26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 189

Irigasi Tersumbat Sampah, Puluhan Hektare Sawah di Kertamukti Terancam Kekeringan

0

Wartain.com || Kondisi memprihatinkan melanda areal persawahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Puluhan hektare lahan pertanian di wilayah hilir terancam gagal tanam akibat minimnya pasokan air dari saluran irigasi.

Saluran Daerah Irigasi (DI) Warungkiara yang membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi Desa Ubrug, Bojongkerta, hingga Kertamukti, dilaporkan tidak mampu mengalirkan air secara optimal ke bagian hilir.

Akibatnya, sawah-sawah yang baru ditanami mulai mengalami kekeringan hingga permukaan tanahnya retak. Permasalahan ini diperburuk oleh kondisi saluran irigasi yang dipenuhi sampah, terutama di wilayah Kampung Sorog, Desa Bojongkerta.

Tumpukan sampah tersebut menghambat aliran air sehingga distribusi ke lahan pertanian menjadi tersendat. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (30/3/2026), sejumlah petani dari Desa Kertamukti terpaksa melakukan kerja bakti secara swadaya untuk membersihkan saluran irigasi. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, garok, dan alat pemotong rumput, mereka berupaya membuka kembali jalur air yang tersumbat.

Salah seorang petani, Karim, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa upaya gotong royong rutin dilakukan oleh petani di wilayah hilir, namun tidak diikuti oleh masyarakat di sepanjang jalur irigasi.

“Setiap musim kami selalu kerja bakti, tapi warga di sepanjang saluran jarang terlibat. Bahkan dalam satu musim ini hampir tidak ada kegiatan bersama, sehingga sampah terus menumpuk,” ungkapnya.

Karim juga menyinggung belum adanya kejelasan terkait bantuan program perbaikan irigasi yang sebelumnya sempat diinformasikan. “Kami sempat mendengar akan ada bantuan dari program Inpres irigasi, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tambahnya.

Para petani berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret, baik melalui normalisasi saluran irigasi maupun solusi jangka panjang agar distribusi air dapat merata hingga ke wilayah hilir.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, para petani khawatir akan mengalami gagal panen yang berdampak langsung pada kerugian ekonomi. Situasi ini pun menjadi peringatan serius akan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi dan sektor pertanian.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pria Ditemukan Tewas Mengambang di Selokan, Warga Cijambe Sukabumi Geger

0

Wartain.com || Warga Kampung Cijambe, RT 05 RW 10, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria yang mengambang di saluran selokan pada Senin (30/3/2026) siang.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB oleh warga setempat. Kejadian itu sontak menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun di lokasi untuk menyaksikan kondisi korban dari dekat.

Salah seorang saksi, Endang (55), mengatakan warga sempat ragu untuk mengevakuasi jasad sebelum aparat kepolisian datang ke lokasi. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dengan mengenakan jaket dan celana pendek.

“Ditemukannya sekitar jam setengah dua belas. Posisinya tengkurap, pakai jaket sama celana kolor. Warga cuma lihat saja, tidak berani evakuasi karena takut terjadi sesuatu,” ujar Endang.

Korban diketahui berinisial EN (60), seorang buruh tani yang masih tinggal di wilayah tersebut, meski berbeda RT dengan lokasi penemuan.

Mendapat laporan dari pengurus lingkungan, petugas dari Polsek Warudoyong segera mendatangi lokasi dan melakukan evakuasi jasad ke RSUD R. Syamsudin, S.H.

Pelaksana Tugas Kapolsek Warudoyong, Kompol Ana Ratna Dewi, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya mengalami gangguan pada bagian kaki.

“Menurut keterangan istrinya, saat keluar rumah kondisi kakinya sedang sakit. Ada dugaan korban terpeleset dan jatuh ke saluran air,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas menemukan adanya luka di bagian kepala korban yang diduga akibat benturan dengan batu saat terjatuh.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang berada di sekitar lokasi, di antaranya celurit, karung, serta sepasang sandal. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan visum luar guna memastikan penyebab pasti kematian. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk melengkapi penyelidikan lebih lanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Travel Terjun ke Jurang di Ciawitali Simpenan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sebuah mobil travel jenis Toyota Calya terjun bebas ke jurang sedalam kurang lebih 10 meter di kawasan Ciawitali, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, pada Senin (30/3/2026) siang. Kecelakaan tunggal ini diduga terjadi karena pengemudi mengalami kantuk berat saat melintasi jalur tersebut.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13:20 WIB. Mobil bernomor polisi F 1174 QA yang dikemudikan oleh Toni (32) tersebut tengah dalam perjalanan membawa penumpang dari arah Jakarta menuju Jampang.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pengemudi sebenarnya sudah berupaya mengantisipasi rasa kantuk dengan berhenti beristirahat sebanyak tiga kali selama perjalanan. Namun, saat tiba di lokasi kejadian yang kondisinya menikung, konsentrasi pengemudi menurun.

“Pas belokan, saya nyangka jalan sudah belok padahal belum, sehingga mobil langsung lurus dan jatuh ke jurang,” ujar Toni, sang sopir.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Mobil tersebut berisi tiga orang, termasuk sopir. Pasca kecelakaan, para penumpang dilaporkan berhasil keluar sendiri dari badan mobil yang ringsek sebelum akhirnya dibantu oleh warga sekitar untuk naik kembali ke atas jalan raya.

Fajar (24), seorang warga sekitar yang saat kejadian berada di sebuah warung tak jauh dari lokasi, mengaku terkejut mendengar dentuman keras dari arah jurang.

“Tiba-tiba terdengar suara keras sekali. Pas dilihat, mobil sudah masuk ke jurang. Saya dan warga lain spontan langsung lari ke bawah untuk menolong korban,” kata Fajar.

Hingga berita ini diturunkan, bangkai mobil masih berada di dasar jurang menunggu proses evakuasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan derek.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Akses Jalan Rusak ke Pondok Halimun Jadi Sorotan, Dispar Sukabumi Siapkan Skema

0

Wartain.com || Rusaknya akses menuju kawasan wisata alam Pondok Halimun (PH), Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, akhirnya mendapat tanggapan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi. Kondisi jalan yang dinilai kurang layak disebut menjadi salah satu kendala utama dalam mengoptimalkan potensi destinasi tersebut, terutama saat lonjakan kunjungan di masa libur Lebaran.

Kepala Dispar Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa sebuah destinasi wisata ideal harus ditopang oleh tiga unsur penting, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.

Menurutnya, Pondok Halimun sejatinya memiliki daya tarik alam yang kuat, namun masih terkendala pada aspek akses. “Pondok Halimun menawarkan suasana yang sejuk dengan aliran sungai alami dan ruang terbuka yang nyaman untuk bersantai. Namun jika akses menuju lokasi tidak memadai, tentu pengalaman wisata menjadi kurang maksimal,” ujarnya, Senin (30/03/2026).

Ali menjelaskan, perbaikan jalan menuju kawasan tersebut tidak bisa dilakukan secara cepat oleh pemerintah daerah. Hal ini lantaran jalur sepanjang sekitar 1,2 kilometer itu berada di atas lahan milik PTPN, sehingga terbentur persoalan status aset dan regulasi pengelolaan.

“Penanganan jalan tersebut berada di kewenangan unit lain. Kami sudah beberapa kali berkoordinasi agar persoalan ini bisa segera ditindaklanjuti, tetapi masih terkendala status lahan dan juga kemungkinan keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Sebagai langkah ke depan, Dispar tengah membuka peluang kerja sama dengan pihak investor melalui skema nota kesepahaman (MoU) maupun perjanjian kerja sama (PKS) dalam pengembangan kawasan wisata berbasis agrowisata.

Skema ini disebut meniru konsep yang telah diterapkan di kawasan Gunung Mas, Bogor. Selain itu, opsi kolaborasi dengan masyarakat setempat melalui semangat gotong royong juga menjadi alternatif jika kerja sama dengan pihak PTPN dapat direalisasikan. Di sisi lain, kondisi infrastruktur yang belum memadai tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung.

Data Dispar mencatat, selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau 18 hingga 26 Maret 2026, Pondok Halimun berhasil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp21.618.000 dari total 3.603 tiket yang terjual.

Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Pondok Halimun memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan. Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dari para pemangku kepentingan agar peningkatan PAD dapat diimbangi dengan perbaikan infrastruktur demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pasca Arus Mudik Berakhir, Jalur Arteri Cibadak-Parungkuda Lenggang

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pasca selesainya arus balik dan  libur panjang hari raya Idulfitri 1447 H/2026 M, kondisi lalu lintas di ruas Jalan Raya Sukabumi – Bogor, tepatnya mulai Exit Tol Parungkuda-Cibadak arah Sukabumi dan sekitarnya, pada Senin 30/03/2026 siang, terpantau lancar.

Berbeda dengan hari sebelumnya, Minggu 29/03/2026, arus lalin sempat mengalami kemacetan sampai berjam-jam. Bahkan di beberapa titik.mengalami stagnasi kendaraan yang melintas. Kendaraan tersebut didominasi oleh pemudik yang akan balik ke Jabodetabek dan wisatawan yang pulang setelah berlibur.

Salah seorang petugas Dishub Kabupaten Sukabumi, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, situasi lalu lintas sejauh ini berjalan normal meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan.

“Pasca arus balik pemudik dan wisatawan, hingga siang ini, kondisi kendaraan dari Exit Tol Parungkuda hingga Simpang Ratu Cibadak tetap mengalir lancar di kedua arah,” katanya kepada Wartain.com, ditengah kesibukannya mengatur arus lalin.

Saat ini, pihaknya mengaku tengah memantau pergerakan kendaraan di titik-titik strategis, guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, khususnya bagi pemudik yang belum balik.

Tetap kami pantau, barangkali masih ada mudik yang belum balik, dengan alasan belum masuk kerja. Namun demikian, hingga saat ini situasi masih terkendali dan tidak terjadi kepadatan yang berarti,” ujarnya.

Pihak Dishub dan kepolisian telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kepadatan kendaraan, termasuk pengaturan lalu lintas dan rekayasa arus, jika diperlukan.

“Sebenarnya, prediksi kami itu hari kemarin (Minggu, 29/03/2026) menjadi puncak arus balik. Namun, Kami harus tetap berjaga, untuk mengantisipasi adanya lonjakan kendaraan bagi pemudik atau wisatawan yang masih berada di Sukabumi dan sekitarnya,” tandasnya.

“Hingga siang ini, arus lalu lintas dari Sukabumi ke Bogor maupun sebaliknya terpantau lancar dan terkendali. Iya, begitupun di Exit Tol Bocimi Parungkuda, tidak ada penumpukan kendaraan yang berarti,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wajah Ketuhanan dan Kemanusiaan dalam Krisis Negara: Transformasi Pancasila, Keadilan Transisional, dan Rekonstruksi Kedaulatan Indonesia

0
Oplus_131072

Oleh : Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Tulisan ini menganalisis krisis negara Indonesia sebagai krisis etik dan struktural yang berakar pada kegagalan transformasi Pancasila dalam praktik bernegara. Dengan pendekatan historis, filosofis, dan politik-ekonomi, artikel ini menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam, pelemahan trias politica, serta beban utang lintas generasi merupakan manifestasi dari negara yang kehilangan orientasi ketuhanan dan kemanusiaan.

Dalam konteks kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tulisan ini menilai peluang dan tantangan rekonstruksi kedaulatan nasional melalui keadilan transisional dan reformasi tata kelola sumber daya strategis.

Pendahuluan

Lebih dari delapan puluh tahun setelah kemerdekaan, Indonesia menghadapi paradoks mendasar: negara yang merdeka secara politik namun belum sepenuhnya berdaulat secara moral dan struktural. Kekuasaan yang dijalankan oleh elite domestik justru mereproduksi pola ekstraktif warisan kolonial, mengubah negara dari instrumen kesejahteraan menjadi mekanisme akumulasi.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh generasi kini, tetapi juga oleh generasi yang belum lahir, yang telah menanggung beban utang dan kerusakan ekologis.
Fenomena ini menempatkan Indonesia dalam kategori negara yang mengalami defisit legitimasi etis, ketika hukum, kebijakan, dan pembangunan kehilangan orientasi pada martabat manusia.

Kerangka Filosofis: Negara, Ketuhanan, dan Kemanusiaan

Dalam filsafat politik, negara memperoleh legitimasi bukan semata dari kedaulatan hukum, melainkan dari kemampuannya menghadirkan keadilan substantif. Pancasila—khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab—menyediakan fondasi etika tersebut. Namun ketika ketuhanan direduksi menjadi simbol, dan kemanusiaan dipersempit menjadi statistik pembangunan, negara kehilangan dimensi transendennya.

Keadilan sosial, dalam kerangka ini, bukan kebijakan tambahan, melainkan ekspresi iman kolektif bangsa.

Analisis Historis: Elite Pascakolonial dan Negara Ekstraktif

Kerusakan tata kelola Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kegagalan elite pascakolonial membongkar struktur kolonial. Alih-alih mentransformasikannya, negara justru mempertahankan ekonomi ekstraktif melalui konsesi sumber daya alam, kolusi korporasi, dan pelemahan institusi pengawas. Negara berubah menjadi arena distribusi rente, bukan perlindungan hak warga.

Dalam konteks global, kondisi ini kontras dengan negara-negara yang menjadikan jaminan sosial dan perlindungan generasi sebagai inti kebijakan publik.

Tantangan Kepemimpinan dan Keadilan Transisional

Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berada pada persimpangan sejarah. Transformasi Pancasila menuntut lebih dari sekadar afirmasi nasionalisme; ia membutuhkan keberanian politik untuk menegakkan keadilan transisional. Ini mencakup penataan ulang kepemilikan aset strategis, penguatan supremasi hukum, dan pembongkaran jaringan kekuasaan lama yang merusak tatanan negara.

Tanpa langkah ini, kedaulatan ekonomi dan politik akan tetap bersifat semu.

Penutup

Masa depan Indonesia ditentukan oleh kemampuan negara mengembalikan wajah ketuhanan dan kemanusiaan dalam kebijakan publik. Pancasila harus dihidupkan kembali sebagai etika bernegara, bukan sekadar simbol ideologis. Jika negara gagal melakukan rekonstruksi ini, maka krisis yang dihadapi bukan hanya krisis pembangunan, melainkan krisis makna kebangsaan itu sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Perkuat Sinergi Pembangunan, Ketua DPRD Sukabumi Hadiri Silaturahmi Bersama Gubernur Jabar di Gedung Sate

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.Ip, menghadiri kegiatan silaturahmi bersama Gubernur Jawa Barat yang digelar di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (30/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan dan komunikasi antar pimpinan daerah se-Jawa Barat. Tidak hanya sekadar ajang pertemuan, silaturahmi ini juga dimaknai sebagai langkah strategis dalam menyatukan visi dan arah pembangunan di masing-masing wilayah.

Dalam suasana penuh keakraban, para kepala daerah dan pimpinan legislatif tampak berdialog serta bertukar gagasan guna mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran Budi Azhar Mutawali menunjukkan komitmen DPRD Kabupaten Sukabumi dalam mendukung sinergi pembangunan yang selaras dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar daerah, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan seluruh pemangku kepentingan di Jawa Barat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Siswa SMP-SMK IT Yasin Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk Sekolah

0

Wartain.com || Ratusan siswa beserta jajaran tenaga pendidik SMP dan SMK Islam Terpadu (IT) Yasin menggelar tradisi halalbihalal pada hari pertama masuk sekolah pasca-libur Idulfitri 1447 H. Kegiatan yang penuh khidmat ini dilaksanakan di halaman sekolah yang berlokasi di Kp. Bojong Kopo, Desa Simpenan, pada Senin pagi (30/03/2026).

Acara dimulai tepat pukul 07.30 WIB dengan agenda utama bersalaman saling memaafkan antara siswa, guru, dan staf sekolah. Momentum ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta membersihkan diri dari kekhilafan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri di lingkungan pendidikan.

Salah seorang guru Yasin menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dilaksanakan sebelum memulai aktivitas Belajar Mengajar (KBM) efektif. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang dibangun di hari pertama akan meningkatkan semangat dan energi positif bagi para siswa untuk kembali fokus mengejar materi pelajaran.

Selain bersalaman, rangkaian acara juga diisi dengan sambutan singkat mengenai makna konsistensi ibadah pasca Ramadan. Lokasi sekolah yang asri di kawasan Bojong Kopo menambah kekhusyukan para peserta didik saat mendengarkan arahan dari pihak yayasan mengenai pentingnya adab dan akhlak di atas ilmu pengetahuan.

Kegiatan halalbihalal ini ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama untuk kelancaran sisa semester genap tahun ajaran 2025/2026. Usai acara formal berakhir, para siswa diarahkan untuk masuk ke kelas masing-masing guna melakukan pembersihan lingkungan kelas sebagai persiapan dimulainya KBM normal pada keesokan harinya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Bentrok di GBK: Timnas Indonesia Siap Redam Agresivitas Bulgaria demi Trofi FIFA Series

0

Wartain.com || Tim Nasional Indonesia bersiap melakoni laga krusial menghadapi Bulgaria dalam partai final turnamen FIFA Series 2026 yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin (30/3/2026) malam. Pertandingan yang dijadwalkan kick-off pukul 20.00 WIB ini menjadi momentum bagi Skuad Garuda untuk membuktikan kualitas mereka di hadapan publik sendiri setelah menunjukkan performa impresif di laga pembuka. Minggu 29 Maret 2026.

