26.7 C
Jakarta
Minggu, Juni 28, 2026
Beranda blog Halaman 48

Ayep Zaki Rombak Struktur Birokrasi, 20 Pejabat Pemkot Sukabumi Dilantik untuk Perkuat Kinerja Pemerintahan

0

Wartain.com – Pemerintah Kota Sukabumi kembali melakukan penataan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan terhadap 20 pejabat di lingkungan Pemkot Sukabumi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pelantikan yang dipimpin langsung Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Jalan R. Syamsudin, SH, Kelurahan Cikole, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Ketua TKPP, sejumlah kepala perangkat daerah, serta tamu undangan lainnya.

Ayep Zaki menegaskan bahwa mutasi, rotasi, dan promosi jabatan merupakan bagian dari proses penyegaran organisasi yang diperlukan agar pemerintahan dapat bekerja lebih optimal menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Langkah ini merupakan bagian dari proses evaluasi dan penyegaran organisasi guna memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujar Ayep.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program yang dirancang, tetapi juga oleh soliditas aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pejabat yang dilantik agar mampu bekerja secara profesional, menjunjung integritas, serta memahami posisi kepala daerah sebagai pemimpin konstitusional yang menjalankan amanah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Ayep juga menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan pemerintah daerah dengan kinerja aparatur sipil negara. Ia berharap seluruh jajaran dapat menjaga kekompakan dan membangun sinergi yang dilandasi semangat pengabdian, bukan sekadar formalitas birokrasi.

“Seluruh aparatur diharapkan mampu menunjukkan kepatuhan terhadap aturan serta mendukung arah kebijakan pembangunan daerah. Saya menginginkan terciptanya kekompakan yang tulus dan profesional, bukan sekadar loyalitas yang bersifat formalitas,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya kerja yang sehat dengan saling mendukung, membantu, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kota Sukabumi.

“Tidak boleh ada sikap saling menyalahkan, iri hati, maupun menjatuhkan satu sama lain,” tegasnya.

Dengan formasi pejabat yang baru, Ayep optimistis berbagai program pembangunan yang telah dirancang pemerintah daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap Kota Sukabumi mampu terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya di tingkat regional maupun nasional.

Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, hingga Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah. Selain itu, sejumlah pejabat administrator dan pejabat fungsional juga turut dilantik untuk mengisi berbagai posisi penting di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemprov Jabar Raih Opini WTP 15 Kali Beruntun, KDM Ingatkan Kualitas Pelayanan Publik

0

Wartain.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi momentum spesial karena menandai keberhasilan Pemprov Jabar meraih opini WTP selama 15 kali secara berturut-turut.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Jabar, Rabu (3/6/2026). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah dan harus menjadi pemacu peningkatan kualitas pelayanan publik secara riil, bukan sekadar pemenuhan aspek administratif semata.

“Semoga WTP yang diberikan ini merupakan cerminan kinerja efektif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pembangunan. Dan semoga kita tidak hanya puas pada WTP, tetapi juga pada kepuasan publik serta kualitas pembangunan yang dirasakan masyarakat,” kata gubernur yang akrab disapa KDM tersebut.

Dalam sambutannya, KDM menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mengawal akuntabilitas keuangan daerah, mulai dari legislatif hingga aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jabar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD Jabar, BPK RI dan BPK Jabar yang konsisten melakukan evaluasi, kritik, dan saran bagi perbaikan pelayanan di Provinsi Jabar. Juga kepada seluruh pegawai Provinsi Jawa Barat, mulai dari kepala OPD sampai yang menyusun SPJ,” tuturnya.

Meski meraih predikat tertinggi, KDM berharap ke depan BPK RI dapat memperluas cakupan pemeriksaannya secara komprehensif ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bukan hanya melalui metode sampel.

Terkait catatan BPK mengenai pengelolaan belanja daerah, KDM menjelaskan bahwa dinamika fiskal Jabar sangat dipengaruhi oleh realisasi transfer pusat. Ia mengungkapkan adanya hambatan pada Dana Bagi Hasil (DBH) serta kewajiban terkait dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Pemprov Jabar punya kewajiban membayar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada pemerintah pusat. Tetapi pemerintah pusat juga punya kewajiban membayar Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum terbayarkan kepada pemerintah daerah. Semoga bisa dilakukan rekonsiliasi sehingga hutang kita juga menjadi piutang kita dan catatan APBD bisa ditutup dengan baik,” ujarnya.

