26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 280

Danis Raih Nilai Terbaik Penyisihan KMNR, Lolos ke Semifinal Tingkat Nasional

0

Wartain.com || Danis Dika Erlangga, siswa SMA Negeri 1 Cicurug, meraih nilai terbaik pada babak penyisihan Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) ke-21 tingkat kota/kabupaten se-Indonesia dan memastikan diri lolos ke babak semifinal.

Babak penyisihan KMNR ke-21 tersebut digelar pada 6 Januari 2026 di SMP Negeri 1 Cicurug. Dalam kompetisi yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu, Danis tampil unggul dan mencatatkan nilai tertinggi pada babak penyisihan di wilayahnya.

Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) merupakan ajang tahunan yang menguji kemampuan logika dan penalaran matematika siswa secara realistis dan aplikatif. Setelah dinyatakan lolos, Danis kembali mengikuti babak semifinal yang dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di SMA Negeri 1 Cicurug.

Keberhasilan Danis meraih nilai terbaik pada babak penyisihan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolahnya. Ia mampu bersaing dengan peserta lain dan menunjukkan kemampuan analisis matematika yang mumpuni.

“Alhamdulillah bisa meraih nilai terbaik di babak penyisihan dan lolos ke semifinal. Mudah-mudahan di babak selanjutnya bisa kembali lolos hingga ke tingkat nasional,” ujar Danis usai mengikuti babak semifinal.

Babak semifinal ini menjadi penentu bagi para peserta untuk melaju ke tahap berikutnya di tingkat nasional. Pihak sekolah berharap capaian Danis dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi di bidang akademik, khususnya matematika.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Pemkot Sukabumi Apresiasi Pentas “World of Fantasy”, Dorong Penguatan Ekosistem Seni Kota

0

Wartain.com || Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri pertunjukan teater kabaret bertajuk World of Fantasy yang digelar Sunshine Studios bersama Teater Epigonen, Sabtu (15/2/2026), di Gedung Juang 45 Sukabumi.

Dalam sambutannya, Bobby menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaboratif para pelaku seni yang dinilai mampu menghidupkan ruang-ruang kreativitas sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif di daerah.

Menurutnya, seni pertunjukan seperti teater dan kabaret bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari ekosistem industri kreatif yang berdampak ekonomi. Aktivitas produksi, penjualan tiket, keterlibatan kru, hingga pelibatan UMKM menjadi mata rantai yang turut merasakan manfaatnya.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dan ruang ekspresi bagi talenta lokal,” ujarnya.

Pemerintah Kota Sukabumi, lanjut Bobby, berkomitmen memperkuat fondasi pengembangan seni dan budaya yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan ialah renovasi Gedong Seni Aher yang ditargetkan mulai Mei 2026. Revitalisasi tersebut diharapkan meningkatkan kualitas sarana pertunjukan sekaligus menjadi pusat kreativitas generasi muda.

Di sisi lain, Bobby juga mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik. Ia menekankan bahwa pelaku seni dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan serta mendukung pengelolaan sampah yang baik.

“Kegiatan kreatif harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan kota,” tambahnya.

Pemerintah berharap geliat teater dan kabaret di Kota Sukabumi semakin berkembang dan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal. Selain menjadi wadah ekspresi, seni pertunjukan dinilai efektif membentuk karakter, meningkatkan kreativitas, serta mengasah kemampuan komunikasi yang relevan di tingkat nasional maupun global.

Melalui pementasan seperti World of Fantasy, semangat berkarya diharapkan terus tumbuh dan memberi kontribusi nyata terhadap penguatan identitas budaya serta pembangunan sumber daya manusia di Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Razia Akhir Pekan di Kota Sukabumi, Polisi Sita Puluhan Botol Miras

0

Wartain.com || Sebanyak 84 botol minuman beralkohol dari berbagai merek diamankan jajaran Polres Sukabumi Kota dalam operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Sabtu (14/2/2026) malam. Penertiban dilakukan di sejumlah warung di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran minuman keras ilegal yang dinilai kerap menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama saat malam akhir pekan.

Tak hanya menyasar peredaran miras, aparat juga mengintensifkan patroli di beberapa titik yang dianggap rawan tindak kriminalitas. Sasaran pengawasan meliputi potensi pencurian, aksi tawuran, hingga gangguan kamtibmas lainnya.

Kegiatan itu dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, dengan melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi serta jajaran Polsek.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menyampaikan bahwa operasi tersebut merupakan langkah preventif guna memastikan situasi tetap kondusif.

“Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen kami menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Selain penertiban miras, kami juga melakukan pemetaan wilayah rawan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Seluruh barang bukti yang disita telah dibawa ke Mapolres untuk dilakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pihak kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam peredaran maupun konsumsi minuman keras ilegal. Upaya penertiban serupa, kata Ade, akan terus dilakukan secara berkala, khususnya pada akhir pekan, guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gedong Seni Aher Terbengkalai, Pemkot Sukabumi Siapkan Renovasi dan Percepat Akses Cibeureum

0

Wartain.com || Kondisi Gedong Seni Aher di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, kian memudar dari cita-cita awalnya sebagai pusat geliat seni dan budaya. Bangunan yang pernah digadang menjadi ruang ekspresi seniman lokal itu kini mengalami kerusakan di sejumlah bagian dan untuk sementara tidak lagi difungsikan.

Gedung tersebut diresmikan pada 1 April 2018 oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan, bersama Wali Kota Sukabumi. Pembangunannya merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghadirkan gedung kesenian di setiap kabupaten/kota. Proyek senilai Rp10 miliar dari bantuan keuangan provinsi itu menjadi simbol komitmen pengembangan sektor kebudayaan daerah.

Namun, belum genap sepuluh tahun berdiri, gedung itu justru terhenti aktivitasnya dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.

Menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi memasukkan agenda renovasi gedung seni ke dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2026. Saat ini, proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) tengah disiapkan sebagai langkah awal sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Kepala Bidang PPED Bappeda Kota Sukabumi, Asep Supriadi, menjelaskan bahwa anggaran yang telah tersedia mencapai Rp2,3 miliar dan difokuskan untuk perbaikan struktur fisik bangunan. Sementara itu, kebutuhan total renovasi diperkirakan sekitar Rp3,5 miliar.

“Anggaran yang siap saat ini Rp2,3 miliar untuk pekerjaan fisik. Kekurangannya sekitar Rp1,2 miliar akan dialokasikan untuk melengkapi sarana pendukung seperti sistem peredam suara dan perangkat audio,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Ia menegaskan, proyek tersebut telah tercantum dalam RKPD 2026 dan menjadi bagian dari prioritas kepala daerah, sehingga pelaksanaan fisik ditargetkan dapat dimulai tahun ini.

Selain renovasi gedung seni, pembangunan jembatan penghubung menuju kawasan Cibeureum juga menjadi proyek strategis yang disorot. Dengan nilai anggaran lebih dari Rp12 miliar, jembatan ini dinilai krusial untuk mendukung rencana pemindahan pusat pemerintahan kota.

Menurut Asep, tanpa akses infrastruktur yang memadai, pengembangan pusat pemerintahan baru hanya akan menjadi wacana. Proyek jembatan tersebut bahkan telah tercantum dalam RPJPD Kota Sukabumi 2025–2045 sebagai bagian dari arah pembangunan jangka panjang.

“Pusat pemerintahan tidak akan berjalan tanpa akses. Jembatan menjadi kunci utama. Tanpa itu, rencana hanya akan menjadi konsep,” tegasnya.

Selama ini, keterbatasan akses menjadi kendala pengembangan kawasan Cibeureum. Dengan terbangunnya jembatan, wilayah tersebut diharapkan berkembang sebagai pusat administrasi sekaligus kawasan ekonomi baru. Pemerintah Kota juga masih memiliki cadangan lahan di area tersebut untuk pengembangan bertahap.

Strategi pembangunan, lanjutnya, akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah, dengan prioritas awal pada penyediaan infrastruktur dasar.

Di luar dua proyek utama itu, sejumlah agenda lain juga masuk daftar prioritas 2026, di antaranya pembangunan Kantor Kecamatan Gunungpuyuh senilai sekitar Rp5,6 miliar, Gedung Assessment Center BKPSDM, serta landfill sebagai infrastruktur pendukung kawasan baru. Seluruh pembiayaan direncanakan bersumber dari APBD Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Keluarga Besar KUA Palabuhanratu Gelar Papajar di Pantai Batu Bintang

0

Wartain.com || Keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Palabuhanratu menggelar kegiatan papajar di Pantai Batu Bintang, Sabtu ,14/2/2026. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti seluruh personel beserta keluarga dalam suasana penuh kebersamaan.

Papajar yang merupakan tradisi makan bersama ini digelar sebagai ajang silaturahmi dan mempererat kekompakan antar pegawai. Bertempat di kawasan Pantai Batu Bintang, kegiatan berlangsung santai dengan seluruh peserta membawa aneka hidangan untuk dinikmati bersama di tepi pantai.

Kepala KUA Kecamatan Palabuhanratu, H. Asep Akmal Hasan, M.Ag, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas internal.

“Melalui kegiatan papajar ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan keluarga besar KUA Palabuhanratu. Kebersamaan seperti ini penting agar kekompakan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin solid,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan nonformal seperti ini diharapkan mampu meningkatkan semangat kerja dan keharmonisan antarpegawai. Acara berlangsung lancar hingga selesai dan ditutup dengan ramah tamah serta sesi foto bersama sebagai dokumentasi kebersamaan keluarga besar KUA Kecamatan Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Kehidupan dan Kematian: Menyingkap Rahasia Eksistensi dalam Cahaya Ma’rifatullah dan Eskatologi Semesta

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Kehidupan dan kematian merupakan dua fenomena yang paling nyata sekaligus paling misterius dalam pengalaman manusia. Setiap manusia hidup, dan setiap manusia akan mati. Namun pertanyaan paling mendasar bukanlah sekadar bahwa manusia hidup dan mati, melainkan: apakah kehidupan itu sendiri, dan apakah kematian benar-benar akhir dari kehidupan? Dalam perspektif filosofis dan ma‘rifatullah, kehidupan dan kematian bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua fase dalam satu realitas eksistensial yang tunggal—yaitu manifestasi dari Yang Maha Hidup.
Allah berfirman dalam Al‑Qur’an:
“Kullu nafsin dza’iqatul maut.”
“Setiap jiwa akan merasakan kematian.” (QS. Ali Imran: 185)

Ayat ini tidak mengatakan bahwa jiwa akan hancur oleh kematian, melainkan hanya “merasakan” kematian. Ini menunjukkan bahwa kematian bukanlah ketiadaan, melainkan sebuah pengalaman transisi.
Kehidupan: Manifestasi dari Al-Hayy
Dalam teologi Islam, salah satu nama Allah adalah Al-Hayy, Yang Maha Hidup. Kehidupan yang kita alami bukanlah milik kita secara hakiki, melainkan pancaran dari kehidupan Ilahi itu sendiri. Manusia hidup bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena Allah menghidupkannya.
Allah berfirman:
“Allahu la ilaha illa huwa al-Hayy al-Qayyum.”
“Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255)

Dalam perspektif ma‘rifatullah, kehidupan bukanlah sekadar aktivitas biologis, melainkan kesadaran akan keberadaan. Batu ada, tetapi tidak hidup karena tidak memiliki kesadaran. Tumbuhan hidup pada tingkat tertentu, hewan pada tingkat lebih tinggi, dan manusia pada tingkat yang memungkinkan kesadaran diri dan kesadaran akan Tuhan.

Dengan demikian, kehidupan sejati bukan sekadar bernafas, tetapi kesadaran akan sumber kehidupan itu sendiri.

Kematian: Perubahan Dimensi, Bukan Kehancuran

Secara biologis, kematian adalah berhentinya fungsi tubuh. Namun secara ontologis, kematian adalah pelepasan jiwa dari tubuh. Tubuh mati, tetapi jiwa tidak mati.

Allah berfirman:
“Kullu man ‘alaiha fan. Wa yabqa wajhu rabbika dzul jalali wal ikram.”
“Semua yang ada di bumi akan binasa, dan tetap kekal Wajah Tuhanmu.” (QS. Ar-Rahman: 26-27)

Ayat ini menegaskan bahwa yang binasa adalah bentuk fisik, bukan realitas eksistensi yang hakiki. Jiwa manusia berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”
“Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nya kami kembali.” (QS. Al-Baqarah: 156)
Kembali berarti bukan lenyap, tetapi pulang ke asal.

Apa yang Hidup dan Apa yang Mati?

Tubuh adalah materi, sedangkan jiwa adalah realitas non-materi. Tubuh tunduk pada hukum entropi—lahir, tumbuh, rusak, dan mati. Jiwa tidak tunduk pada hukum itu.

Dalam perspektif sufi, seperti yang dijelaskan oleh Ibnu Arabi, eksistensi sejati hanyalah milik Allah, sedangkan eksistensi makhluk adalah manifestasi dari eksistensi Ilahi. Kematian adalah kembalinya manifestasi kepada sumbernya.

Dengan demikian:
Tubuh mati.
Ego hancur.
Tetapi esensi eksistensi tetap.
Yang mati adalah bentuk, bukan hakikat.

Kehidupan Tidak Pernah Berakhir
Secara filosofis, ketiadaan mutlak tidak dapat dialami. Bahkan kematian pun adalah pengalaman. Ini menunjukkan bahwa kesadaran tidak berhenti, melainkan berubah bentuk.
Allah berfirman:
“Huwa al-Awwalu wal Akhiru wazh-Zhahir wal Bathin.”
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin.” (QS. Al-Hadid: 3)

Allah adalah realitas yang meliputi semua dimensi eksistensi. Kehidupan manusia hanyalah satu fase dari perjalanan eksistensial yang lebih luas.

Dalam perspektif ma‘rifatullah, kehidupan dunia adalah fase kesadaran terbatas, sedangkan kematian adalah pembukaan kesadaran yang lebih luas.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad:
“Manusia itu tidur, ketika mati mereka terbangun.”

Ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia adalah seperti mimpi, dan kematian adalah kebangkitan ke realitas yang lebih sejati.
Eskatologi dalam Fenomena Semesta
Eskatologi bukan hanya tentang akhir individu, tetapi juga akhir kosmos. Alam semesta sendiri memiliki siklus kelahiran dan kematian.

Bintang lahir dan mati. Galaksi terbentuk dan hancur. Alam semesta mengalami ekspansi dan kemungkinan kontraksi. Ini menunjukkan bahwa kematian adalah hukum universal transformasi, bukan penghancuran mutlak.

Dalam pandangan teolog seperti Al‑Ghazali, kematian adalah pembebasan jiwa dari penjara tubuh, memungkinkan jiwa kembali kepada realitas asalnya.
Dengan demikian, kematian bukan tragedi kosmik, melainkan bagian dari kesempurnaan kosmik.

Bahagia dan Menderita: Kondisi Kesadaran
Kebahagiaan dan penderitaan bukanlah semata kondisi eksternal, melainkan kondisi kesadaran. Jiwa yang terikat pada dunia akan menderita karena kehilangan dunia. Jiwa yang terikat pada Allah tidak menderita karena tidak kehilangan apa pun.

Allah berfirman:
“Ala bi dzikrillahi tathma’innul qulub.”
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ketika manusia menyadari bahwa eksistensinya berasal dari Yang Maha Kekal, maka ketakutan terhadap kematian lenyap.

Karena yang kembali bukanlah sesuatu yang asing, melainkan kembali kepada asalnya sendiri.

Kesadaran Eksistensial dan Keabadian
Ma‘rifatullah adalah kesadaran bahwa eksistensi manusia bukanlah entitas yang terpisah, melainkan bagian dari realitas Ilahi. Dalam kesadaran ini, kematian tidak lagi dipandang sebagai akhir, melainkan sebagai penyatuan kembali.
Manusia yang belum mengenal hakikat dirinya takut pada kematian, karena mengira dirinya adalah tubuh. Manusia yang telah mengenal hakikat dirinya tidak takut, karena mengetahui bahwa dirinya adalah manifestasi dari kehidupan Ilahi.
Sebagaimana firman Allah:
“Wa nafakhtu fihi min ruhi.”
“Aku tiupkan ke dalamnya ruh-Ku.” (QS. Al-Hijr: 29)
Ruh manusia berasal dari Allah, dan apa yang berasal dari Yang Kekal tidak mungkin menjadi tidak ada.

Kesimpulan: Kehidupan Adalah Keabadian yang Mengalami Perubahan Bentuk
Kehidupan dan kematian bukanlah dua realitas yang terpisah, melainkan dua fase dalam satu kontinuum eksistensi. Kehidupan adalah manifestasi kesadaran dalam bentuk fisik, sedangkan kematian adalah pelepasan dari bentuk tersebut.
Yang hidup secara hakiki hanyalah Allah, dan kehidupan makhluk adalah pancaran dari kehidupan-Nya.
Yang mati hanyalah bentuk.
Yang tetap adalah eksistensi.
Yang kembali adalah kesadaran.
Dan yang abadi adalah Dia, Al-Hayy.
Maka manusia yang mencapai ma‘rifatullah tidak lagi melihat kematian sebagai akhir, melainkan sebagai gerbang menuju realitas yang lebih sejati—kembali kepada sumber kehidupan itu sendiri, dalam keabadian yang tanpa awal dan tanpa akhir.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Desa Citepus Sabet Juara I Voli Piala Bergilir se-Kecamatan Palabuhanratu

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Desa Citepus meraih juara pertama dalam Turnamen Voli Piala Bergilir Antar Desa se-Kecamatan Palabuhanratu yang digelar oleh Karang Taruna Citepus, Sabtu (14/2/2026).

Turnamen yang diikuti sejumlah desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Palabuhanratu itu berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Pertandingan dilaksanakan secara terbuka dengan sistem gugur, mempertemukan tim-tim terbaik dari masing-masing wilayah.

Pada partai final, tim Desa Citepus tampil konsisten dan mampu mengungguli lawannya setelah melalui pertandingan yang berlangsung kompetitif. Sementara itu, posisi juara kedua diraih Desa Cibodas dan juara ketiga ditempati Kelurahan Palabuhanratu.

Ketua Karang Taruna Citepus, Tedy, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, turnamen ini bertujuan mempererat silaturahmi antar pemuda serta mendorong semangat sportivitas.

“Kegiatan ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan memperkuat kebersamaan antar desa,” ujarnya.

Pantauan di lokasi, ratusan warga hadir menyaksikan pertandingan hingga laga final. Aparat setempat turut melakukan pengamanan guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Panitia berharap turnamen voli piala bergilir ini dapat menjadi agenda rutin tingkat kecamatan sebagai bagian dari pembinaan olahraga serta penguatan solidaritas antarwilayah di Palabuhanratu.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Persebaya Dipermalukan Bhayangkara FC di Depan Bonek, Rekor Buruk Tamu Akhirnya Patah

0

Wartain.com || Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan 1-2 dari tamunya Bhayangkara FC pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu, 14/2/2026. Kekalahan tersebut terjadi di hadapan ribuan Bonek yang memadati stadion.

Sejak awal pertandingan, Bhayangkara FC tampil dominan dengan mengandalkan sejumlah pemain anyar dalam skema permainan mereka. Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui skema sepak pojok. Moussa Sidibe yang menjadi eksekutor mengirimkan umpan matang yang disambut tandukan Henry dan gagal diantisipasi lini pertahanan Persebaya.

Menjelang turun minum, Bhayangkara kembali menggandakan keunggulan menjadi 0-2. Pada menit ke-45+1, Moussa Sidibe mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima asist dari pemain baru Rio Matsumura. Gol tersebut sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan dua gol bagi tim tamu.

Memasuki babak kedua, Persebaya meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-64 ketika Perovic berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Gol itu membangkitkan semangat tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skor 1-2 bertahan hingga akhir pertandingan, memastikan kemenangan Bhayangkara FC atas Persebaya di kandangnya sendiri.

Kemenangan ini menjadi catatan penting bagi Bhayangkara FC. Dari 13 pertemuan sebelumnya melawan Persebaya, Bhayangkara tidak pernah meraih kemenangan. Pada pertemuan ke-14 ini, tim tamu akhirnya mampu memecahkan rekor buruk tersebut sekaligus mengakhiri kutukan dalam duel kontra Persebaya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Dewa United Curi Poin di Parepare, Taklukkan PSM 2-0 Lewat Gol Dramatis Menit Akhir

0

Wartain.com || Dewa United FC sukses mencuri poin penuh di kandang PSM Makassar setelah menang dramatis 2-0 dalam lanjutan kompetisi di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sabtu 14/1/2026.

Kemenangan Dewa United ditentukan pada menit-menit akhir pertandingan. Gol pertama tercipta pada menit ke-89 melalui tendangan bebas langsung Vico yang meluncur deras dan tak mampu diantisipasi penjaga gawang PSM.

Tak berhenti sampai di situ, tim tamu menggandakan keunggulan pada masa injury time 90+4’. Berawal dari asist cantik Taisei Marukawa, bola disambut sepakan keras Alex Martin yang kembali merobek gawang tuan rumah sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi Dewa United.

Secara statistik, PSM sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dengan 71 persen, berbanding 29 persen milik Dewa United. PSM juga unggul dalam jumlah tembakan dengan 16 percobaan (8 tepat sasaran), sementara Dewa United melepaskan 7 tembakan (2 tepat sasaran).

Dalam distribusi bola, PSM mencatatkan 550 dari 615 umpan dengan akurasi 90 persen, sedangkan Dewa United membukukan 221 dari 276 umpan dengan akurasi 81 persen. PSM juga unggul dalam peluang tercipta (8 berbanding 3), sentuhan di kotak penalti lawan (30 berbanding 7), serta umpan ke sepertiga akhir (73 berbanding 17).

Namun efektivitas menjadi pembeda. Meski tertekan sepanjang laga, Dewa United mampu memaksimalkan dua peluang krusial di penghujung pertandingan untuk mengamankan kemenangan tandang.

Hasil ini membuat Dewa United membawa pulang tiga poin penting dari Parepare, sementara PSM harus menerima kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri meski tampil dominan sepanjang pertandingan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Disdik Jabar Gelar FPD, Wujudkan Generasi Pancawaluya dengan Sinergi Pendidikan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat baru saja menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) Bidang Pendidikan Tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Kota Bandung, dengan tema “Mewujudkan Generasi Pancawaluya melalui Sinergi Pembangunan Pendidikan”. Acara ini bertujuan untuk merancang arah pendidikan Jawa Barat ke depan dengan perencanaan yang efektif, efisien, partisipatif, dan akuntabel.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Jabar, Herman Suryatman, Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, 27 Disdik kabupaten/kota, serta musyawarah kerja kepala sekolah se-Jabar. FPD diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan pendidikan tahun 2027 yang sinergis, berkualitas, dan tepat sasaran.

Dengan tema ini, Disdik Jawa Barat ingin mewujudkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Dalam forum ini, para peserta membahas berbagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk peningkatan kualitas guru, infrastruktur sekolah, dan akses pendidikan yang merata.

Disdik Jawa Barat juga berharap bahwa FPD ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Jawa Barat. Dengan demikian, Jawa Barat dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Dalam sambutannya, Sekda Jabar Herman Suryatman menekankan pentingnya peran aktif semua pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga meminta agar hasil FPD ini dapat diimplementasikan dalam kebijakan pendidikan di Jawa Barat.

FPD Bidang Pendidikan Tahun 2026 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pendidikan yang lebih baik di Jawa Barat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dalam membangun masa depan yang lebih cerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)