26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 230

Rahasia Lailatul Qadar dalam Perjalanan Menuju Ma’rifatullah : Perspektif Tauhid, Kerasulan dan Kesadaran Ruhani 

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Pendahuluan: Lailatul Qadar Sebagai Misteri Ilahi

Wartain.com || Dalam perjalanan sejarah spiritual manusia, terdapat satu malam yang disebut oleh Allah sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam tersebut dikenal sebagai Lailatul Qadar, sebagaimana disebutkan dalam Qur’an:

“Innā anzalnāhu fī lailatil qadr.

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam Lailatul Qadar.

Peristiwa ini berkaitan langsung dengan turunnya wahyu kepada Muhammad, yang menandai dimulainya era kerasulan terakhir bagi umat manusia.

Namun jika ditelisik lebih dalam, Lailatul Qadar bukan sekadar malam ibadah atau momentum ritual dalam bulan Ramadhan. Ia merupakan simbol kosmik tentang pertemuan antara langit dan bumi, antara wahyu dan kesadaran manusia, antara Tuhan dan hamba-Nya.

Dalam perspektif tauhid kerasulan, malam ini adalah momen ketika wahyu Ilahi mulai menyinari dunia.

Sedangkan dalam perspektif tasawuf dan ma’rifatullah, Lailatul Qadar dipahami sebagai peristiwa terbukanya hijab antara manusia dan Tuhannya.

Dengan demikian, Lailatul Qadar tidak hanya memiliki dimensi waktu, tetapi juga dimensi kesadaran spiritual.

Hakikat Lailatul Qadar dalam Tauhid.

Secara bahasa, kata “Qadar” memiliki beberapa makna:
Ketetapan
Ukuran
Kemuliaan
Penentuan takdir

Dalam konteks wahyu Ilahi, Lailatul Qadar adalah malam ketika Allah menetapkan berbagai urusan kehidupan manusia.
Dalam Qur’an disebutkan:

“Pada malam itu ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah.”

Makna ini menunjukkan bahwa Lailatul Qadar adalah momen kosmik dimana takdir kehidupan manusia diperbaharui dalam rahasia kehendak Allah.

Para ulama menjelaskan bahwa pada malam tersebut:
para malaikat turun ke bumi
rahmat Allah melimpah
doa-doa hamba lebih dekat untuk dikabulkan

Namun hakikat terdalamnya bukan hanya peristiwa metafisik di langit, melainkan peristiwa transformasi spiritual dalam diri manusia.

Lailatul Qadar dalam Perspektif Kerasulan.

Secara historis, Lailatul Qadar terkait dengan turunnya wahyu pertama kepada Muhammad di Gua Hira.

Pada malam itu, malaikat Jibril membawa wahyu pertama:

Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq

Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.

Peristiwa tersebut bukan hanya pengalaman pribadi Nabi, melainkan titik awal lahirnya peradaban spiritual Islam.

Dari satu malam itu lahir:
wahyu yang membimbing manusia
peradaban ilmu pengetahuan
sistem moral dan spiritual umat manusia

Karena itu Allah menyatakan bahwa malam itu lebih baik dari seribu bulan, yaitu lebih berharga dari umur panjang tanpa petunjuk wahyu.

Lailatul Qadar dalam Perspektif Ma’rifatullah.

Para arif billah memandang Lailatul Qadar tidak hanya sebagai malam dalam kalender, tetapi sebagai keadaan kesadaran spiritual.
Dalam perjalanan suluk menuju ma’rifatullah, seorang salik melewati beberapa tahapan:
Tazkiyatun nafs (penyucian diri)
Tajalliyatul qalb (tersingkapnya cahaya hati)
Ma’rifatullah (pengenalan langsung kepada Allah)

Pada tahap tertentu, seorang salik dapat mengalami keadaan spiritual yang menyerupai makna Lailatul Qadar, yaitu ketika cahaya Ilahi turun dalam hati yang telah bersih dari ego.

Sebagian sufi mengatakan:
“Hati yang bersih dari nafsu adalah malam yang siap menerima Lailatul Qadar.”

Dalam keadaan tersebut, manusia merasakan:
ketenangan yang sangat dalam
kesadaran tauhid yang kuat
kedekatan dengan Allah yang tidak dapat dijelaskan oleh kata-kata

Rahasia Disembunyikannya Lailatul Qadar.
Allah tidak menjelaskan secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi.

Rasulullah hanya memberikan petunjuk untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.

Ada beberapa hikmah mengapa rahasia ini disembunyikan:

1. Agar manusia bersungguh-sungguh beribadah
Jika malamnya diketahui secara pasti, manusia hanya akan beribadah pada malam itu saja.
2. Menguji keikhlasan
Pencari sejati tidak mencari waktu tertentu, tetapi mencari keridhaan Allah.
3. Melatih cinta kepada Tuhan
Orang yang mencintai Tuhan akan terus mencari-Nya tanpa lelah.

Lailatul Qadar dan Kesadaran Tauhid.
Dalam perspektif tasawuf falsafi, Lailatul Qadar dapat dipahami sebagai simbol dari lahirnya kesadaran tauhid dalam diri manusia.

Ramadhan melambangkan proses penyucian diri.

Sepuluh malam terakhir melambangkan kedalaman perjalanan spiritual.
Sedangkan Lailatul Qadar melambangkan terbukanya cahaya tauhid dalam hati manusia.

Ketika hati mencapai keadaan ini, manusia mulai memahami hakikat bahwa:
segala sesuatu berasal dari Allah
segala sesuatu kembali kepada Allah
tidak ada kekuatan selain kekuatan-Nya
Inilah awal dari perjalanan menuju ma’rifatullah.

Penutup

Lailatul Qadar sebagai Jalan Kesadaran Ilahi
Lailatul Qadar adalah salah satu rahasia terbesar dalam kehidupan spiritual manusia.
Ia bukan hanya malam ibadah, tetapi juga simbol pertemuan antara manusia dan Tuhan dalam dimensi kesadaran.
Bagi orang awam, Lailatul Qadar adalah malam penuh pahala.
Bagi para salik, ia adalah malam turunnya cahaya hati.
Bagi para arif billah, ia adalah malam ketika tirai antara hamba dan Tuhan tersingkap.

Maka perjalanan mencari Lailatul Qadar pada hakikatnya adalah perjalanan mencari Allah dalam kedalaman hati manusia.

Dan ketika manusia menemukan-Nya, ia akan memahami bahwa:
seluruh hidupnya adalah perjalanan menuju cahaya Ilahi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Efek Instan Imran Nahumarury: Semen Padang Bungkam PSBS Biak 2-0

0

Wartain.com || Semen Padang FC berhasil mencuri poin penuh dalam laga tandang krusial melawan PSBS Biak pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (9/3/2026) malam, tim berjuluk Kabau Sirah menang meyakinkan dengan skor 2-0.

Kemenangan ini menjadi debut manis bagi pelatih baru, Imran Nahumarury, yang ditunjuk manajemen hanya empat hari setelah pemecatan Dejan Antonic. Pergantian nakhoda ini terbukti memberikan dampak psikologis signifikan bagi skuad yang sebelumnya terpuruk di dasar klasemen.

Meski PSBS Biak mendominasi penguasaan bola sebesar 53%, efektivitas serangan justru menjadi milik Semen Padang. Gol pembuka lahir pada menit ke-70 melalui sontekan striker asing mereka, Guillermo. Pemain asal Brasil tersebut kemudian mengunci kemenangan melalui gol keduanya ( brace ) pada masa injury time (90+4′).

Secara statistik, Semen Padang tampil lebih mengancam dengan melepaskan 15 tembakan (6 tepat sasaran), berbanding 11 tembakan (4 tepat sasaran) milik PSBS Biak. Tim tamu juga mencatatkan 10 kreasi peluang, dua kali lipat lebih banyak dari tim tuan rumah yang hanya mengemas 5 peluang.

Kemenangan ini bukan sekadar faktor keberuntungan. Analisis data menunjukkan kedisiplinan tinggi di lini pertahanan Semen Padang. Mereka tercatat melakukan:
20 Tekel (Unggul dari PSBS dengan 14 tekel).
23 Sapuan (Clearances) untuk mematahkan serangan lawan.
30 Intersep, jumlah yang sama kuat dengan lawan, menunjukkan pembacaan bola yang baik dari lini tengah.

Walaupun kalah dalam jumlah operan (325 berbanding 366), akurasi operan kedua tim identik di angka 83%. Hal ini menunjukkan Semen Padang bermain lebih direct dan efisien dalam memanfaatkan transisi positif.

“Kemenangan ini adalah buah kerja keras pemain yang ingin bangkit setelah periode sulit. Pergantian pelatih memberikan energi baru, namun perjalanan keluar dari zona degradasi masih panjang,” ujar salah satu ofisial tim usai laga.

Tambahan tiga poin ini sangat berarti bagi Semen Padang untuk merangkak naik dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sementara bagi PSBS Biak, kekalahan ini memperpanjang tren negatif mereka di putaran kedua musim ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Maung Bandung Tak Terbendung, Persib Cukur Persik 3-0 di GBLA

0

Wartain.com || Persib Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026 setelah berhasil menumbangkan Persik Kediri dengan skor telak 3-0. Pertandingan pekan ke-25 ini berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (9/3/2026) malam.

Tiga gol kemenangan “Maung Bandung” masing-masing dicetak oleh gelandang timnas Thom Haye pada menit ke-23 melalui titik putih, serta brace dari penyerang Andrew Jung pada menit ke-39 (penalti) dan menit ke-52.

Kemenangan ini mempertegas status Stadion GBLA sebagai benteng yang sulit ditaklukkan. Hingga saat ini, Persib belum pernah sekalipun menderita kekalahan di kandang sepanjang musim. Pertahanan anak asuh Bojan Hodak ini juga tergolong sangat rapat, di mana mereka baru kebobolan satu gol saat bermain di hadapan publik sendiri.

Selain tajam di lini depan, catatan positif juga datang dari bawah mistar gawang. Kiper andalan Persib, Teja Paku Alam, kembali menambah koleksi clean sheet-nya musim ini. Keberhasilan menjaga gawang tetap suci selama 90 menit melawan Persik Kediri mengukuhkan Teja sebagai kiper dengan rekor nirbobol terbanyak di liga.

Secara statistik, meski Persik Kediri unggul tipis dalam penguasaan bola sebesar 54%, Persib tampil jauh lebih efektif. Tim tuan rumah tercatat melepaskan 10 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran, sementara tim tamu hanya mampu mengarahkan 1 tendangan ke gawang. Persib juga unggul dalam aspek pertahanan dengan mencatatkan 38 intersep dan 14 tekel sukses.

Dengan tambahan tiga poin ini, Persib Bandung nyaman di posisi pertama klasemen dengan raihan 57 poin, unggul empat angka dari pesaing terdekatnya, Borneo FC.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Mitra BGN di Sukabumi Galang Donasi Rp80 Juta untuk Perbaikan Ruang Kelas Sekolah

0

Wartain.com || Sejumlah mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Sukabumi, Jawa Barat menunjukkan kepedulian terhadap dunia pendidikan dengan menggalang donasi untuk membantu perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Donny Dewantoro, mengungkapkan bahwa para mitra BGN secara sukarela mengumpulkan dana guna mendukung pembangunan ruang kelas di salah satu sekolah di Sukabumi. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp80 juta.

“Donasi dari para mitra untuk pembangunan ruang kelas di Sukabumi saat ini sudah terkumpul sekitar Rp80 juta,” ujar Donny dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, antusiasme para mitra dalam membantu pembangunan fasilitas pendidikan tersebut cukup besar. Bahkan, beberapa pihak lainnya telah menyatakan kesediaannya untuk ikut menambah kontribusi hingga proses pembangunan sekolah dapat diselesaikan sepenuhnya.

“Awalnya dana yang terkumpul sekitar Rp80 juta. Namun sejumlah mitra lain juga menyampaikan keinginannya untuk ikut berpartisipasi sampai pembangunan sekolah selesai, termasuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” jelasnya.

Donny menilai langkah para mitra tersebut mencerminkan kepedulian yang tidak hanya terfokus pada program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu mempercepat pembangunan ruang kelas yang lebih layak, sehingga kegiatan belajar mengajar bagi para siswa dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan efektif.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Polres Sukabumi Kota Manfaatkan Lahan 2 Hektare untuk Tanam Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan

0

Wartain.com || Polres Sukabumi Kota memanfaatkan lahan seluas 2 hektare di Desa Pasir Halang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi untuk penanaman jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar secara nasional oleh Kepolisian Republik Indonesia, Sabtu (7/3/2026). Penanaman di wilayah Sukabumi berlangsung di Kampung Tegal Koneng RT 04 RW 05 Desa Pasir Halang.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama para pejabat utama Polres, para Kapolsek jajaran, serta sejumlah unsur terkait. Turut hadir Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Danramil Sukaraja, unsur Forkopimcam, perwakilan Bulog Sukabumi, serta kelompok tani setempat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.20 WIB hingga 17.00 WIB ini terhubung secara virtual dengan kegiatan nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Polres Sukabumi Kota bersama para tamu undangan melakukan penanaman jagung secara simbolis di lahan yang telah disiapkan sebagai bentuk partisipasi dalam program nasional penguatan sektor pangan.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan untuk budidaya jagung diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah sekitar.

“Melalui penanaman jagung serentak ini, Polri khususnya Polres Sukabumi Kota berkomitmen untuk turut mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani,” ujar Ade Ruli, Senin (9/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah daerah, TNI, Bulog hingga kelompok tani. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Sementara itu, dalam arahannya secara virtual, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran dan pihak terkait yang telah berpartisipasi dalam program penanaman jagung serentak di berbagai daerah.

Kapolri juga menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan penanaman jagung di lahan seluas hingga 1 juta hektare di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Setelah mengikuti arahan Kapolri secara daring, kegiatan di lokasi dilanjutkan dengan dialog bersama jajaran kepolisian di berbagai daerah serta panen jagung secara simbolis sebagai bagian dari rangkaian kegiatan nasional tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat khususnya kelompok tani dapat semakin kuat dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan mendorong kemandirian pangan nasional.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

BGN Sidak Dapur Program MBG di Kota Sukabumi, Sejumlah SPPG Direkomendasikan Relokasi

0

Wartain.com || Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sukabumi. Peninjauan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Brigjen TNI Albertus Doni Dewantoro, pada Jumat malam, 6 Maret 2026.

Ketua Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sukabumi, Andri Setiawan, membenarkan adanya kegiatan sidak tersebut. Ia menyebutkan, dalam peninjauan tersebut tim dari BGN mendatangi empat titik dapur SPPG yang berada di wilayah Kota Sukabumi.

Meski demikian, Andri mengaku tidak turut mendampingi secara langsung dalam kegiatan tersebut karena tim BGN melakukan pemantauan secara mandiri.

“Kalau saya tidak mendampingi. Beliau langsung melakukan peninjauan ke beberapa tempat. Informasinya malam itu ada empat dapur yang didatangi, tetapi saya juga belum menerima surat tembusan terkait lokasi mana saja yang diperiksa,” ujar Andri, Senin (9/3/2026).

Dari hasil pemantauan tersebut, BGN memberikan sejumlah catatan evaluasi.
Salah satu rekomendasinya adalah agar beberapa dapur SPPG direlokasi ke lokasi yang dinilai lebih memadai untuk mendukung operasional program MBG.

Andri menjelaskan, proses penentuan lokasi baru sepenuhnya diserahkan kepada pihak mitra yang mengelola SPPG. Sementara pihaknya hanya akan melakukan pengawasan ketika proses pemindahan dilakukan.

“Penentuan tempat relokasi diserahkan kepada mitra pengelola. Saya hanya mengawasi ketika nanti sudah diputuskan akan pindah ke mana. Informasinya masih berada di wilayah Cikole,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam mekanisme yang berlaku, pihak pengelola biasanya diberikan waktu untuk melakukan penyesuaian terhadap rekomendasi tersebut, termasuk perbaikan fasilitas atau pemindahan dapur.

“Biasanya ada masa penyesuaian sekitar 135 hari untuk memenuhi ketentuan yang diminta,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kebonjati Cikole 001, Azis Fauzi Rahman, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik hasil evaluasi dari BGN.

Menurutnya, rekomendasi tersebut akan dijadikan bahan pembenahan guna meningkatkan kualitas layanan dapur program MBG.

“Kami sudah menerima rekomendasi dari BGN terkait peningkatan kualitas fasilitas. Hal ini juga sudah kami koordinasikan dengan mitra yayasan dan mereka mendukung penuh langkah perbaikan termasuk rencana relokasi sesuai arahan dari pusat,” ujar Azis.

Ia menjelaskan, beberapa hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut di antaranya berkaitan dengan kondisi infrastruktur bangunan, kelengkapan fasilitas pendukung, serta penerapan standar kebersihan dan higienitas.

Saat ini pihak pengelola tengah melakukan survei sejumlah lokasi alternatif yang dinilai lebih representatif namun tetap berada dalam wilayah koordinasi yang sama.

Terkait kondisi dapur saat dilakukan peninjauan, Azis mengungkapkan bahwa saat itu area sekitar dapur baru saja terdampak luapan air akibat cuaca ekstrem. Kondisi tersebut menyebabkan kebersihan ruangan belum sepenuhnya kembali normal ketika sidak berlangsung.

“Pada saat pemantauan, dapur baru saja terkena luapan air banjir. Kami sedang melakukan proses pembersihan sehingga kondisi ruangan memang belum sepenuhnya rapi seperti biasanya,” jelasnya.

Ia menambahkan, SPPG Kebonjati Cikole 001 sendiri telah beroperasi sekitar enam bulan. Selama masa operasional tersebut, kegiatan produksi dan distribusi makanan dalam program MBG berjalan dengan baik.

Ke depan, pihak pengelola berharap relokasi dan peningkatan fasilitas dapat semakin meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Cikole.

Saat ini pengelola masih menunggu surat resmi dari BGN sebagai dasar administratif untuk menentukan batas waktu relokasi serta standar fasilitas dapur yang harus dipenuhi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ratusan Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Bantargadung Masih Mengungsi, Pemkab Sukabumi Siapkan Bantuan Sewa Rumah

0

Wartain.com || Ratusan warga masih bertahan di tenda pengungsian setelah bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi pada 22 Februari 2026 lalu.

Para penyintas untuk sementara tinggal di tenda darurat yang didirikan oleh BPBD Kabupaten Sukabumi di lapangan yang berada di samping Puskesmas Bantargadung. Hingga kini tercatat sebanyak 76 kepala keluarga (KK) atau sekitar 250 jiwa masih menempati lokasi pengungsian tersebut sambil menunggu kepastian tempat tinggal yang lebih layak.

Kondisi para pengungsi yang masih harus bertahan di tenda ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyatakan pemerintah daerah akan memberikan bantuan biaya sewa rumah bagi warga terdampak agar mereka bisa segera meninggalkan pengungsian.

Setiap kepala keluarga direncanakan menerima bantuan sebesar Rp3 juta yang diperuntukkan untuk menyewa rumah selama enam bulan. Anggaran untuk bantuan tersebut telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

“InsyaAllah bantuan sekitar Rp3 juta untuk enam bulan sewa rumah,” ujar Asep Japar yang akrab disapa Asjap, Senin (9/3/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026. Pada kesempatan itu, dirinya akan mendatangi langsung lokasi pengungsian untuk bertemu dengan warga yang terdampak bencana.

“Selasa nanti saya akan datang ke sana. Pemerintah daerah berencana menyewakan rumah bagi warga yang saat ini masih berada di pengungsian. Kita kasihan melihat kondisi mereka,” katanya.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Sukabumi, total warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Bojonggaling dan Desa Bantargadung mencapai 134 KK atau 475 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 76 KK atau 250 jiwa masih tinggal di tenda pengungsian, sementara 44 KK atau 157 jiwa memilih mengungsi secara mandiri di rumah kerabat maupun tempat lainnya.

Selain itu, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada 114 unit rumah warga. Rinciannya, 70 rumah mengalami kerusakan berat, 26 rumah rusak sedang, dan 15 rumah rusak ringan. Sementara itu, terdapat 9 rumah lainnya yang saat ini berada dalam kondisi terancam akibat potensi pergerakan tanah susulan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 10 Maret 2026 guna mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan bagi para korban.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hubungkan Daerah Terisolir, Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan Hasil ‘Gerak Cepat’ TNI

0

Wartain.com || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan secara virtual 218 jembatan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan terdampak bencana, Senin (9/3/2026). Proyek ambisius yang terdiri dari jembatan bailey, aramco, dan perintis ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 2,5 bulan, sebuah capaian yang disebut Presiden sebagai prestasi luar biasa bagi infrastruktur nasional.

Dalam peresmian yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo merinci total infrastruktur yang dibangun tersebut mencakup 77 jembatan bailey, 59 jembatan aramco, dan 82 jembatan perintis. Ia menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bentuk kesungguhan pemerintah dan TNI dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan aksesibilitas.

“Dengan mengucap bismillah, pada sore hari ini, Senin, 9 Maret 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan 77 jembatan bailey, 59 jembatan aramco, dan 82 jembatan perintis,” ucap Prabowo.

Presiden mengungkapkan rasa harunya atas dedikasi para prajurit TNI di bawah Satgas Jembatan yang dipimpin KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Menurutnya, pengerjaan ratusan jembatan dalam waktu singkat tersebut mustahil terwujud tanpa semangat pengabdian yang tinggi di lapangan.

“Acara hari ini, peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi yang menurut hemat saya adalah prestasi luar biasa. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI, seluruh petugas di daerah-daerah yang terkena bencana dan juga daerah-daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini,” tuturnya.

Secara khusus, Prabowo menitipkan pesan terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran, mulai dari pimpinan tinggi hingga Babinsa yang menjadi ujung tombak di lapangan. Ia mengaku bangga memimpin tentara yang memiliki kecintaan besar terhadap rakyat dan berani berkorban demi kepentingan bangsa.

Hadir mendampingi Presiden dalam peresmian virtual tersebut sejumlah pejabat kunci, antara lain Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Seskab Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para petinggi ini menegaskan soliditas pemerintah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

SDN Binakarya Gelar Pesantren Kilat “Ramadhan Ceria” untuk Perkuat Akhlak dan Kreativitas Siswa

0

Wartain.com || Memasuki bulan suci Ramadhan, SDN Binakarya yang beralamatkan di Binakarya, kecamatan simpenan, secara resmi menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) bertajuk “Ramadhan Ceria”. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 9 hingga 14 Maret 2026 ini, ditujukan untuk memperkuat karakter dan spiritualitas seluruh siswa-siswi.

Acara yang dipusatkan di lingkungan sekolah tersebut diisi dengan berbagai program edukatif yang religius, mulai dari Kajian Islami, pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah, Tadarus Al-Qur’an, hingga berbagai lomba menarik untuk meningkatkan antusiasme para peserta didik.

Kepala Sekolah SDN Binakarya, Adang Saputra, S.Pd.I., menyampaikan bahwa agenda tahunan ini merupakan upaya sekolah dalam membentuk kepribadian siswa yang lebih utuh di luar jam pelajaran formal.

“Kami berharap melalui Pesantren Kilat ini, dapat menumbuhkan rasa disiplin, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan di antara siswa. Yang paling utama adalah membentuk akhlakul karimah melalui kegiatan-kegiatan edukatif yang dikemas secara menyenangkan agar anak-anak betah belajar agama,” ujar Adang Saputra dalam keterangannya.

Senada dengan hal tersebut, Yogi Nurapendi, S.Pd., selaku pengisi materi utama dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya pembiasaan ibadah sejak dini. Selama kegiatan, para siswa diwajibkan mengenakan busana muslim dan membawa perlengkapan ibadah serta Al-Qur’an secara mandiri sebagai bentuk latihan kedisiplinan.

Melalui kemasan “Ramadhan Ceria”, pihak sekolah optimistis nilai-nilai keislaman yang diajarkan dapat diserap dengan baik oleh siswa tanpa menghilangkan keceriaan khas dunia anak-anak. Pantauan di lokasi menunjukkan para siswa sangat antusias mengikuti rangkaian acara, terutama saat sesi kajian interaktif dan persiapan perlombaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pererat Silaturahmi, Pemkab Sukabumi Gelar Muhibah Ramadan ke-7 di Palabuhanratu: Bagikan Sembako hingga Beasiswa

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali menggelar kegiatan rutin Muhibah Ramadan 1447 Hijriah. Memasuki hari ketujuh, acara dipusatkan di Alun-alun Palabuhanratu, Senin (9/3/2026), dengan menghadirkan pendakwah nasional Ustadz Solmed.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Jafar, didampingi Wakil Bupati Andreas, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, serta tokoh ulama dan masyarakat setempat. Turut hadir pula pimpinan instansi vertikal, perbankan (bjb dan BSI), serta organisasi kewanitaan seperti PKK dan Dharma Wanita.

Dalam sambutannya, Bupati Asep Jafar menegaskan bahwa Muhibah Ramadan bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyat dan ulama.

“Muhibah Ramadan ini bertujuan mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dan alim ulama. Ramadan adalah momentum tepat meningkatkan ketakwaan sejalan dengan ikhtiar kita membangun Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” ujar Bupati Asep Jafar.

Kegiatan kali ini diwarnai dengan aksi sosial nyata, di antaranya pembagian 500 paket santunan sembako bagi masyarakat serta pemberian bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Selain itu, suasana haru sekaligus bahagia menyelimuti lokasi saat dilakukan pengundian hadiah umroh gratis bagi 6 ustadz, muadzin, marbot, yang beruntung.

Di hadapan jemaah, Bupati yang baru menjabat satu tahun 15 hari ini juga memaparkan progres kinerjanya bersama Wakil Bupati Andreas. Fokus utama mereka tetap pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Tahun ini kami menyediakan beasiswa Bupati untuk 150 putra-putri terbaik di Universitas Nusa Putra, dan segera menyusul seleksi untuk Universitas Muhammadiyah. Kami ingin anak-anak Sukabumi memiliki daya saing tinggi,” tambahnya.

Terkait kondisi daerah, Bupati mengajak masyarakat mendoakan warga di Palabuhanratu dan Bantargadung yang terdampak bencana pergerakan tanah. Ia berjanji akan segera merelokasi 140 KK terdampak ke Kampung Gempol dengan membangun 100 unit rumah dalam waktu dekat.

Bupati juga mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo terkait program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai sangat membantu menurunkan angka stunting serta kemiskinan di Kabupaten Sukabumi.
Acara ditutup dengan tausyiah menyentuh dari Ustadz Solmed yang menekankan pentingnya kepedulian sosial, kemudian diakhiri dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang khidmat di area Alun-alun.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)