KDM juga menyoroti pola pencairan dana transfer pusat yang kerap terlambat di akhir tahun anggaran sehingga mengganggu arus kas daerah.

“Kalau memang sudah ada SK Menteri Keuangannya sekian, maka kami berharap konsisten sampai Desember. Yang terjadi pada 2025, dana tersebut justru dibayarkan menjelang kontraktor harus dibayarkan sehingga mengalami penundaan,” kata KDM menambahkan.

Selain masalah transfer pusat, Pemprov Jabar juga mengantongi catatan evaluasi internal mengenai pengelolaan biaya pendidikan dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang masih terkendala administrasi akibat minimnya tenaga pengelola di tingkat sekolah.

Merespons dinamika tersebut, Anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi menyatakan dukungannya terhadap komitmen Pemprov Jabar dan DPRD untuk segera menindaklanjuti rekomendasi BPK. Bobby mengingatkan agar setiap anggaran daerah benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya ingin menegaskan bahwa penggunaan APBD yang efektif dan efisien sangat penting karena setiap Rupiah yang dialokasikan mencerminkan pekerjaan publik dan harapan masyarakat,” pungkas Bobby.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Kejutan Besar Indonesia Open 2026: Pasangan Muda Raymond/Nikolaus Pulangkan Unggulan Kedua Asal Malaysia

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kejutan besar mewarnai hari ketiga turnamen bulu tangkis bergengsi Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Pasangan ganda putra non-unggulan Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, secara luar biasa sukses menumbangkan ganda putra utama Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Tidak tanggung-tanggung, Raymond/Nikolaus mengandaskan perlawanan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang merupakan unggulan kedua turnamen ini lewat permainan dua gim langsung (straight game). Pasangan muda masa depan Indonesia ini menang dengan skor meyakinkan yang kembar, yakni 21-14 dan 21-14, untuk mengamankan tiket perempat final.

Sejak awal gim pertama dimulai, Raymond/Nikolaus tampil tanpa beban dan langsung menerapkan skema permainan menekan. Kombinasi bola-bola cepat di depan net dari Nikolaus serta kejelian Raymond dalam mengeksekusi peluang di lini belakang berhasil membuat pertahanan Aaron/Soh kedodoran dan frustrasi.

Kekalahan Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang merupakan mantan Juara Dunia 2022 dan peraih medali olimpiade, menjadi salah satu upset terbesar dalam turnamen ini. Keberhasilan Raymond/Nikolaus meredam ganda top dunia tersebut membuktikan bahwa regenerasi sektor ganda putra Indonesia berjalan dengan sangat baik di bawah naungan PBSI.

Kunci kemenangan telak ini diakui Raymond/Nikolaus berasal dari kedisiplinan menjaga area pertahanan serta keberanian melemparkan pukulan spekulatif yang mengejutkan lawan. Atmosfer Istora Senayan yang bergemuruh riuh juga diakui sempat membuat lawan gugup dan banyak melakukan kesalahan elementer.

Gelaran Polytron Indonesia Open 2026 sendiri merupakan turnamen BWF World Tour dengan level tertinggi, yakni Super 1000, yang berlangsung pada 2–7 Juni 2026. Berkat kemenangan sensasional ini, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan menantang wakil tangguh lainnya di babak 8 besar pada Jumat (5/6/2026) demi memperebutkan tiket ke semifinal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Lewat Pertarungan Sengit Tiga Gim, Sabar/Reza Redam Perlawanan Wakil China di Babak 16 Besar

0
Oplus_131072

Wartain.com – Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani, berhasil melangkah ke babak perempat final Polytron Indonesia Open 2026. Mereka sukses menyudahi perlawanan alot wakil China, Huang Di/Liu Yang, dalam pertandingan babak 16 besar yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).

Sabar/Reza yang menempati posisi unggulan keenam di turnamen ini dipaksa memeras keringat lebih dalam oleh pasangan muda China tersebut. Setelah mengamankan gim pertama dengan skor 21-15, performa Sabar/Reza sempat menurun di gim kedua hingga kalah 15-21, sebelum akhirnya berhasil menutup gim penentuan dengan kemenangan 21-17.

