26.7 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026
Beranda blog Halaman 277

Upacara Sertijab Tandai Rotasi Pejabat Utama di Polres Sukabumi

0

Wartain.com || Polres Sukabumi menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran, yang dilaksanakan di halaman Mapolres Sukabumi, hari Senin 16 Februari 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama, para Kapolsek jajaran, serta pasukan upacara dari berbagai satuan fungsi Polres Sukabumi. Dalam rangkaian sertijab tersebut, dilakukan rotasi sejumlah pejabat, yaitu :

Wakapolres dari Kompol Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.I.K., kepada Kompol Agus Susanto, S.H., M.H.

Jabatan Kasat Lantas diserahterimakan dari AKP Arif Saepul Haris, S.T., kepada AKP Abdurrohman Hidayat, S.Tr.K., S.I.K.

Kemudian jabatan Kasi Humas diserahterimakan dari IPTU Aah Saepul Rohman kepada Ilham Sapta Permadi, S.H.

Selanjutnya jabatan Kapolsek Kalapanunggal beralih dari AKP Teguh Putra Hidayat, S.H., kepada IPTU Aah Saepul Rohman.

Prosesi sertijab ditandai dengan penandatanganan berita acara, pengambilan sumpah jabatan, serta penyerahan simbol jabatan dari pejabat lama kepada pejabat baru.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian selama bertugas di Polres Sukabumi. Selamat melaksanakan tugas di tempat yang baru, semoga semakin sukses dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri.” Ungkap AKBP Dr Samian.

“Kepada pejabat yang baru dilantik, saya ucapkan selamat datang dan selamat bertugas. Segera lakukan adaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta karakter wilayah hukum Polres Sukabumi. Bangun komunikasi yang baik dengan anggota dan masyarakat, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal.” Tutup beliau.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kunci Sukses Kabupaten Sukabumi Dengan Visi Mubarakah

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/ Penasehat PWI Kab.Sukabumi, Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya dan Presidium MD KAHMI Sukabumi

Wartain.com || Visi Mubarakah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah) bukan sekadar jargon politik atau retorika elektoral, melainkan manifestasi peta jalan strategis menuju transformasi Kabupaten Sukabumi yang bermartabat dan inklusif.

Namun, dalam mewujudkan visi besar ini tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik semata, diperlukan pendekatan holistik-integratif yang mensinergikan pembangunan infrastruktur material dengan rekayasa sosial berbasis penguatan spritual dan karakter,
yang secara fundamental dapat dicapai melalui optimalisasi “Tiga Pilar Institusi Islam” : Pesantren, Masjid, dan Majelis Taklim.

Pesantren: Laboratorium SDM “Unggul” dan “Maju”

Secara historis, pesantren bukan sekadar institusi transmisi ilmu agama. Ia adalah laboratorium bangsa yang memainkan peran vital dalam mencetak individu berkarakter, berintegritas, dan mandiri. Lebih dari itu, pesantren telah lama berdiri sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan agen perubahan di berbagai lini kehidupan.

Guna menjawab tantangan global dan mengaktualisasikan visi mubarakah, pesantren harus direvitalisasi menjadi pusat inkubasi SDM yang adaptif melalui tiga langkah strategis:

Transformasi Kurikulum yang Adaptif: Mengintegrasikan literasi digital dan sains ke dalam kurikulum tradisional tanpa mengikis jati diri serta nilai-nilai luhur kepesantrenan.

Pengembangan Jiwa Santripreneur: Menanamkan mentalitas kewirausahaan agar santri tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga penggerak ekonomi riil yang mandiri.

Sinergi Intelektual dan Moral: Memadukan kedalaman ilmu  dengan penguasaan teknologi mutakhir untuk melahirkan generasi yang Maju secara kompetensi, namun tetap Rendah Hati secara spiritual.

Dengan langkah ini, pesantren akan bertransformasi menjadi pusat inkubasi SDM unggul yang mampu membawa Kabupaten Sukabumi bersaing di kancah nasional hingga global.

Masjid: Episentrum Peradaban yang “Berkah”

Dalam perspektif sosiologi religius, masjid bukan sekadar entitas fisik berupa bangunan peribadatan (ritualitas murni), melainkan sebuah institusi multidimensional yang berfungsi sebagai titik temu antara aspek ketuhanan (hablum minallah) dan kemanusiaan (hablum minannas).

Oleh karena itu, masjid harus direvitalisasi ke fungsi orisinalnya sebagai pusat pemberdayaan umat, yang salah satunya dengan menghidupkan ekonomi umat (seperti Baitul Maal atau koperasi masjid). Karena sejatinya, masjid yang mampu memakmurkan jamaahnya secara ekonomi dan mengedukasi secara sosial adalah perwujudan nyata dari keberkahan yang terukur.

Keberkahan bukan lagi konsep abstrak, melainkan dampak nyata (outcome) berupa meningkatnya kesejahteraan dan menurunnya angka kerentanan sosial di lingkungan sekitar. Dan Inilah yang disebut dengan pusat integrasi sosial di mana program pemerintah dan kebutuhan warga dapat bertemu.

Majelis Taklim: Garda Terdepan Masyarakat “Berbudaya”

Sebagai institusi dengan jangkauan akar rumput terluas, Majelis Taklim memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan keluarga melalui internalisasi nilai-nilai teologis yang kontekstual. Seperti menumbuhkan nilai-nilai etika, sopan santun, dan kearifan lokal yang kian tergerus oleh arus modernitas.

Dalam ruang sosial kontemporer, Majelis Taklim harus diposisikan sebagai benteng pertahanan strategis dalam memitigasi degradasi moral serta menangkal paham radikalisme yang berpotensi memicu disintegrasi bangsa.

Lebih spesifik lagi, lembaga ini memegang mandat moral untuk merawat jati diri Kabupaten Sukabumi yang Religius dan Berbudaya. Dan melalui sinergi antara nilai ukhuwah dan kearifan lokal, Majelis Taklim harus dapat memastikan identitas daerah tetap kokoh dan relevan di tengah dinamisasi zaman

Dalam mensukseskan Visi Mubarakah memerlukan orkestrasi yang harmonis. Jika pemerintah memberikan dukungan regulasi dan anggaran, maka ketiga institusi ini harus menjawabnya dengan inovasi gerakan. Dan ketika pesantren, masjid, dan majelis taklim bergerak serentak secara profesional, maka masyarakat yang maju dan unggul bukan lagi sekadar impian, melainkan keberkahan yang nyata dirasakan oleh seluruh warga Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Fikri)

Distribusi MBG Ramadhan 2026 Diatur Ulang, SPPG Limusnunggal Akan Laksanakan Sesuai Arahan

0

Wartain.com || Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadhan pada Jumat, 13 Februari 2026. Rapat tersebut membahas skema distribusi, penguatan manajemen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penyesuaian teknis selama bulan puasa, mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menegaskan bahwa distribusi MBG selama Ramadhan harus tetap berjalan dengan pengaturan khusus. Pendistribusian MBG Ramadhan dijadwalkan mulai 23 Februari 2026, sementara pada 16–21 Februari tidak dilakukan distribusi reguler karena difokuskan pada peningkatan fasilitas dapur serta pemeliharaan kebersihan SPPG.

Namun demikian, MBG tetap diberikan pada periode 16–21 Februari bagi daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak berpuasa, baik untuk penerima manfaat 3B maupun peserta didik, dengan waktu pengiriman normal. Apabila terdapat peserta didik yang berpuasa, makanan diberikan dalam bentuk kemasan sehat.

Selain itu, para santri yang tinggal di pondok pesantren serta siswa boarding school di daerah mayoritas berpuasa tetap mendapatkan MBG dengan waktu distribusi menjelang berbuka puasa. Proses memasak dilakukan pada siang hari.

Dalam arahannya, Wakabadan BGN meminta agar distribusi penerima manfaat 3B diprioritaskan. Ia juga menyoroti masih adanya persoalan manajerial di tingkat Kepala SPPG (Ka SPPG), sehingga ke depan diharapkan peningkatan kinerja dan tata kelola yang lebih baik di seluruh lini.

Ka SPPG diminta tegas terhadap mitra yang melakukan mark up harga. Apabila ditemukan pelanggaran dan tidak ada perbaikan setelah teguran, laporan harus dibuat disertai data yang valid.

Direktur Manajemen Risiko (Dir Manrisk) BGN menambahkan bahwa makanan selama Ramadhan harus berasal dari masakan dapur maupun UMKM, serta tidak disarankan menggunakan kemasan ultra-processed food (UPF). Untuk distribusi menu kering, setiap SPPG diwajibkan menyiapkan dua totebag dengan warna berbeda. Paket bundling selama Ramadhan dibatasi maksimal untuk tiga hari.

Dari sisi administrasi, Biro Umum dan Keuangan mengingatkan agar setiap SPPG segera menyetujui transaksi pada virtual account (VA) serta melaporkan saldo harian VA secara rutin kepada SMO.

Sementara itu, pada jalur koordinasi II disampaikan bahwa rapid test kit dan parameter pendukung lainnya akan dibagikan secara bertahap. SPPG yang telah menerima dapat langsung mengaplikasikannya.

Dinas Kesehatan Provinsi juga dijadwalkan menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) secara daring pada 18 Februari, serta pelatihan bagi PLO Gizi pada 19 Februari. Ke depan, tenaga kesehatan dari Puskesmas akan ditugaskan untuk memberikan pelatihan rutin kepada PLO Gizi di setiap SPPG.

Detail teknis pelaksanaan MBG Ramadhan dapat dipelajari lebih lanjut dalam SE Nomor 3 Tahun 2026 dan materi paparan yang telah dibagikan kepada seluruh satuan kerja.

Dalam hal tersebut diatas Kepala SPPG Limusnunggal, Adri Hafiz Yusuf, menyatakan pihaknya siap menjalankan arahan dari koordinator wilayah. Untuk distribusi 3B, SPPG Limusnunggal akan menyalurkan pada 18–21 Februari dengan waktu pendistribusian setiap hari. Menu kering yang diberikan dipastikan tidak menggunakan kemasan UPF.

“Sementara distribusi ke sekolah diliburkan sementara hingga 23 Februari 2026 dan akan kembali berjalan sesuai jadwal Ramadhan,” ujarnya, Senin (16/02/2026).

Dalam mendukung operasional selama bulan puasa, jumlah relawan yang bertugas dibatasi maksimal 50 persen dari total relawan, dengan penggajian sebesar 200 persen atau dua kali lipat. Selain itu, SPPG Limusnunggal juga telah memesan totebag sesuai ketentuan yang disarankan BGN untuk mendukung distribusi menu kering.

Melalui pengaturan teknis dan penguatan tata kelola ini, BGN berharap pelaksanaan MBG selama Ramadhan tetap berjalan optimal, tepat sasaran, dan menjaga kualitas pangan bagi seluruh penerima manfaat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Akses Menantang, Keindahan Memukau Pantai Karang Gantungan Surade: Kadispar Upayakan Akses Jalan Bagus

0

Wartain.com || Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, meninjau langsung potensi destinasi wisata di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Awalnya, ia berencana menuju Pantai Pangumbahan untuk menyaksikan pelepasan tukik. Namun karena keterbatasan waktu, kunjungan dialihkan ke sejumlah pantai di sekitar Kecamatan Surade, salah satunya Pantai Karang Gantungan.

Dalam keterangannya, Ali Iskandar menyampaikan bahwa kawasan Surade memiliki banyak pantai eksotis yang lokasinya saling berdekatan, seperti Pantai Solokan Saat, Sodong, Ciwaru, Gajerotan, hingga Karang Gantungan. Menurutnya, potensi wisata di wilayah tersebut sangat luar biasa dan layak untuk terus dikembangkan.

“Memang akses menuju Pantai Karang Gantungan masih belum sempurna. Jalan yang dilalui masih berupa jalan batu, bahkan kendaraan harus berhenti di titik tertentu dan dilanjutkan dengan ojek. Perlu perjuangan untuk sampai ke lokasi,” ujarnya, Senin (16/02/2026).

Meski demikian, ia memastikan rasa lelah selama perjalanan akan terbayarkan saat wisatawan menyaksikan langsung keindahan pantai yang masih alami tersebut. Hamparan laut yang bersih, suasana yang tenang, serta panorama alam yang memukau menjadi daya tarik tersendiri.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kunjungan wisata sebagai momentum refleksi dan rasa syukur atas anugerah alam yang diberikan Allah SWT.

“Hari ini kita tadabur, tafakur, dan tasyakur. Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita untuk terus mengeksplorasi potensi wisata dengan tetap menjaga kualitas serta kelestarian alamnya,” ungkapnya.

Terkait akses jalan menuju Pantai Karang Gantungan, ia berharap adanya dukungan dan kemudahan, khususnya bagi Dinas Pekerjaan Umum, mengingat sebagian lahan merupakan aset perkebunan.

Sinergi lintas sektor dinilai penting agar pengembangan destinasi wisata dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek legalitas dan kelestarian lingkungan.

Ia optimistis, dengan kolaborasi dan komitmen bersama, sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi akan semakin berkembang dan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat.

“Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat dan pariwisata Kabupaten Sukabumi semakin maju serta memberi manfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Gotong Royong Normalisasi Irigasi Dadaran, Perkuat Konservasi Lahan Basah dan Ketahanan Air di Ciamis

0

Wartain.com || Peringati Hari Lahan Basah Sedunia di Kabupaten Ciamis diisi dengan kegiatan gotong royong normalisasi Daerah Irigasi Dadaran yang dilaksanakan di wilayah Dawuan Ciancang, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan dalam menjaga ekosistem sumber daya air dan keberlanjutan pertanian.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipusatkan di Dusun Bojongnangoh, Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Agenda utama meliputi tahlil bersama, pengangkatan sedimentasi sungai, penanaman pohon konservasi dan tanaman produktif, serta pertunjukan budaya pencak silat buhun Ciancang.

Kegiatan kolaboratif ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Organisasi Permata Lingga, Persatuan Pesantren Ortodok, Forum Mahasiswa Galuh Tabayun, Kampung Kawung, Masyarakat Kawung Indonesia, serta Brimob Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, bersama aktivis komunitas pemerhati lingkungan, masyarakat setempat dan elemen lainnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap rehabilitasi lahan dan penguatan ekosistem, Kampung Kawung bersama MKI menyerahkan berbagai bibit tanaman, di antaranya aren, durian, petai, dan pala untuk mendukung fungsi konservasi sekaligus nilai ekonomi masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T. . Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengelolaan irigasi dan lahan basah menjadi bagian penting dari pembangunan daerah berkelanjutan.

“Normalisasi irigasi dan penanaman pohon merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan air, mengurangi risiko bencana, serta menjaga produktivitas sektor pertanian masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ipda Zaenal Abidin, S.H., M.H.
Selaku Pa Ops Kompi 3 Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, perwakilan dari DPRKPLH Kabupaten Ciamis, BPBD Kabupaten Ciamis, Polres Ciamis, Kodim 0613 Ciamis, serta BBWS Citanduy, gabungan kelompok tani, tokoh masyarakat, serta unsur lainnya.

Perwakilan Kampung Kawung sekaligus Ketua MKI Ciamis, Peri Heryanto, S.Ip, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.

“Konsep agroforestri yang kami dorong merupakan bagian dari solusi ekonomi hijau. Dengan menjaga lahan basah dan kawasan resapan air, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber penghidupan,” ujarnya.

Sementara itu tokoh setempat, H. Johan Jouhar Anwari, S.Sos., M.Si. menekankan pentingnya nilai gotong royong dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan bersama lintas sektor. Jika ekosistem sungai dan lahan basah terjaga, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga daerah aliran sungai, lahan basah, serta kawasan resapan air semakin meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat di wilayah Ciamis.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ape)

Tonggak Baru Kepemimpinan Mahasiswa, BEM STISIP WM Palabuhanratu Resmi Dilantik

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Widyapuri Mandiri (WM) Palabuhanratu, resmi dikukuhkan disalah satu ruang kelas pada hari, Senin (16/2/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan secara sederhana namun penuh khidmat. Dihadiri oleh perwakilan mahasiswa mulai dari semester awal hingga semester akhir.

Momen ini juga menjadi awal dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa semangat perubahan, meningkatkan solidaritas, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pembangunan dan kontrol sosial.

Melalui pelantikan ini, Ketua BEM periode terbaru, Mukti menyatakan komitmennya untuk menjalankan program kerja yang berorientasi pada pengembangan kapasitas mahasiswa, menciptakan iklim yang religius, penguatan organisasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, saya harap kepengurusan baru ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan menjadi jembatan aspirasi mahasiswa, sekaligus memperkuat citra STISIP WM Palabuhanratu sebagai kampus yang aktif, progresif, dan berdaya saing,” ujar Mukti.

Dengan resmi dikukuhkannya pengurus baru, BEM STISIP WM Palabuhanratu kini mengemban tanggung jawab besar untuk menghadirkan perubahan positif.

Selain itu, semangat baru yang diusung diharapkan mampu membawa organisasi ini menjadi lebih solid, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi kampus serta masyarakat luas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Akses Memprihatinkan, Pesona Karang Gantung Surade Menanti Sentuhan Serius

0

Wartain.com || Keindahan alam Karang Gantung di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tak perlu diragukan lagi. Tebing karang yang menjulang dengan latar hamparan Samudra Hindia menciptakan panorama dramatis yang kerap membuat pengunjung terpukau. Tak heran jika sebagian wisatawan menjulukinya sebagai “Tanah Lot”-nya Sukabumi Selatan.

Berada di wilayah perbatasan Kecamatan Surade dan Ciracap, kawasan ini juga terletak satu hamparan dengan area Satuan Radar 402 Cibalimbing, menambah keunikan tersendiri bagi destinasi tersebut. Lanskap alami yang masih asri menjadi daya tarik kuat bagi pencinta wisata alam dan fotografi.

Namun, di balik pesonanya yang memikat, akses menuju lokasi justru menjadi tantangan utama. Kondisi jalan yang rusak, berbatu, dan berlumpur saat musim hujan membuat perjalanan menuju Karang Gantung terasa berat. Pengunjung harus ekstra waspada karena sejumlah titik jalan licin dan bergelombang.

Kendaraan roda empat bahkan tidak dapat mencapai area utama wisata. Banyak wisatawan terpaksa melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek lokal yang tersedia di sekitar jalur masuk. Situasi ini kerap menimbulkan keluhan, terutama bagi wisatawan yang datang bersama keluarga.

“View-nya luar biasa, tapi aksesnya cukup menguras tenaga dan bikin waswas,” ujar Rian (29), salah seorang pengunjung, Minggu (15/2/2026).

Hal senada diungkapkan Siti (34), warga Ciracap, yang menilai perjalanan menuju lokasi cukup melelahkan. Meski demikian, ia mengakui keindahan panorama di puncak tebing seakan membayar perjuangan selama perjalanan.

Sejumlah wisatawan menilai, apabila infrastruktur jalan diperbaiki dan fasilitas pendukung ditingkatkan, Karang Gantung berpotensi menjadi destinasi unggulan di Sukabumi Selatan. Potensi ekonomi bagi masyarakat sekitar pun diyakini akan ikut terdongkrak.

Selain persoalan infrastruktur, status lahan kawasan wisata yang disebut masih berada di bawah kepemilikan perusahaan turut menjadi perhatian.

Pengembangan destinasi ini dinilai membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemilik lahan, serta para pemangku kepentingan lainnya agar pengelolaan dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.

Dengan segala keindahan yang dimiliki, Karang Gantung sejatinya adalah aset wisata berharga bagi Kabupaten Sukabumi. Kini, harapan masyarakat dan wisatawan tertuju pada adanya langkah konkret dalam memperbaiki aksesibilitas, sehingga “surga tersembunyi” ini benar-benar dapat dinikmati dengan aman dan nyaman oleh semua kalangan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tekad Kuat Janice Tjan Kalahkan Fernandez Pada Babak Dua Dubai Championship 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Bintang tenis Indonesia, Janice Tjen, akan menghadapi petenis Kanada, Leylah Fernandez, pada babak kedua Dubai Championship. Berikut head to head Janice vs Leylah jelang Dubai Championship 2026.

Pertandingan Janice vs Leylah dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/2) pukul 17.00 WIB.

Duel ini diprediksi bakal berlangsung menarik mengingat pertemuan keduanya dalam beberapa bulan terakhir selalu menghadirkan persaingan ketat dan seru. Laga Janice vs Leylah dapat disaksikan melalui live streaming di Vidio.com.

Secara peringkat, Leylah saat ini menempati posisi ke-27 dunia versi WTA, sementara Janice berada di peringkat ke-46.

Meski demikian, Janice memiliki modal positif dalam rekor pertemuan terbaru. Pada ajang Australia Open 2026 yang digelar Januari lalu, Janice sukses menumbangkan Leylah dengan skor meyakinkan 2-0.

Tak hanya di nomor tunggal, Janice juga pernah mengalahkan Leylah di sektor ganda putri pada Abu Dhabi Open Februari lalu.

Saat itu Janice yang berpasangan dengan Alexandra Eala menang 7-5, 3-6, 10-6 atas pasangan Fernandez yang berduet dengan Kristina Mladenovic.

Di babak pertama Dubai Championship 2026, Janice tampil impresif dengan menyingkirkan petenis Ukraina, Dayana Yastremska, lewat kemenangan 6-4, 6-1.

Sementara itu, Leylah harus berjuang tiga set sebelum mengalahkan wakil Rusia, Liudmila Samsonova, dengan skor 5-7, 7-5, 6-3.

Dengan catatan kemenangan di dua pertemuan terakhir, Janice jelas memiliki keunggulan psikologis.

