26.7 C
Jakarta
Minggu, Maret 8, 2026

Latest Posts

Papajar dalam Perspektif Islam: Tradisi Silaturahmi Sarat Nilai Ibadah

Wartain.com || Tradisi papajar yang dikenal luas di kalangan masyarakat Sunda memiliki makna mendalam, terutama jika ditinjau dari perspektif Islam.

Secara bahasa dan budaya, papajar berarti berkunjung atau bersilaturahmi untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.

Di sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Sukabumi dan wilayah Jampang, tradisi ini kerap dilakukan menjelang bulan suci Ramadan atau pada momen-momen tertentu sebagai bentuk saling memaafkan serta memperkuat kebersamaan.

Minggu terkahir Sebelum bulan suci Ramadhan tiba, masyarakat beragama Islam kerap mendatangi tempat wisata seperti, pantai, pegunungan bahkan tempat lainnya untuk merayakan Papajar.

Padahal kala ‎dalam ceritanya itu gotong royong: bebersih kampung, ngecat masjid, benerin bedug, pasang obor, dan ziarah kubur. Puncaknya dalam makan bareng dalam istirahat Sunda (Botram).

Dalam ajaran Islam, papajar sejalan dengan konsep silaturahmi, yakni menyambung dan menjaga tali persaudaraan. Silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendatangkan keberkahan umur dan rezeki, mempererat ukhuwah, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Para ulama menjelaskan bahwa menjaga hubungan kekerabatan termasuk bagian dari wujud keimanan seorang Muslim. Selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat, tradisi seperti papajar bahkan dapat bernilai ibadah.

Selain menjadi ajang mempererat hubungan keluarga, papajar juga menjadi sarana membersihkan hati dari kesalahpahaman dan perselisihan. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk saling memaafkan, sehingga masyarakat dapat memasuki bulan Ramadan dengan hati yang lebih tenang dan bersih.

Dengan demikian, papajar bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Perpaduan antara nilai adat dan ajaran agama menjadikan tradisi ini tetap relevan dan layak dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang memperkokoh persaudaraan umat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.