Jalannya pertandingan berlangsung dalam tempo yang sangat cepat dan diwarnai aksi saling serang. Pada gim ketiga, Sabar/Reza sempat tertinggal di awal interval, namun kematangan mental dan variasi smes-smes keras yang dilesakkan Reza Pahlevi akhirnya mampu menembus pertahanan rapat yang dibangun oleh Huang/Liu.

Kemenangan ini diraih berkat instruksi pelatih yang meminta Sabar/Reza untuk kembali mengambil alih kendali permainan depan net pada gim ketiga. Strategi bermain lebih agresif dan membatasi peluang lawan untuk menyerang terbukti efektif menghasilkan poin demi poin bagi pasangan profesional Indonesia ini.

Keberhasilan Sabar/Reza melaju ke babak 8 besar ini sekaligus mempertegas dominasi ganda putra tuan rumah yang dikenal memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Publik Istora pun menyambut riuh kemenangan ini, mengingat rivalitas tinggi yang selalu tersaji setiap kali wakil Indonesia bertemu dengan wakil China.

Polytron Indonesia Open 2026 merupakan turnamen papan atas dalam kalender BWF yang menyediakan total hadiah sebesar 1,3 juta dolar AS. Babak perempat final yang akan berlangsung pada Jumat (5/6/2026) diprediksi akan berjalan semakin berat, dan Sabar/Reza diharapkan mampu mempertahankan konsistensi performa mereka demi menembus babak semifinal.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Indonesia Open 2026: Singkirkan Wakil Kanada, Putri Kusuma Wardani Melaju ke Perempat Final

0
Oplus_131072

Wartain.com – Tunggal putri andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani, sukses mengamankan tiket ke babak perempat final turnamen Polytron Indonesia Open 2026. Kepastian tersebut didapat setelah ia menumbangkan perlawanan sengit wakil Kanada, Michelle Li, dalam laga babak 16 besar (R16) yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/6/2026).

Putri Kusuma Wardani, yang turun sebagai unggulan kelima dalam turnamen ini, harus berjuang ekstra keras melalui drama rubber game. Sempat kehilangan gim pertama dengan skor telak 12-21, pebulu tangkis yang akrab disapa Putri KW ini bangkit di dua gim berikutnya untuk mengunci kemenangan dengan skor akhir 21-18 dan 21-16.

Kemenangan dramatis ini diraih berkat perubahan strategi yang diterapkan Putri pada gim kedua dan ketiga. Setelah terus ditekan oleh permainan menyerang Michelle Li di awal laga, Putri KW mulai memperlambat tempo permainan, memperkuat pertahanan, dan lebih berani melepaskan pukulan-pukulan tipis di net yang menyulitkan lawan.

Ketenangan di poin-poin kritis menjadi kunci utama keberhasilan atlet kelahiran Tangerang ini dalam membalikkan keadaan. Dukungan gemuruh dari ribuan suporter tuan rumah yang memadati Istora Senayan juga membakar motivasi Putri untuk terus mengejar bola dan meminimalkan kesalahan sendiri di lapangan.

Hasil positif ini sekaligus menjaga asa sektor tunggal putri Indonesia untuk meraih gelar juara di rumah sendiri. Sebagai salah satu tumpuan utama Merah Putih di sektor tunggal, konsistensi Putri KW di turnamen level tertinggi ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan prestasi bulu tangkis putri nasional.

Turnamen Polytron Indonesia Open 2026 merupakan kejuaraan bergengsi berkategori BWF World Tour Super 1000 yang diselenggarakan pada 2–7 Juni 2026. Dengan kemenangan ini, Putri Kusuma Wardani berhak melangkah ke babak 8 besar yang akan dipertandingkan pada Jumat (5/6/2026) esok hari menghadapi pemain elit dunia lainnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Rumah Warga di Jampangkulon Sukabumi Dilalap Api, Kerugian Masih Didata

0

Wartain.com – Kebakaran melanda sebuah rumah milik warga di Kampung Cilubang RT 06/RW 02, Kelurahan Jampangkulon, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2026) sore.

Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah mengalami kerusakan berat setelah dilalap si jago merah. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh api dari tungku dapur yang masih menyala dan ditinggalkan tanpa pengawasan.

Wakil Komandan Pos Pemadam Kebakaran Jampangkulon, Lelan Priatman Sukandar, menjelaskan bahwa warga pertama kali melihat kobaran api yang muncul dari bagian rumah korban. Dalam waktu singkat, api membesar dan menghanguskan sebagian besar bangunan.

“Warga sempat berusaha melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu petugas tiba di lokasi,” ujar Lelan. Setelah menerima laporan, tim Pemadam Kebakaran Posko Jampangkulon segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Berkat kerja cepat petugas bersama masyarakat, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIB. Usai pemadaman, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menyebabkan satu unit rumah mengalami kerusakan berat. Hingga saat ini, nilai kerugian materiil masih dalam tahap pendataan oleh petugas terkait.

Lelan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api untuk keperluan memasak maupun aktivitas lainnya di rumah.

“Pastikan tungku atau kompor sudah benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar,” katanya. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Kejari Kabupaten Sukabumi Beri Pendampingan Hukum Dana Desa untuk 3 Kecamatan di Cisolok

0

Wartain.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan hukum terkait pengelolaan dana desa bertajuk “Pendampingan Pengelolaan Dana Desa” pada Kamis, 4 Juni 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan langsung di Aula Desa Karang Papak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif institusi penegak hukum dalam meminimalisasi potensi penyimpangan dan memperkuat transparansi dalam tata kelola keuangan di tingkat pemerintahan desa.

Acara strategis tersebut dihadiri oleh para Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa (Sekdes) yang berasal dari tiga kecamatan di wilayah pesisir Sukabumi, yakni Kecamatan Cisolok, Kecamatan Cikakak, dan Kecamatan Palabuhanratu. Tim Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Kabupaten Sukabumi bertindak langsung sebagai narasumber utama. Mereka memaparkan batasan-batasan hukum, mekanisme pertanggungjawaban administratif, serta ruang lingkup pendampingan hukum yang dapat diakses oleh pemerintah desa agar terhindar dari jerat pidana korupsi.

Pengetatan pengawasan dan pendampingan ini merupakan tindak lanjut komitmen Kejari Kabupaten Sukabumi dalam program nasional “Jaga Desa” (Jaksa Garda Desa). Langkah preventif ini dinilai sangat krusial mengingat catatan perkara penegakan hukum di Kabupaten Sukabumi sepanjang awal tahun 2026 sempat diwarnai kasus tindak pidana korupsi dana desa oleh oknum kades di kecamatan lain. Melalui forum ini, koridor hukum dipertegas agar alokasi dana desa benar-benar dirasakan manfaatnya untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Selama jalannya sosialisasi, pihak Kejaksaan menekankan bahwa kehadiran bidang Perdata dan Tata Usaha Negara bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi mitra dialog. Aparatur desa diberikan pemahaman mengenai titik-titik rawan dalam siklus anggaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dokumen pertanggungjawaban. Pihak Kejaksaan juga membuka pintu konsultasi hukum (legal assistance) secara gratis bagi desa yang menghadapi keraguan administrasi dalam eksekusi program di lapangan.

Kegiatan ini pun disambut positif oleh jajaran perangkat desa yang hadir. Sekretaris Desa Citarik (Kecamatan Palabuhanratu), Yuspa, menyatakan bahwa edukasi hukum semacam ini sangat membantu aparatur desa dalam membedakan antara kesalahan administrasi murni dengan unsur kesengajaan atau kelalaian yang berujung pada pelanggaran hukum. Pihaknya mengaku lebih tenang dalam mengelola anggaran yang bernilai miliaran rupiah setelah mendapatkan rambu-rambu yang jelas dari korps Adhyaksa.

“Harapan kami dari kegiatan pendampingan ini adalah terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang bersih, akuntabel, dan bebas dari rasa was-was. Dengan adanya bimbingan langsung dari Kejari Kabupaten Sukabumi, kami selaku aparatur desa dapat lebih percaya diri dan tepat sasaran dalam merealisasikan Dana Desa demi kemajuan masyarakat, tanpa harus takut salah secara hukum dalam penyusunan administrasinya,” ujar Yuspa setelah selesai kegiatan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Reses Titik 2 Hamzah Gurnita di Caringin Cisolok: Warga Curhat Pendidikan-P3K sampai Jalan & Irigasi

0
Oplus_131072

Dewan PKB Kasih Bantuan Semen, Alat Seni Gambus & Seragam PKK Langsung di Lokasi 4/6/2026

Wartain.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita dari Fraksi PKB gelar reses titik kedua. Lokasinya di Desa Caringin RT 003 RW 06, Kecamatan Cisolok. Suasananya cair, warga langsung sampaikan unek-unek, Kamis 04/06/2026.

Aspirasi yang masuk beragam. Warga paling banyak sorot pendidikan: usulan P3K paruh waktu buat tenaga honorer, dukungan pendidikan non formal keagamaan, majelis taklim, sampai PAUD. SDM jadi prioritas.

Sektor kesehatan juga disuarakan. Warga minta akses pelayanan kesehatan dipermudah. Keluhan utama: BPJS PBI yang udah non aktif, bikin warga nggak bisa berobat. Mereka harap ada solusi biar nggak putus layanan.

Infrastruktur nggak ketinggalan. Jalan desa dan irigasi pertanian jadi keluhan klasik. Petani butuh air lancar, anak sekolah butuh jalan mulus. Ada juga usulan lampu PJU biar RT/RW lebih terang dan aman malam hari.

Ranah keagamaan & sosial juga naik. Warga usulkan hibah buat Ponpes dan lembaga keagamaan. Kader PKK minta difasilitasi biar punya akses ekonomi lebih kuat. Program Rutilahu RTLH juga jadi daftar tunggu warga.

“Semua usulan positif dan udah dicatat rapi buat ditindaklanjuti. Data ini bakal dibawa ke rapat komisi dan dikomunikasikan sama Pemkab biar masuk perencanaan,” ungkap Hamzah.

Reses Titik 2 Hamzah Gurnita di Caringin Cisolok: Warga Curhat Pendidikan-P3K sampai Jalan & Irigasi (Foto : HG)

Nggak cuma janji, dewan langsung kasih bantuan pribadi di tempat. Bentuknya semen buat bangun fasilitas warga, alat kesenian gambus buat majelis taklim/seni, dan seragam kader PKK biar lebih semangat gerak.

“Bantuan langsung ini bentuk empati. Semen bisa dipake perbaiki balai/mushola, gambus ngidupin kegiatan kesenian keagamaan dan budaya, seragam PKK bikin kader kompak pas kegiatan. Kecil tapi kena ke kebutuhan,” ucap Hamzah

Ini reses titik kedua Hamzah Gurnita periode ini. Artinya dia konsisten turun ke bawah. Nggak nunggu warga ke kantor, tapi jemput bola ke RT/RW biar aspirasi nggak telat ketampung.

Pola reses model gini penting. Warga Caringin bisa ngomong langsung, nggak lewat surat doang. Dewan juga bisa lihat kondisi lapangan: jalan rusak parah di mana, irigasi mampet di mana, PAUD butuh apa.

PR ke depan: kawal usulan P3K paruh waktu dan BPJS PBI non aktif. Dua ini nyangkut kebijakan pusat dan daerah. Tapi minimal udah masuk catatan dewan. Tinggal dorong ke Dinsos, Dinkes, Disdik, sampai PU.

Intinya, reses di Caringin RT 003 RW 06 jadi jembatan. Warga curhat, dewan catat dan aksi cepat. Kalau semua usulan dikawal, Cisolok pelan-pelan bisa lebih sehat, pinter, dan jalannya lebih mulus.***

Editor : Aab Abdul Malik

(DH)

DKUKM Sukabumi Gencar Benahi Koperasi Baru: Gelar Diklat Manajemen Angkatan I, Stop Koperasi “Papan Nama

0
Oplus_131072

Kepala DKUKM Sri Hastuty: Koperasi Harus Sehat, Profesional, Transparan & Beri Manfaat Nyata ke Anggota

Wartain.com – DKUKM Kabupaten Sukabumi nggak mau koperasi cuma jadi nama di akta. Belum lama ini mereka gelar Diklat Pengelolaan Organisasi dan Manajemen Koperasi Angkatan I. Tujuannya satu: kuatkan fondasi kelembagaan ekonomi warga dari bawah.

Kepala DKUKM Sri Hastuty Harahap, SP., MSE., MA., bilang penguatan koperasi harus mulai dari tata kelola yang baik good corporate governance. Tanpa itu, koperasi rawan jalan di tempat atau malah bubar jalan.

“Saat ini tantangan utama kita adalah memastikan koperasi yang telah terbentuk tidak sekadar papan nama. Mereka harus mampu tumbuh jadi organisasi dan badan usaha yang aktif, sehat, profesional, transparan, serta berkelanjutan,” tegas Sri Hastuty.

Peserta diklat mayoritas pengurus koperasi baru. Materinya nggak main-main: regulasi tata kelola organisasi, strategi manajemen usaha, administrasi kelembagaan, sampai manajemen keuangan. Semua fundamental buat koperasi modern.

Sri Hastuty khusus sorot soal Rapat Anggota Tahunan RAT. Dia sebut RAT itu jantungnya koperasi. Di situ pemegang kekuasaan tertinggi nentuin arah kebijakan dan pembagian SHU. Kalau RAT asal-asalan, koperasi bisa kehilangan arah.

Harapannya jelas. “Setelah diklat ini, koperasi nggak cuma kokoh secara administrasi di kertas. Tapi benar-benar jalan aktivitas organisasi serta unit usahanya. Harus ada asas manfaat dan dampak ekonomi nyata buat anggota,” tambahnya.

Bank bjb Tandamata hadir dukung acara. Sinergi BUMD dan DKUKM ini penting biar koperasi baru nggak cuma paham teori, tapi juga ngerti akses permodalan + layanan keuangan yang sehat.

Pemkab Sukabumi lewat DKUKM komitmen kawal koperasi lokal. Sri Hastuty bilang pengawalan itu konkret: program peningkatan kapasitas SDM berkelanjutan, penguatan sistem kelembagaan, plus pembinaan + pengawasan langsung ke lapangan.

Kenapa penting? Karena koperasi itu soko guru ekonomi. Kalau pengurusnya paham manajemen, anggota dapat SHU, usaha unit koperasi jalan, ekonomi desa ikut muter. Efeknya berantai ke UMKM.

Tantangan koperasi baru emang berat: ngerti regulasi, atur pembukuan, kelola SDM, sampai bersaing di pasar. Makanya diklat angkatan I ini jadi bekal awal biar nggak salah langkah dari awal.

DKUKM nggak mau kejadian koperasi “tidur” terulang. Setelah diklat, tim pembina bakal turun cek: RAT jalan apa nggak, laporan keuangan rapi apa nggak, unit usaha produktif apa nggak.

Pesan akhirnya: koperasi kuat, artinya ekonomi rakyat kuat. Dengan tata kelola beres, Sukabumi bisa punya barisan koperasi sehat yang jadi mesin pertumbuhan ekonomi lokal, bukan cuma pajangan nama.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dinas PU Sukabumi Gelar PCM, Matangkan Pelaksanaan Proyek Jalan Tahun 2026

0

Wartain.com — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Bina Marga menggelar Pre-Construction Meeting (PCM) sebagai langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan tahun anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di UPTD Bengkel dan Peralatan (Benglap) Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Jalan Panggeleseran, Kecamatan Cikembar, Rabu (4/6/2026).

PCM menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara pihak pelaksana, konsultan pengawas, serta penyedia jasa konstruksi sebelum pekerjaan fisik dimulai di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal penting dibahas secara komprehensif, mulai dari teknis pelaksanaan pekerjaan, jadwal kegiatan, kesiapan sumber daya manusia dan peralatan, hingga sistem pengawasan, pelaporan, serta pengendalian mutu konstruksi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Dudu Wahyudi, S.IP., mengatakan bahwa PCM merupakan tahapan penting guna memastikan seluruh proses pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan tepat waktu, tetapi juga dari kualitas hasil yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Melalui PCM ini kami ingin memastikan seluruh pihak memahami tanggung jawab masing-masing dan bekerja berdasarkan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya.

Dudu menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 terdapat tujuh paket pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Bidang Bina Marga. Karena itu, seluruh rekanan diharapkan dapat menunjukkan profesionalisme serta komitmen dalam menjaga mutu pekerjaan sejak awal hingga proyek selesai.

Selain sebagai forum koordinasi teknis, PCM juga dimanfaatkan untuk memetakan berbagai potensi kendala yang mungkin dihadapi selama pelaksanaan proyek, baik yang berkaitan dengan kondisi lapangan maupun faktor sosial di lingkungan sekitar lokasi pekerjaan.

Dengan identifikasi dini tersebut, Dinas PU optimistis berbagai tantangan dapat diantisipasi sehingga pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan dapat berlangsung lebih lancar, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)