Anak asuh pelatih John Herdman melenggang ke partai puncak dengan modal kepercayaan diri tinggi usai mencukur Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0 pada Jumat lalu. Beckham Putra menjadi bintang dalam laga tersebut dengan torehan dua gol, disusul sumbangan gol dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkan Indonesia ke final, tetapi juga mendongkrak posisi Garuda ke peringkat 120 FIFA, sekaligus menjadi debut manis bagi Herdman di kursi kepelatihan.

Namun, Bulgaria diprediksi akan menjadi ujian yang jauh lebih berat bagi lini pertahanan Jay Idzes dan kawan-kawan. Tim asal Eropa tersebut melaju ke final dengan catatan mengerikan setelah membantai Kepulauan Solomon dengan skor telak 10-2. Meskipun terdapat perbedaan peringkat yang cukup mencolok di mana Bulgaria berada di posisi 85 dunia John Herdman menekankan bahwa kolektivitas tim akan menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas lawan yang memiliki keunggulan fisik khas Balkan.

Laga besok malam bukan sekadar perebutan trofi juara FIFA Series edisi perdana di Indonesia, melainkan juga kesempatan emas untuk mendulang poin FIFA yang signifikan. Jika berhasil menumbangkan Bulgaria, Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan +6,19 poin yang dapat membawa peringkat Garuda meroket hingga posisi 118 dunia. Hal ini menjadi target realistis bagi Herdman yang memang sedang membangun fondasi baru bagi identitas permainan Timnas Indonesia yang lebih modern.

Masyarakat pecinta sepak bola tanah air diperkirakan akan memadati stadion berkapasitas 80 ribu penonton tersebut untuk memberikan dukungan penuh bagi perjuangan Skuad Garuda. Bagi penonton yang tidak dapat hadir langsung, laga penentuan juara ini juga akan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional SCTV dan Indosiar serta layanan live streaming Vidio mulai pukul 20.00 WIB.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

TPT Masih Tinggi, Pemkot Sukabumi Bentuk Tim Khusus Tekan Angka Pengangguran

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengambil langkah cepat dalam menghadapi tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), TPT Kota Sukabumi pada tahun 2025 tercatat sebesar 8,19 persen. Angka tersebut melampaui rata-rata Jawa Barat yang berada di angka 6,77 persen dan nasional sebesar 4,9 persen. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sebagai upaya konkret, Pemkot Sukabumi membentuk Tim Penanganan TPT melalui Keputusan Wali Kota Nomor 100.3.3.3/Kep.51/Bappeda/2026. Tim ini dirancang untuk memperkuat sinergi antar perangkat daerah dalam menekan angka pengangguran secara terarah.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kota Sukabumi, Erni Agus Riyani, menjelaskan bahwa tim tersebut dibagi ke dalam enam kelompok kerja (pokja) dengan tugas yang berbeda-beda.

“Pokja 1 fokus pada penempatan tenaga kerja dan perluasan akses pasar kerja, Pokja 2 menangani peningkatan kompetensi, sedangkan Pokja 3 berorientasi pada pengembangan kewirausahaan dan UMKM,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Adapun Pokja 4 hingga Pokja 6 masing-masing menangani sektor investasi, perlindungan tenaga kerja, serta penguatan sistem data ketenagakerjaan. Pada tahap awal, pembahasan difokuskan pada penyusunan program kerja Pokja 1 yang dinilai memiliki peran strategis dalam membuka peluang kerja.

“Peran Pokja 1 cukup krusial, mulai dari pemetaan potensi tenaga kerja hingga penyediaan informasi pasar kerja yang dibutuhkan masyarakat,” jelas Erni.

Menurutnya, tingginya angka pengangguran menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dunia kerja dengan kualitas tenaga kerja yang tersedia, serta belum optimalnya daya serap ekonomi di daerah.

Melalui pembentukan tim ini, pemerintah berharap penanganan pengangguran dapat dilakukan secara lebih sistematis dan berbasis data.

“Kami optimistis, dengan pendekatan yang kolaboratif dan terstruktur, upaya menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi bisa berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang signifikan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik