26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 231

Hujan dan Angin Picu Kerusakan Landmark Alun-Alun Gadobangkong

0

Wartain.com || Landmark berwarna merah bertuliskan “ALUN-ALUN GADOBANGKONG” rapuh dan hancur disebabkan intensitas hujan dan angin beberapa hari lalu. Hujan lebat dan angin kencang kerap melanda wilayah di Indonesia, di Palabuhanratu sendiri hujan kian mengguyur tiada henti, Senin (9/3/2026).

Diketahui, landmark tersebut sudah rapuh sebelumnya, ditambah dengan cuaca akhir-akhir hari ini kondisi semakin memprihatinkan tulisan tersebut.

Salah satu pengunjung, Eva (36) menyayangkan kondisi tersebut karena kerusakan terjadi padahal belum lama dibangun. Ia mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga kecilnya datang ke lokasi itu dengan harapan bisa berfoto di huruf Gadobangkong, namun ternyata kondisinya sudah rusak.

“Sangat disayangkan ya padahal ini belum lama. Saya sama keluarga kecil kesini sambil ngabuburit ingin foto-foto tadinya di huruf Gadobangkong itu, tapi malah rusak,” Kata Eva saat dilokasi.

“Semoga deh ada perbaikan dari pemerintah, apalagi nanti libur lebaran,” tambah Eva.

Sebelumnya, Alun-Alun Gadobangkong sempat menyita perhatian publik dan viral terkait menghilangnya patung Kuya yang terbuat dari material kardus dan triplek.

Namun hal itu segera diperbaiki oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sukabumi. Karena memang Gadobangkong warisan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang diserahkan ke Pemkab pada tahun 2024.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, angkat bicara terkait kerusakan landmark tersebut saat kegiatan bersih-bersih waktu itu sebelum bulan ramadhan.

“Ini harus dipelihara dengan baik karena ini kan baru dibangun belum lama dengan memakan biaya cukup besar,” ucap Asjap pada Rabu (18/3/2026).

Ia juga berencana mengalihkan tanggung jawab pengelolaan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Sebelumnya dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Rencananya akan diambil oleh pihak Dinas Perkim,” kata Asjap.

Asep juga menuturkan “Insyaallah setelah kewenangannya nanti di pihak pemerintah daerah (Perkim), kita akan pelihara karena ini aset yang luar biasa,” tuturnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

SDN Otista Palabuhanratu Gelar Pesantren Ramadhan, Fokus Tingkatkan Kualitas Ibadah Siswa

0

Wartain.com || Sekolah Dasar Negeri (SDN) Otista Palabuhanratu resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan bagi seluruh siswanya pada Senin (9/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah di Jalan Otista, Palabuhanratu ini bertujuan untuk memperkuat karakter religius siswa selama bulan suci.

Acara dimulai sejak pagi hari dengan rangkaian tadarus bersama, salat dhuha, dan penyampaian materi keagamaan yang diikuti dengan antusias oleh para peserta didik.
Guru Agama SDN Otista, Nani Nurbayani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa mendalami ilmu agama di luar jam pelajaran formal.

“Kami berharap melalui Pesantren Ramadhan ini, anak-anak tidak hanya sekadar menjalankan ibadah puasa secara fisik, tetapi juga memahami esensi di baliknya. Ini adalah momentum terbaik untuk membentuk akhlakul karimah sejak dini,” ujar Nani di sela-sela kegiatan.

Dalam sesi utama, pihak sekolah menghadirkan Ustaz Jana Sujana, S.Pd.I. sebagai penceramah. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan untuk melipatgandakan pahala melalui ibadah wajib maupun sunnah.

“Keutamaan bulan Ramadhan ini sangat luar biasa. Setiap amal kebaikan akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, adik-adik harus rajin salat, jujur, dan berbakti kepada orang tua agar menjadi generasi yang bertaqwa,” jelas Jana Sujana di hadapan para siswa.

Kegiatan Pesantren Ramadhan di SDN Otista ini rencananya akan berlangsung selama sepekan ke depan dengan berbagai lomba keagamaan sebagai penutup rangkaian acara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Desa Bojongraharja Laksanakan Musdesus, Bahas BLT Dana Desa Tahun 2026

0

Wartain.com || Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2026 digelar di Desa Bojong Raharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa Bojong Raharja.

