26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 279

Patroli Dini Hari di Sukabumi, Dua Pemuda Bersenjata Tajam Diciduk Polisi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Tim Macan Bintana dari Polres Sukabumi Kota kembali mengamankan situasi kamtibmas dengan menangkap dua pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam di ruang publik. Keduanya berinisial MF (20) dan MI (25), warga Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Penangkapan terjadi pada Sabtu dini hari (14/2/2026) sekitar pukul 01.35 WIB di Jalan R. Syamsudin, S.H., tepat di depan Universitas Muhammadiyah, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Insiden bermula ketika petugas tengah melaksanakan patroli rutin menggunakan sepeda motor di jalur tersebut. Saat melintas, anggota mencurigai gerak-gerik dua pemuda yang berboncengan. Ketika hendak dilakukan pemeriksaan, keduanya justru mencoba kabur. Namun pelarian itu tak berlangsung lama setelah mereka terjatuh dari kendaraan dan langsung diamankan petugas.

Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan dua bilah senjata tajam berupa celurit dan pisau belati yang dibawa para pemuda tersebut. Selain itu, satu unit sepeda motor dan dua jaket turut diamankan sebagai barang bukti.
Kedua terduga pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolres Sukabumi Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Plt. Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, IPDA Ade Ruli Bahtiarudin, menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menekan potensi tindak kriminal, khususnya pada malam hingga menjelang pagi.

Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir kepemilikan senjata tajam tanpa alasan yang sah di tempat umum karena berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Saat ini, kedua pemuda tersebut telah ditetapkan sebagai terduga pelaku dan menjalani proses hukum. Mereka dijerat Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.

Polres Sukabumi Kota juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing guna menjaga keamanan dan ketertiban bersama.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Libur Panjang Imlek 2026, Arus Masuk Sukabumi Melonjak hingga 15 Ribu Kendaraan

0

Wartain.com || Pergerakan kendaraan menuju Sukabumi dari arah Bogor dan Jakarta mengalami peningkatan signifikan pada momen libur panjang Imlek 2026. Kepadatan terpantau pada Minggu sore, 15 Februari 2026, di Exit Tol Bocimi Seksi 2, dengan antrean kendaraan memanjang hingga Jalan Raya Nasional Sukabumi–Bogor.

Berdasarkan data Sentral Komunikasi (Senkom) Kepolisian, sekitar 15.000 kendaraan tercatat masuk ke wilayah Sukabumi melalui Exit Tol Bocimi. Lonjakan ini didominasi kendaraan pribadi dari kawasan Jabodetabek yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata maupun bersilaturahmi.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Sukabumi, IPTU M. Yanuar Fajar, menjelaskan bahwa jajarannya tengah melakukan langkah antisipatif untuk mencegah kepadatan semakin meluas, khususnya di jalur menuju Cibadak dan pusat Kota Sukabumi.

“Fokus kami saat ini adalah mengurai arus kendaraan yang datang agar tidak terjadi penumpukan di titik-titik krusial. Arus kami dorong ke arah Cibadak dan Sukabumi Kota supaya tetap bergerak,” ujarnya.

Selain pengaturan manual di lapangan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) yang diberlakukan secara situasional, menyesuaikan dinamika arus kendaraan. Personel telah ditempatkan di sejumlah titik strategis guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Pihak kepolisian juga memantau kemungkinan pergeseran arus menjelang malam hari. Jika volume kendaraan yang masuk mulai menurun, pengaturan akan difokuskan pada arus keluar menuju Jakarta dan Bogor.

“Jika arus kedatangan sudah landai, kami akan mengalihkan fokus untuk mengantisipasi arus balik,” kata Yanuar.

Sementara itu, volume kendaraan yang meninggalkan Sukabumi menuju Jakarta terpantau masih relatif rendah, sekitar 1.000 kendaraan pada Minggu ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan saat ini masih didominasi arus kedatangan.

