26.7 C
Jakarta
Kamis, Juli 16, 2026
Beranda blog Halaman 329

DP3A dan FORBUMI Gelar Capacity Building Jurnalisme Digital bagi Anak di Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi melalui Forum Anak Kabupaten Sukabumi (FORBUMI) menggelar kegiatan Capacity Building Youth Digital Journalism Bidang Kesekretariatan, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula DP3A Kabupaten Sukabumi dan bertujuan memperkuat kapasitas anak dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital.

Ketua Umum FORBUMI, Wafa Fadilah, mengatakan penguatan kapasitas bagi tim sekretariat Forum Anak merupakan program berkelanjutan yang secara rutin dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun peran strategis anak sebagai pelopor dan pelapor di Kabupaten Sukabumi.

“Peningkatan kapasitas tim sekretariat ini sudah beberapa kali dilakukan dan menjadi bagian dari rangkaian program. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kompetensi teknis, tetapi membentuk anak-anak yang responsif serta mampu menjadi pelopor dan pelapor yang tersistematis bagi barudak Sukabumi,” ujar Wafa.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat FORBUMI akan melakukan pembenahan pada pengelolaan media sosial serta mulai mengembangkan website yang informatif dan ramah anak. Sementara dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat meninggalkan warisan pengetahuan yang berkelanjutan bagi kepengurusan sekretariat FORBUMI.

“Target jangka dekatnya adalah perbaikan konten media sosial dan penulisan website yang ramah anak. Jangka panjangnya, kami ingin meninggalkan legacy berupa kapasitas tim sekretariat yang terus berlanjut,” katanya.

Wafa juga menyampaikan apresiasi kepada pemateri dari SukabumiUpdate.com yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta. Ia menilai materi yang disampaikan relevan, bermakna, serta disajikan dengan pendekatan yang ramah anak.

“Terima kasih kepada Kak Turangga dan SukabumiUpdate yang telah berbagi pengetahuan berharga. Materinya sangat baik dan penyampaiannya menarik, sehingga mudah dipahami. Ini menjadi bekal bagi FORBUMI untuk siap berperan sebagai pelopor dan pelapor yang akurat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wafa berharap kolaborasi antara Forum Anak dan media maupun lembaga lain dapat terus berlanjut. Ia menilai peningkatan kapasitas anak merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi Layak Anak.

“Semoga kerja sama seperti ini terus berjalan dan diikuti oleh media atau lembaga lainnya. Anak-anak Sukabumi perlu memahami bahwa penguatan kapasitas Forum Anak juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan Sukabumi yang Layak Anak,” tuturnya.

Sementara itu, pemateri dari SukabumiUpdate.com, Turangga Anom, menilai kegiatan tersebut sebagai momentum penting dalam mendorong perkembangan jurnalisme warga di kalangan anak. Ia melihat antusiasme peserta tidak hanya dalam menyerap materi, tetapi juga dalam berdiskusi kritis mengenai peran anak di tengah disrupsi digital.

“Ini bukan sekadar ruang berbagi materi, tapi juga ruang diskusi untuk melihat bagaimana jurnalisme warga berkembang di era digital. Anak-anak terlihat sangat antusias mempelajari dasar-dasar jurnalistik,” ungkap Turangga.

Ia berharap ke depan Forum Anak tidak hanya dipandang sebagai organisasi binaan pemerintah daerah, melainkan juga sebagai penjaga sejarah pergerakan anak di Kabupaten Sukabumi.

“Forum Anak ke depan saya harapkan menjadi gate keeper pergerakan anak di Sukabumi, bukan hanya pengurus organisasi binaan, tetapi penjaga catatan sejarah perjuangan anak,” katanya.

Menurut Turangga, pemerintah daerah perlu memberi perhatian lebih serius terhadap potensi Forum Anak. Peran mereka dinilai strategis dalam advokasi hak anak dan mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi Layak Anak.

“Untuk mewujudkan Sukabumi yang layak anak, potensi Forum Anak harus diposisikan sebagai sokoguru, bukan sekadar binaan. Suara mereka lantang dan itu yang nantinya akan mereka catat sebagai bagian dari sejarah,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Palang Merah Indonesia dan Jepang, Kuatkan Mitigasi Bencana Lewat Program School and Community Resilience

0

Wartain.com || Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Palang Merah Jepang menggencarkan penguatan kesiapsiagaan bencana melalui rangkaian kegiatan Program School and Community Resilience yang digelar sepanjang Januari 2026 di sejumlah desa dan sekolah.

Country Coordinator Palang Merah Jepang di Indonesia, Teuku Awaluddin, mengatakan program ini merupakan bagian dari rencana bersama PMI dan Palang Merah Jepang untuk membangun ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan, baik di tingkat desa maupun sekolah.

“Januari 2026 ini kami memiliki banyak kegiatan, baik di sekolah maupun di desa, yang semuanya dirancang dalam rangkaian Program School and Community Resilience hasil kerja sama Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Jepang,” ujar Teuku Awaluddin. Sabtu 24 januari 2026

Di tingkat desa, kegiatan difokuskan pada Pelatihan Manajemen Tanggap Darurat Bencana yang melibatkan Unsur Pemerinth Desa, anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) dan Tokoh Masyarakat lainnya. Pelatihan ini bertujuan agar desa memiliki tim yang tangguh dan siap merespons situasi darurat sebelum bantuan dari pihak luar datang.

“Kami menekankan bagaimana pihak desa mampu memanage sebuah operasi tanggap darurat. Mereka dilatih mulai dari pelayanan dapur umum, melakukan asesmen kebutuhan, hingga distribusi bantuan dan layanan lainnya,” jelasnya.

Pelatihan tersebut telah dilaksanakan di tiga desa, yakni Desa Cidadap, Desa Cisolok, dan Desa Cikahuripan.

Sementara itu, di sektor pendidikan, PMI dan Palang Merah Jepang membungkus kegiatan dalam sebuah event Kesiapsiagaan Sekolah yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Salah satu kegiatan berlangsung di SD Pajangan dan 8 sekolah lainnya, di mana para siswa mengikuti simulasi kebencanaan. Menurut Teuku, latihan ini penting dan harus dilakukan secara berkelanjutan agar siswa memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

“Simulasi ini menjadi media edukasi yang efektif agar anak-anak tahu apa yang harus mereka lakukan ketika menghadapi situasi darurat,” katanya.

Selain simulasi, kegiatan juga diisi dengan lomba mewarnai bertema kebencanaan yang memuat pesan-pesan mitigasi. Hasil karya siswa kemudian ditempel di lingkungan sekolah sebagai sarana edukasi visual.

Program ini juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, seperti mengajak anak-anak untuk tidak menebang pohon sembarangan dan tidak membuang sampah, sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.

Di tingkat SD, SMP, dan SMA, kegiatan diperkuat dengan Pemilihan Duta Kesiapsiagaan Sekolah. Para duta tersebut diharapkan menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan edukasi kebencanaan kepada siswa lainnya.

“Duta Kesiapsiagaan Sekolah ini menjadi ujung tombak diseminasi pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah maupun dilingkungan mereka,” tambah Teuku.

Rangkaian kegiatan Program School and Community Resilience ini telah berjalan selama sepekan terakhir dan mendapat respons positif dari masyarakat serta pihak sekolah. Melalui kolaborasi PMI dan Palang Merah Jepang, program ini diharapkan mampu menciptakan sekolah dan desa yang lebih siap, mandiri, dan tangguh menghadapi bencana.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Masjid Sirojul Ummah Diresmikan : Kuatkan Pembinaan Akhlak dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan 

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas bersama Anggota DPR RI Komisi IX Zainul Munasichin meresmikan Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Sirojul Ummah yang berlokasi di Kampung Sunagar, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Sabtu (24/1/2025).

Peresmian masjid tersebut turut Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Komisi III Dadang Hermawan.

Wabup Andreas menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik semata, melainkan menjadi simbol ketakwaan sekaligus pusat peradaban umat Islam.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan akhlak dan pengembangan ilmu pengetahuan, terlebih di lingkungan pondok pesantren,” kata Wabup.

Ia menilai keberadaan masjid di kawasan pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sarana ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter santri.

H Andreas mengingatkan bahwa membangun masjid harus diiringi dengan upaya memakmurkannya melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Rawat dan makmurkan masjid ini dengan kegiatan yang menyejukkan dan penuh syiar Islam, agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang dan pahalanya terus mengalir,” ujarnya.

Wabup berharap Masjid Ponpes Sirojul Ummah dapat menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan yang memperkuat keimanan serta solidaritas sosial antara santri dan warga sekitar.

Sementara itu, Ketua Ponpes Sirojul Ummah, Edi Sumarna, menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut ditujukan sebagai pusat ibadah bagi para santri dan masyarakat sekitar pesantren.

“Mudah-mudahan masjid ini bisa memberikan manfaat, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi masyarakat secara umum,” singkatnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang dan Longsor di Sejumlah Wilayah Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Cuaca ekstrem yang melanda Kota Sukabumi sejak Kamis pagi memicu sejumlah kejadian bencana, mulai dari pohon tumbang hingga longsor di beberapa titik wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sedikitnya tiga kejadian terjadi dalam rentang waktu berdekatan di Kecamatan Lembursitu, Warudoyong, dan Gunungpuyuh.

Kejadian pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di Cipanengah Hilir RT 05 RW 04, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu. Sebuah pohon petai milik warga bernama Emin Aminah dengan diameter sekitar 20 sentimeter dan tinggi kurang lebih enam meter tumbang dan menimpa rumah warga atas nama Maki. Akibat peristiwa tersebut, satu keluarga dengan empat anggota terdampak, dengan kerusakan pada bagian dinding belakang rumah seluas sekitar 3×3 meter serta atap rumah 3×2 meter.

Sekitar satu jam kemudian, pohon tumbang kembali terjadi di Jalan Sawahbera, kawasan Villa Cantik, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong. Dua pohon berukuran besar dilaporkan roboh, yakni pohon pinus berdiameter sekitar 35 sentimeter dengan tinggi 11 meter serta pohon ki acret berdiameter kurang lebih 60 sentimeter dan tinggi mencapai 25 meter. Kejadian tersebut sempat mengganggu akses jalan dan membahayakan pengguna jalan di sekitar lokasi.

Selain itu, BPBD Kota Sukabumi juga menangani kejadian longsor yang disertai pohon tumbang di wilayah RW 09, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh. Material longsor yang bercampur dengan batang pohon menutup akses jalan warga dan sempat menghambat aktivitas masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, mengatakan seluruh kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang. Menurutnya, tim BPBD langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat bersama unsur terkait.

“Petugas segera melakukan evakuasi pohon tumbang serta pembersihan material longsor agar akses warga kembali normal dan tidak menimbulkan potensi bahaya lanjutan,” kata Yoseph, Sabtu (24/1/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan longsor maupun daerah dengan banyak pepohonan besar. Yoseph juga meminta masyarakat segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar, guna mencegah terjadinya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pohon Tumbang di Jalur Situgunung Sukabumi, Motor dan Pelajar Tertimpa

0

Wartain.com || Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebuah pohon tumbang dan menimpa sepeda motor yang ditumpangi dua pelajar di Jalan Situgunung Kilometer 5, Desa Kadudampit, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/1/2026) sore. Insiden tersebut sempat menyebabkan akses menuju kawasan wisata Situgunung tertutup total.

Kapolsek Kadudampit IPDA Suhendar mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat dua pelajar tengah melintas di lokasi kejadian. Kedua korban diketahui berinisial RN (14) dan AN (14), warga Kampung Bobojong, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit.

“Keduanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan di lokasi kejadian,” ujar Suhendar.

Akibat pohon tumbang yang melintang di badan jalan, arus lalu lintas menuju kawasan wisata Situgunung sempat terhenti. Petugas gabungan dari Polsek Kadudampit, BPBD Kabupaten Sukabumi, aparat desa, serta warga setempat segera dikerahkan untuk melakukan penanganan.

“Sekitar pukul 14.50 WIB kami langsung melakukan pengecekan TKP dan evakuasi pohon tumbang agar jalur bisa kembali dilalui,” jelasnya.

Proses pembersihan material pohon berlangsung lancar dan tidak memakan waktu lama. Situasi di lokasi kejadian pun kembali kondusif setelah evakuasi selesai dilakukan.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban hanya mengalami luka ringan,” tambah Suhendar.

Setelah jalur dibersihkan, arus lalu lintas di Jalan Situgunung kembali normal. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pengendara, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur rawan pohon tumbang, terutama ketika hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Angin Kencang Terbangkan Atap Sekolah di Sukabumi

0

Wartain.com || Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/1/2026) siang, mengakibatkan kerusakan pada bangunan PAUD dan Madrasah Diniyyah Al Madhoriyah yang berlokasi di Kampung Kemang.

Terpaan angin kuat membuat sebagian atap bangunan terlepas dan terlempar dari rangka utama. Kerusakan terlihat cukup signifikan, terutama pada bagian atap dan dinding bangunan yang mengalami retak serta pecah. Akibatnya, sekitar lima ruang belajar tidak dapat digunakan untuk sementara waktu.

Pengelola PAUD Al Madhoriyah, Lia Juliyanti, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar karena sekolah PAUD sedang libur.

“Waktu itu hari Sabtu, jadi PAUD memang libur. Saya dikabari warga kalau genteng sekolah terlepas karena angin,” ujar Lia di lokasi kejadian.

Ia menyebutkan, jumlah siswa PAUD Al Madhoriyah saat ini sebanyak 37 anak. Untuk menghindari risiko, kegiatan belajar mengajar sementara akan dipindahkan ke majelis yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah.

“Kerusakan utamanya di atap, dinding juga ada yang retak. Ruangan yang rusak sebenarnya satu, tapi disekat jadi dua kelas,” jelasnya.

Menurut Lia, bangunan tersebut menggunakan rangka atap berbahan baja ringan. Namun, kekuatan konstruksi tidak mampu menahan terjangan angin yang datang secara tiba-tiba.

Sementara itu, salah seorang guru PAUD, Aaz Azizah, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat kabar dari keluarganya.

“Saya sedang rapat di Pasirpogor. Tiba-tiba ditelepon adik saya yang bilang genteng PAUD kena angin. Begitu pulang, ternyata benar,” tuturnya.

Tak berselang lama, sekitar satu jam setelah kejadian pertama, bangunan Madrasah Diniyyah yang berada di sekitar PAUD juga mengalami kerusakan serupa akibat angin kencang.

“Atap madrasah diniyah ikut jatuh. Saya lihat sendiri atapnya sampai terlempar ke area sawah,” katanya.

Meski kerusakan tergolong cukup parah, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, seorang pedagang agar-agar lanjut usia sempat mengalami benturan ringan.

“Tidak ada korban serius. Ada pedagang agar-agar yang sempat terkena benturan, tapi kondisinya aman,” tambah Aaz.

Diketahui, bangunan PAUD Al Madhoriyah telah berdiri sejak tahun 2015 dan menjadi sarana pendidikan anak usia dini bagi sekitar 130 siswa, termasuk siswa madrasah diniyah.

Mengingat kondisi bangunan yang kini tidak layak dan berpotensi membahayakan, pihak pengelola berharap adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah untuk proses perbaikan.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah karena ini menyangkut keselamatan dan kelangsungan pendidikan anak-anak,” pungkas Lia.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ketua Kwarcab Kukuhkan Pramuka Garuda Kwartir Ranting Warungkiara

0

Wartain.com || Ketua Kwarcab Kab Sukabumi Kak Ade Suryaman mengukuhkan 529 Pramuka Garuda Kwartir Ranting Warungkiara, Sabtu (24/01/26) di Ponpes Modern Putri Assalam Warungkiara. Pramuka yang dikukuhkan terdiri dari Siaga, Penggalang dan Penegak dari SD, SMP dan SMA.

Acara ini mengusung Tema : “Mewujudkan Pramuka Garuda Berkarakter, unggul, Berdaya Saing sebagai Implementasi Asta Cita menujju Indonesia Emas.”

Kak Ade Suryaman mengatakan,Gerakan Pramuka memiliki peran sentral dalam pembentukan Karakter Kaum Muda Indonesia. Dirinya mengapresiasi Kwartir Ranting Warungkiara yang menghadirkan 529 anggota pramuka peserta pengukuhan.

Melalui berbagai kegiatan yang berlandaskan Prinsip Prinsip kejujuran ,tanggung Jawab,dan Kerja Sama, Pramuka mampu membentuk generasi Penerus yang tangguh,bermoral, dan berintegrasi .
Pramuka mampu membentuk generasi Penerus yang tangguh, bermoral,dan berintegritas.

” Pramuka Garuda yang dikukuhkan hari ini adalah tunas tunas bangsa pilihan yang diharapkan menjadi agen Perubahan” Tegas Kak Ade

Nilai nilai kepramukaan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk terus membangun sumber daya manusia dan berakhlak mulia,menuju Kabupaten Sukabumi yang Maju,Unggul, Berbudaya dan Berkah .

Selanjutnya Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sukabumi mengalungkan medali Kepada Pramuka Siaga,Penggalang dan Penegak tanda dikukuhkannya Kwartir Ranting Warungkiara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Lapak Pedagang Porak-Poranda Diterjang Angin Kencang di Terminal Lama Sukabumi

0

Wartain.com || Hembusan angin kencang menerjang kawasan Terminal Lama, Kota Sukabumi, Sabtu (24/1/2026), dan menyebabkan sejumlah lapak pedagang porak-poranda. Sedikitnya sembilan lapak usaha dilaporkan roboh akibat tak mampu menahan terpaan angin, termasuk lapak milik pedagang nasi kebuli.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Salah seorang pedagang, Ningsih (45), menuturkan saat kejadian dirinya tengah menjaga lapak dagangannya. Awalnya, ia mengira angin yang berembus tidak berbahaya, hingga akhirnya lapak-lapak mendadak ambruk secara bersamaan.

“Saya kira anginnya biasa saja. Tadi sempat dipegangin stand, tapi tiba-tiba semuanya roboh. Lapak saya kebalik, motor juga jatuh, perabotan pecah, gelas sama blender hancur,” kata Ningsih saat ditemui di lokasi kejadian.

Tak hanya merusak lapak dan perlengkapan berdagang, angin kencang itu juga mengakibatkan aliran listrik di sekitar Terminal Lama terputus. Ningsih menyebut, total ada sembilan lapak yang terdampak dan sebagian besar mengalami kerusakan cukup parah.

“Listrik langsung padam semua. Ada sembilan lapak yang kebawa angin, termasuk punya saya,” ujarnya.

Menurut Ningsih, kawasan tersebut memang kerap diterpa angin kencang. Namun, kejadian kali ini menjadi yang terparah selama dirinya berjualan di lokasi tersebut.

“Angin kencang sering, tapi sampai merusak lapak seperti ini baru sekarang,” tuturnya.

Meski mengalami kerugian materi, Ningsih bersyukur tidak ada korban jiwa dan aktivitas berdagang masih bisa dilanjutkan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pihak pengelola kawasan yang segera melakukan perbaikan.

“Alhamdulillah masih bisa jualan. Pihak perusahaan juga cepat tanggap dan langsung memperbaiki lapak saya,” ucapnya.

Diketahui, Ningsih telah berjualan di kawasan Terminal Lama hampir dua tahun terakhir. Hingga Sabtu sore, angin kencang masih terpantau melanda sejumlah wilayah di Kota Sukabumi. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pondasi Dudukan Lampu Sepanjang Jalan di Padabeunghar Diperbaiki

0

Wartain.com || Pemerintah memastikan bahwa seluruh pekerjaan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Sukabumi, khususnya pada jalur Padabeunghar, dilaksanakan sesuai standar teknis dan kontrak yang berlaku.

Begitupun dengan pondasi atau tiang lampu disepanjang Jl Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah dilakukan perbaikan yang sebelumnya dikerjakan tidak maksimal.

Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya pelanggaran ataupun temuan penyimpangan dalam proses pengerjaannya.

Penanggung jawab jalur Padabeunghar berinisial SY (32) menyampaikan bahwa proyek tersebut melibatkan beberapa kontraktor berbeda karena berada dalam lingkup satu provinsi, namun masing-masing dikerjakan berdasarkan kontrak yang terpisah.

Meski demikian, koordinasi antarpenyedia jasa tetap berjalan untuk menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.

“Kontraknya berbeda-beda, tapi karena masih satu wilayah provinsi, tentu komunikasi antar pihak tetap ada. Namun untuk Sukabumi sendiri, tidak ada temuan apa pun,” ujarnya kepada jurnalis wartain.com, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sempat muncul kecurigaan akibat adanya temuan pada proyek serupa di wilayah lain seperti Garut dan Cianjur. Hal tersebut memicu kehati-hatian dan pengawasan lebih ketat terhadap pekerjaan di Sukabumi.

“Memang dari daerah lain ada temuan, seperti di Garut dan Cianjur. Itu yang kemudian menimbulkan kecurigaan awal. Tapi setelah dicek, untuk wilayah Sukabumi tidak ditemukan pelanggaran hanya saja kurang maksimal,” tegasnya.

Untuk jalur Padabenghar sendiri, pondasi atau dudukan lampu perbaikan dengan jumlah sebanyak 50, yang diwilayah Padabenghar. Sebagian titik telah selesai dikerjakan, sementara lainnya masih dalam tahap progres perbaikan.

“Hari ini pekerjaan berada di beberapa titik, termasuk di wilayah Ujung Genteng dan sekitarnya. Secara umum, seluruh jalur di wilayah Sukabumi dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, metode perbaikan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jika memungkinkan, digunakan material ready mix (beton siap pakai). Namun jika kondisi tidak memungkinkan, digunakan beton instan yang memiliki kualitas setara.

“Beton instan itu komposisinya sudah lengkap, ada pasir, batu split, semen, dan bahan pengeras. Tinggal ditambah air, diaduk, lalu langsung digunakan. Kualitasnya sama dengan ready mix,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan pengawasan ketat tetap dilakukan untuk memastikan kualitas infrastruktur jalan yang dibangun benar-benar layak dan aman digunakan masyarakat.

“Intinya, khusus untuk Sukabumi, tidak ada temuan pelanggaran. Semua pekerjaan tetap berjalan sesuai aturan dan standar yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Ia pun tidak mau menyebutkan nama PT dalam pengerjaan proyek tersebut, namun sebagai bentuk tanggungjawab PT siap memperbaiki semua pekerjaan yang tidak maksimal tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SMSI Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan 300 Paket Sembako, Kepada Korban Banjir di Tiga Desa Wilayah Bekasi Utara

0

Wartain.com || Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) perwakilan Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan 300 paket sembako untuk korban banjir di tiga desa wilayah Bekasi Utara, Sabtu, 24 Januari 2026.

“Bantuan paket sembako ini wujud kepedulian dari kami (SMSI) dengan menggandeng kawan-kawan ormas dan LSM agar empati terhadap musibah banjir akibat intensitas hujan yang tinggi sejak awal 2026,” ujar ketua SMSI Kabupaten Bekasi, Doni Ardon di sela-sela kegiatan.

Bantuan yang diserahkan, lanjutnya, yakni berupa nasi bungkus, paket mie, roti, susu, dan sembako.

Dalam kegiatan sosial tersebut, tampak hadir Ketua Umum Aliansi Ormas Bekasi HM Zaenal Abidin, pengurus ormas Pejuang Siliwangi Indonesia, Ajid, ketua LSM FAST, Istioko, ketua umum Srikandi AOB, Hj Cici Zaenal dan pimpinan Den Sakti H. Saeful Nyamat.

Turut mengawal kegiatan dari awal kegiatan hingga selesai, yakni Kapolsek Tambun Kompol Wuryanti, Babinsa Srijaya Irwanto dan Bhabinkamtibmas wilayah setempat.

“Alhamdulillah hari ini SMSI Kabupaten Bekasi dapat menyalurkan secara langsung bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Tambun Utara,” kata Doni Ardon.

Ketiga desa yang mendapat bantuan, yakni Desa Srimukti, Desa Sriamur dan Desa Srijaya.

Doni Ardon mengatakan bahwa selain menyalurkan bantuan paket sembako di wilayah Tambun Utara, SMSI bersama Aliansi Ormas Bekasi juga menyalurkan bantuan paket sembako terhadap korban banjir di wilayah Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Timur dan Kedungwaringin.

“Semoga dapat meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang terkena musibah banjir,” ucapnya.

SMSI Kabupaten Bekasi, lanjut Doni Ardon, tidak sekedar menyalurkan bantuan paket sembako kepada korban banjir, tetapi juga mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga lingkungan agar tetap bersih.

“SMSI Kabupaten Bekasi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai karena dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan air meluap ketika hujan,” himbaunya.

Membuang sampah ke sungai, tambah Doni Ardon, juga menyebabkan air tercemar bakteri penyebab diare, kolera, dan gatal-gatal serta merusak ekosistem.

“Ikan, serangga dan tumbuhan air yang mati di sungai akan terurai menjadi mikroplastik, ini berbahaya bagi manusia,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)