Namun, pengalaman dan peringkat yang lebih tinggi membuat Leylah tetap menjadi lawan tangguh.

Duel ini diprediksi berlangsung sengit dan menjadi ujian penting bagi Janice untuk terus melangkah lebih jauh di Dubai Championship 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jelang Ramadan, Harga Telur di Pasar Pangleseran Masih Bertahan di Angka Rp33 Ribu

0

Wartain.com || Aktivitas jual beli di Pasar Pangleseran, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (16/2/2026) terpantau ramai pengunjung, yang berbelanja kebutuhan pokok.

Pemandangan umum ini, sangat lumrah terjadi seiring mendekatnya bulan suci Ramadan. Di tengah lonjakan permintaan tersebut, harga komoditas telur ayam ras terpantau masih stabil dan belum menunjukkan lonjakan drastis.

Berdasarkan pantauan langsung di kios sembako “A4 Midun”, harga telur ayam ras saat ini diperdagangkan di angka Rp33.000 per kilogram. Harga ini dinilai masih cukup terjangkau oleh konsumen.

Aghit (30), pedagang sembako di kios tersebut, mengonfirmasi bahwa harga tersebut telah bertahan dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan belum ada kenaikan signifikan meskipun permintaan mulai meningkat.

“Terkait harga telur, saat ini saya menjualnya di kisaran Rp33.000 per kilogramnya,” ujar Aghit saat ditemui di lokasi.

Lebih lanjut, Aghit memprediksi adanya potensi penurunan harga dalam waktu dekat. Berdasarkan tren pasokan yang ia terima, harga telur berpeluang turun untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci.

“Ada kemungkinan turun ke kisaran harga Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Stabilitas harga ini diharapkan dapat terus terjaga hingga memasuki bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok yang ekstrem.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

H-2 Jelang Ramadhan, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Panggeleseran Merangkak Naik

0

Wartain.com || H-2 menjelang bulan suci Ramadhan 1447 H, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pangleseran, Kabupaten Sukabumi, mengalami kenaikan signifikan, Senin (16/2/2026). Kenaikan terjadi pada komoditas Bapokting, seperti; daging sapi, cabai domba, cabai rawit, bawang merah, dan kol. Sementara itu, beberapa komoditas stabil bahkan ada yang mengalami perubahan, seperti harga wortel justru turun drastis.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai domba yang melonjak dari Rp60 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram. Cabai rawit juga mengalami lonjakan dua kali lipat, dari Rp30 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Untuk komoditas daging, harga daging sapi naik dari Rp130 ribu menjadi Rp140 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada tulang iga dan jeroan.

Pemilik Toko Daging Cari Rejeki, Ngudiraharjo (47), mengatakan kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan konsumen terutama menjelang Ramadhan.

“Sekarang daging sapi sudah Rp140 ribu dari sebelumnya Rp130 ribu. Iga dan jeroan juga ikut naik. Biasanya menjelang Ramadhan ada kenaikan lagi sekitar Rp5 ribu per kilo, tapi untuk stok masih banyak dan aman,” katanya.

Sementara itu, harga daging ayam ras masih bertahan di angka Rp43 ribu per kilogram dan belum mengalami kenaikan. Namun, pedagang memperkirakan harga akan naik mendekati Ramadhan.

Sirojudin, pedagang Toko Daging Ayam Maju Kang Burhan, menjelaskan harga ayam kemungkinan bisa mencapai Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram.

“Sekarang masih Rp43 ribu. Biasanya kalau sudah dekat Ramadhan bisa naik ke Rp45 sampai Rp48 ribu, tergantung harga DOC (Day Old Chick) dari pemasok,” jelas Sirojudin.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas sayuran. Harga kol naik dari Rp6 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram. Bawang merah standar mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Sebaliknya, wortel mengalami penurunan tajam dari Rp20 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.

Galih (27), penjual di Kios Pangan Doa Ibu, menyebutkan fluktuasi harga ini dipengaruhi pasokan dari daerah pemasok dan tingginya permintaan menjelang bulan puasa.

“Cabai memang paling terasa naiknya, terutama cabai domba dan rawit. Kol juga naik. Tapi wortel malah turun banyak, mungkin karena stok lagi melimpah,” ujar Galih.

Kondisi ini membuat masyarakat mulai menyesuaikan belanja kebutuhan dapur menjelang Ramadhan, sementara pedagang memprediksi tren kenaikan harga masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)