asal Belgia, Elise Mertens. Lalu bentrok dengan antara unggulan 13 Hailey Baptiste dan unggulan 2 Ekaterina Alexandrova.

Peluang Janice bentrok dengan nama-nama beken lain seperti unggulan pertama Jessica Pegula, Madison keys, Belinda Bencic, sampai Iva Jovic bakal terjadi di babak perempat final.

Janice Tjen membutuhkan momentum guna kembali bangkit usai dalam dua ajang sebelumnya. Pada Merida Open 2026 dan Indian Wells Open 2026, Janice selalu tersingkir di babak pertama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)