26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 8, 2026
Beranda blog Halaman 191

Angkot di Sukabumi Diliburkan Selama Tiga Hari, Begini Tanggapan Para Sopir

0
Oplus_131072

Wartain.com || Selain di Kota Bandung, para sopir angkot di wilayah Sukabumi, juga tidak beroperasi selama libur Idulfitri 1447 H dan arus balik tahun 2026.

Para sopir angkutan umum yang berada di kawasan jalur arteri Parungkuda-Cibadak ini, diliburkan selama tiga hari di masa libur lebaran dan arus balik tahun 2026 tersebut, atas imbauan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

Meski diliburkan, para sopir angkot itu diberikan jaminan berupa uang kompensasi sebesar Rp200 ribu perhari atau Rp600 ribu selama tiga hari, yaitu tanggal 23, 24 dan 29 Maret 2026.

Seorang sopir angkot Jurusan Cibadak-Nagrak,  Obar Mahendra mengungkapkan, pada dasarnya menerima keputusan dari Pemprov Jabar ini, walaupun  pendapatannya pada libur Idulfitri  biasanya lebih besar dari total uang kompensasi tersebut.

“Ya, Kami menerimanya dengan keputusan Gubernur Jawa Barat ini. Habis mau gimana lagi. Walaupun kalau harus memilih, kami mending narik. Biarpun macet sewanya banyak,” ungkap Obar, Minggu 29/03/2026.

Namun, ia memilih mengikuti imbauan Pemprov Jabar itu demi kelancaran lalu lintas dan enggan mengambil risiko.

“Kami pasrah saja sama kebijakan pemerintah. Kan walaupun dipaksakan tetap akan kena sanksi dari Dishub. Jadi, Kami lebih memilih diam saja di rumah,” tambah Obar.

Senada, Asep, Sopir angkot jurusan Cibadak-Cisaat dan teman-teman sesama profesinya di Cibadak memilih menuruti arahan dari pemerintah tersebut. Karena ini sudah jadi kebijakan yang tidak bisa ditolak.

“Kami semua nurut apa kata pemerintah. Ketika kami harus libur,  ya kami berhenti narik. Memangnya juga walaupun rame, jalanan kan tetap macet. Jadi kami lebih memilih menepi saja. Toh, uang kompensasinya sudah kami terima,” kata Asep.

Mereka berharap, untuk tahun berikutnya jalur arteri Parungkuda-Cibadak, tingkat kemacetannya audah mulai berkurang. Terutama, apabila tol Bocimi seksi 3 sudah rampung.

“Kami berharap tahun depan tidak seperti ini. Kemacetan seperti beberapa hari yang lalu bisa diatasi. Mudah-mudah saja, jalan tol Bocimi seksi 3 sudah bisa beroperasi pada tahun berikutnya,” pungkas Asep yang diamini teman-temannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Urai Kemacetan Saat Puncak Arus Balik, Ribuan Angkot di Sukabumi Diliburkan 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Sebanyak 1.120 sopir angkutan kota (angkot) di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, diliburkan sementara selama periode libur Idulfitri 1447 Hijriah, khususnya pada saat libur lebaran dan puncak arus balik, yaitu pada tanggal 23, 24 dan 29 Maret 2026.

Kebijakan ini diambil Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya di sepanjang jalur arteri Parungkuda-Cibadak.

Diketahui, angkutan umum yang diliburkan meliputi; Jalur Cibadak-Cisaat, Cibadak-Cicurug, Cibadak-Nagrak, Cibadak-Cikidang, Cibadak-Kalapanunggal dan Cibadak-Warungkiara.

Langkah tersebut merupakan arahan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, mengingat kawasan Cibadak sampai exit tol Parungkuda, kerap menjadi titik rawan kemacetan saat musim Lebaran.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Perhubungan Jabar, Diding Abidin, mengatakan terdapat enam trayek di Kabupaten Sukabumi khususnya di wilayah Cibadak yang masuk dalam kebijakan pembatasan operasional.

Penghentian operasional angkot diberlakukan pada waktu-waktu yang diprediksi menjadi puncak kepadatan kendaraan, yakni pada tanggal 23, 24, dan 29 Maret 2026.

Sebagai kompensasi, Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar memberikan bantuan sebesar Rp200.000 per hari kepada masing-masing sopir yang terdampak.

“Jadi walaupun tidak menyopir, tetap diberikan kompensasi Rp200.000 per hari. Selama tiga hari, totalnya Rp600.000,” ujar Diding.

Hari ini Minggu 29/03/2026, diprediksi sebagai puncak arus balik, termasuk dari wilayah Sukabumi dan sekitarnya, menuju beberapa wilayah yang ada di Jabodetabek.

Sebelum penyaluran dilakukan, Dishub telah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para sopir. Proses ini mencakup pengumpulan dan validasi data agar bantuan tepat sasaran.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Arus Balik Dominasi Lalu Lintas Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Padat

0

Wartain.com || Kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di jalur Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) serta beberapa titik di wilayah Sukabumi pada Sabtu (28/3/2026) malam.

Memasuki Minggu pagi, pergerakan kendaraan masih terpantau ramai dengan dominasi arus balik, meski sebagian wisatawan masih menuju destinasi wisata.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi, Abdurrohman Hidayat, mengungkapkan bahwa tren arus kendaraan mulai menunjukkan pergerakan pulang bagi para wisatawan, terutama dari kawasan Palabuhanratu dan Sukabumi Kota. Namun demikian, aktivitas menuju lokasi wisata belum sepenuhnya berhenti.

“Sebagian wisatawan memang sudah mulai kembali, tetapi masih ada kendaraan yang mengarah ke tempat wisata, walaupun jumlahnya tidak sebanyak hari sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, aktivitas kunjungan wisata diperkirakan berlangsung hingga Sabtu malam. Sementara itu, pada Minggu arus balik diprediksi tetap berlanjut sehingga pihak kepolisian masih melakukan langkah antisipasi di lapangan.

“Kami tetap siaga karena arus kendaraan, baik yang menuju Sukabumi maupun Palabuhanratu, masih terlihat bergerak,” tambahnya.

Dari hasil pemantauan, volume kendaraan yang melakukan perjalanan balik masih lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang datang untuk berwisata.

Sejumlah titik kepadatan pun terpantau di jalur utama, di antaranya Simpang Ratu, kawasan Pasar Cibadak, hingga Warungkiara. Di lokasi-lokasi tersebut, arus kendaraan masih tersendat meski tetap bergerak.

“Beberapa titik yang cukup padat yakni Simpang Ratu, Pasar Cibadak, dan Warungkiara. Hingga saat ini arus lalu lintas di sana masih terpantau ramai,” jelasnya.

Guna mengurai kepadatan, Satlantas Polres Sukabumi telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way). Kebijakan tersebut diterapkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan dari Simpang Ratu menuju Gerbang Tol Parungkuda.

“Pada Sabtu, kami memberlakukan dua kali sistem one way untuk mengurai kepadatan kendaraan ke arah tol,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Pemuda Garut Menjawab Tantangan Zaman: dari Kampung untuk Masa Depan Daerah

0

Wartain.com || Garut hari ini tidak sedang baik-baik saja. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat masih berada di kisaran 7–8 persen dalam beberapa tahun terakhir—lebih tinggi dari rata-rata nasional. Garut sebagai bagian dari Jawa Barat tentu ikut merasakan dampaknya, terutama bagi anak muda yang baru lulus sekolah maupun kuliah.

Belum lagi soal kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut, angka kemiskinan di Garut masih berada di atas 10 persen. Artinya, masih banyak masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Ini bukan sekadar angka, tapi realita yang ada di sekitar kita.

Di sisi lain, Garut punya potensi besar. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung, dengan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Selain itu, potensi pariwisata seperti Gunung Papandayan, Pantai Santolo, hingga kawasan Darajat Pass terus menarik wisatawan setiap tahunnya. Bahkan sebelum pandemi, kunjungan wisatawan ke Garut sempat menembus jutaan orang per tahun.

Namun persoalannya, potensi ini belum sepenuhnya dikelola secara maksimal oleh generasi muda. Banyak peluang yang masih belum disentuh secara serius—baik dari sisi inovasi, digitalisasi, maupun penguatan brand lokal.

Di tengah tantangan ini, pemuda Garut tidak bisa hanya diam. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia menunjukkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Ini adalah peluang besar bagi pemuda untuk terjun langsung, bukan hanya mencari kerja tapi juga menciptakan lapangan kerja.

Dalam wawancara yang dilakukan, sejumlah pemuda Garut menyampaikan pandangannya.

Salman Rizkatillah menegaskan bahwa pemuda harus menjadi motor perubahan. “Hari ini kita tidak bisa hanya mengkritik. Pemuda harus hadir dengan solusi, mulai dari membangun usaha, komunitas, sampai gerakan sosial yang berdampak langsung,” ujarnya.

Senada dengan itu, Elvan Syah Muharam menyampaikan bahwa potensi lokal Garut sangat besar jika dikelola serius. “Kita punya sumber daya, tinggal bagaimana kita berani mengolah dan memasarkan. Jangan sampai orang luar yang lebih dulu mengambil peluang ini,” katanya.

Sementara itu, Ari Ramdani menyoroti pentingnya kolaborasi. “Pemuda tidak bisa jalan sendiri. Harus ada kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat supaya dampaknya lebih terasa,” jelasnya.

Nanan Nugraha juga menambahkan bahwa kesadaran sosial harus diperkuat. “Banyak masalah di masyarakat yang butuh kepedulian. Pemuda harus jadi yang paling depan membantu dan menggerakkan,” ungkapnya.

Di sisi lingkungan, Afsal Adrian mengingatkan pentingnya menjaga alam Garut. “Pembangunan jangan sampai merusak lingkungan. Kalau alam rusak, yang rugi kita semua,” tegasnya.

Terakhir, Ghiyats A Fawwaz menekankan pentingnya keberanian untuk memulai. “Tidak perlu menunggu sempurna. Mulai saja dulu dari apa yang kita bisa, dari lingkungan terdekat,” ujarnya.

Kuncinya ada pada keberanian untuk bergerak. Jangan tunggu sempurna. Jangan tunggu disuruh. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?

Garut ke depan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tapi juga oleh sejauh mana pemudanya mau terlibat. Dari kampung, dari komunitas, dari hal kecil—semua bisa jadi awal perubahan besar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Salman/Biro Garut)

Yudi Suryadikrama : Daulat Pangan di Ambang Prahara Dunia – Menanam adalah Melawan

0

Wartain.com || Dunia hari ini sedang tidak baik-baik saja. Gejolak geopolitik global yang kian memanas membawa aroma kecemasan akan potensi Perang Dunia III. Di tengah deru mesin perang dan ketidakpastian ekonomi, ancaman nyata yang mengintai setiap meja makan kita adalah krisis pangan. Sebelum segalanya terlambat, Yudi Suryadikrama, Dewan Pembina Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih, menyerukan sebuah gerakan semesta: Ketahanan dan Kemandirian Pangan Berbasis Spiritual-Nasionalisme.

Akar Budaya dan Falsafah Kemandirian

Ajakan Yudi Suryadikrama melainkan sebuah manifestasi dari ajaran Trisakti Bung Karno, khususnya poin “Berdikari dalam Bidang Ekonomi”. Nasionalisme sejati hari ini tidak lagi diukur dari retorika, melainkan dari sejauh mana kita mampu berdaulat atas apa yang kita makan.

Secara filosofis, tanah adalah “Ibu Pertiwi” yang menghidupi. Membiarkan lahan telantar adalah bentuk pengingkaran terhadap anugerah Tuhan. Dalam kacamata spiritual, menanam adalah bentuk dzikir nyata—sebuah interaksi harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Jihad Pangan: Dari Halaman Rumah hingga Kantor

Seruan ini menekankan optimalisasi setiap jengkal tanah. Tak perlu menunggu lahan berhektar-hektar; halaman rumah, sudut kantor, hingga lahan kosong di perkotaan harus diubah menjadi lumbung hidup.

1. Pertanian Domestik: Menanam sayur dan tanaman pangan di pot atau polibag.

2. Akuakultur Mandiri: Memanfaatkan kolam-kolam kecil untuk budidaya ikan.

3. Peternakan Rakyat: Mengelola ternak skala kecil sebagai sumber protein.

Gerakan ini adalah strategi “Gerilya Pangan”. Jika setiap rumah tangga mandiri, maka ketahanan nasional akan terbentuk dengan sendirinya dari unit terkecil.

Perspektif Pakar dan Filosof

1. Sejalan dengan visi ini, para pakar sering mengingatkan bahwa pangan adalah senjata (food as a weapon).

2. Francis Bacon pernah berujar, “Nature, to be commanded, must be obeyed.” Kita harus tunduk pada hukum alam dengan merawatnya agar ia memberi makan kita.

3. Dalam konteks kekinian, Prof. Bungaran Saragih (Pakar Agribisnis) sering menekankan bahwa kemandirian pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa. Tanpa pangan yang cukup, martabat bangsa dipertaruhkan.

Dari sisi spiritualitas ekologis, para pemikir menekankan bahwa krisis pangan adalah krisis moral. Sebagaimana pesan dalam filsafat Pancasilais, keadilan sosial dimulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat secara mandiri.

Kesimpulan: Sebelum Terlambat

Seruan Yudi Suryadikrama adalah lonceng peringatan sekaligus peta jalan. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang “mati di lumbung padi” karena ketergantungan pada impor di tengah situasi perang global.

Mari jadikan menanam sebagai gaya hidup, dzikir sebagai energi, dan nasionalisme sebagai api semangat. Ketahanan pangan adalah pertahanan nasional. Mari bergerak sekarang, sebelum pintu perdagangan dunia tertutup rapat oleh konflik, dan kita hanya bisa menyesali lahan-lahan yang sempat kita biarkan mati.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Beragam Agenda Meriahkan HUT ke-112 Kota Sukabumi, Dari Karnaval hingga Konser Musik

0

Wartain.com || Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi yang jatuh pada 1 April 2026 akan diramaikan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang April hingga Mei mendatang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, menyampaikan bahwa sejumlah agenda telah disiapkan untuk melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Menurutnya, Disporapar turut mengoordinasikan beberapa kegiatan utama, di antaranya karnaval budaya serta fun walk yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

“Kami mohon partisipasinya kepada seluruh warga Kota Sukabumi untuk meramaikan Peringatan HUT ke – 112 Kota Sukabumi,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Selain agenda yang digagas oleh Pemerintah Kota Sukabumi, perayaan juga akan dimeriahkan oleh pihak swasta dan komunitas. Salah satunya adalah gelaran Terambyar Fest yang direncanakan berlangsung di Stadion Suryakencana.

“Konser Terambyar Fest, insyaallah ada artis nasional yang akan tampil, itu pada tanggal 19 April 2026,” kata Rahmat.

Ia menambahkan, momentum hari jadi Kota Sukabumi tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana evaluasi dan perencanaan pembangunan ke depan.

“Ya momen HUT Kota Sukabumi, menjadi momen refleksi,mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan, dan kita merencanakan untuk yang lebih baik bagi Kota Sukabumi, kotanya tertata, dan warganya hidup sejahtera, juga bahagia,” tandasnya.

Dengan beragam kegiatan yang disiapkan, pemerintah berharap peringatan HUT ke-112 ini dapat menjadi ruang kebersamaan sekaligus mendorong kemajuan Kota Sukabumi di berbagai sektor.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Korve Massal HUT Setukpa, Wali Kota Sukabumi Tekankan Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

0

Wartain.com || Dalam rangka memperkuat budaya gotong royong sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Setukpa Lemdiklat Polri, Pemerintah Kota Sukabumi menggelar apel siaga dan aksi bersih-bersih massal di Lapang Merdeka, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dengan melibatkan siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan ke-55 tahun 2026 serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Sukabumi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bobby Maulana, jajaran Setukpa Lemdiklat Polri, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, lurah, hingga perwakilan BLUD/BUMD dan unsur mitra lainnya.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Polri dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kebersihan kota merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen.

“Menjaga kebersihan dan keasrian Kota Sukabumi bukanlah tugas satu atau dua pihak saja, melainkan tanggung jawab kita bersama. Kegiatan Korve gabungan ini menjadi simbol kuatnya sinergi dan soliditas antara Polri dan Pemerintah Daerah,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali semangat gotong royong serta rasa memiliki terhadap lingkungan.

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta untuk menjalankan kegiatan dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan, serta menjadikannya sebagai contoh bagi masyarakat luas.

Pada kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Setukpa Lemdiklat Polri dan berharap institusi tersebut terus melahirkan perwira Polri yang profesional dan humanis.

Usai apel siaga, seluruh peserta langsung bergerak ke berbagai titik di Kota Sukabumi untuk melaksanakan aksi korve. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas instansi dalam menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan kota.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jabar Mulai Sosialisasi Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Sasar Sekolah dan Orang Tua

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai sosialisasi pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari regulasi yang disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna melindungi generasi muda dari dampak negatif dunia digital.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, menyatakan bahwa implementasi kebijakan ini akan dilakukan secara bertahap. Di wilayah Jawa Barat, fokus utama sosialisasi adalah lingkungan sekolah, terutama bagi siswa SMA yang baru masuk, serta penguatan peran orang tua.

“Ini kan bertahap pembatasan penggunaan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun dan saya kira nanti implementasinya ini mudah-mudahan bisa menjadi rujukan untuk anak-anak,” ujar Herman, Sabtu (28/3/2026).

Herman menekankan bahwa meskipun regulasi datang dari pusat, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada sinergi antara guru dan orang tua dalam melakukan pengawasan dan edukasi.

“Justru yang kita harapkan adalah peran sekolah melalui bapak Ibu guru, peran orang tua dan Ibu Menteri Komdigi menyampaikan akan koordinasi dengan provider berbagai platform media sosial agar mereka juga betul-betul kebijakan yang proaktif begitu,” katanya.

Lebih lanjut, Herman menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menjalin komunikasi dengan berbagai penyedia platform besar seperti Facebook, Instagram, YouTube, hingga TikTok. Tujuannya adalah untuk memberlakukan syarat ketat kepemilikan akun.

“Nantinya ada persyaratan anak di bawah 16 tahun enggak boleh memiliki akun, tentu itu kewenangan pusat untuk melakukan pengawasannya terhadap penyedia layanan media sosial berbasis platform digital,” jelas Herman.

Pemprov Jabar berkomitmen mendukung penuh kebijakan ini karena dianggap telah melalui kajian yang matang dan riset yang panjang, mengikuti jejak beberapa negara lain yang telah lebih dulu menerapkan aturan serupa.

Herman pun berpesan agar para pendidik di Jawa Barat mulai mengintensifkan kembali edukasi mengenai penggunaan perangkat digital secara bijak.

“Untuk kita di Jawa Barat lebih kepada himbauan ke masyarakat luas khususnya orang tua dari anak yang di bawah umur ini, di bawah usia 16 tahun dan guru-guru, baik di sekolah dasar maupun sekolah menengah, SMP, SMA agar lebih proaktif untuk mengingatkan anak-anak dengan cara-cara edukatif tentunya,” pungkasnya.

Herman optimis melalui aturan yang mulai efektif per 28 Maret 2026 ini, anak-anak dapat terhindar dari paparan konten negatif.

“Bisa terhindar dampak negatif media sosial. Ya, peran orang tua dan guru yang kita harapkan bisa lebih proaktif ya. Tentu dengan cara-cara yang baik,” tutupnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Alun-Alun Jampang Tengah Dipadati Wisatawan, Jadi Magnet Libur Lebaran

0

Wartain.com || Suasana libur Hari Raya Idulfitri masih terasa hangat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Salah satu titik yang menjadi pusat keramaian adalah Alun-Alun Jampang Tengah yang dipadati pengunjung sejak pagi hingga malam hari.

Ratusan warga dari berbagai daerah tampak memanfaatkan momen libur Lebaran untuk bersantai bersama keluarga di ruang terbuka tersebut.

Area alun-alun yang tertata rapi, dilengkapi fasilitas bermain anak, serta lapak kuliner, menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Tak hanya warga lokal, sejumlah pengunjung dari luar kecamatan bahkan luar kota juga terlihat memadati kawasan ini. Mereka datang untuk menikmati suasana santai, berolahraga ringan, hingga sekadar berburu jajanan khas yang dijajakan pedagang kaki lima.

Seorang pengunjung, Nina (27), mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk mengisi waktu libur Lebaran. Ia menilai suasana di Alun-Alun Jampang Tengah cukup nyaman dan cocok untuk rekreasi keluarga.

“Saya senang bisa datang ke sini. Tempatnya ramai tapi tetap nyaman, banyak jajanan juga, jadi cocok untuk liburan santai bareng keluarga,” ujar Nina, Sabtu (28/03/2026).

Keramaian ini juga membawa berkah bagi para pedagang. Omzet mereka meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, seiring tingginya jumlah pengunjung yang datang silih berganti.

Meski dipadati pengunjung, masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kebersihan dan ketertiban selama berada di area alun-alun. Dengan begitu, suasana libur Lebaran yang aman dan nyaman dapat terus dirasakan oleh semua pihak.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Prof. Owin Jamasy Ajak Alumni Al-Masthuriyah Pererat Silaturahmi Lewat Halalbihalal Akbar

0

Wartain.com || Dewan Pengurus Keluarga Alumni Al-Masthuriyah (DP KALAM) Sukabumi tengah mematangkan rencana untuk menggelar acara halalbihalal akbar. Momentum ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi besar bagi seluruh lintas generasi alumni Pondok Pesantren Al-Masthuriyah. Sabtu, 28 Maret 2026.

Direktur Eksekutif Yayasan Pemberdayaan Jamasy Cendekia, Prof. Owin Jamasy Jamaludin, yang juga merupakan alumni senior Al-Masthuriyah, mengajak seluruh rekan sejawat untuk menyambut baik rencana tersebut. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri pertemuan bersama jajaran pengurus DP KALAM di Yayasan Pondok Jamasy Cendekia baru-baru ini.

“PD KALAM Sukabumi ada rencana untuk melakukan halalbihalal secara lebih banyak lagi pesertanya. Tentu ini sebagai undangan kepada seluruh civitas alumni Al-Masthuriyah, khususnya di Kabupaten Sukabumi dan daerah tetangga,” ujar Prof. Owin.

Prof. Owin menegaskan agar para alumni tetap memantau informasi resmi mengenai jadwal pasti acara tersebut.

“Insyaallah untuk waktunya kita tunggu saja karena rekan-rekan panitia akan berembuk untuk menetapkan waktu yang lebih tepat buat antum semua. Kita hadir sama-sama, Bismillah,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)