Satlantas Polres Sukabumi memprediksi arus balik akan mulai terasa dalam dua hari ke depan, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang guna menghindari potensi kepadatan di jalur utama.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Arema FC Lanjutkan Tren Positif, Tekuk Semen Padang 3-0 Tanpa Balas

0

Wartain.com || Arema FC meneruskan tren positif setelah menundukkan Semen Padang dengan skor telak 3-0 tanpa balas pada lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu 15/2/2026.

Kemenangan tersebut diraih di hadapan publik sendiri setelah Arema tampil dominan sepanjang pertandingan. Pada babak pertama, tim berjuluk Singo Edan berhasil membuka keunggulan lewat gol Vinicius pada menit ke-29. Gol tersebut bermula dari skema serangan yang terorganisir sebelum akhirnya diselesaikan dengan baik oleh penyerang asing tersebut. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Arema FC semakin meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, pemain anyar Gustavo Franca sukses mencetak gol perdananya bersama Arema pada menit ke-51, sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Tak berselang lama, Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57. Gol keduanya dalam laga ini memastikan Arema unggul 3-0 atas tim tamu.

Semen Padang yang berupaya bangkit tak mampu menembus solidnya lini pertahanan Arema hingga peluit panjang dibunyikan wasit.
Skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan.

Dengan hasil ini, Arema FC naik ke peringkat 8 klasemen sementara, sementara Semen Padang masih tertahan di zona merah, tepatnya di peringkat ke-16.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

UMKM Jabar Sambut Positif Program Gentengnisasi Prabowo

0

Wartain.com || Komunitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat memberikan respons positif terhadap gagasan program gentengnisasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif tersebut dinilai berpotensi menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi kerakyatan, terutama bagi para perajin genteng berbahan tanah liat yang tersebar di berbagai daerah di provinsi tersebut.

Pembina Komunitas UMKM Jabar Juara Sejahtera (JJS), Edy Suroso, menilai bahwa program gentengnisasi menjadi angin segar bagi para perajin genteng yang selama ini menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya membuka peluang kebangkitan ekonomi bagi pelaku usaha kecil, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem industri yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ia optimistis, melalui program ini, kualitas produksi genteng lokal akan semakin meningkat, daya saing pasar semakin luas, serta kesejahteraan para perajin dapat terangkat.

“Gentengnisasi memberi peluang besar untuk pengrajin genteng tanah liat di Tasikmalaya dan daerah lainnya. Ini adalah langkah konkret untuk mendorong ekonomi kerakyatan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di sini,” ujar Edy dalam keterangan yang diterima yang dikutip dari tvrinews, Minggu (15/2/2026).

Edy menyampaikan bahwa kebijakan tersebut memberi jaminan terhadap terserapnya produk genteng lokal, yang menjadi angin segar bagi para pengrajin yang selama ini kerap dibayangi ketidakpastian pasar. Namun demikian, ia juga menegaskan pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam menyesuaikan diri dengan skema business-to-government (B2G) yang berpotensi diterapkan pada program gentengnisasi ke depan, agar mampu bersaing, beradaptasi, memperluas jaringan, meningkatkan kualitas, serta memperkuat keberlanjutan usaha.

“Para pengrajin harus memastikan bisnis mereka siap untuk memenuhi standar yang akan diterapkan. Ini adalah peluang besar, tetapi jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka niat baik pemerintah bisa saja disalahgunakan oleh korporasi besar,” ucap Edy.

Presiden Prabowo dalam pidatonya juga menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari upayanya untuk mewujudkan ekonomi yang lebih berkeadilan, dengan memberdayakan sektor UMKM di seluruh Indonesia. Ia berharap, dengan melibatkan koperasi dan pengrajin lokal, proyek ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi ekonomi rakyat.

“Kami siap mendampingi pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri menyambut program ini. Ini adalah peluang besar, dan kami berharap dapat memastikan semua pengrajin siap untuk menghadapinya dengan baik,” pungkas Edy.

Program gentengnisasi diharapkan menjadi momentum awal bagi tumbuhnya kembali ekonomi kerakyatan di Indonesia, melalui pemanfaatan potensi lokal serta penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan koperasi, demi kemajuan berkelanjutan, kesejahteraan bersama, pertumbuhan nasional, inovasi, daya saing, dan pemerataan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

HPN dan HUT PWI ke-80 di Karang Gantung: Perhutani Siap Dukung Keberlanjutan Penghijauan

0

Wartain.com || Wakil Administratur KPH Sukabumi, Uday Jubaedi, menghadiri rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 yang diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Karang Gantung Green Camp, Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/02/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Uday menegaskan komitmen Perhutani untuk mendukung penuh kegiatan penghijauan agar tidak berhenti pada seremoni semata.

Menurutnya, keberhasilan program penanaman pohon sangat ditentukan oleh perawatan dan pengawasan jangka panjang.

“Dari Perhutani tentu kami siap mendukung, termasuk apabila dibutuhkan bantuan bibit. Namun yang paling penting, kegiatan ini jangan sampai berhenti di sini. Harus ada kelanjutan,” ujarnya.

Ia mendorong agar dilakukan forum diskusi lanjutan (FGD) untuk merumuskan langkah strategis ke depan, termasuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan seperti dinas terkait, instansi, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, hingga organisasi pers.

“Tadi saya sudah berdiskusi dengan Ketua Panitia, Pak Chandra. Ke depan kita bisa lakukan FGD untuk menentukan arah kegiatan selanjutnya. Semua unsur harus dilibatkan agar gerakan ini berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sistem pemeliharaan yang jelas terhadap pohon-pohon yang telah ditanam di Karang Gantung. Tanpa perawatan lanjutan, kata dia, tingkat keberhasilan tumbuh akan rendah dan upaya yang telah dilakukan berpotensi sia-sia.

“Jangan sampai kita hanya menanam lalu ditinggalkan. Harus ada perawatan dan pemeliharaan lanjutan. Siapa yang bertanggung jawab, bagaimana sistem pengawasannya, itu harus disepakati bersama. Kalau tidak ada pemeliharaan, hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Iapun mengusulkan adanya kolaborasi dengan sekolah-sekolah serta komunitas masyarakat dalam menjaga dan merawat tanaman. Dengan demikian, selain meningkatkan keberhasilan tumbuh, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Selain itu Ia mengapresiasi semangat kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut, termasuk keterlibatan organisasi dan komunitas lokal.

Ia menyebut gerakan penanaman pohon seperti “Jampang Tandang Makalang” menjadi momentum positif untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya rehabilitasi lahan dan reboisasi.

Menurutnya, wilayah Jampang masih memiliki sejumlah lahan kosong yang perlu direhabilitasi. Perhutani, kata dia, siap mendukung kegiatan reboisasi dan penghijauan, termasuk penyediaan bibit untuk mendukung pemulihan lahan kritis.

“Kami siap mendukung sepenuhnya kegiatan penghijauan dan reboisasi. Ketika ada kegiatan, kami akan ikut dan terlibat. Yang penting, gerakan ini berjalan berkelanjutan dan tidak setengah-setengah,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, diharapkan aksi penghijauan dalam rangka HPN ke-80 ini mampu memberikan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan di Kabupaten Sukabumi dalam jangka panjang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Truk Muatan Semen Mogok di Tanjakan Cilangkap, Jalur Nasional Palabuhan II Berlaku Buka Tutup

0

Wartain.com || Sebuah mobil besar bermuatan semen mengalami mogok saat melintasi tanjakan di Jalan Nasional Palabuhan II, tepatnya di Kampung Cilangkap, Desa Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika truk bermuatan semen SCG milik PT Marjuli tengah dalam perjalanan menuju Banten. Kendaraan diduga tidak kuat menanjak akibat mengalami kerusakan mesin hingga akhirnya berhenti di badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Kondektur truk yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa kendaraan mogok karena gangguan pada mesin.

“Diduga ada kerusakan mesin, jadi tidak kuat menanjak,” ujarnya di lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, petugas memberlakukan sistem buka tutup jalur untuk mengurai kemacetan. Sejumlah personel dari Unit Lalu Lintas Polsek Cikembar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat sekitar turut membantu mengatur arus kendaraan agar tetap berjalan meski tersendat.

Kanit Lantas Polsek Cikembar dalam keterangannya menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi untuk mendatangkan mekanik agar kendaraan segera diperbaiki.

“Mudah-mudahan mekanik segera datang dan truk bisa cepat diperbaiki, karena hari ini hari Minggu dan arus lalu lintas cukup ramai oleh warga yang hendak berlibur,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses penanganan masih berlangsung dan arus lalu lintas di lokasi kejadian masih diberlakukan sistem buka tutup.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

PWI Peduli Bersama JTM Kolaborasi Tanam Pohon di Karang Gantung untuk Selamatkan Bibir Pantai

0

Wartain.com || Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan Karang Gantung Green Camp, Desa Pasir Ipis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (15/2/2026).

Kegiatan ini digagas oleh komunitas Jampang Tandang Makalangan (JTM) dan berkolaborasi dengan PWI Peduli, serta melibatkan berbagai unsur, mulai dari insan pers, komunitas lingkungan, Cabang Dinas Kehutanan (CDK), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah daerah hingga masyarakat setempat.

Ketua PWI Peduli Kabupaten Sukabumi, Ariswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HPN ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi konkret yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

“Ini bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional yang berkolaborasi antara Jampang Tandang Makalangan, CDK, dan KPH. Upaya ini merupakan langkah penyelamatan bibir Pantai Karang Gantung, yang menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi dan masih belum banyak terekspos,” ujarnya.

Menurutnya, Pantai Karang Gantung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, penataan kawasan pesisir perlu dilakukan sejak dini agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Ia menegaskan bahwa kawasan bibir pantai merupakan wilayah kewenangan pemerintah yang harus dijaga sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2007, yang melarang pendirian bangunan liar di sempadan pantai.

“Dengan penanaman pohon ini, yang paling utama adalah penyelamatan bibir pantai. Jika kawasan ini tertata dan terjaga, ke depan dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat,” tambahnya.

PWI Peduli Bersama JTM Kolaborasi Tanam Pohon di Karang Gantung untuk Selamatkan Bibir Pantai (foto : Intan)

Ariswanto juga menekankan bahwa kolaborasi antara PWI Peduli dan JTM merupakan bentuk tanggung jawab sosial organisasi profesi kewartawanan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pers tidak hanya menulis dan memberitakan, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan lingkungan,” tegasnya.

Ke depan, PWI Kabupaten Sukabumi bersama PWI Peduli berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan gerakan sosial ini agar tidak berhenti pada momentum HPN semata.

“Kami sering melakukan kegiatan penanaman pohon. Ketika tidak ada hutan, kita tanam kembali. Ini bentuk penghormatan kita terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan. Pohon yang kita tanam dan rawat akan tumbuh serta memberikan manfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, PWI Peduli juga menyerahkan bantuan pupuk hayati Lumbung Rahayu Mikro Nano sebanyak sekitar 70 botol untuk mendukung pemeliharaan dan pertumbuhan tanaman yang telah ditanam.

Ia pun berharap masyarakat Desa Pasir Ipis, khususnya di wilayah Karang Gantung, dapat bersama-sama menjaga dan merawat pohon-pohon tersebut agar tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat dirawat dengan baik, sehingga menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Rangkaian HPN 2026, PWI Kabupaten Sukabumi Tanam Pohon: Upaya Lestarikan Lingkungan 

0

Wartain.com || Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT PWI ke-80 tahun 2026, diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Karang Gantung Green Camp, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu  (15/02/2026).

Kegiatan ini digagas oleh Ormas Jampang Tandang Makalangan (JTM) yang berkolaborasi dengan PWI Peduli, serta  menggandeng berbagai pihak, mulai dari insan pers, komunitas lingkungan, pemerintah daerah hingga unsur masyarakat setempat.

Ketua HPN 2026, Heru Yuda, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk kontribusi nyata insan pers dalam mendukung penghijauan dan reboisasi, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini bentuk kepedulian kami terhadap masa depan daerah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya akan mendorong kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi, agar gerakan penghijauan tidak berhenti pada momentum HPN saja.

“Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan berbagai stakeholder agar pasca-penanaman tetap ada monitoring dan pendampingan. Harapannya, gerakan ini bisa terus berlanjut dan menjadi model kegiatan HPN yang menginspirasi daerah lain,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Jampang Tandang Makalangan (JTM), Hendra Permana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi pencanangan gerakan penyelamatan sempadan pantai di kawasan Karang Gantung yang memiliki garis pantai sekitar tiga kilometer.

Rangkaian HPN 2026, PWI Kabupaten Sukabumi Tanam Pohon: Upaya Lestarikan Lingkungan  (foto : Intan)

Menurutnya, kawasan tersebut mengalami abrasi cukup serius dan terdapat lahan kritis yang perlu segera ditangani agar kerusakan ekosistem tidak semakin meluas.

“Ini merupakan gerakan jangka panjang. Abrasi di kawasan ini cukup luar biasa. Jika tidak ditangani sejak awal, dikhawatirkan akan merusak kontur lahan dan ekosistem yang ada,” jelas Hendra.

Ia menambahkan, lokasi penanaman berada di area yang juga termasuk jalur geosite yang dikelola oleh Badan Pengelola Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, sehingga perlu dijaga bersama sebagai bagian dari potensi wisata dan lingkungan.

Dari informasi, sebanyak sekitar 500 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut. Jenis tanaman yang dipilih merupakan pohon endemik, pohon keras, serta pohon buah yang dinilai mampu tumbuh dan beradaptasi dengan kondisi pesisir.

Hendra juga menyebut, lahan yang digunakan merupakan Hak Guna Bangunan (HGB) milik perusahaan swasta yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Ia berharap sinergi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta insan pers terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan program.

“Kami berharap semua pihak, termasuk insan pers, dapat terus mengawal dan mengedukasi masyarakat agar gerakan lingkungan seperti ini tidak berhenti pada seremoni saja. Ini tanggung jawab bersama demi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui momentum HPN dan HUT PWI ke-80 ini, insan pers Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga motor penggerak kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Exit Tol Parungkuda Dipadati Kendaraan, Arus Libur Panjang dan Jelang Imlek Picu Kemacetan

0

Wartain.com || Kondisi lalu lintas di exit Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, dipadati kendaraan roda empat pada Minggu, 14 Februari 2026. Kepadatan didominasi kendaraan pribadi yang hendak berlibur papajar maupun pulang kampung untuk ziarah menjelang perayaan Imlek.

Berdasarkan pantauan di lokasi sejak pagi hari, antrean kendaraan mengular hingga ke badan tol. Volume kendaraan yang keluar melalui gerbang Tol Parungkuda meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

Kemacetan ini terjadi sejak dua hari terakhir. Pada Sabtu, 14 Februari 2026, arus lalu lintas terpantau padat sejak pagi hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Kondisi serupa kembali terjadi pada Minggu pagi dan diperkirakan berlangsung hingga malam hari, menyesuaikan dengan lonjakan kendaraan.

Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan momentum libur untuk kegiatan papajar serta pulang kampung guna berziarah menjadi salah satu penyebab utama kepadatan. Selain itu, momen menjelang Tahun Baru Imlek juga mendorong peningkatan mobilitas warga.

Petugas lalu lintas Tol Jagorawi menyatakan pihaknya telah melakukan pengaturan arus untuk mengurai kepadatan.

“Kami sudah menyiagakan personel di titik exit Tol Parungkuda untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan rekayasa situasional. Kepadatan ini dipicu peningkatan volume kendaraan saat libur dan menjelang Imlek. Kami mengimbau pengendara tetap tertib dan menjaga jarak aman,” ujar salah seorang petugas lalu lintas Tol Jagorawi di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, arus kendaraan masih terpantau padat merayap dan pengendara diimbau mempertimbangkan jalur alternatif guna menghindari antrean panjang di gerbang keluar tol.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

IDI Kota Sukabumi Dilantik, Sinergi Dokter dan Pemkot Diperkuat Hadapi Tantangan Layanan Kesehatan

0

Wartain.com || Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Sukabumi Masa Bakti 2025–2028 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara profesi dokter dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan layanan kesehatan yang kian kompleks. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Sabtu (14/2/2026).

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menekankan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat berjalan parsial. Menurutnya, peran dokter melalui IDI harus berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah yang menyentuh persoalan sosial secara menyeluruh.

“Dokter berperan menjaga kesehatan jasmani dan rohani masyarakat, sementara pemerintah memastikan aspek sosial dan lingkungan kota juga dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Ida Halimah, Ketua IDI Jawa Barat dr. Mohammad Lutfi, organisasi profesi, serta jajaran pengurus IDI yang baru dilantik. Dalam kesempatan itu, dr. Asep Tajul Muttaqin resmi dipercaya memimpin IDI Cabang Kota Sukabumi periode 2025–2028.

Wali kota menyebut, sekitar 320 dokter berada di bawah naungan IDI Kota Sukabumi. Ia berharap seluruhnya menjaga profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pemerintah juga menegaskan bahwa dokter di rumah sakit milik pemerintah wajib tergabung dalam IDI sebagai bentuk komitmen terhadap standar etika dan mutu layanan.

Dari sisi kebijakan, Pemkot Sukabumi terus melakukan penguatan sistem kesehatan. Saat ini, 17 unit layanan telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk 15 puskesmas. Transformasi ini diharapkan meningkatkan fleksibilitas dan kualitas pelayanan.

Rumah sakit daerah juga menjadi perhatian. RSUD R. Syamsudin yang telah berusia lebih dari satu abad terus dibenahi fasilitas dan layanannya. Di sisi lain, layanan kemoterapi di RSUD Bunut mulai berjalan sejak Januari 2026 dengan jumlah pasien mencapai 60–70 orang per bulan. Pengembangan layanan stem cell dan terapi penunjang seperti akupuntur juga tengah disiapkan.

Tak hanya fokus pada layanan kuratif, pemerintah turut menyoroti upaya preventif, seperti penurunan prevalensi stunting melalui berbagai intervensi, termasuk program “wisuda stunting”. Penataan kebersihan lingkungan di kawasan Bunut juga menjadi bagian dari strategi menciptakan kota sehat secara menyeluruh.

Dalam konteks pembangunan daerah, Ayep Zaki mengaitkan visi kota sehat dengan 26 indikator pembangunan yang dirumuskan Bappenas, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia, tingkat kemiskinan, rasa aman, hingga Pendapatan Asli Daerah. Ia menilai, seluruh indikator tersebut harus bergerak seimbang.

Sementara itu, Ketua IDI Jawa Barat dr. Mohammad Lutfi mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi dokter di tengah perkembangan teknologi medis yang pesat. Ia juga menekankan urgensi menjaga etika profesi dan komunikasi efektif dengan pasien guna mencegah persoalan hukum.

Pelantikan kepengurusan baru ini diharapkan memperkuat posisi IDI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Sinergi antara Pemkot, Dinas Kesehatan, BLUD, dan IDI diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Sukabumi sebagai kota sehat yang inovatif dan berdaya saing.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik