26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 278

HPN 2026 Diwarnai Sejarah Baru, Pembangunan Museum Media Siber Indonesia Dimulai di Serang

0

Wartain.com ||  Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten mencatat sejarah baru pers nasional dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama pembangunan Museum Media Siber Indonesia di Kota Serang. Agenda ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendokumentasikan perjalanan dan kontribusi pers digital Indonesia.

Peletakan batu pertama tersebut dihadiri Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Wakil Gubernur Banten, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten, serta unsur Dewan Pers. Hadir secara langsung Muhammad Jazuli, Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers, dan Yogi Hadi Ismanto, Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers periode 2025–2028. Turut hadir Ketua SMSI Provinsi se-Indonesia, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.

Ketua Umum SMSI menegaskan bahwa pembangunan Museum Media Siber Indonesia merupakan legacy nasional HPN 2026 dan bentuk penghormatan terhadap peran strategis pers siber dalam sejarah pers Indonesia.

“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi pembangunan memori kolektif pers digital nasional. Museum Media Siber Indonesia akan menjadi pusat edukasi, literasi media, dan refleksi perjalanan pers siber dari masa ke masa,” tegasnya.

Wakil Gubernur Banten menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Banten terhadap pembangunan museum tersebut. Menurutnya, kehadiran Museum Media Siber Indonesia akan memperkuat posisi Banten sebagai bagian penting dalam sejarah pers nasional.

Sementara itu, Muhammad Jazuli menilai pembangunan Museum Media Siber Indonesia sebagai langkah strategis dalam menjaga etika dan profesionalisme pers di era digital.

“Pers siber berkembang sangat cepat. Museum ini penting sebagai ruang pembelajaran etika, tanggung jawab, dan profesionalisme jurnalistik bagi generasi pers ke depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Yogi Hadi Ismanto yang menekankan pentingnya pendataan dan dokumentasi sejarah pers siber secara sistematis dan berkelanjutan.

“Museum Media Siber Indonesia akan menjadi pusat dokumentasi perjalanan pers digital nasional, sekaligus referensi penting bagi penguatan ekosistem pers yang sehat dan terverifikasi,” katanya.

Peletakan batu pertama pembangunan Museum Media Siber Indonesia menjadi salah satu agenda strategis HPN 2026 di Banten, setelah sebelumnya dilakukan peresmian Monumen Media Siber Indonesia. Rangkaian agenda tersebut menegaskan bahwa HPN 2026 tidak hanya seremonial, tetapi meninggalkan warisan sejarah nyata bagi pers nasional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Ketika Data Salah, Bantuan Sosial Kehilangan Arah

0
Oplus_131072

Oleh : Anisa Aulia. S.Pd/Aktivis HMI dan Guru Honorer

Wartain.com || Diatas kertas, sistem desil kesejahteraan milik Kementerian Sosial Republik Indonesia dirancang sebagai instrumen objektif untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Data menjadi fondasi kebijakan, dan kebijakan menjadi jembatan keadilan. Namun, ketika fondasi itu retak, jembatan pun tak lagi kokoh menopang mereka yang paling membutuhkan.

Di lapangan, persoalannya bukan semata pada niat, melainkan pada akurasi. Tak sedikit warga yang hidup dalam keterbatasan—penghasilan tidak menentu, tanggungan keluarga besar, rumah jauh dari layak—justru tercatat dalam kategori mampu. Secara faktual mereka miskin, tetapi secara administratif dianggap tidak miskin. Akibatnya, ketika bantuan sosial digulirkan, nama mereka tak pernah muncul dalam daftar penerima.

Sebaliknya, ada pula warga yang secara ekonomi relatif stabil, bahkan tergolong mapan, tetapi tercatat dalam desil miskin. Mereka terdaftar sebagai penerima manfaat, terkadang berulang kali. Situasi ini tidak selalu lahir dari kesengajaan individu, melainkan dari sistem pendataan yang belum diperbarui secara berkala, minim verifikasi lapangan, dan masih bertumpu pada data lama.

Persoalan ini lebih dari sekadar salah sasaran bantuan. Ini menyangkut prinsip keadilan sosial. Kebijakan publik yang berbasis data seharusnya mencerminkan realitas, bukan sekadar statistik administratif. Ketika data tidak sinkron dengan kondisi riil masyarakat, maka kebijakan yang lahir darinya berpotensi melukai rasa keadilan.

Ironisnya, masyarakat kecil kerap diminta proaktif memperbaiki data: melapor ke RT, mengurus ke kelurahan, atau menunggu pembaruan berikutnya. Prosedur itu mungkin terdengar sederhana bagi sebagian orang, tetapi bagi mereka yang berjuang memenuhi kebutuhan harian, birokrasi adalah beban tambahan. Waktu dan tenaga yang diminta untuk mengurus administrasi sering kali berbenturan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai keluhan personal atau upaya untuk memperoleh bantuan sosial. Kritik ini disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial: agar sistem pendataan diperbaiki, mekanisme verifikasi diperkuat, dan transparansi diperluas. Data harus menjadi cermin kenyataan, bukan sekadar dokumen formal.

Solusinya bukan mustahil. Pembaruan data berbasis partisipasi warga, verifikasi berkala yang melibatkan pemerintah desa dan unsur independen, serta keterbukaan akses informasi bagi masyarakat untuk mengecek dan mengoreksi statusnya, dapat menjadi langkah konkret. Bantuan sosial bukan hanya soal anggaran, tetapi tentang memastikan negara hadir secara adil.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan bantuan sosial tidak diukur dari seberapa rapi laporan tersusun, melainkan dari seberapa tepat ia menyentuh yang paling membutuhkan. Ketika data benar, kebijakan pun akan lebih bermakna. Dan ketika kebijakan tepat sasaran, keadilan sosial bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dirasakan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Apa yang Mesti Dipersiapkan Umat Islam Ketika Memasuki Bulan Suci Ramadhan?

0
Oplus_131072

Wartain.com || Ramadan adalah bulan yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh keberkahan ini menjadi momentum untuk meningkatkan iman, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Namun, agar Ramadan dapat dijalani dengan optimal, diperlukan persiapan yang matang sejak jauh hari. Persiapan Ramadan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga meliputi persiapan spiritual, mental, dan sosial.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang persiapan Ramadan menurut Islam, mulai dari persiapan hati, ibadah, hingga kesiapan jasmani. Dengan persiapan yang baik, Ramadan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi sarana perubahan diri menuju pribadi yang lebih bertakwa.

Pentingnya Persiapan Ramadan bagi Umat Islam

Persiapan Ramadan memiliki peran yang sangat penting agar ibadah yang dijalani tidak terasa berat dan dapat dilakukan secara konsisten. Rasulullah SAW dan para sahabat telah mencontohkan bagaimana mereka menyambut Ramadan dengan penuh kesungguhan, bahkan sejak beberapa bulan sebelumnya.

Tanpa persiapan yang baik, Ramadan sering kali berlalu begitu saja tanpa memberikan dampak signifikan dalam kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, persiapan Ramadan menjadi langkah awal agar bulan suci ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

Persiapan Hati Menyambut Bulan Ramadan

Persiapan Ramadan yang paling utama adalah persiapan hati. Hati yang bersih akan memudahkan seseorang untuk menjalankan ibadah dengan ikhlas dan khusyuk.

Membersihkan hati dapat dilakukan dengan memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT. Setiap manusia tidak lepas dari dosa dan kesalahan, baik yang disadari maupun tidak. Menjelang Ramadan, seorang muslim dianjurkan untuk memohon ampunan agar dapat memasuki bulan suci dengan hati yang bersih.

Selain itu, persiapan hati juga mencakup upaya menghilangkan rasa dengki, iri, dan permusuhan. Memaafkan kesalahan orang lain dan memperbaiki hubungan sosial menjadi bagian penting dari persiapan Ramadan.

Persiapan Ibadah Sebelum Ramadan Tiba
Persiapan Ramadan juga harus dilakukan melalui peningkatan kualitas ibadah. Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan ibadah, sehingga seorang muslim sebaiknya mulai membiasakan diri menjalankan amalan-amalan sunnah sebelum Ramadan datang.

Salah satu bentuk persiapan ibadah adalah membiasakan shalat tepat waktu dan memperbanyak shalat sunnah. Dengan membiasakan shalat sunnah sebelum Ramadan, seseorang akan lebih siap menjalani ibadah tarawih dan qiyamul lail di bulan Ramadan.

Selain itu, memperbanyak membaca Al-Qur’an sebelum Ramadan juga merupakan persiapan yang sangat dianjurkan. Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, sehingga membiasakan diri membaca Al-Qur’an sejak sebelum Ramadan akan memudahkan seorang muslim untuk mencapai target tilawah atau khatam Al-Qur’an.

Persiapan Puasa Menjelang Ramadan
Puasa merupakan ibadah utama di bulan Ramadan. Oleh karena itu, persiapan puasa menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Salah satu cara terbaik dalam persiapan Ramadan adalah dengan menjalankan puasa sunnah, seperti puasa di bulan Syakban.

Puasa sunnah membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan dan aktivitas. Selain itu, puasa juga melatih kesabaran dan pengendalian diri, sehingga ketika memasuki puasa Ramadan, seorang muslim tidak merasa terlalu berat.

Persiapan puasa juga mencakup pemahaman tentang hukum dan tata cara puasa Ramadan. Mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa, rukun puasa, serta adab berpuasa akan membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan benar.

Persiapan Ilmu Menyambut Ramadan
Persiapan Ramadan tidak hanya bersifat amalan, tetapi juga persiapan ilmu. Seorang muslim dianjurkan untuk mempelajari kembali ilmu-ilmu dasar tentang puasa, zakat fitrah, shalat tarawih, dan amalan lainnya yang berkaitan dengan Ramadan.

Dengan bekal ilmu yang cukup, ibadah yang dilakukan akan lebih terarah dan sesuai tuntunan syariat. Persiapan ilmu juga membantu menghindari kesalahan-kesalahan dalam beribadah yang dapat mengurangi pahala.

Mengikuti kajian, membaca buku keislaman, atau mempelajari artikel Islami tentang Ramadan merupakan bagian dari persiapan Ramadan yang sangat dianjurkan.

Persiapan Fisik dan Kesehatan Menjelang Ramadan

Selain persiapan spiritual, persiapan Ramadan juga mencakup kesiapan fisik dan kesehatan. Tubuh yang sehat akan memudahkan seseorang untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya.

Menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat, serta mulai mengurangi kebiasaan begadang menjadi bagian dari persiapan fisik. Selain itu, mengurangi konsumsi makanan berlebihan dan minuman berkafein juga dapat membantu tubuh beradaptasi dengan pola puasa.

Persiapan fisik yang baik akan membuat ibadah di bulan Ramadan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Persiapan Sosial dan Ekonomi Menyambut Ramadan

Persiapan Ramadan juga mencakup aspek sosial dan ekonomi. Seorang muslim dianjurkan untuk mulai menata keuangan agar dapat menjalankan ibadah dengan tenang selama Ramadan.

Menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah dan zakat sejak sebelum Ramadan merupakan bentuk persiapan yang sangat baik. Dengan perencanaan yang matang, seorang muslim dapat lebih mudah berbagi kepada sesama selama bulan Ramadan.

Persiapan sosial juga mencakup kepedulian terhadap lingkungan sekitar, seperti membantu fakir miskin, mempererat silaturahmi, dan menciptakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.

Menata Niat dan Target Ibadah Ramadan
Persiapan Ramadan yang tidak kalah penting adalah menata niat dan target ibadah. Menetapkan target ibadah, seperti jumlah tilawah Al-Qur’an, shalat malam, atau sedekah, akan membantu seorang muslim menjalani Ramadan dengan lebih terarah.

Target ibadah tidak harus berlebihan, tetapi disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan dalam menjalankannya.

Dengan niat yang lurus dan target yang jelas, Ramadan akan menjadi bulan perubahan yang nyata dalam kehidupan seorang muslim.

Hikmah di Balik Persiapan Ramadan
Persiapan Ramadan mengajarkan umat Islam tentang pentingnya perencanaan dan kesungguhan dalam beribadah. Ibadah yang dilakukan dengan persiapan akan lebih berkualitas dibandingkan ibadah yang dilakukan tanpa persiapan.

Selain itu, persiapan Ramadan juga melatih kedisiplinan, kesabaran, dan pengendalian diri. Nilai-nilai ini tidak hanya bermanfaat selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah Ramadan berlalu.

Menyambut Ramadan dengan Persiapan Terbaik

Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Agar bulan suci ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, persiapan Ramadan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, baik dari sisi spiritual, fisik, maupun sosial.

Dengan mempersiapkan hati, ibadah, ilmu, dan kesehatan sejak sebelum Ramadan, seorang muslim akan lebih siap menjalani ibadah dengan khusyuk dan penuh makna. Semoga Allah SWT memberikan kita kesempatan untuk bertemu Ramadan dan kekuatan untuk menjalankannya dengan sebaik-baiknya.***

*Berbagai Sumber

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Persija Curi Kemenangan 1-0 atas Bali United di Stadion I Wayan Dipta

0

Wartain.com || Persija Jakarta berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0 atas Bali United dalam lanjutan kompetisi BRI Super League di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Minggu 15/2/2026.

Gol semata wayang dalam laga tersebut dicetak oleh Gustavo Almeida pada menit ke-8 melalui sundulan kepala, memanfaatkan umpan matang dari Emaxwell. Gol cepat itu menjadi pembeda hingga pertandingan usai.

Sejak awal pertandingan, Persija tampil agresif dan langsung menekan lini pertahanan tuan rumah. Skema serangan cepat membuahkan hasil ketika Emaxwell melepaskan umpan terukur ke kotak penalti yang disambut tandukan tajam Gustavo Almeida tanpa mampu dihalau kiper Bali United.

Berdasarkan statistik pertandingan, Persija unggul dalam penguasaan bola dengan 52 persen berbanding 48 persen milik Bali United. Tim Macan Kemayoran juga lebih dominan dalam menciptakan peluang dengan 16 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran, sementara Bali United hanya mencatatkan delapan tembakan dengan satu mengarah ke gawang.

Dari sisi distribusi bola, Persija membukukan 356 operan sukses dari 416 percobaan dengan akurasi 86 persen. Sementara Bali United mencatatkan 323 operan sukses dari 399 percobaan dengan akurasi 81 persen. Persija juga unggul dalam menciptakan peluang dengan 10 chances created, berbanding tiga milik tuan rumah.

Tekanan Persija terlihat dari 48 sentuhan di dalam kotak penalti lawan serta 51 umpan ke sepertiga akhir pertahanan Bali United. Meski Bali United mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan di babak kedua, solidnya lini belakang Persija membuat skor 1-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membuat Persija membawa pulang tiga poin penting dari Bali, sementara Bali United harus mengakui keunggulan tim tamu di hadapan pendukungnya sendiri.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Papajar dalam Perspektif Islam: Tradisi Silaturahmi Sarat Nilai Ibadah

0

Wartain.com || Tradisi papajar yang dikenal luas di kalangan masyarakat Sunda memiliki makna mendalam, terutama jika ditinjau dari perspektif Islam.

Secara bahasa dan budaya, papajar berarti berkunjung atau bersilaturahmi untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.

Di sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Sukabumi dan wilayah Jampang, tradisi ini kerap dilakukan menjelang bulan suci Ramadan atau pada momen-momen tertentu sebagai bentuk saling memaafkan serta memperkuat kebersamaan.

Minggu terkahir Sebelum bulan suci Ramadhan tiba, masyarakat beragama Islam kerap mendatangi tempat wisata seperti, pantai, pegunungan bahkan tempat lainnya untuk merayakan Papajar.

Padahal kala ‎dalam ceritanya itu gotong royong: bebersih kampung, ngecat masjid, benerin bedug, pasang obor, dan ziarah kubur. Puncaknya dalam makan bareng dalam istirahat Sunda (Botram).

Dalam ajaran Islam, papajar sejalan dengan konsep silaturahmi, yakni menyambung dan menjaga tali persaudaraan. Silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendatangkan keberkahan umur dan rezeki, mempererat ukhuwah, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Para ulama menjelaskan bahwa menjaga hubungan kekerabatan termasuk bagian dari wujud keimanan seorang Muslim. Selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat, tradisi seperti papajar bahkan dapat bernilai ibadah.

Selain menjadi ajang mempererat hubungan keluarga, papajar juga menjadi sarana membersihkan hati dari kesalahpahaman dan perselisihan. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk saling memaafkan, sehingga masyarakat dapat memasuki bulan Ramadan dengan hati yang lebih tenang dan bersih.

Dengan demikian, papajar bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Perpaduan antara nilai adat dan ajaran agama menjadikan tradisi ini tetap relevan dan layak dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkokoh persaudaraan umat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Disdik Kabupaten Sukabumi Raih Apresiasi atas Penanganan 35 Ribu Lebih Anak Tidak Sekolah

0

Wartain.com || Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) berbuah penghargaan. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkab Sukabumi menerima apresiasi dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat atas capaian penanganan ATS yang telah menjangkau lebih dari 35 ribu anak.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Agenda Konsolidasi Daerah sebagai bentuk pengakuan terhadap keseriusan dan konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program intervensi pendidikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, satuan pendidikan, hingga dukungan masyarakat.

Menurutnya, penanganan ATS bukan hanya sebatas pendataan, melainkan memastikan anak-anak yang sebelumnya terputus sekolah benar-benar kembali memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, berbagai strategi diterapkan untuk mempercepat penuntasan ATS, di antaranya pembaruan data berbasis wilayah, penguatan koordinasi dengan aparat desa dan pihak sekolah, serta pendekatan persuasif kepada keluarga agar anak kembali bersekolah.

“Yang kami kejar bukan sekadar angka statistik, tetapi jaminan bahwa setiap anak memiliki kesempatan meraih masa depan melalui pendidikan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, BPMP Jawa Barat juga memberikan penghargaan kepada dua daerah lainnya, yakni Kabupaten Bekasi sebagai peringkat pertama dan Kabupaten Bandung di posisi kedua, sementara Kabupaten Sukabumi menempati peringkat ketiga.

Pihak BPMP Jawa Barat mengapresiasi langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah kabupaten dalam memperluas akses pendidikan. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain di Jawa Barat dalam mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

 Melaju ke Babak Dua, Janice Tjen Siap Ukir Sejarah di Dubai Open 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, tampil impresif pada babak pertama Dubai Championships 2026 dengan lolos ke babak kedua usai mengalahkan Dayana Yastremska 6-4, 6-1 di Aviation Club Tennis Centre, Minggu (15/2).

Janice Tjen langsung memberikan perlawanan kepada Yastremska. Meski begitu, Yastremska unggul 1-0 pada gim pertama. Petenis berperingkat 42 dalam ranking WTA kembali unggul 2-1.

Kendati memiliki peringkat di bawahnya, Janice tidak ciut nyali. Petenis putri nomor satu Indonesia itu membalikkan kedudukan jadi 3-2 usai unggul dalam dua gim berikutnya.

Keunggulan Janice berlanjut hingga gim ke-10. Menariknya, Janice tidak memberikan poin kepada Yastremska pada gim penentuan tersebut. Janice unggul 6-4 pada set pertama.

Dominasi Janice Tjen atas petenis asal Ukraina itu berlanjut ke set kedua. Pada gim pertama set dua, Janice melangkah mulus, 1-0, tanpa memberikan poin kepada Yastremska.

Sempat mendapatkan perlawanan dari Yastremska pada gim kedua, Janice tetap unggul 2-0. Tekanan dirasakan Janice pada gim ketiga. Pertandingan itu berlanjut hingga deuce. Namun Janice tetap unggul 3-0.

Keunggulan Janice berlanjut jadi 4-0 setelah pada gim kedua lagi-lagi tidak memberikan kesempatan kepada Yastremska mendapatkan poin.

Yastremska akhirnya meraih poin yang membuat skor berubah jadi 1-4. Tetapi dengan kualitasnya, Janice meraih kemenangan pada dua gim berikutnya guna menang 6-1 pada set kedua.

Kemenangan ini membuat Janice melangkah ke babak kedua Dubai Championships 2026. Pada babak kedua, Janice akan bertemu pemenang antara Liudmila Samsonova vs Leylah Fernandez.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dewan dan Pemda Sukabumi Gelar Musrenbang Parungkuda, Fokus Penguatan Agroindustri dan Pariwisata

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi bersama unsur pemerintah daerah dan perwakilan desa menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Parungkuda untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Parungkuda, Jumat (13/2/2026), tersebut membahas 40 usulan prioritas pembangunan.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra Teddy Setiadi, anggota DPRD dari Fraksi PKS Hendra Kusuma, serta anggota DPRD dari Fraksi PKB Bayu Permana. Selain itu, turut hadir tim pengantar Musrenbang tingkat kabupaten melalui unit inti, Kapolsek, kepala OPD dan UPTD, para kepala sekolah, kepala desa, ketua BPD, perangkat desa, ketua komite sekolah, serta organisasi kemasyarakatan se-Kecamatan Parungkuda.

Sekretaris Kecamatan Parungkuda, Eka Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan bagian penting dalam strategi perencanaan pembangunan daerah sekaligus forum strategis untuk menjembatani aspirasi desa dengan kebijakan pembangunan kabupaten.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Parungkuda pada tahun sebelumnya menunjukkan sejumlah capaian, terutama di sektor infrastruktur dasar, pelayanan publik, serta peningkatan akses pendidikan dan sosial.

Namun, masih terdapat program yang belum optimal karena keterbatasan anggaran, penyesuaian kebijakan, serta kendala teknis di lapangan. Beberapa usulan desa juga belum terealisasi dan kembali diajukan pada tahun ini.

Pada tahap sebelumnya, setiap desa mengusulkan lima program prioritas yang telah diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Dari total 117 usulan yang masuk, setelah melalui proses verifikasi dan validasi, tersisa 40 usulan prioritas yang dibahas dalam Musrenbang kecamatan.

“Usulan masih didominasi sektor infrastruktur, permukiman, pekerjaan umum, dan pendidikan. Ini menunjukkan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi prioritas,” ujar Eka.

Ia berharap Musrenbang ini dapat menyinkronkan usulan desa dengan prioritas pembangunan daerah, menghasilkan program yang realistis dan berkelanjutan, serta membangun komitmen lintas sektor hingga tahap perencanaan dan penganggaran. Musrenbang Kecamatan Parungkuda untuk RKPD 2027 kemudian secara resmi dibuka.

Sementara itu, Teddy Setiadi menyampaikan kehadirannya sebagai bentuk komitmen dalam mengawal pembangunan di wilayah Kecamatan Parungkuda, khususnya dalam proses pengusulan RKPD 2027.

Ia menyebut terdapat sekitar 40 titik usulan prioritas yang telah masuk dalam RKPD Kecamatan Parungkuda tahun 2027 dan berkomitmen untuk konsisten mengawal serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Namun demikian, Teddy menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat perubahan mekanisme di pemerintah daerah yang berdampak pada beberapa program, termasuk tidak terealisasinya jalan lingkungan karena perubahan nomenklatur dan program.

“Bukan oleh saya sebagai anggota DPRD, tapi oleh sistem yang ada. Jadi bukan tidak diperjuangkan, tetapi memang programnya sementara ditiadakan,” jelasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dewan dan Pemda Sukabumi Gelar Musrenbang Parungkuda, Fokus Penguatan Agroindustri dan Pariwisata

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi bersama unsur pemerintah daerah dan perwakilan desa menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Parungkuda untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Parungkuda, Jumat (13/2/2026), tersebut membahas 40 usulan prioritas pembangunan.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra Teddy Setiadi, anggota DPRD dari Fraksi PKS Hendra Kusuma, serta anggota DPRD dari Fraksi PKB Bayu Permana. Selain itu, turut hadir tim pengantar Musrenbang tingkat kabupaten melalui unit inti, Kapolsek, kepala OPD dan UPTD, para kepala sekolah, kepala desa, ketua BPD, perangkat desa, ketua komite sekolah, serta organisasi kemasyarakatan se-Kecamatan Parungkuda.

Sekretaris Kecamatan Parungkuda, Eka Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan merupakan bagian penting dalam strategi perencanaan pembangunan daerah sekaligus forum strategis untuk menjembatani aspirasi desa dengan kebijakan pembangunan kabupaten.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan di Kecamatan Parungkuda pada tahun sebelumnya menunjukkan sejumlah capaian, terutama di sektor infrastruktur dasar, pelayanan publik, serta peningkatan akses pendidikan dan sosial.

Namun, masih terdapat program yang belum optimal karena keterbatasan anggaran, penyesuaian kebijakan, serta kendala teknis di lapangan. Beberapa usulan desa juga belum terealisasi dan kembali diajukan pada tahun ini.

Pada tahap sebelumnya, setiap desa mengusulkan lima program prioritas yang telah diinput ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Dari total 117 usulan yang masuk, setelah melalui proses verifikasi dan validasi, tersisa 40 usulan prioritas yang dibahas dalam Musrenbang kecamatan.

“Usulan masih didominasi sektor infrastruktur, permukiman, pekerjaan umum, dan pendidikan. Ini menunjukkan kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi prioritas,” ujar Eka.

Ia berharap Musrenbang ini dapat menyinkronkan usulan desa dengan prioritas pembangunan daerah, menghasilkan program yang realistis dan berkelanjutan, serta membangun komitmen lintas sektor hingga tahap perencanaan dan penganggaran. Musrenbang Kecamatan Parungkuda untuk RKPD 2027 kemudian secara resmi dibuka.

Sementara itu, Teddy Setiadi menyampaikan kehadirannya sebagai bentuk komitmen dalam mengawal pembangunan di wilayah Kecamatan Parungkuda, khususnya dalam proses pengusulan RKPD 2027.

Ia menyebut terdapat sekitar 40 titik usulan prioritas yang telah masuk dalam RKPD Kecamatan Parungkuda tahun 2027 dan berkomitmen untuk konsisten mengawal serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Namun demikian, Teddy menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat perubahan mekanisme di pemerintah daerah yang berdampak pada beberapa program, termasuk tidak terealisasinya jalan lingkungan karena perubahan nomenklatur dan program.

“Bukan oleh saya sebagai anggota DPRD, tapi oleh sistem yang ada. Jadi bukan tidak diperjuangkan, tetapi memang programnya sementara ditiadakan,” jelasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PapajaRun 5K 2026 Kota Sukabumi, Dari Lintasan Lari Menuju Kesadaran Bersama

0

Wartain.com || Suasana Plaza Balai Kota Sukabumi tampak semarak pada Minggu (15/2/2026) pagi. Ratusan peserta memadati area tersebut untuk mengikuti PapajaRun 5K 2026, sebuah ajang lari santai yang menjadi ruang interaksi warga sekaligus simbol semangat hidup sehat menjelang Ramadan.

Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Dalam kesempatan tersebut, ia menilai PapajaRun bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga wadah mempererat hubungan antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha.

Menurutnya, pemanfaatan fasilitas publik untuk kegiatan positif mencerminkan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun kota. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh inisiatif yang memberi dampak baik, selama dikelola dengan tertib dan bertanggung jawab.

Di tengah semangat kebersamaan itu, Bobby juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kota. Ia menyoroti tingginya volume sampah harian di Sukabumi yang mencapai ratusan ton. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai disiplin memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan. Jika dikelola dengan benar, sampah bukan hanya persoalan, tetapi bisa menjadi potensi bernilai,” pesannya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Wakil Wali Kota turut mengajak warga memperkuat silaturahmi dan saling memaafkan sebagai bagian dari persiapan spiritual.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Kota Sukabumi akan merayakan hari jadinya yang ke-112 pada 1 April mendatang. Pemerintah berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai rangkaian kegiatan dengan semangat kolaboratif.

PapajaRun 5K 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya hidup sehat, peduli lingkungan, serta memperkuat solidaritas antarwarga Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik