26.7 C
Jakarta
Minggu, Juni 28, 2026
Beranda blog Halaman 47

Hak Angket DPRD Sukabumi Terbuka Lebar: Panja TKPP dan Wakaf Jadi Pintu Masuk

0
Oplus_131072

Oleh : Rozak Daud/Ketum Fraksi Rakyat

Wartain.com – Isu penggunaan Hak Angket DPRD terhadap Wali Kota Sukabumi pasca aksi 2.6.26 kembali menguat. Menurut kajian kelembagaan, syarat untuk menggunakan hak angket dinilai sudah terpenuhi.

Hak angket merupakan hak konstitusional DPRD. Hak ini digunakan untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang bersifat penting, strategis, dan berdampak luas, serta diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Selain tuntutan RT dan RW terkait dana abadi dan insentif, DPRD telah menempuh langkah awal melalui mekanisme internal. DPRD membentuk dua panitia kerja, yaitu Panja TKPP dan Panja Wakaf, untuk menelaah persoalan secara mendalam.

Panja Wakaf telah mengeluarkan rekomendasi tegas. DPRD merekomendasikan agar kegiatan kerja sama wakaf antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan YPPDB dihentikan.

Jika rekomendasi tersebut tidak diindahkan oleh Pemerintah Kota, maka status pembahasan akan ditingkatkan. Peningkatan status itu dapat menjadi dasar kuat bagi DPRD untuk menggunakan Hak Angket.

Karena itu, tidak perlu ada keraguan terhadap istilah Hak Angket. Hak tersebut merupakan kewenangan DPRD yang diatur dalam Undang-Undang dan konstitusi sebagai bagian dari fungsi pengawasan.

Panja TKPP dan Panja Wakaf secara kelembagaan menjadi pintu masuk menuju Hak Angket terhadap Wali Kota. Proses di dua panja ini menjadi pijakan awal sebelum naik ke tahap penyelidikan resmi.

Keabsahan langkah DPRD semakin kuat. Dalam Panja Wakaf, seluruh anggota panja dari semua fraksi telah menandatangani rekomendasi. Hal itu menunjukkan sikap kolektif DPRD, bukan hanya pandangan satu fraksi.

Persoalan wakaf dinilai semakin krusial. Rekomendasi DPRD untuk menghentikan kerja sama wakaf dengan YPPDB belum dijalankan. Kerja sama tersebut masih berjalan sampai sekarang.

Kondisi ini memicu gugatan hukum dari warga Kota Sukabumi. Gugatan diajukan di Pengadilan Negeri. Salah satu penggugat adalah ketua RW, dan kuasa hukum warga kota dalam gugatan wakaf tersebut dikonfirmasi berasal dari pihak yang menyampaikan pernyataan ini.

Dengan fakta rekomendasi tidak dilaksanakan, kerja sama masih berjalan, dan adanya gugatan warga, maka landasan penggunaan Hak Angket oleh DPRD Kabupaten Sukabumi terhadap kebijakan Wali Kota Sukabumi menjadi semakin terbuka dan konstitusional.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

Reses di Aula Desa Cijurey: Rudi Heryanto Catat Jalan, Irigasi, MBG, dan Tawuran Pelajar

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kamis, 4/6/2026, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Demokrat Rudi Heryanto menggelar Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di Aula Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung. Hadir perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani, kader PKK, serta warga.

Forum reses dibuka dengan penyampaian aspirasi. Warga tidak hanya bicara satu sektor, tetapi lintas bidang: infrastruktur, pertanian, program sosial, hingga persoalan generasi muda.

Jalur Gegerbitung–Pasirmunding menjadi keluhan utama. Jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas ekonomi warga, akses ke pasar, dan transportasi anak sekolah. Warga meminta perbaikan segera dilakukan.

Rudi Heryanto membenarkan banyaknya keluhan jalan. _“Tadi warga Desa Cijurey mayoritas menyampaikan agar saya meneruskan kepada pemerintah daerah terkait perbaikan jalan, khususnya jalur Gegerbitung sampai Pasirmunding. Itu menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat,”_ ujar Rudi.

Sektor pertanian juga mendapat sorotan. Kelompok tani Rimba Tani dan kelompok tani Kedusunan Cisayang mengajukan kebutuhan sarana pendukung. Mereka berharap produktivitas lahan bisa naik jika infrastruktur pertanian diperbaiki.

Rincian usulan kelompok tani disampaikan Rudi. _“Ada juga permohonan dari beberapa kelompok tani. Mereka mengusulkan pembangunan bendungan, dump parit, dan rehabilitasi irigasi tersier untuk mendukung kebutuhan pertanian,”_ katanya.

Program Makan Bergizi Gratis MBG ikut dievaluasi. Kader PKK Desa Cijurey menilai mekanisme penyaluran perlu diperbaiki agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Usulan kader PKK cukup tegas. Menurut Rudi, “Tadi ada masukan dari salah satu kader PKK Desa Cijurey, agar program MBG dievaluasi. Minimal penerimanya diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Bahkan ada usulan agar sebagian anggaran bisa dialihkan untuk layanan kesehatan gratis karena itu juga sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Persoalan sosial muncul dari tokoh masyarakat. Maraknya kenakalan pelajar dan tawuran remaja di wilayah Gegerbitung dinilai meresahkan. Warga meminta ada pembinaan preventif langsung ke sekolah.

Rudi menyampaikan harapan warga terkait hal ini. “Ada juga masukan terkait kenakalan pelajar dan tawuran. Warga berharap ada sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Gegerbitung, agar para pelajar mendapatkan pemahaman dan pembinaan sehingga kejadian tawuran bisa diminimalisasi,” jelasnya.

Menutup reses, Rudi memastikan semua aspirasi akan dikawal. “Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan dan kami sampaikan melalui jalur Pokok-Pokok Pikiran Pokir DPRD agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan daerah,” tegasnya. Ia berharap Pokir DPRD menjadi jembatan efektif antara kebutuhan warga Cijurey dengan kebijakan pemerintah daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Reses di Bojongraharja Cikembar: Ferry Supriyadi Soroti Pengangguran & Serapan Tenaga Kerja Lokal

0
Oplus_131072

“Ini persoalan kita bersama, perusahaan harus memprioritaskan warga lokal” – Ferry Supriyadi_ (Foto : Ist)

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Ferry Supriyadi, Komisi IV, melaksanakan kegiatan reses kedua di Kampung Sedamukti, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kamis 3/6/2026. Kegiatan dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Dalam dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan. Mulai dari ketenagakerjaan, sarana air bersih, infrastruktur jalan, hingga penanganan bencana alam. Semua keluhan dicatat langsung oleh Ferry sebagai bahan pembahasan di DPRD.

Ferry menegaskan reses merupakan jembatan antara wakil rakyat dan masyarakat. “Pentingnya kegiatan reses sebagai upaya mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat. Reses ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Bojongraharja menyampaikan aspirasi secara langsung,” ujarnya.

Persoalan utama yang disorot adalah tingginya angka pengangguran di Kecamatan Cikembar. Padahal wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Sukabumi.

Ironinya, keberadaan industri belum memberi dampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja lokal. “Keberadaan industri yang seharusnya memberikan dampak positif mengurangi angka pengangguran, namun dalam kenyataannya kurangnya penyerapan terhadap tenaga kerja lokal,” ungkap Ferry.

Menanggapi hal itu, Ferry berkomitmen mengawal persoalan ini. Ia menekankan perlunya sinergi semua pihak. Kutipan langsungnya: _“Ini persoalan kita bersama mulai dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Cikembar agar memprioritaskan warga lokal agar kesempatan kerja lebih besar,”_ tegasnya.

Menurut Ferry, perusahaan yang beroperasi di Cikembar harus memberi ruang lebih besar bagi warga sekitar. Data pencari kerja lokal perlu dipetakan agar proses rekrutmen tepat sasaran dan mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, Ferry akan mendorong revisi regulasi ketenagakerjaan di Kabupaten Sukabumi. Tujuannya agar kebijakan daerah selaras dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mewajibkan perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Kedepannya regulasi harus sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proses perekrutan,” pungkas Ferry.

Persoalan lain yang mencuat adalah sarana air bersih. Warga masih kesulitan mendapatkan air bersih layak konsumsi, terutama saat musim kemarau. Infrastruktur jalan rusak juga menghambat mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Untuk bencana alam, warga meminta perhatian lebih terkait mitigasi dan penanganan cepat. Cikembar merupakan wilayah yang rawan longsor saat curah hujan tinggi, sehingga sistem peringatan dini perlu diperkuat.

Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, Ferry mengingatkan pembangunan daerah tetap harus berjalan. “Pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan skala prioritas serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah,” tutupnya.

Hasil reses di Bojongraharja akan menjadi masukan bagi DPRD Kabupaten Sukabumi. Ferry memastikan seluruh usulan warga akan diperjuangkan di forum dewan untuk dibahas lebih lanjut bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Prakiraan Cuaca Kabupaten Sukabumi, Jumat 5 Juni 2026: Berawan, UV Tinggi Siang, Hujan Ringan Sore Hari

0
Oplus_131072

Wartain.com – Badan Meteorologi memprakirakan cuaca Kabupaten Sukabumi pada Jumat, 5 Juni 2026, akan didominasi kondisi berawan hingga mendung sepanjang hari. Suhu udara berkisar antara 21°C sampai 30°C dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.

Kondisi Pagi Hari

Pada pagi hari, cuaca Sukabumi diprakirakan berawan sebagian. Suhu saat ini berada di angka 25°C dengan kelembapan 81 persen. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 5 kilometer per jam. Indeks ultraviolet UV berada pada level 3, kategori sedang.

Menuju Siang Hari

Memasuki pukul 09.00 WIB, suhu naik menjadi 26°C dengan peluang hujan hanya 2 persen. Indeks UV meningkat menjadi 5, kategori sedang. Pukul 10.00–11.00 WIB, suhu mencapai 27–28°C dan indeks UV melonjak ke level 7–9, kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kulit terbakar apabila beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.

Puncak Suhu Siang

Pukul 12.00–13.00 WIB merupakan puncak suhu harian. Suhu diprakirakan mencapai 29–30°C. Cuaca berubah menjadi berawan banyak hingga berawan. Peluang hujan masih rendah, antara 3–6 persen. Indeks UV pada pukul 12.00 WIB mencapai level 9, kategori sangat tinggi.

Sore Hari Berpotensi Hujan

Memasuki sore hari, tepatnya pukul 15.00 WIB, peluang hujan meningkat menjadi 18 persen. Pada pukul 16.00–17.00 WIB, hujan ringan diprakirakan turun dengan peluang 24–36 persen. Suhu turun menjadi 27–28°C.

Kondisi Malam Hari

Pada malam hari, cuaca diprakirakan berawan hingga mendung. Suhu turun perlahan menjadi 23–25°C. Peluang hujan menurun menjadi 3–16 persen. Kelembapan udara meningkat hingga 96–99 persen dengan angin tenang, 2–6 kilometer per jam.

Matahari Terbit dan Terbenam

Matahari terbit pada pukul 05.58 WIB dan terbenam pada pukul 17.42 WIB. Durasi siang hari sekitar 11 jam 44 menit.

Kualitas Udara Perlu Diwaspadai

Selain cuaca, kualitas udara di Sukabumi juga perlu menjadi perhatian. Indeks kualitas udara AQI saat ini berada pada angka 151–153, kategori tidak sehat. Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta penderita asma dan penyakit pernapasan.

Imbauan untuk Masyarakat Umum

Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan pelindung seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya pada pukul 11.00–13.00 WIB. Gunakan masker jika beraktivitas di area dengan lalu lintas padat guna mengurangi dampak polusi udara.

Imbauan untuk Petani

Petani di wilayah Kabupaten Sukabumi diimbau memeriksa saluran drainase lahan pertanian. Kelembapan udara yang tinggi dan potensi hujan ringan pada sore hari dapat menyebabkan genangan air apabila drainase tidak lancar.

Imbauan untuk Pengendara

Pengendara sepeda motor diimbau membawa jas hujan atau payung lipat. Hujan ringan pada sore hingga malam hari berpotensi membuat jalan licin. Berkendaralah dengan kecepatan aman dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Ringkasan Prakiraan

Secara keseluruhan, cuaca Sukabumi hari ini, 5 Juni 2026, cerah berawan pada pagi hingga siang, suhu panas dengan UV sangat tinggi, lalu berawan dan berpotensi hujan ringan pada sore hingga malam hari. Masyarakat diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca dan menjaga kesehatan, terutama terkait kualitas udara.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

PWI Depok Bahas “Media Siber vs Medsos,” Aat Surya Safaat: Wartawan Wajib Kompeten & Manfaatkan Medsos Positif

0
Oplus_131072

Wartain.com – PWI Kota Depok gelar Diskusi Wartawan, Kamis 4/6/2026 di Kantor PWI, Jl. Melati Raya No.3, Pancoran Mas. Temanya nendang: “Kompetensi Wartawan: Media Siber versus Medsos, Siapa Menang?”. Narasumbernya Direktur UKW PWI Pusat Dr. H. Aat Surya Safaat dan Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah.

Aat Surya Safaat buka dengan fakta: kecepatan teknologi informasi bikin peta media berubah total. Tapi menurutnya, wartawan nggak boleh gagap. Justru harus manfaatin medsos buat ngembangin media pers.

“Wartawan harus bisa memanfaatkan beberapa kelebihan medsos. Kita dapat menggunakan medsos sebagai sarana corporate branding. Jadi antara media siber dengan medsos bukan soal kalah-menang,” tuturnya.

Aat bilang akses info sekarang nggak dimonopoli media besar lagi. Siapapun gampang bikin website berita + ngaku wartawan. Medsos juga lahirkan “citizen journalism” alias jurnalisme warga. Semua orang bisa jadi penyebar info.

“Apakah kita mampu bertahan ditengah gempuran medsos ini? Tergantung media atau wartawannya sendiri,” ungkap mantan Direktur Pemberitaan/Pemred LKBN ANTARA itu.

Di era disrupsi, Aat ingatkan jangan “musuhi” medsos. Platform itu justru ladang. Wartawan bisa pakai X, IG, TikTok, FB buat sebar karya jurnalistik, bangun branding, sekaligus jangkau audiens baru. Siber + medsos harus kolaborasi.

Tapi ada garis pembeda. Dia tekankan kompetensi. “Bagaimana menghadapi dominasi medsos sekarang? Ya, seluruh wartawan wajib kompeten, karena wartawan berbeda dengan pelaku medsos. Maka disinilah dibutuhkan UKW (Uji Kompetensi Wartawan),” tegas mantan Kepala Biro LKBN ANTARA di New York.

UKW itu penting biar wartawan punya standar: info akurat, verifikasi berlapis, kaidah jurnalistik jalan, dan tanggung jawab jelas. Beda sama akun medsos yang bisa posting tanpa cek-fakta. Itu pembeda utama wartawan profesional.

Ketua PWI Depok Rusdy Nurdiansyah sependapat. Diskusi dimoderatori Ridwan Ewako. Suasananya cair tapi isinya berat: ngobrolin masa depan profesi wartawan di tengah banjirnya info dan hoaks di medsos.

Pesan buat wartawan muda: kuasai digital, tapi jangan tinggalin kode etik. Cepat boleh, tapi akurat wajib. Medsos buat distribusi, media siber buat kedalaman. Dua-duanya dipake, bukan milih satu.

Buat publik juga ada pesan. Aat ngingetin: bedain wartawan kompeten sama pelaku medsos. Lihat jejak UKW, cek medianya terverifikasi Dewan Pers apa nggak. Itu filter awal biar nggak ketipu hoaks.

Intinya diskusi 4/6/2026 di Depok: medsos bukan musuh media siber. Yang menang bukan platformnya, tapi wartawan yang kompeten dan adaptif. UKW jadi kunci biar profesi ini tetap dipercaya publik.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Polisi Ungkap Kasus Pembacokan Suporter Usai Nobar Persib vs Persija di Sukabumi, Dua Pelaku Ditangkap

0

Wartain.com – Kasus pembacokan dan pengeroyokan yang terjadi setelah kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Jalan Raya Lingkar Selatan, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Sukabumi Kota.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang mengakibatkan seorang suporter mengalami luka berat. Kedua tersangka masing-masing berinisial FF (21), warga Kecamatan Cicantayan, dan RPN (20), warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu, 10 Mei 2026, sekitar pukul 20.30 WIB, tepatnya di kawasan Jalan Lingkar Selatan, seberang Restoran King Raos.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa kedua tersangka diamankan di lokasi dan waktu yang berbeda berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian.

“FF berhasil diamankan pada Jumat, 22 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Jalan Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat. Yang bersangkutan diduga membawa senjata tajam jenis golok Pattimura saat kejadian berlangsung,” ujar Sentot saat konferensi pers, Jumat (5/6/2026).

Sementara itu, tersangka RPN ditangkap tiga hari kemudian, tepatnya pada Senin, 25 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di kediamannya yang berada di wilayah Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Sentot, RPN diduga merupakan pelaku yang melakukan pembacokan terhadap korban menggunakan golok Pattimura.

Dalam proses penyidikan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa hasil visum et repertum serta beberapa senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tawuran tersebut. Barang bukti yang diamankan antara lain satu bilah celurit bergagang kayu dengan panjang lengkungan sekitar 70 sentimeter, satu celurit panjang bergagang kayu berukuran sekitar 120 sentimeter, serta satu pedang katana atau samurai bergagang kayu sepanjang kurang lebih 70 sentimeter.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa bentrokan tersebut diduga berawal dari kesepakatan dua kelompok yang berkomunikasi melalui media sosial untuk melakukan tawuran setelah pertandingan Persib melawan Persija berakhir.

“Dari hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan ini diduga bermula dari kesepakatan dua kelompok melalui media sosial untuk melakukan perang tanding atau tawuran menggunakan senjata tajam pasca nobar pertandingan Persib versus Persija,” ungkap Sentot.

Akibat bentrokan tersebut, seorang pemuda berinisial MT (19), warga Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, mengalami sejumlah luka serius. Korban mengalami luka sayatan di bagian kepala, leher, dan kaki, bahkan jari telunjuk tangan kanannya putus akibat serangan senjata tajam.

Polisi menduga masih ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Karena itu, penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.

“Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut,” kata Sentot.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 262 ayat (3) KUHP tentang pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun. Selain itu, keduanya juga dikenakan Pasal 466 ayat (2) KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak mudah terpancing ajakan tawuran yang beredar melalui media sosial.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak mudah terprovokasi ajakan tawuran melalui media sosial karena selain membahayakan keselamatan, juga dapat berujung pada proses hukum,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Derbi Merah Putih di Indonesia Open 2026: Pengalaman Jonatan Christie Redam Perlawanan Militan Alwi Farhan

0

Wartain.com – Pebulu tangkis tunggal putra unggulan kelima Indonesia, Jonatan Christie, sukses mengamankan tiket ke babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026. Kepastian ini didapat setelah ia memenangi duel sesama wakil tuan rumah melawan juniornya, Alwi Farhan, dalam laga babak 16 besar (R16) yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026). Jonatan menyudahi perlawanan sengit Alwi melalui drama rubber game dengan skor akhir 17-21, 21-17, dan 21-16.

Pertandingan bertajuk “Derbi Merah Putih” di sektor tunggal putra (Men’s Singles) ini berjalan sangat ketat sejak awal gim pertama. Alwi Farhan yang tampil tanpa beban berhasil mengejutkan seniornya dengan permainan cepat dan agresif. Pebulu tangkis muda tersebut sukses merebut gim pertama dengan skor 21-17, memaksa Jonatan untuk memutar otak demi mengejar ketertinggalan di gim berikutnya.

Memasuki gim kedua, Jonatan Christie yang lebih kaya pengalaman mulai mengubah strategi permainan. Atlet yang akrab disapa Jojo ini meningkatkan intensitas serangan dan meminimalkan kesalahan sendiri demi memegang kendali permainan. Strategi tersebut terbukti efektif hingga ia berhasil merebut gim kedua dengan skor 21-17 sekaligus memperpanjang napas pertandingan ke gim penentu.

Pada gim ketiga yang menjadi penentu, stamina dan mentalitas juara Jonatan benar-benar diuji oleh ketahanan fisik Alwi Farhan. Kejar-mengejar angka sempat terjadi di awal interval, namun kematangan emosi Jonatan membuatnya mampu keluar dari tekanan di poin-poin kritis. Jonatan akhirnya mengunci kemenangan di gim ketiga dengan skor 21-16 setelah bertarung habis-habisan di atas lapangan hijau.

Kemenangan ini membawa signifikansi besar bagi Jonatan Christie untuk menjaga asa Indonesia meraih gelar juara di hadapan publik sendiri pada turnamen berkategori BWF World Tour Super 1000 ini. Di sisi lain, meski harus tersingkir di babak 16 besar, performa impresif yang ditunjukkan oleh Alwi Farhan menuai banyak pujian dari pencinta bulu tangkis tanah air karena mampu memberikan perlawanan maksimal terhadap pemain peringkat atas dunia.

Dengan hasil positif ini, Jonatan Christie resmi melangkah ke babak perempat final yang akan digelar pada Jumat (5/6/2026) hari ini. Ia akan menghadapi lawan tangguh lainnya demi memperebutkan tiket ke babak semifinal. Turnamen Polytron Indonesia Open 2026 sendiri dijadwalkan masih akan berlangsung hingga tanggal 7 Juni 2026 mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

ASEAN U19 Boys’ Championship 2026: Timnas Indonesia Cukur Timor Leste 3-0 Tanpa Balas

0

Wartain.com – Tim Nasional Sepak Bola U-19 Indonesia berhasil meraih kemenangan meyakinkan dalam lanjutan turnamen ASEAN U19 Boys’ Bank Sumut Championship 2026. Bertindak sebagai tuan rumah, skuad Garuda Muda sukses menumbangkan tim nasional Timor Leste dengan skor telak 3-0 tanpa balas. Pertandingan yang berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal tersebut disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta Indosiar. Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis (4/6/2026).

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak-anak asuh Indonesia langsung menerapkan skema permainan menyerang demi membongkar pertahanan rapat Timor Leste. Upaya keras tersebut baru membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-43. Reno Salampessy berhasil memecah kebuntuan lewat penyelesaian akhir yang tenang, mengubah papan skor menjadi 1-0 sekaligus menutup paruh pertama pertandingan.

Memasuki babak kedua, dominasi permainan masih sepenuhnya dipegang oleh para pemain Indonesia. Tim lawan yang tertinggal mencoba keluar menyerang, namun disiplinnya lini belakang Garuda Muda membuat serangan Timor Leste selalu kandas di tengah jalan. Sebaliknya, skema transisi cepat yang diperagakan oleh lini tengah Indonesia berulang kali merepotkan barisan pertahanan lawan.

Gol kedua yang dinanti-nanti publik tuan rumah akhirnya lahir pada menit ke-61 melalui kaki Irpan Siregar. Memanfaatkan kelengahan lini belakang Timor Leste, Irpan sukses melepaskan tembakan terukur yang gagal dihalau oleh penjaga gawang lawan. Gol ini membuat kedudukan berubah menjadi 2-0 dan semakin melecut semangat juang para pemain Indonesia di lapangan.

Tidak butuh waktu lama bagi Indonesia untuk memperlebar jarak keunggulan mereka atas Timor Leste. Hanya berselang tiga menit kemudian, tepatnya pada menit ke-64, penyerang andalan Arkhan Kaka mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi peluang matang menjadi gol ketiga. Skor 3-0 ini bertahan kokoh hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal pertandingan (full time).

Kemenangan mutlak ini menjadi modal yang sangat penting bagi Timnas U-19 Indonesia untuk mengamankan posisi teratas di klasemen grup dan menjaga peluang lolos ke babak berikutnya dalam turnamen tingkat Asia Tenggara ini. Performa gemilang yang ditunjukkan oleh Reno Salampessy, Irpan Siregar, dan Arkhan Kaka membuktikan kesiapan mentalitas skuad muda Indonesia dalam mengarungi kompetisi bergengsi ASEAN U19 Boys’ Championship 2026.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Ayep Zaki Rombak Struktur Birokrasi, 20 Pejabat Pemkot Sukabumi Dilantik untuk Perkuat Kinerja Pemerintahan

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi kembali melakukan penataan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap 20 pejabat di lingkungan Pemkot Sukabumi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pelantikan yang dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Jalan R. Syamsudin, SH, Kelurahan Cikole, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Ketua TKPP, sejumlah kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Ayep Zaki menegaskan bahwa mutasi, rotasi, dan promosi jabatan merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi yang diperlukan agar pemerintahan dapat bekerja lebih optimal menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Langkah ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan penyegaran organisasi guna memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujar Ayep.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program yang dirancang, tetapi juga oleh soliditas aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar mampu bekerja secara profesional, menjunjung integritas, serta memahami posisi kepala daerah sebagai pemimpin konstitusional yang menjalankan amanah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Ayep juga menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan pemerintah daerah dengan kinerja aparatur sipil negara. Ia berharap seluruh jajaran dapat menjaga kekompakan dan membangun sinergi yang dilandasi semangat pengabdian, bukan sekadar formalitas birokrasi.

“Seluruh aparatur diharapkan mampu menunjukkan kepatuhan terhadap aturan serta mendukung arah kebijakan pembangunan daerah. Saya menginginkan terciptanya kekompakan yang tulus dan profesional, bukan sekadar loyalitas yang bersifat formalitas,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya kerja yang sehat dengan saling mendukung, membantu, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kota Sukabumi.

“Tidak boleh ada sikap saling menyalahkan, iri hati, maupun menjatuhkan satu sama lain,” tegasnya.

Dengan formasi pejabat yang baru, Ayep optimistis berbagai program pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Kota Sukabumi mampu terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya di tingkat regional maupun nasional.

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, hingga Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah. Selain itu, sejumlah pejabat administrator dan pejabat fungsional juga turut dilantik untuk mengisi berbagai posisi penting di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemprov Jabar Raih Opini WTP 15 Kali Beruntun, KDM Ingatkan Kualitas Pelayanan Publik

0

Wartain.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi momentum spesial karena menandai keberhasilan Pemprov Jabar meraih opini WTP selama 15 kali secara berturut-turut.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jabar, Rabu (3/6/2026). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah dan harus menjadi pemacu peningkatan kualitas pelayanan publik secara riil, bukan sekadar pemenuhan aspek administratif semata.

“Semoga WTP yang diberikan ini merupakan cerminan kinerja efektif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan. Dan semoga kita tidak hanya puas pada WTP, tetapi juga pada kepuasan publik serta kualitas pembangunan yang dirasakan masyarakat,” kata gubernur yang akrab disapa KDM tersebut.

Dalam sambutannya, KDM menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengawal akuntabilitas keuangan daerah, mulai dari legislatif hingga aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jabar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Jabar, BPK RI dan BPK Jabar yang konsisten melakukan evaluasi, kritik, dan saran bagi perbaikan pelayanan di Provinsi Jabar. Juga kepada seluruh pegawai Provinsi Jawa Barat, mulai dari kepala OPD sampai yang menyusun SPJ,” tuturnya.

Meski meraih predikat tertinggi, KDM berharap ke depan BPK RI dapat memperluas cakupan pemeriksaannya secara komprehensif ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bukan hanya melalui metode sampel.

Terkait catatan BPK mengenai pengelolaan belanja daerah, KDM menjelaskan bahwa dinamika fiskal Jabar sangat dipengaruhi oleh realisasi transfer pusat. Ia mengungkapkan adanya hambatan pada Dana Bagi Hasil (DBH) serta kewajiban terkait dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Pemprov Jabar punya kewajiban membayar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada pemerintah pusat. Tetapi pemerintah pusat juga punya kewajiban membayar Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum terbayarkan kepada pemerintah daerah. Semoga bisa dilakukan rekonsiliasi sehingga hutang kita juga menjadi piutang kita dan catatan APBD bisa ditutup dengan baik,” ujarnya.

KDM juga menyoroti pola pencairan dana transfer pusat yang kerap terlambat di akhir tahun anggaran sehingga mengganggu arus kas daerah.

“Kalau memang sudah ada SK Menteri Keuangannya sekian, maka kami berharap konsisten sampai Desember. Yang terjadi pada 2025, dana tersebut justru dibayarkan menjelang kontraktor harus dibayarkan sehingga mengalami penundaan,” kata KDM menambahkan.

Selain masalah transfer pusat, Pemprov Jabar juga mengantongi catatan evaluasi internal mengenai pengelolaan biaya pendidikan dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang masih terkendala administrasi akibat minimnya tenaga pengelola di tingkat sekolah.

Merespons dinamika tersebut, Anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi menyatakan dukungannya terhadap komitmen Pemprov Jabar dan DPRD untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK. Bobby mengingatkan agar setiap anggaran daerah benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin menegaskan bahwa penggunaan APBD yang efektif dan efisien sangat penting karena setiap Rupiah yang dialokasikan mencerminkan pekerjaan publik dan harapan masyarakat,” pungkas Bobby.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)