Ketua BPD Desa Bojong Raharja, Abdul Aziz Pristiadi menjelaskan bahwa musyawarah tersebut bertujuan untuk menyepakati jumlah penerima manfaat serta jangka waktu penyaluran BLT Dana Desa pada tahun 2026.

“Pada hari ini kami dari Badan Permusyawaratan Desa bersama Pemerintah Desa Bojong Raharja melaksanakan Musyawarah Desa Khusus untuk membahas sekaligus menyepakati penetapan jumlah Keluarga Penerima Manfaat BLT Dana Desa Tahun Anggaran 2026, termasuk jangka waktu penyalurannya,” ujar Aziz.

Dalam musyawarah tersebut disepakati adanya perubahan skema penyaluran bantuan. Jika sebelumnya penerima manfaat mendapatkan bantuan selama satu tahun penuh, pada tahun 2026 ini jangka waktu penerimaan dipersingkat menjadi tiga bulan. Namun, jumlah penerima manfaat justru ditambah agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Dari hasil rasio yang kami lakukan, ada beberapa mekanisme yang disepakati. Salah satunya dengan menambah jumlah penerima manfaat. Jika sebelumnya penerima mendapatkan bantuan selama satu tahun, kini disepakati hanya selama tiga bulan, namun jumlah KPM ditambah menjadi 48 keluarga,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penetapan penerima manfaat dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan pemerintah. Data penerima juga disusun secara teknis menggunakan sistem by name by address sehingga dapat diverifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sepanjang data tersebut sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, tentu bisa menjadi dasar penetapan penerima manfaat. Secara teknis juga sudah disampaikan bahwa data menggunakan sistem by name by address, sehingga dapat dicek langsung kesesuaiannya dengan kriteria penerima,” katanya.

Ia menambahkan bahwa proses penetapan tersebut juga mengacu pada regulasi yang berlaku, salah satunya Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2025, dengan prinsip utama bantuan dapat tersalurkan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.

“Prinsipnya kami mengacu pada Permen Desa Nomor 16 Tahun 2025. Yang terpenting bantuan dapat tersalurkan dan diterima oleh KPM yang memang sesuai dengan kriteria,” pungkas Aziz.

Musyawarah Desa Khusus tersebut berlangsung lancar dengan melibatkan unsur pemerintah desa, BPD, serta perwakilan masyarakat, sebagai bentuk transparansi dan kesepakatan bersama dalam penetapan penerima bantuan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Program Beasiswa LPDP, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi: Kami Dukung Santri Dapat Mengakses

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriadi, menyambut positif pernyataan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mendorong agar kalangan santri juga mendapatkan kesempatan mengakses program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Menurut Ferry, gagasan tersebut merupakan kebijakan sekaligus pernyataan yang sangat baik karena membuka peluang yang lebih luas bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia menilai program LPDP selama ini dikenal sebagai beasiswa pendidikan lanjutan yang memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menempuh studi magister maupun doktoral, baik di dalam maupun luar negeri.

“Terkait program beasiswa LPDP yang layak dirasakan oleh para santri menurut saya itu merupakan kebijakan dan statement yang sangat luar biasa, di mana LPDP ini program beasiswa pendidikan tingkat lanjutan diantaranya magister dan doktoral, ketum kami menyatakan itu layak dirasakan oleh santri,” ujar Ferry, Senin 09/03/2026.

Ferry menyebutkan, pernyataan tersebut menjadi kabar membahagiakan bagi kalangan pesantren. Pasalnya, santri yang selama ini menempuh pendidikan di pondok pesantren kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses fasilitas pendidikan dari negara.

“Itu merupakan kebijakan dan informasi membahagiakan di mana ini bertujuan untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkualitas, dan sekarang untuk rekan rekan yang mondok, atau juga sebagai santri punya kesempatan untuk mendapatkan fasilitas dari negara melalui program LPDP itu,” katanya.

Ia berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para santri agar mampu melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi serta berkontribusi bagi bangsa di masa depan.

“Dengan harapan adik adik santri ke depan bisa mendapatkan peluang yang baik dan menjadi salah satu pimpinan masa depan yang dihasilkan dari pondok pesantren,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ferry juga menyinggung bahwa saat ini banyak politisi Partai Golkar yang berasal dari latar belakang pondok pesantren. Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang.

“Itu juga salah satu statement yang juga disampaikan beliau, yang di mana partai golkar sekarang banyak di isi oleh politisi yang berasal dari pondok pesantren. Ini juga jadi harapan agar para santri mendapatkan peluang yang sama, yang lebih, untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi dengan fasilitas negara melalui LPDP,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Polda Jabar Siap Fungsionalkan Tol Bocimi Seksi 3

0

Wartain.com || Untuk menghindari momok yang menakutkan yang sering terjadi setiap tahun, khususnya bagi  masyarakat yang akan melakukan mudik Lebaran 2026 menuju arah Sukabumi dan sekitarnya. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, memastikan bahwa proyek Jalan Tol Bocimi Seksi 3 ruas Parungkuda – Cibolangkaler akan dioperasionalkan secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik.

Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan kronis yang kerap terjadi di jalur arteri antara Parungkuda hingga Sukabumi Kota. Warga yang akan mudik melalui jalur Bocimi dapat menggunakan Tol Bocimi 3 dari gerbang tol Ciawi sampai ke Karangtengah.

Dalam tinjauannya langsung ke lokasi proyek, Kapolda Jabar menegaskan strategisnya peran Bocimi Seksi 3. Jalur ini diproyeksikan mampu menghindari setidaknya 7 spot kemacetan panjang di jalur arteri yang selama ini menjadi momok bagi pengendara, terutama di area Pasar Cibadak dan Simpang Ratu.

“Bocimi 3 ini sangat strategis. Jika difungsikan pada Operasi Ketupat Lodaya 2026, kita bisa memotong jalur arteri di mana terdapat 7 titik kemacetan panjang. Ini sangat diharapkan oleh masyarakat,” ujar Irjen Pol Rudi Setiawan.

Saat ini, pengerjaan hanya menyisakan sekitar 150 meter proses pengecoran. Kapolda optimis pengerjaan tersebut akan rampung pada 12 Maret, sehingga jalur fungsional bisa mulai digunakan pada tanggal 13 Maret 2026.

Terkait teknis di lapangan, jalur ini akan digunakan secara gratis bagi seluruh masyarakat.

Namun, operasionalnya dibatasi hanya pada pagi hingga sore hari. Jalur akan ditutup saat matahari terbenam demi menjaga keamanan dan kenyamanan pemudik mengingat statusnya yang masih fungsional.

Untuk skema lalu lintas, Tol Bocimi Seksi 3 akan diberlakukan sistem satu arah (one way) dengan memanfaatkan dua lajur sekaligus.

Saat arus mudik, jalur akan dibuka dari arah Jakarta menuju Sukabumi dengan titik keluar di Karangtengah. Sebaliknya, saat memasuki masa arus balik, arah kendaraan akan dibalik menuju Jakarta.

Selain mengandalkan tol fungsional, pihak kepolisian bersama Pemerintah Provinsi dan Pemkab Sukabumi juga membenahi jalur arteri.

Salah satu langkah ekstrem adalah pemberian kompensasi terhadap angkot di area Pasar Cibadak serta pemasangan pembatas jalan untuk meminimalisir persimpangan yang menghambat laju kendaraan.

Polda Jawa Barat akan terus memperbarui informasi mengenai kesiapan jalur ini melalui hotline dan saluran publikasi resmi. Masyarakat diminta untuk memantau perkembangan terbaru sebelum memulai perjalanan agar mudik berjalan lancar.

“Kami optimis. Titik-titik masalah dari Parungkuda sampai Sukabumi Kota sudah kami petakan dan atasi. Silakan masyarakat yang ingin mudik nanti menggunakan Bocimi 3 sampai Karangtengah,” pungkas Irjen Pol Rudi Setiawan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wabup Sukabumi Hadiri Rakor Operasi Ketupat Lodaya 2026, Perkuat Koordinasi Pengamanan Lebaran

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi, Andreas menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar di Aula Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Senin (9/3/2026).

Rakor tersebut dihadiri oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, instansi vertikal, serta perangkat daerah terkait dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan koordinasi antarinstansi dalam rangka mempersiapkan pengamanan dan pelayanan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Melalui rakor tersebut, diharapkan tercipta sinergi yang solid untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik di wilayah Sukabumi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Sukabumi menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas terselenggaranya koordinasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah.

Menurutnya, kerja sama antarinstansi sangat penting, terutama karena wilayah hukum Polres Sukabumi Kota berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.

Ia juga meminta sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi, dan BPBD Kabupaten Sukabumi untuk aktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam memantau kondisi di lapangan.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah titik rawan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam seperti longsor maupun pohon tumbang yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.

“Operasi Ketupat bukan hanya berkaitan dengan pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan selamat,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Bupati juga menginstruksikan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk menyiagakan pos kesehatan serta tenaga medis di sejumlah titik pengamanan dan lokasi keramaian guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Tak hanya itu, perangkat daerah terkait juga diminta untuk terus memantau ketersediaan bahan pokok di pasar serta menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran agar tetap terkendali.

Melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan arus mudik dan aktivitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah di wilayah Sukabumi dapat berjalan dengan lancar dan aman.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan dan kemudahan bagi kita semua dalam menjalankan tugas memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kepala Dishub Sukabumi Paparkan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 pada Rapat Dinas Pemkab

0

Bisnisnews.net || Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi memaparkan kesiapan angkutan Lebaran Tahun 2026 dalam Rapat Dinas Bulan Maret lingkup Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang digelar di Aula Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Jalan Siliwangi No.10, Palabuhanratu, Senin (9/3/2026).

Rapat dinas tersebut dipimpin oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar dan dipandu oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman. Kegiatan diikuti oleh para kepala perangkat daerah sebagai bagian dari agenda monitoring dan evaluasi kinerja bulanan pemerintah daerah.

Dalam paparannya, Mubtadi Latif Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi menjelaskan sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Persiapan tersebut meliputi pengaturan lalu lintas di jalur-jalur utama, peningkatan pengawasan angkutan umum, serta koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Idulfitri.

Selain itu, Dishub juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan kendaraan di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di jalur wisata dan jalur utama yang menghubungkan wilayah Sukabumi dengan daerah lainnya.

“Melalui pemaparan tersebut, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat bersinergi dalam mendukung kelancaran arus transportasi selama musim mudik dan libur Lebaran, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Ketua DPRD Sukabumi Dampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Safari Ramadan di Ponpes Azzainiyah Salabintana

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Azzainiyah, Salabintana, Kabupaten Sukabumi.

“Kegiatan Safari Ramadan tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri para tokoh agama, santri, serta sejumlah pejabat daerah. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam suasana bulan suci Ramadan,” ujarnya, Senin (09/03/2026).

Dalam kesempatan tersebut, rombongan melakukan rangkaian kegiatan keagamaan, di antaranya tausiah, doa bersama, serta penyerahan bantuan kepada pihak pesantren dan para santri. Kehadiran Menteri ESDM bersama rombongan disambut antusias oleh keluarga besar Pondok Pesantren Azzainiyah.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini merupakan momentum penting untuk mempererat ukhuwah islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan para ulama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sambutannya mengapresiasi peran pondok pesantren yang selama ini turut berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Safari Ramadan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kalangan pesantren, sekaligus menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dalam suasana penuh kebersamaan di bulan suci Ramadan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Warga Cikembar Hilang Saat Menyadap Karet, Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian

0

Wartain.com || Upaya pencarian terhadap Udin (57), warga Kampung Mandaling, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat. Udin dilaporkan hilang sejak Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIB saat pergi untuk menyadap getah karet.

Hingga kini, berbagai pihak masih melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur aktivitas korban. Pencarian dilakukan oleh aparat kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, pihak perkebunan, serta relawan dan masyarakat sekitar.

Sekretaris Kecamatan Cikembar, Lenni Nurliah, mengatakan bahwa hingga saat ini petugas belum menemukan petunjuk pasti terkait keberadaan korban. Informasi terakhir yang diperoleh hanya menyebutkan bahwa korban terlihat berjalan menuju area kebun tanpa sempat berkomunikasi dengan warga sekitar.

“Dari informasi yang kami dapatkan, yang melihat terakhir hanya melihat dari belakang saja. Tidak ada komunikasi, sehingga kami benar-benar belum memiliki petunjuk yang jelas terkait keberadaan beliau,” ujarnya, Senin (09/03/2026).

Menurut Lenni, pemerintah kecamatan juga telah berkomunikasi dengan keluarga korban untuk mengetahui kondisi dan latar belakang terakhir sebelum kejadian. Berdasarkan keterangan keluarga, tidak ditemukan masalah serius dalam kehidupan rumah tangga korban.

Namun demikian, diduga korban sedang memikirkan persoalan ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan keluarga seperti zakat fitrah, pakaian Lebaran, serta kebutuhan lainnya.

“Informasi dari keluarga, tidak ada masalah besar. Hanya saja beliau kemungkinan banyak memikirkan kebutuhan menjelang Lebaran. Apalagi beberapa waktu terakhir sering turun hujan sehingga pekerjaan menyadap karet menjadi jarang dilakukan,” jelasnya.

Selain itu, korban diketahui baru pensiun dari pekerjaannya sekitar satu tahun lalu. Beberapa hak ketenagakerjaan telah diterima, namun masih ada satu hak lainnya yang belum cair sepenuhnya.

Lenni juga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Dalam beberapa waktu terakhir, korban kerap mengeluhkan sakit di bagian dada sehingga aktivitas kerjanya terbatas hanya hingga menjelang siang hari.

“Beliau memang punya riwayat sakit jantung. Biasanya bekerja hanya sampai sekitar pukul 11 atau 12 siang, setelah itu beristirahat. Akhir-akhir ini juga sering mengeluhkan sakit di bagian dada,” katanya.

Proses pencarian sempat dihentikan sementara pada dini hari sekitar pukul 02.35 WIB agar para petugas dan relawan dapat beristirahat serta melaksanakan sahur di bulan Ramadhan. Pencarian kemudian kembali dilanjutkan pada pagi harinya dengan menyisir berbagai jalur dan lokasi yang berpotensi dilalui korban.

Tim gabungan bahkan memeriksa sejumlah tempat kosong di sekitar wilayah tersebut guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.

“Semua kemungkinan kita periksa. Tempat-tempat kosong juga sudah disisir. Pencarian terus dilakukan sampai siang hari, kemudian nanti kami akan berkumpul kembali untuk mengevaluasi dan menentukan langkah selanjutnya,” jelas Lenni.

Ia menambahkan, pencarian melibatkan berbagai unsur mulai dari kepolisian, pihak perkebunan, pemerintah kecamatan dan desa, relawan Pramuka Peduli, TKSK, hingga masyarakat yang secara sukarela turun membantu.

“Semua unsur turun tangan. Masyarakat juga sangat antusias membantu pencarian. Mereka bahu-membahu menyisir wilayah sekitar,” katanya.

Pemerintah kecamatan dan keluarga berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Pihaknya juga terus berdoa agar pencarian membuahkan hasil dan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga.

“Kami semua berharap Pak Udin bisa segera ditemukan dalam keadaan sehat. Mudah-mudahan beliau bisa kembali sehingga kita mengetahui apa yang sebenarnya beliau rasakan selama ini,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kadisnakertrans : Bazar Culinary Ramadan Tahun 20026 Buka Peluang Kerja bagi Pelaku UMKM 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bazar Culinary Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di Lapang STISIP Widyapuri Mandiri, Komplek Gelanggang Cisaat, Kabupaten Sukabumi, resmi berakhir, pada Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung selama sepekan tersebut menghadirkan puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menawarkan berbagai produk kuliner kepada masyarakat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi, menilai kegiatan bazar Ramadhan ini memiliki dampak positif tidak hanya bagi perputaran ekonomi, tetapi juga terhadap peluang kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan puluhan pelaku UMKM tersebut turut membuka kesempatan usaha serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi produktif.

“Bazar seperti ini sangat baik karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran sekitar 35 pelaku UMKM dalam bazar tersebut menunjukkan bahwa sektor usaha kecil di Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Bahkan, selama kegiatan berlangsung, perputaran transaksi harian mencapai puluhan juta rupiah.

Hal itu menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap produk lokal masih sangat tinggi, terutama produk kuliner yang menjadi salah satu sektor usaha paling diminati.

“Ini menjadi bukti bahwa UMKM di Kabupaten Sukabumi memiliki daya tarik tersendiri. Jika terus didorong dan difasilitasi, sektor ini bisa menjadi salah satu penopang lapangan pekerjaan di daerah,” jelasnya.

Kesadaran dan Perlindungan Konsumen
Sigit juga mengapresiasi semangat para pelaku UMKM yang tetap aktif berjualan dan berinovasi dalam menghadirkan produk kuliner berkualitas bagi masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, juga dapat memperkuat kemandirian masyarakat melalui usaha mandiri.

“Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar dan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM, sehingga dampaknya terhadap peningkatan ekonomi dan kesempatan kerja di Kabupaten Sukabumi semakin luas,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)